Ismail Haniya Dukung Pembangunan RS Indonesia

Mei 31, 2009 by adakabarapa

Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniya, secara resmi menyatakan  dukungannya pada program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.  Hal  ini dinyatakannya melalui surat tertulis yang ditujukan kepada Ketua  Tim 2 MER-C untuk Palestina, dr. Arief Rachman, tanggal 3 Mei 2009.  Surat dukungan dan ucapan terima kasih tertulis juga diberikan PM  Ismail Haniya pada Menteri Kesehatan RI, Ibu DR. dr. Siti Fadilah  Supari, Sp.JP (K). Kedua surat ini dibawa oleh 2 relawan MER-C yang  telah kembali ke tanah air pada hari Jum’at (8/5) lalu. Selain  membawa  surat persetujuan dari PM, Tim juga membawa surat dukungan dari  Menteri  Kesehatan (Acting Minister) di Gaza Palestina, dr. Bassim Naim.

Dalam suratnya, Ismail Haniya pimpinan tertinggi di Gaza atas nama  pemerintah dan rakyat Palestina mengucapkan terima kasih dan  penghargaan yang sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan  rakyat Indonesia melalui MER-C Indonesia untuk rakyat Palestina dalam menghadapi penjajah Israel. Lebih lanjut PM Ismail Haniya juga menerangkan bahwa pemerintah Palestina telah menyediakan sebidang tanah seluas 1,5 hektar di Utara Gaza untuk mendirikan RS sebagai monumen bersejarah yang menjadi tanda hubungan mulia antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina.

Berikut terjemahan resmi dari surat PM Ismail Haniya:

Terjemahan Surat Ismail Haniya:

Bismillahirrohmanirrohim

Ahad, 03 Mei 2009

Kepada Yang Terhormat,dr. Arief Rachman (Semoga senantiasa dalam penjagaan dan perlindungan Allah SWT) MER-C Indonesia

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hal : Ucapan Terima  Kasih

Atas nama saya pribadi, dan juga atas nama pemerintah Palestina dan  rakyat kami bangsa Palestina. Saya mengucapkan rasa syukur dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas dukungan MER-C Indonesia dalam perjuangan rakyat Palestina menghadapi penjajah Israel.

Dan kami perlu terangkan bahwa kami telah menyediakan sebidang tanah luas 1,5 hektar di Utara Gaza untuk mendirikan Rumah Sakit sebagai Monumen bersejarah yang menjadi tanda hubungan mulia antara rakyat Palestina dan rakyat Indonesia.

Saya ucapkan semoga senantiasa dalam bimbingan Allah Subhanallahuwata’alla

Saudaramu,
Ismail Haniya
Perdana Menteri Palestina

Hal yang senada juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan, dr. Bassim Naim yang diwakili oleh dr. Mehdat Abbas selaku Dirjen Kerjasama Internasional Kementrian Kesehatan Palestina di Gaza. Melalui surat tertulis yang juga ditujukan kepada dr. Arief Rachman menyatakan bahwa Kementrian Kesehatan Palestina di Gaza juga menyambut baik dan siap bekerjasama dengan MER-C Indonesia untuk membangun RS Trauma dan Rehabilitasi di Gaza Utara dan mereka sudah mempersiapkan tanah untuk
membangun RS ini.

Lokasi tanah untuk RS tepatnya berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Total luas tanah pemerintah sebenarnya adalah 4 hektar. MER-C sendiri hanya menyanggupi untuk menerima hibah seluas 1,5 hektar. Tanah seluas ini cukup untuk membangun sebuah RS Trauma dan Rehabilitasi yang sangat dibutuhkan wilayah Gaza yang merupakan wilayah konflik dan perang jangka panjang. Saat ini, Divisi Konstruksi MER-C sedang merampungkan disain RS yang sudah mencapai 90%. Disain lengkap akan dirampungkan di Indonesia untuk kemudian dibawa oleh Tim ke-3 MER-C yang terdiri dari para insinyur ke Gaza untuk meneruskan proses selanjutnya dari rencana pembangunan RS. Sementara, Pemerintah Palestina di Gaza sendiri rencananya akan membuat sebuah kompleks RS di atas tanah seluas 4 hektar ini.

Waktu selama 3 bulan bertahan di Gaza yang ditempuh oleh dr. Arief Rachman dan Abdillah Onim adalah sebuah ujian kesabaran yang pada akhirnya membuahkan hasil yang signifikan bagi kelanjutan program monumental ini. Setelah adanya kepastian lokasi tanah untuk RS dan didapatnya dokumen-dokumen penting terkait rencana pembangunan RS dari pihak-pihak yang bertanggung jawab di Gaza, akhirnya dr. Arief Rachman dan Abdillah keluar dari Gaza pada hari Selasa (5/5). Proses kedua relawan MER-C keluar dari Gaza juga cukup mudah karena difasilitasi oleh Kantor Ministry of Health.

Sementara itu, Tim ke-3 yang terdiri dari para insinyur tengah menunggu kepastian keberangkatan ke Mesir. Izin visa Tim saat ini
masih dalam proses di Kedutaan Besar Mesir di Jakarta.(mer-c)

Turki Memperingati Penaklukkan Konstantinopel

Mei 31, 2009 by adakabarapa

Jumat (29/5) kemarin, Warga Turki merayakan hari penaklukkan Istanbul-Konstantinopel yang ke-556 dengan menggelar serangkaian acara di sekitar kota bersejarah tersebut. Demikian dilansir oleh media Turki, Dunya Bulteni.

