Indonesia Lagi-lagi Kutuk Israel

November 25, 2009 oleh adakabarapa

VIVAnews – Pemerintah Indonesia kembali melontarkan kutukan dan kecaman kepada Israel, yang tetap meneruskan pembangunan di wilayah yang menjadi hak bagi Palestina di Tepi Barat. Indonesia pun minta masyarakat internasional untuk kompak menuntut Israel agar menghentikan pembangunan pemukiman bagi warganya di wilayah Palestina.

Demikian ungkap Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa. “Kami ingin menegaskan selugas-lugasnya bahwa pemerintah Indonesia mengecam tindakan dan kebijakan pemerintah Israel untuk membuat pemukiman. Itu jelas bertolak belakang dengan hukum internasional dan berbagai resolusi PBB dan tidak kalah penting menciptakan lagi hambatan bagi proses perdamaian,” kata Natalegawa di Jakarta, Kamis 19 November 2009.

Awal pekan ini, pemerintah Israel menegaskan bahwa mereka tetap meneruskan pembangunan 900 unit pemukiman Yahudi di kota Yerusalem bagian timur. Padahal wilayah di Tepi Barat itu diklaim Palestina sebagai ibukota mereka di masa datang.

Langkah Israel ini disesali oleh sekutu terdekatnya, Amerika Serikat (AS), yang kembali berupaya menciptakan perdamaian di Timur Tengah. Padahal, Presiden AS, Barack Obama, sudah berkali-kali mengatakan kepada PM Israel, Benjamin Netanyahu, untuk tidak meneruskan pembangunan di Yerusalem Timur demi menghormati hak rakyat Palestina.

Namun, Israel tetap bersikukuh sehingga langkah ini bisa membuyarkan terwujudnya perundingan damai yang disponsori AS karena para pejabat Palestina terlanjur marah dengan sikap dari Negeri Zionis itu.

Menurut Natalegawa, kelihatannya pemerintah Israel tidak siap berunding dengan Palestina sehingga menampilkan berbagai kendala ke arah perundingan. “Kita kecam dan kutuk langkah ini. Kita anggap sangat tidak membantu,” kata Natalegawa.

“Kami harap masyarakat internasional bersuara dengan bersatu dan menuntut israel agar segera menghentikan pembangunan pemukiman tersebut,” lanjut mantan Duta Besar Indonesia untuk PBB itu.

Ini merupakan kesekian kali Indonesia mengutuk sikap Israel. Terakhir adalah saat Zionis itu menyerang wilayah Palestina di Jalur Gaza dari Desember 2008 hingga awal 2009.

Israel Penjarakan Ratusan Anak Palestina

November 25, 2009 oleh adakabarapa

VIVAnews – Israel diketahui menahan lebih dari 370 anak Palestina. Semuanya masih di bawah umur 18 tahun. Demikian ungkap seorang staf kementrian Palestina urusan tahanan, Riyadh al-Ashqar.

“Tahanan akan dikirim ke pengadilan yang memvonis kasus-kasus untuk orang dewasa. Ini melanggar ketentuan hukum internasional. Puluhan tanahan anak Palestina mengalami kekerasan di bawah sistem legal yang menyamankan mereka dengan orang dewasa,” kata Riyadh Al-Ashqar kepada stasiun televisi milik Hamas, al Aqsa, seperti yang diteruskan oleh stasiun televisi Iran, Press TV, Senin 23 November 2009.

Al-Ashqar menekankan tahanan anak tidak kebal terhadap kekerasan dan penistaan di penjara Israel. Dia juga mengajak Komite Internasional Palang Merah di Jenewa (ICRC) dan organisasi kemanusiaan di seluruh dunia  untuk menghentikan kebrutalan Israel terhadap tahanan anak Palestina.

Berdasarkan laporan Pusat Perlindungan Tahanan Palestina awal April lalu, banyak anak Palestina ditahan di penjara Israel hanya karena melempar batu ke arah pasukan dan kendaraan lapis baja Israel.

Laporan menyebutkan penjaga penjara menempatkan delapan anak dalam sebuah ruangan berukuran empat meter persegi. Secara rutin, para penjaga melakukan intimidasi, bahkan melakukan penganiayaan terhadap anak-anak itu.

