HNW Jamin Chandra dan Bibit

November 1, 2009 oleh adakabarapa

Hidayat menyatakan siap. “Bersama dengan rekan-rekan lain yang ingin menegakkan keadilan, Saya siap ikut menjamin,” tegas Ketua BKSAP ini.

Hidayat melanjutkan, alasan polri yang menahan dua pimpinan KPK itu dinilai mengada-ada. Seringnya Chandra dan Bibit mengadakan konferensi pers untuk mengungkapkan kebenaran bukan alasan yang tepat. “Padahal negara kita menghargai kebebasan pers dan media pun tidak bisa dibredel,” katanya. Mantan Presiden PKS ini justru khawatir polisi dan KPK terjebak dalam sebuah konspirasi besar. Padahal rakyat Indonesia menginginkan penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi yang tidak pandang bulu.

Harusnya, menurut HNW, polisi dan KPK bisa bekerja sama untuk penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi supaya para koruptor itu yang ditahan. “Bukan mereka yang melawan koruptor yang ditahan. Untuk itu presiden harusnya mengambil langkah untuk menyelesaikan kasus ini,” pungkasnya. (Ind)

Rekrutmen 2009

Oktober 24, 2009 oleh adakabarapa

Lowongan Kerja 2009

Rekrutmen Pertamina : http://pertamina.ppm-rekrutmen.com

Rekrutmen BI : http://www.rekrutmenbi.com/

Rekrutmen Pemda DKI Jakarta : http://www.rekrutmen.jakarta.go.id

..

Laporan PBB Bukti Kredibilitas Hamas dan Menuntut Persidangan Petinggi Israel

September 17, 2009 oleh adakabarapa

Gaza – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan bahwa laporan tim pencara fakta PBB membuktikan “kredibilitas” gerakan Hamas yang menuntut diadilinya para pemimpin penjajah Israel sebagai penjahat perang. Karena tentara Zionis telah melakukan kejahatan terhadap warga sipil, dengan menggunakan senjata terlarang secara internasional, dan inilah yang dikonfirmasi oleh laporan tim pencara fakta PBB tersebut.

Hamas menghargai upaya tim pencari fakta PBB untuk mengungkap kejahatan perang Zionis di Jalur Gaza sebelum, selama dan setelah perang, yang mulai dilakukan pada akhir Desember 2008 sampai 17 Januari 2009.

Hamas telah meminta pihak-pihak berwenang di PBB dan masyarakat internasional untuk mengadili para pemimpin penjajah Israel yang bertanggung jawab atas kejahatan-kejahatan yang disebutkan dalam laporan tersebut. Hamas menegaskan, sangat beda antara senjata yang dimiliki perlawanan yang sederhana untuk membela diri dengan senjata Zionis berupa mesin perrusak mesin yang menghancurkan dan dilarang secara internasional yang digunakan dalam menggempur Gaza yang diblokade.

Gerakan Hamas menegaskan bahwa “perlawanan adalah hak sah yang dijamin oleh hukum internasional dan hukum ilahi. Perlawanan adalah kehormatan bagi semua bangsa untuk membela diri mereka sendiri, tanah dan martabatnya.” (seto)

Warga Tepi Barat : Peristiwa Shabra Shatila Tak Pernah Berhenti

September 17, 2009 oleh adakabarapa

Ramallah-Infopalestina : Peristiwa yang memilukan yang terjadi pada September 1982 lalu, sungguh sangat menyedihkan. Apalagi hingga kini penjajahan masih eksis dibumi Palestina. Hampir tiap hari kejahatan Zionis masih menimpa Palestina. Tak terkecuali manusia, batu-batu pepohonan dan apa saja yang ada di bumi Palestina mengalami kejahatan penjajahan Zionis. Hari ini kita memperingati 27 tahun peristiwa Shabra dan Shatila di tengah pelaksanaan ibadah Ramadhan, di penghujung sepertiga bulan terakhir dan di saat kepedihan dan kesengsaraan melanda rakyat Palestina dimana-mana.