Sultan Utsmani, Muhammad al-Fatih, berhasil mengambil alih kota tua Konstantinopel dari kekaisaran Bizantium pada tahun 1454, dalam umurnya yang baru menginjak 19 tahun. Kota tersebut kemudian dialihnamakan menjadi Istanbul (dari Islampolis atau Islambul).

Istanbul merayakan penaklukkan tersebut dengan pertunjukan cahaya. Sebuah film tentang penaklukkan Konstantinopel pun diputar dengan menggunakan sistem ‘watchout’ dan layar sebesar 15×60 meter.

Penaklukkan Puitis

Salah seorang profesor terkemuka di bidang sastra Turki, Iskender Pala, mengatakan bahwa Sultan Muhammad al-Fatih sangat tahu bahwa ia tidak akan mampu menaklukkan Istanbul-Konstantinopel hanya dengan modal kekuatan. Maka al-Fatih pun memprioritaskan pembangunan peradaban di kawasan tersebut.

Pala menekankan bahwa “al-Fatih menjelajahi Barat dengan pedang, sedangkan menjelajahi Timur dengan pena.”

“Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia Timur telah mencapai kejayaan ilmu pengetahuan ketika Barat masih berada dalam masa kegelapan.”

Muhammad Al-Fatih
Muhammad Al-Fatih
Pala juga menjelaskan bagaimana keunggulan Fatih sebagai seorang negarawan sekaligus pemikir. Hal tersebut didsarkan kepada intelektualitas yang akhirnya menjalar di Istanbul setelah penaklukkan oleh al-Fatih. Ketika itu, al-Fatih menyuarakan syairnya, “wahai para pemikir, datanglah ke kotaku! Aku telah membangun ruang-ruang penelitian untukmu! Wahai para seniman, datanglah ke kotaku! Aku telah membangun bengkel-bengkel seni untukmu!”

Merujuk pada intelgensia al-Fatih dalam bersyair, Pala pun mengatakan bahwa al-Fatih membangun batas-batas kota bukan dengan batu, melainkan dengan kebudayaan.

Profesor sejarah yang tersohor di Turki, Ilber Ortayli mengatakan bahwa al-Fatih menguasai bahasa Italia dan Yunani, serta menulis syair dalam bahasa Arab, Persia, dan Turki.

Ortayli menyatakan bahwa setelah penaklukkan, al-Fatih mulai membangun kembali setiap sudut-sudur kota Istanbul yang hancur. Ia membangun pasar, masjid, istana dan memeintahkan para pasha (kalangan bangsawan) untuk membangun kamar mandi umum, rumah ibadah, dan madrasah.

Sejak zaman dahulu, Konstantinopel tersohor karena kemegahan dan keindahannya, hingga banyaklah para pujangga Arab-Islam sekalipun yang mengatakan “jika dunia ini adalah negeri, maka Konstantinopel adalah ibu kotanya.”

Kota tersebut terletak di daerah perbukitan yang subur dengan pemandangannya yang luar biasa elok di tepi selat Bosphorus, dan diapit sekaligus dibentengi oleh banyak lautan, yaitu Laut Marmara, Laut Aegea, Laut Hitam, Selat Tanduk Emas, dan Selat Bosphorus.

Penaklukan Konstantinopel telah menjadi semacam impian hampir semua penguasa Islam. Nabi Muhammad sendiri dalam sebuah haditsnya pernah memberikan nubuwat sekaligus kabar gembira akan penaklukan kota kesohor itu, bahwa suatu saat umatku akan menaklukan Konstantinopel, pemimpinnya adalah sebaik-baiknya pemimpin, dan pasukannya adalah sebaik-baiknya pasukan.

Para pemimpin dinasti Umayyah (beribukota Damaskus) beberapa kali mencoba menyerbu Konstantinopel, tetapi mereka mengalami kegagalan. Demikian pula para penguasa dinasti Abbasiyyah (Baghdad), Fatimiyyah (Kairo), dan Seljuk (Busra), mereka semua tidak berhasil merebut kota permata itu. Barulah, setelah berdirinya dinasti Utsmani oleh bangsa Turki-Muslim di abad ke-13, Konstantinopel perlahan-lahan mulai diambil alih, hingga puncaknya jatuh ke tangan salah satu sultan dinasti itu, Muhammad al-Fatih, pada tahun 1545. (berbagaisumber/L2-AGS, Kairo)

Israel Rekrut “Pasukan Blogger”

Maret 6, 2009 by adakabarapa

Dalam agresi brutalnya ke Jalur Gaza, pemerintah Israel bukan hanya mengandalkan pasukan angkatan bersenjatanya tapi juga membentuk “Pasukan Blogger”.

“Pasukan Blogger” adalah para blogger yang direkrut Israel untuk melawan apa yang disebut Israel sebagai “blog-blog anti-Israel”, yaitu blog-blog yang berisi artikel atau gambar-gambar tentang kekejaman Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.

Hari Minggu (18/1), Kementerian Israel yang mengurusi pemanfaatan sumber daya imigran secara resmi mengumumkan pembentukan “Pasukan Blogger” Para blogger Israel yang akan direkrut untuk menjadi “Pasukan Blogger” ini, diutaman blogger yang memiliki kemampuan bahasa asing lain selain bahasa Ibrani, seperti bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia sampai bahasa Portugis.

“Pada masa perang, kami mencari berbagai cara agar orang-orang Israel bisa memberikan kontribusinya. Kami melihat ada potensi yang besar, dimana terdapat lebih dari satu juta orang Israel yang menjadikan berbagai bahasa asing sebagai bahasa ibu kedua mereka,” kata Erez Halfon, direktur jenderal kementerian Israel pada surat kabar Israel Haaretz.