HNW Jamin Chandra dan Bibit

November 1, 2009 oleh adakabarapa

Hidayat menyatakan siap. “Bersama dengan rekan-rekan lain yang ingin menegakkan keadilan, Saya siap ikut menjamin,” tegas Ketua BKSAP ini.

Hidayat melanjutkan, alasan polri yang menahan dua pimpinan KPK itu dinilai mengada-ada. Seringnya Chandra dan Bibit mengadakan konferensi pers untuk mengungkapkan kebenaran bukan alasan yang tepat. “Padahal negara kita menghargai kebebasan pers dan media pun tidak bisa dibredel,” katanya. Mantan Presiden PKS ini justru khawatir polisi dan KPK terjebak dalam sebuah konspirasi besar. Padahal rakyat Indonesia menginginkan penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi yang tidak pandang bulu.

Harusnya, menurut HNW, polisi dan KPK bisa bekerja sama untuk penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi supaya para koruptor itu yang ditahan. “Bukan mereka yang melawan koruptor yang ditahan. Untuk itu presiden harusnya mengambil langkah untuk menyelesaikan kasus ini,” pungkasnya. (Ind)

Rekrutmen 2009

Oktober 24, 2009 oleh adakabarapa

Lowongan Kerja 2009

Rekrutmen Pertamina : http://pertamina.ppm-rekrutmen.com

Rekrutmen BI : http://www.rekrutmenbi.com/

Rekrutmen Pemda DKI Jakarta : http://www.rekrutmen.jakarta.go.id

..

Laporan PBB Bukti Kredibilitas Hamas dan Menuntut Persidangan Petinggi Israel

September 17, 2009 oleh adakabarapa

Gaza – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan bahwa laporan tim pencara fakta PBB membuktikan “kredibilitas” gerakan Hamas yang menuntut diadilinya para pemimpin penjajah Israel sebagai penjahat perang. Karena tentara Zionis telah melakukan kejahatan terhadap warga sipil, dengan menggunakan senjata terlarang secara internasional, dan inilah yang dikonfirmasi oleh laporan tim pencara fakta PBB tersebut.

Hamas menghargai upaya tim pencari fakta PBB untuk mengungkap kejahatan perang Zionis di Jalur Gaza sebelum, selama dan setelah perang, yang mulai dilakukan pada akhir Desember 2008 sampai 17 Januari 2009.

Hamas telah meminta pihak-pihak berwenang di PBB dan masyarakat internasional untuk mengadili para pemimpin penjajah Israel yang bertanggung jawab atas kejahatan-kejahatan yang disebutkan dalam laporan tersebut. Hamas menegaskan, sangat beda antara senjata yang dimiliki perlawanan yang sederhana untuk membela diri dengan senjata Zionis berupa mesin perrusak mesin yang menghancurkan dan dilarang secara internasional yang digunakan dalam menggempur Gaza yang diblokade.

Gerakan Hamas menegaskan bahwa “perlawanan adalah hak sah yang dijamin oleh hukum internasional dan hukum ilahi. Perlawanan adalah kehormatan bagi semua bangsa untuk membela diri mereka sendiri, tanah dan martabatnya.” (seto)

Warga Tepi Barat : Peristiwa Shabra Shatila Tak Pernah Berhenti

September 17, 2009 oleh adakabarapa

Ramallah-Infopalestina : Peristiwa yang memilukan yang terjadi pada September 1982 lalu, sungguh sangat menyedihkan. Apalagi hingga kini penjajahan masih eksis dibumi Palestina. Hampir tiap hari kejahatan Zionis masih menimpa Palestina. Tak terkecuali manusia, batu-batu pepohonan dan apa saja yang ada di bumi Palestina mengalami kejahatan penjajahan Zionis. Hari ini kita memperingati 27 tahun peristiwa Shabra dan Shatila di tengah pelaksanaan ibadah Ramadhan, di penghujung sepertiga bulan terakhir dan di saat kepedihan dan kesengsaraan melanda rakyat Palestina dimana-mana.