Shabra Shatila

Tanggal 16 September 1982, Ariel Sharon dan tentaranya membantai warga Palestina di Shabra dan Shatila Libanon. Ribuan rakyat tak berdosa dibantai dengan darah dingin. Semua rumah dihancurkan. Kemudian hari berganti bulan dan tahun terus bertambah, sudah 27 tahun berlalu dan di sela-sela itu juga sudah banyak pembunuhan dan penghancuran terjadi yang luput dari catatan dan persaksian sejarah. Supyan Ali, seorang warga di Hebron menuturkan, pembantaian Shabra dan Shatila masih berlanjut hingga sekarang, walau berbeda tempat dan waktunya. Kelompok pemukim Zionis terus melakukan pembantaian terhadap warga Palestina dengan lebih sadis dan biadab lagi. Di setiap plosok daerah, senantiasa mereka merampok, menggusur dan merampas harta milik warga disamping membantai pemiliknya. Sama persis dengan apa yang dilakukan Sharon 27 tahun yang lalu. Pembantaian walaupun berbeda bentuk dan caranya, masih terus terjadi terhadap warga Palestina. Sejarah tidak akan memaafkan siapa saja yang berlepas diri dari penderitaan Palestina, baik dari kalangan Arab, kaum muslimin maupun bangsa Barat, sekalipun. Sisi kemanusiaan memaksa mereka secara moral untuk menolong rakyat Palestina yang sedang terzalimi.

Pembantaian Terus Berlangsung

Beberapa bulan yang lalu, penganiayaan kelompok pemukimn Zionis terutama di sebelah selatan Nablus terus meningkat. Hal ini bisa dilihat dari laporan media elektronik yang mencatat puluhan orang terbunuh, permuhaman dihancurkan dan ladang dimusnahkan. Mereka menyerbu sejumlah distrik bagaikan pencuri dengan tirai kegelapan dibawah pengawalan tentara Zionis yang memberikan perlindungan ekstra terhadap apa yang mereka lakukan. Salamah Amir, warga Al-Quds mengatakan, setiap hari terjadi pembantaian walau dengan bentuk yang berbeda dengan Shabra dan Shatila. Mereka mencuri rumah-rumah warga dan mengusir penduduknya, disamping menggali terowongan di bawah Masjid Al-Aqsha, untuk mendirikan haikal yang mereka impi-impikan. Sekedar mengingatkan, peristiwa Shabra dan Shatila terjadi pada hari Kamis 16 September 1982 dan berakhir pada Sabtu 18 Septembr 1982. Namun kejadian serupa masih terus terjadi. Bekasnya pun masih nampak dan akan terus diingat oleh warga Palestina, generasi demi generasi. Peristiwa tersebut tidak akan terjadi lagi dalam sejarah Palestina, ungkapnya. (asy)

Ramadhan di Gaza: Berbuka Puasa dan Tarawih Tanpa Listrik

September 7, 2009 oleh adakabarapa

Ramadhan di Gaza benar-benar menyisahkan kisah dan kesan tersendiri. Jika di beberapa negara Muslim lainnya, umat Muslim dan kota-kotanya menyambut serta memeriahkan malam-malam Ramadhan dengan gegap-gempita cahaya lampu, maka di Gaza lain lagi ceritanya.

Bayangkan: umat Muslim di wilayah pesisir yang juga jalur perbatasan antara Palestina dan Palestina itu menjalani malam-malam Ramadhan dengan tanpa listrik. Mereka berbuka puasa, shalat tarawih berjama’ah, dan sahur dengan keadaan gelap gulita.

Sejak diboikot Israel pasca menangnya sayap Hamas di wilayah tersebut, Gaza seolah kota yang terisolasi: kota yang susah air, susah listrik, susah BBM, bahan pangan, dan seterusnya. Kondisi ini kian parah pasca penyerbuan Israel terhadap wilayah yang luasnya tak lebih dari kota Depok itu awal tahun lalu.

Di senja hari pertama bulan Ramadhan, Abu Mahmud, salah seorang kepala keluarga yang tinggal di bilangan as-Shabrah yang sederhana, telah menyalakan lilin dan lampu minyak.