Para blogger yang berminat menjadi “Pasukan Blogger” Israel dipersilahkan mengirimkan data pribadinya ke email yang disediakan, kemudian blogger tersebut akan direkomendasikan ke departemen media kementerian luar negeri Israel. Selanjutnya, personel di kementerian tersebut akan mengarahkan blogger-blogger itu ke situs-situs anti-Israel yang dianggap menimbulkan “persoalan” bagi Israel.

Menurut Halfon, dalam jangka waktu 30 menit setelah program perekrutan “Pasukan Blogger” diumumkan, kementerian luar negeri Israel berhasil merekrut lima orang blogger. Perang Israel bukan hanya dilancarkan lewat darat, laut dan udara tapi juga lewat dunia maya. (ln/Haaretz)

Di Israel: Supermarket Bangkrut Dijarah Karyawannya

Maret 6, 2009 by adakabarapa

Krisis ekonomi global mulai merambah Israel. Sebuah cabang jaringan supermarket di Israel, Birkat Hashem harus menelan pil pahit, dagangannya dijarah oleh para karyawan, pemasok bahkan para kreditor setelah dinyatakan bangkrut.

Surat kabar Israel Haaretz menyebutkan puluhan karyawan, pemasok bahkan para kreditor menjarah barang-barang yang masih tersisa di rak-rak supermarket tersebut. Bahkan lampu-lampu penerangan di langit-langit dan pintu-pintu di supermarket itu, juga mereka preteli.

Menjelang sore, supermarket itu sudah kosong melompong karena barang-baranya habis dijarah oleh mereka yang mengaku tidak puas dengan pihak perusahaan. Dari beberapa orang yang menjarah, diketahui bahwa perusahaan supermarket yang dinyatakan bangkrut itu masih punya hutang pada mereka.

Haaretz menulis bahwa kebangkrutan salah satu cabang supermarket Birkat Hashem dan penjarahan yang dilakukan para karyawan, kreditor dan para pemasok barang itu menunjukkan makin memburuknya krisis ekonomi yang sedang dialami Israel.

“Pemandangan dimana orang menjarah kulkas, pendingin udara, makanan dan rak-rak dari supermarket itu, adalah gambaran makin dalamnya krisis ekonomi,” tulis Haaretz.

Indikasi krisis ekonomi yang dialami Israel akibat krisis ekonomi global terlihat dari keputusan bank sentral Israel yang menurunkan tingkat bunga sampai ke basis terendah, yaitu 0,75 persen pada bulan Februari kemarin. Penurunan tersebut dilakukan untuk memberikan stimulus pada aktivitas business, mengantisipasi makin jatuhnya harga-harga dan mencegah PHK.

Tapi, seperti juga di negara induknya, AS, Israel ternyata tidak bisa mencegah bertambahnya pengangguran akibat PHK. Hari Rabu kemarin, menurut Haaretz, ratusan tenaga kerja di bidang teknologi tinggi sudah terkena PHK. (ln/mol)

Dokumen Ungkap Sokongan Perusahaan Mesir Terhadap Israel Pada Perang Gaza

Januari 31, 2009 by adakabarapa

Kairo-Infopalestina : Sebuah Koran di Mesir mengungkap tentang sebuah perusahaan lokal di Mesir yang memberikan bantuan makanan bagi militer Israel lewat pelintasan Al-Aujah di tengah gempuran Zionis terhadap Gaza. Padahal perlintasan Rafah masih ditutup. Antrian bantuan kemanusiaan untuk rakyat belum bisa masuk ke wilayah Gaza.

Laporan menyebutkan, sejumlah container Mesir mondar-mandir melalui perlintasan Aujah yang memisahkan Mesir dengan Israel. Sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi makanan jadi, telah memasok makanan kepada perusahaan Tsael Food milik Israel yang bertugas membagikan makanan kepada serdadu Zionis.

Harian ini mengecam tindakan perusahaan makanan Mesir yang bermerek Ladzat atas dukunganya terhadap militer Israel. Perusahaan ini memasok makanan untuk para serdadu Israel, di saat semua rakyat Mesir merasakan sedih atas apa yang terjadi di Gaza. Di saat semua dai, imam masjid berdoa pada Allah untuk menolong rakyat tak berdosa yang sedang lapar di Gaza.

Harian ini kemudian mengungkapkan tentang identitas dan tempat tinggal orang-orang yang memberikan bantuan pada Zionis Israel. Harian ini juga menyertakan tempat, tanggal dan jumlah barang yang dikirimkan kepada tentara Zionis serta dihubungkan dengan jumlah syuhada dan terluka akibat serangan militer Israel. Dan pada saat yang sama Rafah masih tetap ditutup.

Koran ini juga mengingatkan, kepada siapa saja yang masih menjalin kerja sama dengan pihak Zionis bahwa kerja sama mereka dengan Zionis akan mengakibatkan kerugian. Secera khusus Koran ini menyebutkan, perusahaan internasional yang menganggap ketakutanya tersebut terlalu berlebihan. Pertama, Israel sedang dikecam dimana-mana. Mereka terancam pemutusan semua bentuk hubungan dengan dunia internasional. kedua, tindakanya yang membantu zionis akan berhadapan dengan gerakan rakyat secara luas yang mengecam pemberiaan makanan apapun terhadap zionis Israel.