Shabra Shatila

Tanggal 16 September 1982, Ariel Sharon dan tentaranya membantai warga Palestina di Shabra dan Shatila Libanon. Ribuan rakyat tak berdosa dibantai dengan darah dingin. Semua rumah dihancurkan. Kemudian hari berganti bulan dan tahun terus bertambah, sudah 27 tahun berlalu dan di sela-sela itu juga sudah banyak pembunuhan dan penghancuran terjadi yang luput dari catatan dan persaksian sejarah. Supyan Ali, seorang warga di Hebron menuturkan, pembantaian Shabra dan Shatila masih berlanjut hingga sekarang, walau berbeda tempat dan waktunya. Kelompok pemukim Zionis terus melakukan pembantaian terhadap warga Palestina dengan lebih sadis dan biadab lagi. Di setiap plosok daerah, senantiasa mereka merampok, menggusur dan merampas harta milik warga disamping membantai pemiliknya. Sama persis dengan apa yang dilakukan Sharon 27 tahun yang lalu. Pembantaian walaupun berbeda bentuk dan caranya, masih terus terjadi terhadap warga Palestina. Sejarah tidak akan memaafkan siapa saja yang berlepas diri dari penderitaan Palestina, baik dari kalangan Arab, kaum muslimin maupun bangsa Barat, sekalipun. Sisi kemanusiaan memaksa mereka secara moral untuk menolong rakyat Palestina yang sedang terzalimi.

Pembantaian Terus Berlangsung

Beberapa bulan yang lalu, penganiayaan kelompok pemukimn Zionis terutama di sebelah selatan Nablus terus meningkat. Hal ini bisa dilihat dari laporan media elektronik yang mencatat puluhan orang terbunuh, permuhaman dihancurkan dan ladang dimusnahkan. Mereka menyerbu sejumlah distrik bagaikan pencuri dengan tirai kegelapan dibawah pengawalan tentara Zionis yang memberikan perlindungan ekstra terhadap apa yang mereka lakukan. Salamah Amir, warga Al-Quds mengatakan, setiap hari terjadi pembantaian walau dengan bentuk yang berbeda dengan Shabra dan Shatila. Mereka mencuri rumah-rumah warga dan mengusir penduduknya, disamping menggali terowongan di bawah Masjid Al-Aqsha, untuk mendirikan haikal yang mereka impi-impikan. Sekedar mengingatkan, peristiwa Shabra dan Shatila terjadi pada hari Kamis 16 September 1982 dan berakhir pada Sabtu 18 Septembr 1982. Namun kejadian serupa masih terus terjadi. Bekasnya pun masih nampak dan akan terus diingat oleh warga Palestina, generasi demi generasi. Peristiwa tersebut tidak akan terjadi lagi dalam sejarah Palestina, ungkapnya. (asy)

Ramadhan di Gaza: Berbuka Puasa dan Tarawih Tanpa Listrik

September 7, 2009 oleh adakabarapa

Ramadhan di Gaza benar-benar menyisahkan kisah dan kesan tersendiri. Jika di beberapa negara Muslim lainnya, umat Muslim dan kota-kotanya menyambut serta memeriahkan malam-malam Ramadhan dengan gegap-gempita cahaya lampu, maka di Gaza lain lagi ceritanya.

Bayangkan: umat Muslim di wilayah pesisir yang juga jalur perbatasan antara Palestina dan Palestina itu menjalani malam-malam Ramadhan dengan tanpa listrik. Mereka berbuka puasa, shalat tarawih berjama’ah, dan sahur dengan keadaan gelap gulita.

Sejak diboikot Israel pasca menangnya sayap Hamas di wilayah tersebut, Gaza seolah kota yang terisolasi: kota yang susah air, susah listrik, susah BBM, bahan pangan, dan seterusnya. Kondisi ini kian parah pasca penyerbuan Israel terhadap wilayah yang luasnya tak lebih dari kota Depok itu awal tahun lalu.

Di senja hari pertama bulan Ramadhan, Abu Mahmud, salah seorang kepala keluarga yang tinggal di bilangan as-Shabrah yang sederhana, telah menyalakan lilin dan lampu minyak.

“Hari ini tak ada listrik, juga sampai malam nanti. Kami harus menyalakan lilin dan lampu minyak untuk pencahayaan di malam hari,” katanya.