“Hari ini tak ada listrik, juga sampai malam nanti. Kami harus menyalakan lilin dan lampu minyak untuk pencahayaan di malam hari,” katanya.

Dan petang itu, Abu mahmud beserta delapan orang anggota keluarganya, berbuka puasa di tengah remang cahaya lilin dan lampu minyak.

“Apakah masuk akal kita berbuka puasa di tengah gelap gulita?” tanyanya.

Di hari pertama bulan Ramadhan itu, arus listrik di rumahnya dan di bilangannya harus terputus selama delapan jam, karena mendapatkan giliran pemadaman. Maklum, pasca boikot dan serbuan Israel ke Gaza, listrik menjadi barang langka dan mahal.

“Boikot dan serbuan Israel ke wilayah kecil ini telah menghancurkan segalanya,” tambah Abu Mahmud.

Meski demikian, Abu Mahmud dan muslim Gaza lainnya tetap merasa berbahagia dan bersuka cita menyambut datangnya bulan ramadhan yang penuh berkah ini. (L2/mi)

Hamas: Fatah ‘Beribadah’ di Bulan Puasa Dengan Menyiksa Mujahidin

September 7, 2009 oleh adakabarapa

Tepi Barat – Infopalestina: Merespon statemen Adnan Adl-Dlamiri soal pembebasan tapol Hamas, Gerakan Hamas di Tepi Barat menegaskan bahwa Fatah dan mafianya beribadah di bulan puasa dengan meningkatkan aksi penangkapannya terhadap pejuang dan mujahidin, menyerang rumah-rumah warga sipil dan menyiksanya.

Dalam pernyataannya hari ini Kamis (3/9) Hamas menegaskan bahwa kejahatan Fatah dan aparat-aparatnya terus berlanjut tanpa henti. Sejak awal bulan Ramadhan Mulia, mafia Fatah menangkap lebih dari 50 kader Hamas dan pimpinannya, separuh dari mereka adalah eks tahanan Israel, sebagian wartawan. Apalagi pemerintah Fayyadl memecat 30 pegawai pemerintahan sejak awal bulan mulia.

Gerakan Hamas menambahkan, jika pucuk legalitas Palestina dilarang menjalankan haknya secara hukum, apalagi dengan pimpinan Hamas yang ditahan di antara penjara Abbas dan penjara Israel. pembicaraan soal pembebasan dari elit Fatah hanya didustakan oleh tindakan represif mereka dan penangkapan mereka terhadap kader-kader Hamas.

“Adl-Dlamiri tidak memiliki dlamir (nurani), dia selalu berusaha menutupi dan mencari pembenaran kejahatan mafia milisi Abbas di Tepi Barat,” tukas Hamas. (bn-bsyr)

Seruan Blokir Situs-situs Takfir

September 7, 2009 oleh adakabarapa

Gaza – Infopalestina: Sejmlah pejabat, cendikiawan, dan praktisi media meminta agar situs-situs dan forum dunia internet yang menyebarkan pemahaman “takfir” (mengkafirkan) dan diblokir serta memberikan alternative situs-situs jalan tengah untuk memahamkan para pemuda dan melindungi mereka dan pemikiran takfir.

Hal ini disampaikan dalam acara workshop yang diadakan oleh lembaga Tsuraya untuk Media dan Komunikasi di Gaza Kamis (3/9) dengan tajuk “peran forum dialog dalam menyebarkan gagasan ekstrim di antara pemuda”.

Dr. Sami Abu Zuhri, jubir gerakan Hamas menegaskan bahwa situs-situs takfir berusaha memprovokasi para pemuda untuk melawan gerakan-gerakan moderat dan tengah, terutama Hamas. Banyaknya waktu senggang, fikiran kosong membuat para pemuda gampang terpengaruh.

Ia menambahkan bahwa situs-situs itu mentargetkan para pemuda yang berbeda paham dengan Hamas secara politik. Kelompok-kelompok itu menyebarkan pemahaman takfir dan aksi bersenjata dan bagaimana menyiapkannya untuk menarik simpati pemuda agar menganut pemikirannya.