Harian ini kemudian menyampaikan keherananya atas tindakan perusahaan Mesir ini yang sudah menjalin kerja sama dengan pihak Israel dalam waktu lama. (asy)

Abbas Tolak Beri Santunan Bagi Keluarga Syuhada Fatah di Gaza

Januari 31, 2009 by adakabarapa

Ramallah – Infopalestina: Sumber-sumber Palestina menyebutkan bahwa Mahmud Abbas, presiden Palestina yang sudah habis masa jabatannya, menolak pemberian santunan kepada keluarga syuhada yang gugur dari Brigade al Aqsha, sayap militer gerakan Fatah, di Jalur Gaza, dari dana nasional Palestina.

Mahmud Abbas, yang menurut sumber-sumber Palestina masih terus melancarkan serangan sengit pada gerakan Hamas, menilai para syuhada dari gerakan Fatah yang gugur saat melawan agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza, telah keluar dari keputusan gerakan untuk membuang terorisme. Artinya Abbas tidak mau memberi santunan kepada seorang pun dari keluarga syuhada Fatah yang gugur di Jalur Gaza.

Selama dua tahun yang lalu, otoritas Abbas di Tepi Barat sudah membubarkan sayap-sayap militer gerakan Fatah. Lebih dari sekali Abbas menegaskan bahwa tidak seorangpun dalam gerakan Fatah mengambil keputusan pembentukan Brigade Martir al Aqsha. Untuk itu brigade ini sama sekali tidak ada hubungan dengan gerakan Fatah.

Sumber-sumber Palestina menilai keputusan Abbas ini berkaitan dengan keinginannya untuk tidak menimbulkan kemurkaan dari pihak Israel. Namun Abbas ingin meyakinkan Israel tentang kejujuran etikadnya pada Israel. (seto)

PM Turki Sumpah Serapahi Presiden Israel

Januari 31, 2009 by adakabarapa

Hubungan Israel-Turki Israel memasuki babak baru yang dramatis. Dalam pertemuan di Davos, Swiss pekan ini, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan tanpa diduga secara berani meninggalkan forum pembicaraan ekonomi dunia setelah beradu mulut dengan Presiden Israel, Shimon Perez, Selasa malam (27/01). Erdogan tanpa rasa takut berdebat panas dengan Perez tentang agresi Israel di Jalur Gaza.

“Kalian membunuhi orang-orang.” seru Erdogan keras kepada Perez. “Apa yang kalian lakukan tidak manusiawi!”

Menanggapi perkataan Erdogan, Perez langsung memotong dengan panas, “Apakah Anda sungguh benar-benar mengerti akan situasi dimana ratusan roket berhamburan dan menyerang perempuan dan anak-anak? Ada apa dengan Anda?” repetnya.

Erdogan tidak terima perkataan Perez, dan ia meminta waktu kepada moderator untuk kembali bicara. Namun, ia hanya diberikan waktu satu menit saja. “Kalian, Israel, tidak pernah mau mendengarkan.”

Setelah itu, Erdogan pun berkata, “Bagi saya pertemuan Davos sudah selesai. Saya tidak diizinkan untuk bicara di sini. Perdana Menteri kalian, Ohud Olmert, mengatakan sangat senang memasuki Palestina dengan tank, peluru dan roket, dan membunuh warganya.” ujarnya dengan nada tegas kepada Perez, yang langsung disambut dengan tepuk-tangan para hadirin. Setelah itu, Erdogan pun meninggalkan forum dan dengan cuek melewati Perez yang tampak tertekan. Erdogan mengatakan tak akan menghadiri lagi forum itu.

Perkataan Erdogan di atas langsung membuat Shimon Perez mengkerut. Ia terlihat tidak pede dalam pertemuan itu. Perdana Menteri Kjell Magne Bondevik dari Norwegia berkata, “Saya tidak pernah melihat Perez seperti itu. Ia mungkin sadar bahwa seluruh dunia sekarang sedang memusuhinya. Saya sedih Erdogan meninggalkan forum.”

Dukungan untuk Erdogan datang dari banyak pihak. Menteri Luar Negeri Mesir, Moussa, yang selama debat hanya diam saja, berkomentar, “Sikap Erdogan bisa dipahami. Israel memang tidak pernah mendengarkan siapapun.”

Hubungan Turki dengan Israel memang menjadi buruk ketika Israel melancarkan Operasi Cast Lead ke Gaza. Recep Tayyip Erdogan adalah satu dari sedikit pemimpin negara yang secara terang-terangan mengecam Israel. (sa/wb/jp)

Fakta Qur’an tentang Konflik Palestina

Januari 24, 2009 by adakabarapa

Sudah hampir sebulan serangan zionis Israel ke wilayah Gaza, belum ada tanda-tanda pembantaian ini akan segera berakhir. Hingga hari ini(17/1) setidaknya tercatat lebih dari 1100-an jiwa melayang dan limaribuan yang lainnya luka-luka.