Dan petang itu, Abu mahmud beserta delapan orang anggota keluarganya, berbuka puasa di tengah remang cahaya lilin dan lampu minyak.

“Apakah masuk akal kita berbuka puasa di tengah gelap gulita?” tanyanya.

Di hari pertama bulan Ramadhan itu, arus listrik di rumahnya dan di bilangannya harus terputus selama delapan jam, karena mendapatkan giliran pemadaman. Maklum, pasca boikot dan serbuan Israel ke Gaza, listrik menjadi barang langka dan mahal.

“Boikot dan serbuan Israel ke wilayah kecil ini telah menghancurkan segalanya,” tambah Abu Mahmud.

Meski demikian, Abu Mahmud dan muslim Gaza lainnya tetap merasa berbahagia dan bersuka cita menyambut datangnya bulan ramadhan yang penuh berkah ini. (L2/mi)

Hamas: Fatah ‘Beribadah’ di Bulan Puasa Dengan Menyiksa Mujahidin

September 7, 2009 oleh adakabarapa

Tepi Barat – Infopalestina: Merespon statemen Adnan Adl-Dlamiri soal pembebasan tapol Hamas, Gerakan Hamas di Tepi Barat menegaskan bahwa Fatah dan mafianya beribadah di bulan puasa dengan meningkatkan aksi penangkapannya terhadap pejuang dan mujahidin, menyerang rumah-rumah warga sipil dan menyiksanya.

Dalam pernyataannya hari ini Kamis (3/9) Hamas menegaskan bahwa kejahatan Fatah dan aparat-aparatnya terus berlanjut tanpa henti. Sejak awal bulan Ramadhan Mulia, mafia Fatah menangkap lebih dari 50 kader Hamas dan pimpinannya, separuh dari mereka adalah eks tahanan Israel, sebagian wartawan. Apalagi pemerintah Fayyadl memecat 30 pegawai pemerintahan sejak awal bulan mulia.

Gerakan Hamas menambahkan, jika pucuk legalitas Palestina dilarang menjalankan haknya secara hukum, apalagi dengan pimpinan Hamas yang ditahan di antara penjara Abbas dan penjara Israel. pembicaraan soal pembebasan dari elit Fatah hanya didustakan oleh tindakan represif mereka dan penangkapan mereka terhadap kader-kader Hamas.

“Adl-Dlamiri tidak memiliki dlamir (nurani), dia selalu berusaha menutupi dan mencari pembenaran kejahatan mafia milisi Abbas di Tepi Barat,” tukas Hamas. (bn-bsyr)

Seruan Blokir Situs-situs Takfir

September 7, 2009 oleh adakabarapa

Gaza – Infopalestina: Sejmlah pejabat, cendikiawan, dan praktisi media meminta agar situs-situs dan forum dunia internet yang menyebarkan pemahaman “takfir” (mengkafirkan) dan diblokir serta memberikan alternative situs-situs jalan tengah untuk memahamkan para pemuda dan melindungi mereka dan pemikiran takfir.

Hal ini disampaikan dalam acara workshop yang diadakan oleh lembaga Tsuraya untuk Media dan Komunikasi di Gaza Kamis (3/9) dengan tajuk “peran forum dialog dalam menyebarkan gagasan ekstrim di antara pemuda”.

Dr. Sami Abu Zuhri, jubir gerakan Hamas menegaskan bahwa situs-situs takfir berusaha memprovokasi para pemuda untuk melawan gerakan-gerakan moderat dan tengah, terutama Hamas. Banyaknya waktu senggang, fikiran kosong membuat para pemuda gampang terpengaruh.

Ia menambahkan bahwa situs-situs itu mentargetkan para pemuda yang berbeda paham dengan Hamas secara politik. Kelompok-kelompok itu menyebarkan pemahaman takfir dan aksi bersenjata dan bagaimana menyiapkannya untuk menarik simpati pemuda agar menganut pemikirannya.

Ia menyerukan agar ada situs yang mengkonter pemahaman takfir itu dan melansir fatwah-fatwah dari ulama Salafiyin yang menentang pemikiran takfir itu atau yang sering disebut salafi jihadi.