Ia menyerukan agar ada situs yang mengkonter pemahaman takfir itu dan melansir fatwah-fatwah dari ulama Salafiyin yang menentang pemikiran takfir itu atau yang sering disebut salafi jihadi.

Ekstrim bukan ciri Agama

Sementara itu, anggota parlemen dari Hamas, Yunus Asthal menegaskan bahwa seharusnya situs-situs takfir itu diawasi dan diberikan counter. Selain itu juga harus diatasi faktor-faktor yang bisa menarik kelompok-kelompok tersebut ke dalam masalah dan problem politik dan dilakukan pembinaan dengan benar.

Agen Israel

Pejabat keamanan dalam negeri di Gaza, Muhammad Lavi menegaskan bahwa departemennya melakukan investigasi terhadap sejumlah pemuda yang sudah ditangkap dalam sejumlah peristiwa belakangan mengaku memiliki kaitan dengan intelijen Israel. buktinya sudah ada berupa kaset bergambar pembicaraan antara komandan Israel dan sejumlah kelompok ekstrim di Jalur Gaza itu. (bn-bsyr)

Haneya : Hadapi Israel Bukan Dengan Berpeluk Cium Tapi Dengan Perlawanan

September 7, 2009 oleh adakabarapa

Khanyunis-Infopalestina : Perdana menteri Palestina, Ismael Haneya menegaskan sejak awal ide Zionis telah terbentur. Sementara falsafah eksistensi Zionis telah gagal dalam melindungi keberadaanya. Tidak ada masa depan bagi mereka di Palestina.

Dalam pada itu, Haneya mengingatkan setrategi Zionis dalam meyahudikan kota Al-Quds. Saat ini al-Quds menjadi target yahudisasi, baik dari atasnya berupa perluasan permukiman, maupun dari bawahnya berupa penggalian terowongan yang bisa disaksikan di televise-televisi.

Pernyataan ini diungkapkan, Haneya dalam acara buka puasa bersama dengan keluara syuhada di Khanhunis Kamis (3/9). Dalam kesempatan itu, Haneya mengucapkan selamat melaksanakan ibadah puasa dan kegembiraanya dapat hadir dalam acara yang mulia dengan ikatan iman dan Islam serta aqidah. Juga dalam tujuan dan langkah yang sama dalam membebaskan tanah suci dan mengembalikan hak-hak. Ia juga menyampaikan salam hormat kepada para syuhada Khanyunis berikut keluarganya, disamping beberapa yang terluka dan yang ditawan pemerintah Israel.

“Tidak berlebihan bila saya katakan, setiap kali mengunjungi Khanyunis hati ini bertambah lapang, tenang dan tentram. Keimanan kami juga bertambah tinggi dengan berkumpulnya bersama para pejuang yang telah bersabar melakukan perlawanan. Kemenangan insya Allah akan segera tiba”, ungkap Haneya.

Ia menambahkan, walau kondisi dan situasi yang begitu sulit, namun kita tetap tawakal pada Allah. Kita percaya, masa depan ada di tangan kita. Penjajahan ini akan segera berlalu.

Namun sayang, menteri ekonomi di pemerintahan illegal saat ini, bertemua dengan sejumlah petinggi Zionis di Al-Quds. Kemudian mengatakan, “Kami tak ingin perundingan”. Bagaimana mereka menghadapi semua yang terjadi ini ?.

Haneya menegaskan, pertemuan ini merupakan legalisasi terhadap tindakan Zionis  di Al-Quds, disamping memberikan payung hukum terhadap yahudisasi dan perluasan permukiman oleh Zionis.

Dijelaskan, setiap pemikiran yang mencerabut hak-hak Palestina atau memberikan legalitas terhadap yahudisasi Palestina adalah tertolak. Sebab Palestina adalah milik bangsa Palestina dan itu tanah kaum muslimin. Kita tidak akan mengakui keyahudian Entitas. Palestina tidak akan pernah menjadi negara Yahudi. Kita pun tidak mengenal Entitas Yahudi. Barang siapa yang menempuh cara-cara diatas maka bersiap-siap saja berbenturan dengan ummat Islam.