Mungkin banyak air mata yang mulai mengering, telinga menjadi panas, dan hati serasa jenuh mendengar pemberitaan korban di Gaza yang terus bertambah. Tapi kita memang harus terus bicara tentang Palestina. Kita harus terus menyuarakan kegelisahan kita, menyampaikan kepedulian kita, atau setidaknya meneriakkan jeritan hati kita melalui takbir dan doa-doa yang terlantunkan. Tidak boleh ada perasaan bosan saat mendengar berita Palestina. Tidak boleh kita berputus asa dalam melantunkan doa-doa untuk saudara kita disana. Tidak boleh merasa doa kita sia-sia. Tidak boleh pula kita mengira bahwa zionis Israel akan dibiarkan dengan kesombongannya begitu saja. Karena Allah SWT berfirman : ” Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak”  (QS Ibrahim 42)

Hari ini kita melihat pemberitaan yang begitu beragam tentang fakta-fakta yang terjadi di Palestina. Ada yang mengutuk kekejian Israel, ada pula yang memprotes keangkuhan Amerika, Ada pula yang mengkritik pemimpin Arab yang ‘jubana’ (pengecut), bahkan ada pula yang tetap konsisten memberitakan Hamas sebagai teroris dan biang kerok semua permasalahan ini. Semuanya begitu kompleks dan membingungkan, sehingga banyak orang yang begitu bersedih dan berempati dengan pemandangan gambar-gambar korban dan ledakan, namun sedikit yang mengetahui hakikat permasalahan dan fakta yang shohih di Palestina.

Karenanya, kita perlu memetakan lebih jelas tentang permasalahan Palestina. Saya ingin mengungkapkan fakta-fakta dalam al-Quran dalam memetakan masalah ini. Bahwasanya Al-Quran jauh-jauh hari telah menggambarkan fakta-fakta yang terjadi hari ini di Palestina melalui ayat-ayatnya yang mulia. Ini semua penting agar kita bisa berpikir lebih mendalam, lebih strategis dan lebih fokus dalam menyusun langkah kontribusi kita untuk Palestina. Agar kita tidak reaktif dan mudah terkejut, dan selalu shock dalam mendengar pemberitaan masalah Palestina.

Berikut fakta-fakta yang telah digambarkan Al-Quran, dan sekarang terjadi begitu nyata di Palestina.

Fakta 1 : Adanya Yahudi yang Sadis & Bengis terhadap orang muslim, serta senantiasa melanggar perjanjian Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”.(Al-Maidah 82).

Ketika Al-Quran 14 abad yang lalu telah jelas menyatakan fakta bahwa Yahudi menyimpan permusuhan yang amat keras terhadap umat Islam, maka hari ini kita menyaksikan dengan jelas gambaran permusuhan itu begitu nyata di depan mata kita. Jika ’sekedar’ menghitung angka korban jiwa dan luka-luka mungkin belum mewakili gambaran kebuasan mereka. Ada gambaran yang lebih buas dari hitungan angka-angka, saat Shadr seorang perempuan kecil berumur 4 tahun harus tewas menyongsong peluru tentara Israel di dadanya. Bahkan sang ayah tidak bisa menyelamatkan jasad putrinya, karena beberapa detik berikutnya datang sekumpulan anjing-anjing pelacak Israel untuk segera menyantap si kecil yang syahid itu. Seolah-olah tentara Israel itu memang membidikkan pelurunya untuk berburu makanan bagi anjing peliharaannya.

Gambaran lain tak kalah mengerikannya adalah saat tubuh-tubuh yang tak bernyawa di tengah jalan harus remuk terlindas oleh tank-tank zionis yang bergerak memasuki gaza. Begitu pula penggunaan senjata fosfor putih oleh tentara Israel yang tidak pernah ditemukan dalam kamus kekejaman bangsa lainnya. Adakah kebiadabaan manusia yang melebihi gambaran di atas ? Fakta Al-Quran tentang kebengisan Yahudi ini membuat kita sadar, bagaimana cara terbaik menghadapi Zionis Israel.

Kemudian dalam ayat yang lain Allah SWT memberitahukan kepada Rasulullah SAW tentang karakter Yahudi : ” (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya”). (Al-Anfal 56). Inilah fakta lain tentang Yahudi yang sudah diungkapkan Al-Quran sejak awal risalah Islam. Karenanya akan sangat aneh jika masih ada pemimpin Islam yang berharap banyak untuk mengadakan perjanjian dengan Israel, seolah-olah lupa dengan Fakta Quran dan fakta sejarah kenabian. Jika kita membaca ulang sejarah Yahudi dalam Siroh Nabawiyah, maka akan ada kesimpulan utuh bahwa sejarah Yahudi adalah sejarah pembangkangan dan penghianatan.

Fakta 2 : Adanya kaum muslimin yang terusir dan terbunuh di Palestina karena keyakinan mereka berislam. Allah SWT berfirman : .. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah.” (QS Haj 40)

Al-Quran begitu jelas menggambarkan fakta adanya orang-orang yang terusir dan teraniaya ‘hanya’ karena mereka teguh memegang aqidah mereka. Penderitaan penduduk Palestina hari ini –dan sejak setengah abad yang lampau- adalah bukti riil fakta al-Quran di atas. Mereka teguh dengan agama mereka, yakin dengan kemuliaan Islam, karenanya mereka tidak rela Masjid Al-Aqsho dikuasai Zionis Israel. Maka merekapun bertahan, merekapun melawan, mempertahankan sejengkal tanah kemuliaan Islam dari jajahan zionis. Karena semua alasan mulia itulah hari ini banyak warga Palestina meregang nyawa.

Fakta 3 : Adanya Skenario Global di balik konflik Palestina . Allah SWT berfirman : Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka (Al Baqoroh 120)

Dibalik fakta keangkuhan Israel hari ini, adalah karena adanya dukungan setia Amerika. Bahkan kita lihat titik balik keberadaan negara Israel di Palestina, adalah karena kebaikan hati Inggris kepada kaum Yahudi, sekaligus kebencian mereka terhadap Islam. Dua negara besar ini selalu konsisten mendukung Zionis Israel. Bukan hanya teknis persenjataan yang selalu disuplai, tetapi juga kebijakan-kebijakan perdamaian dan juga ‘ pengkhianatan’ perdamaian yang selalu diamankan oleh Amerika. Resolusi PBB untuk gencatan senjata sepekan lalu–dengan abstainnya Amerika- adalah salah satu keajaiban dunia yang menyalahi sejarah konsistensi dukungan Amerika terhadap Israel.