Ekstrim bukan ciri Agama

Sementara itu, anggota parlemen dari Hamas, Yunus Asthal menegaskan bahwa seharusnya situs-situs takfir itu diawasi dan diberikan counter. Selain itu juga harus diatasi faktor-faktor yang bisa menarik kelompok-kelompok tersebut ke dalam masalah dan problem politik dan dilakukan pembinaan dengan benar.

Agen Israel

Pejabat keamanan dalam negeri di Gaza, Muhammad Lavi menegaskan bahwa departemennya melakukan investigasi terhadap sejumlah pemuda yang sudah ditangkap dalam sejumlah peristiwa belakangan mengaku memiliki kaitan dengan intelijen Israel. buktinya sudah ada berupa kaset bergambar pembicaraan antara komandan Israel dan sejumlah kelompok ekstrim di Jalur Gaza itu. (bn-bsyr)

Haneya : Hadapi Israel Bukan Dengan Berpeluk Cium Tapi Dengan Perlawanan

September 7, 2009 oleh adakabarapa

Khanyunis-Infopalestina : Perdana menteri Palestina, Ismael Haneya menegaskan sejak awal ide Zionis telah terbentur. Sementara falsafah eksistensi Zionis telah gagal dalam melindungi keberadaanya. Tidak ada masa depan bagi mereka di Palestina.

Dalam pada itu, Haneya mengingatkan setrategi Zionis dalam meyahudikan kota Al-Quds. Saat ini al-Quds menjadi target yahudisasi, baik dari atasnya berupa perluasan permukiman, maupun dari bawahnya berupa penggalian terowongan yang bisa disaksikan di televise-televisi.

Pernyataan ini diungkapkan, Haneya dalam acara buka puasa bersama dengan keluara syuhada di Khanhunis Kamis (3/9). Dalam kesempatan itu, Haneya mengucapkan selamat melaksanakan ibadah puasa dan kegembiraanya dapat hadir dalam acara yang mulia dengan ikatan iman dan Islam serta aqidah. Juga dalam tujuan dan langkah yang sama dalam membebaskan tanah suci dan mengembalikan hak-hak. Ia juga menyampaikan salam hormat kepada para syuhada Khanyunis berikut keluarganya, disamping beberapa yang terluka dan yang ditawan pemerintah Israel.

“Tidak berlebihan bila saya katakan, setiap kali mengunjungi Khanyunis hati ini bertambah lapang, tenang dan tentram. Keimanan kami juga bertambah tinggi dengan berkumpulnya bersama para pejuang yang telah bersabar melakukan perlawanan. Kemenangan insya Allah akan segera tiba”, ungkap Haneya.

Ia menambahkan, walau kondisi dan situasi yang begitu sulit, namun kita tetap tawakal pada Allah. Kita percaya, masa depan ada di tangan kita. Penjajahan ini akan segera berlalu.

Namun sayang, menteri ekonomi di pemerintahan illegal saat ini, bertemua dengan sejumlah petinggi Zionis di Al-Quds. Kemudian mengatakan, “Kami tak ingin perundingan”. Bagaimana mereka menghadapi semua yang terjadi ini ?.

Haneya menegaskan, pertemuan ini merupakan legalisasi terhadap tindakan Zionis  di Al-Quds, disamping memberikan payung hukum terhadap yahudisasi dan perluasan permukiman oleh Zionis.

Dijelaskan, setiap pemikiran yang mencerabut hak-hak Palestina atau memberikan legalitas terhadap yahudisasi Palestina adalah tertolak. Sebab Palestina adalah milik bangsa Palestina dan itu tanah kaum muslimin. Kita tidak akan mengakui keyahudian Entitas. Palestina tidak akan pernah menjadi negara Yahudi. Kita pun tidak mengenal Entitas Yahudi. Barang siapa yang menempuh cara-cara diatas maka bersiap-siap saja berbenturan dengan ummat Islam.

“Menghadapi Israel bukan dengan peluk cium, akan tetapi dengan ketegasan dan perlawanan. Selama masih ada penjajahan maka hak rakyat untuk terus memeranginya. (asy)