“Menghadapi Israel bukan dengan peluk cium, akan tetapi dengan ketegasan dan perlawanan. Selama masih ada penjajahan maka hak rakyat untuk terus memeranginya. (asy)

Ketika Anak Kecil Yahudi Diajarkan Membunuh

Juli 30, 2009 oleh adakabarapa

israeli kid

Selama ini, media massa internasional mengatakan bahwa anak-anak kecil Palestina sudah dilatih “kekerasan” sejak dini.

Pernyataan itu didukung oleh foto-foto yang menggambarkan anak-anak kecil Palestina tengah menenteng senjata.

Anak-anak Palestinaitu disebut sebagai calon teroris dan sebagainya yang menggambarkan kekejaman umat Islam.

Kenyataan yang sebenarnya, anak-anak Palestina memang dikondisikan untuk bisa mempertahankan diri dari serangan Zionis Israel yang dengan sekonyong-konyong bisa datang kapan saja dan melakukan pembunuhan. Seperti yang terjadi pada peristiwa Gaza, Januari silam. Lagipula, senjata yang dipergunakan oleh anak-anak Palestina lebih banyak menggunakan batu atau ketapel.

Nah, bagaimana dengan anak-anak Yahudi sendiri? Media massa terus-terang tak banyak yang meliput aktivitas anak-anak kecil Yahudi. Bahkan sejak dari kecil, anak-anak Yahudi ternyata sudah diajari untuk menembak. Mereka mempunyai jam khusus untuk pelatihan yang rutin diadakan.

Di sekolahpun, dalam beberapa mata pelajaran, anak-anak Yahudi sudah dibiasakan untuk menganggap orang Palestina sebagai musuhnya. Misalnya saja, dalam pelajaran Matematika, anak-anak kecil Yahudi kerap diajarkan, “Jika ada anak Palestina berjumlah 10 orang, kamu tembak mati satu orang, berapa sisanya?”

Nah, sekarang, bagaimana kata dunia? (sa/poj)

Di AS, Membantu Hamas, Dihukum 65 Tahun Penjara

Juli 30, 2009 oleh adakabarapa

Seorang anggota pendiri dari lembaga kemanusiaan terbesar di Amerika Serikat telah divonis hukuman 65 tahun kurungan penjara pada Rabu kemarin – atas tuduhan telah menyalurkan dana jutaan dollar ke kelompok perjuangan Palestina Hamas.

Syukri Abu Bakar 50 tahun dari Garland Texas adalah orang pertama dari lima anggota dari “Holy Land Foundation for Relief and Development” yang akan dihukum.

Anggota yang lain, Muhammad Al-Mizain 55 tahun, orang berikutnya akan dihukum 180 bulan penjara untuk satu tuduhan terlibat dalam konspirasi mendukung sebuah organisasi teroris.

Setelah juri pengadilan gagal mencapai untuk mendapatkan keputusan dipersidangan tahun 2007 yang lalu, atas sebuah persidangan yang memvonis mereka atas dugaan menyalurkan aliran dana sebesar lebih dari 12 juta dollar ke Hamas.

Pengadilan menganggap mereka telah melakukan tindakan ilegal dengan menyalurkan dana ke Hamas yang telah terdaftar oleh pemerintah AS sebagai kelompok teroris sejak tahun 1995 atas tindakan Hamas melakukan ratusan bom Syahid yang menargetkan warga sipil Israel.

Para pimpinan lembaga kemanusiaan tersebut divonis atas tuduhan melakukan pencucian uang, memalsukan pajak serta telah mendukung organisasi ‘teroris’ dengan menyalurkan dana ke Hamas. Tiga orang dari mereka masih menjalani persidangan – Ghassan Elashi, Mufid Abdulkadir dan Abdurraham Odil dan akan segera divonis atas tuduhan keterlibatan mereka dalam kegiatan konsprirasi mendukung ‘teroris’.(fq/orlandosentinel)