Biasanya Amerika akan dengan mudah memveto setiap kebijakan yang merugikan zionis, adik tirinya tersebut. Tapi tidak ada yang berubah dari Amerika, berita hari ini menyebutkan pertemuan dua Menlu AS-Israel ; Condolize Reece dan Tzipi Livni yang mengukuhkan kesepakatan untuk menghalangi sekuat tenaga masuknya dukungan persenjataan ke Palestina. Jadi, tidak ada yang salah dengan fakta Al-Quran.

Fakta 4 : Adanya Benih-benih kemunafikan yang mengganggu perjuangan Jihad. Allah SWT berfirman : Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: “Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu…”(Al-Hasyr 11)

Fakta Al-Quran dan juga fakta sejarah kenabian selalu mengingatkan kita adanya bahaya dari dalam. Jangankan hari ini saat umat Islam dalam kondisi lemah dan terpecah, bahkan di barisan pasukan Rasulullah SAW di Madinah pun bercokol sekelompok munafik yang terus aktif menghasut dan menghancurkan kaum muslimin dari dalam. Masih ingat bukan peperangan Uhud, saat 300 dari 1000 pasukan rasulullah SAW membelot mundur ke Madinah karena kecewa dengan keputusan Rasulullah SAW ?

Maka hari ini kita menyaksikan adanya dua negara arab besar yang memboikot KTT darurat Liga Arab di Dhoha, Qatar yang sedianya direncanakan menghasilkan keputusan yang ‘keras’ dan efektif untuk menghentikan kebiadaban Israel. Adakah ungkapan yang lebih halus untuk mengganti kata ‘kemunafikan’ bagi kedua bangsa tersebut ?.

Belum lagi masalah perbatasan Rafah yang masih saja ditutup oleh pemerintah Mesir. Sehingga dukungan kemanusiaan, apalagi mujahidin dan persenjataan tidak bisa menjangkau Gaza. Kisahnya sangat berkebalikan dengan yang terjadi di Afghanistan saat melawan Uni Soviet duapuluh tahun yang lampau, saat Pakistan membuka perbatasannya untuk masuknya mujahidin dan persenjataanya ke Afhanistan.

Hari ini pemerintah Mesir menjadi ‘bemper’ pelindung Zionis Israel dari masuknya solidaritas muslim internasional. Begitu pula saat bicara dengan pemimpin-pemimpin Arab, Husni Mubarok sekuat tenaga meyakinkan teman-temannya untuk tetap lunak pada Israel. Tanpa sadar, nampaknya presiden ‘Husni Mubarok’ ingin mengulangi kelakuan Abdullah bin Ubay yang mati-matian membela Yahudi Bani Qainuqo’ saat Rasulullah SAW akan memberikan sanksi atas pengkhianatan yang mereka lakukan pada konstitusi Madinah. Nah, adakah ungkapan yang lebih halus dari ‘kemunafikan’ untuk menggambarkan sikap tersebut ?

Fakta 5 : Ada banyak kaum banyak kaum muslimin lemah tidak berdaya . Ada perubahan besar terjadi pada gaya hidup sebagian besar kaum muslimin paska tumbangnya kekhalifahan Utsmaniyah di Turki. Banyak negara muslimin dijajah oleh negara-negara Barat dan penduduknya pun mulai mengadopsi pemikiran dan gaya hidup Barat yang materialis. Akibatnya, cinta harta dan dunia mulai mengakar dalam kehidupan kaum muslimin.

Pada saat itulah, jihad yang membentengi kemuliaan Islam mulai tergerogoti. Al-Quran telah menggambarkan fakta tersebut dengan jelas .. Allah SWT berfirman : Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit” ( At-Taubah 38 )

Kelemahan inilah yang segera ditangkap oleh musuh-musuh Islam. Mereka kini lebih berani dalam menganiaya dan menginjak-injak negeri Islam karena merasa ‘aman’ dengan lemahnya semangat kaum muslimin dalam berjihad. Lihat saja penyerangan secara sistematis pada negeri muslim dalam dua warsa terakhir ini. Dari mulai Afghanistan, Irak, Palestina, hingga negara-negara yang masuk dalam daftar tunggu penyerangan seperti ; Iran, Sudan dan Suriah.

Gambaran seperti inilah yang juga terjadi di Palestina, keangkuhan Israel dalam membombardir Palestina dengan penuh percaya diri, salah satunya karena mereka yakin tidak ada satu negara muslim pun yang berani mengirimkan pasukannya membela Palestina atas nama jihad. Negara-negara muslim dalam kondisi lemah dan takut menghadapi balasan Amerika dan sekutunya face to face. Akhirnya Israel melenggang begitu nyamannya dalam menebar bom cluster di bumi Palestina. Tidak ada pembelaan dari negara-negara muslim tetangganya. Hizbullah Libanon pun malu-malu untuk mengirimkan roketnya ke wilayah Israel. Bahkan Iran yang sempat ‘berkoar-koar’ pun belum sekalipun mengarahkan roketnya ke Israel. Sudan yang dipimpin oleh Jenderal Mujahid pun harus berdiam diri karena sibuk dengan konflik Darfur yang juga disutradari Amerika.

Inilah kenyataan hari ini, dan ini pulalah yang sudah diprediksi oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya, bahwa umat Islam akan menjadi santapan bangsa-bangsa lain di akhir zaman. Bukan karena jumlah mereka yang sedikit, bahkan banyak, tapi bagaikan buih yang terombang ambing lemah tak berdaya. Semua ini karena umat Islam terjangkiti sindrom wahn, yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW : ” Cinta dunia dan takut mati ” (HR Abu Daud)

Fakta 6 : Ada kelompok yang senantiasa mengusung tinggi jihad untuk menegakkan kalimatullah tanpa ragu dan gentar. Allah SWT berfirman : Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya) (QS Al Ahzab 23).

Al-Quran, menyebutkan fakta akan adanya golongan yang senantiasa ’setia’ untuk memperjuangkan kejayaan Islam. Bahkan meskipun diantara mereka banyak yang telah berguguran, tidak sedikitpun membuat komitmen mereka untuk berjihad mundur dan luntur. Hari ini tidak bisa dipungkiri bahwa Hamas tampil sebagai gambaran riil fakta Al-Quran tersebut. Tuduhan organisasi teroris tidak membuatnya gentar sejengkalpun. Pemborbardiran Zionis Israel disambut dengan perlawanan sekuat tenaga. Petinggi Hamas Kholid Meshal dalam banyak kesempatan senantiasa mengulang-ulang sikap Hamas yang tidak akan mundur dalam mempertahankan Gaza.

Logika mana yang bisa menjelaskan Hamas yang awalnya adalah sebuah organisasi massa Islam, kini bertarung dengan gagah melawan Zionis Israel yang mempunyai kekuatan militer terkuat di Timur Tengah ? . Kesimpulan paling mudah yang kita tangkap adalah ‘ konsistensi’ Hamas dalam berjihad, itulah yang membuat mereka tetap eksis dan terus melawan. Ruh Jihad menjadi semacam jaminan bagi kekuatan sekecil apapun untuk melawan kekuatan sebesar apapun. Bukankah Allah SWT berfirman : “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.(QS Al-Baqoroh 249)

Akhirnya, semua ungkapan dan isyarat kekaguman dan penghormatan, entah itu standing avocation, apllause, angkat topi, hormat tangan, atau apa saja yang bisa mengungkapkan kekaguman sangatlah layak diberikan pada Hamas. Setelah kagum, tentu saja kita juga harus menjadi bagian yang mendukung perjuangan jihad tersebut. Siapa yang bisa menahan keinginan untuk tidak bergabung dalam barisan pembela kebenaran yang telah dijamin eksistensinya oleh Rasulullah. Tidaklah berlebihan, jika dikatakan fenomena Hamas hari ini adalah bukti riil keberadaan kelompok jihad abadi di muka bumi ini, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : ” Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tegak memperjuangkan kebenaran, dan mereka tidak akan terpengaruh dengan orang-orang yang memusuhi dan memerangi mereka “. (HR Muslim). Ketika Rasulullah SAW ditanya oleh sahabat tentang siapa mereka itu ?. Maka beliau menjawab : ” di sekitar masjid al-Aqsha”. Subhanallah

Profil Penulis :

Hatta Syamsuddin, Lc – alumni Universitas Internasional di Khartoum Sudan. Berdomisili di Solo, mengajar di Mahad Abu Bakar UMS dan tengah menempuh S2 Pemikiran Islam di UMS. Email : ibnu_kamal@yahoo.com dan kunjungi :hattasyamsuddin.blogspot.com

Ismail Haniyah Aktifkan Kembali Pemerintahannya di Jalur Gaza

Januari 24, 2009 by adakabarapa

Pemerintahan Resmi Palestina yang dipimpin Ismail Haniyah di Jalur Gaza, menyatakan akan kembali melanjutkan tugasnya dan mengaktifkan departemen pemerintahan serta institusi sipil di Jalur Gaza mulai Rabu pagi ini (21/1). Jubir Pemerintah juga telah menyerukan kepada para pegawai dan masyarakat lainnya, dengan segala keterbatasan yang ada untuk kembali melanjutkan aktivitas di tempat kerja mereka. Langkah ini diambil demi keberlangsungan hidup warga Jalur Gaza, agar pemerintah bisa segera bertindak cepat untuk melakukan segala bentuk perbaikan di wilayahnya.

Seruan tersebut disambut baik oleh warga Gaza. Pihak kampus dan sekolah-sekolah yang berada di kota itu telah menyatakan kesiapannya untuk kembali melanjutkan aktivitas mengajar. Baik para pengajar dan anak didik, hari ini mereka semua sudah siap memulai hidup baru dengan aktivitas rutin seperti biasa.

Jumlah Syuhada Terus Bertambah

Selasa kemarin diberitakan, dua orang anak kecil di Timur Gaza syahid terkena ledakan sisa granat dari agresi Israel ke wilayah itu. Sedangkan syuhada lainnya, adalah seorang petani yang ditembak tentara Israel yang berada di Utara Jalur Gaza.

Dengan demikian, berdasarkan laporan pihak kedokteran Palestina, jumlah warga Gaza yang syahid hingga hari ini sebanyak 1317 orang, sebagian besar mereka adalah anak-anak dan perempuan. Adapun jumlah korban luka sebanyak 5340 orang, dengan data statistik 35% (1855 orang) diantaranya adalah anak-anak dan 15% (795 orang) perempuan. Pihak kedokteran juga menghimbau para warga, demi menghindari bertambahnya korban, agar menjauhi tempat-tempat yang diperkirakan ditanam bom ranjau oleh Israel sebelum mereka menarik diri dari Jalur Gaza.

Hingga saat ini tentara Isarel dikabarkan secara bertahap masih menarik pasukannnya dari Jalur Gaza, dan Selasa kemarin gelombang penarikan senjata berat dan pasukan darat dikabarkan berlangsung secara besar-besaran. Hari ini merupakan hari ke-4 penarikan keluar militer Israel, bersamaan dengan mulai diberlakukannya gencatan senjata yang diserukan Israel pada hari Sabtu lalu (16/1).

Dengan adanya gencatan senjata dan penarikan militer itu, penduduk Gaza kembali ke rumah-rumah mereka yang telah hancur di bom oleh Israel. Bersama para relawan kemanusiaan, mereka kemudian mencari korban-korban yang masih terbenam di balik puing-puing reruntuhan bangunan. Dalam hal ini Direktur urusan Ambulan Darurat, Muawiya Hassanein mengatakan, puluhan syuhada yang tewas dibalik reruntuhan kebanyakan mereka adalah para perempuan, anak-anak dan pria dewasa. Data PBB kemudian menyebutkan, sebanyak 50 puluh ribu warga Gaza kini hidup tanpa memiliki tempat tinggal.(SINAI/ALJ)

Dokter Yordania: 90% Korban Akibat Bom Phosphor

Januari 24, 2009 by adakabarapa

Tim dokter dari Yordania yang kembali dari Jalur Gaza, melakukan konferensi pers, dan menjelaskan, bahwa 90% korban yang luka dan meninggal akibat bom phosphor putih yang digunakan oleh tentara Israel dalam perang yang lalu. Anggota tim dokter Yordania, lebih lanjut menegaskan, padahal menurut konvensi Jenewa bom phosphor putih, termasuk jenis senjata yang dilarang untuk digunakan dalam perang. Maka, Zionis-Israel sudah melanggar arbitrasi internasional, dan melakukan kejahatan perang.

Pernyataan tim dokter Yordania yang menegaskan penggunaan senjata phosphor putih yang dilarang oleh konvensi Jenewa itu, dibenarkan oleh ahli kesehatan dari Norwegia, yang sudah bertugas di Afghanistan, Lebanon, dan terakhir di Gaza. Dari penelitian yang dilakukan oleh para ahli kesehatan dari Norwegia itu, menunjukkan Israel, menggunakan jenis senjata yang bukan konvensional, dan senjata yang dilarang oleh konvensi internasional. Dokter dari Yordania itu, juga menyebutkan bahwa ahli kesehatan dari Norwegia itu telah mengambil contoh dari korban yang berada di rumah-rumah sakit, yang akan menjadi dokumen, serta bukti-bukti akan adanya pelanggaran dan kejahatan perang yang dilakukan Israel di Gaza.

Sementara itu, tim doker dari Yordania telah mengumpulkan sejumlah contoh dari rumah-rumah sakit yang ada di Gaza, dan dari diagnose itu, memang membuktikan tentara Zionis-Israel telah menggunakan phosphor putih dalam perang di Gaza. Dari luka-luka korban yang diakibatkan oleh bom phosphor putih itu sudah dibuktikan oleh tim dokter Yordania. Dr.Zuhair Abu Fares, Kepala Kerjasama Dokter, mengirimkan tim delegasi ke Gaza,yang ketiga kalinya, guna menyelidiki lebih jauh akibat perang yang terjadi di Gaza, serta penggunaan senjata kimia, serta jenis senjata lainnya dalam perang.

“Kemarin, kami melihat di jalan, dan di tempat lainnya, adanya bukti-bukti phosphor putih”, ujar Christopher Cobb-Smith. “Phosphor putih itu tidak pernah digunakan di wilayah penduduk sipil”, tambahnya. Amnesty Internasional, yang melakukan kunjungan ke Gaza, dan mendatangi rumah-rumah penduduk, dan menemukan bukti-bukti adanya penggunaan senjata bom phosphor putih. Israel menurut para ahli hukum, yang melakukan kunjungan ke Gaza, juga menyimpulkan Israel telah melakukan kejahatan perang ‘war crime’.

Di bagian lain, Presiden Lembaga Kemanusiaan IHH, Fahmi Bulent Yildirin telah membuka cabang di Gaza, dan acara pembukaannya dihadiri Menteri Kesehatan, Dr.Basem Naim serta anggota parlemen Jamal al-Khudari. Naim menyampaikan terima kasih kepada rakyat Turki, yang memberikan dukungan penuh kepada rakyat Palestina, yang menghadapi agresi militer Israel selama 23 hari, dan Ankara telah mendukung perjuangan rakyat Palestina. Selanjutnya, Dr.Naim ingin meningkatkan kerjasama ‘persaudaraan’, yang lebih kokoh antara rakyat Palestina dan Turki. ‘Hubungan persaudaraan’ ini diharapkan semakin meningkat di masa mendatang.

Yildirin sangat prihatin melihat kehancuran yang dialami rakyat muslim Gaza. Lembaga yang kemanusiaan yang dipimpin Yildirin, berjanji akan membantu pembangunan kembali wilayah Gaza,yang sudah menjadi korban agresi Israel. Presiden Lembaga Kemanusiaan IHH itu, merencanakan membangun rumah yang modern dan bear di Gaza. Lembaga IHH yang dipimpin oleh Yildirin, berjanji memberikan bantuan kepada tiap-tiap penduduk Gaza, yang rumah hancur akibat agresi militer Israel, sebesar 2000 dolar. (m/pic)