Arsip untuk Juni, 2006

Windows, Mac OS to run side-by-side

Juni 30, 2006

By Ina Fried, CNET News.com

Parallels, a start-up whose software enables Macs to run Microsoft Windows and the Mac OS at the same time, says it is ready with a final version of its product.

Apple Computer made headlines back in April when it said it would offer its own software–Boot Camp–for loading Windows onto Macs. However, Boot Camp permits people to run only one operating system at a time, meaning either Windows or the Mac OS can be in use, but not both at once.

Around the same time, Parallels started testing for its Parallels Desktop program, which uses virtualization technology to have Windows programs operate alongside Mac applications. The Windows programs open in a separate window within the Mac OS.

Unlike past software that allowed Windows programs to run on a Mac, Parallels Desktop does not need to emulate the hardware that’s inside a PC. That’s because Macs and PCs now use the same Intel-based chips. As a result, the speed of Parallels is far better than past efforts at bringing together the two operating systems, the software start-up said. In fact, Parallels says Windows programs can run nearly as fast through its virtualization as running natively on a Windows PC.

“The difference in performance between Parallels and Boot Camp is negligible,” said Parallels marketing manager Ben Rudolph. “Things move very, very fast.”

Being able to run Windows programs is seen as a potentially significant catalyst for Mac sales. Needham analyst Charlie Wolf upgraded Apple’s stock on Tuesday, saying that the combination of Boot Camp and programs like Parallels could help the Cupertino, Calif.-based company gain market share.

“The trigger for our upgrade is the prospect that a significant number of Windows users will switch to a Mac once it’s able to run Windows applications,” Wolf wrote in a report. He cited a survey by his firm, which found that in the U.S., some 8 percent of home PC owners would switch to a Mac if it could run Windows. “An increase of this magnitude would almost triple Apple’s share in the home market and increase it 75 percent worldwide,” Wolf wrote.

Put through its paces
The Parallels software has been in testing since April, and more than 100,000 people have tried it out, according to the company. Interest has come not only from hobbyists eager to try out Microsoft’s operating system on their Mac at home, but also from governments, businesses and schools that want to have their Macs better able to converse in a Windows-dominated world.

Canada’s University of Waterloo, for example, has been testing Parallels software. It plans to use it in the Mac lab of its environmental studies department so students can benefit from a number of programs that aren’t available for Apple machines.

“I’ve been very impressed with the performance of it,” said Don Duff-McCracken, a graphics and computer-aided design systems manager at the university. Duff-McCracken said he has been using the Parallels tool to run processor-intensive software, such as the World Construction Set software for rendering terrain.

Duff-McCracken compared applications in Parallels with the same ones running directly in Windows via Boot Camp. The performance in Parallels was within 1 to 2 percent of the other, he said. And both Mac-based options were faster than some recently acquired Dell machines the school had.

“It’s running this sophisticated software at native speeds,” he said.

While Boot Camp is essentially a tool for letting a Mac run either Windows or the Mac OS, Parallels makes both operating systems available at the same time. To do this, Windows runs as what is known as a virtual machine–essentially acting as if it was a separate PC.

Boot Camp, meanwhile, is still in beta, though Apple has said it will be part of Leopard, the next version of Mac OS X. The company is expected to outline Leopard’s key features at a developer conference in August.

Parallels plans to eventually charge $79 for its software, though it is selling it for $49 for the next 30 days. It has been offering it for $10 less than that for beta testers who pre-ordered the final version.

A potential challenge for the start-up is that Apple may decide to offer, in addition to Boot Camp, a feature that acts more like Parallels in allowing Windows programs to run within the Mac OS. There has been speculation that Leopard might have such abilities.

Rudolph said Parallels can’t spend its time worrying about what others might do.

“All we do is virtualization,” he said. “Apple has got hundreds of different products. I believe we are going to have a faster, better solution regardless of what happens.”

Herndon, Va.-based Parallels got its start when its two founders were doing freelance help-desk work. They found they had a knack for virtualization and came up with the software engine behind Parallels Desktop.

The company now has 75 employees, with more being added on a weekly basis, Rudolph said.

“We went from being a little tiny company to a little tiny company with a huge product,” he said.

The company also has some venture funding, though Rudolph did not offer many specifics. “We definitely have enough money to keep the lights on for the next couple of years,” he said.

Badan Pengaduan Internasional: Israel Lakukan Kejahatan Perang

Juni 30, 2006



COMES: Badan ini menyerukan kepada dunia internasional untuk bergerak segera untuk menghentikan kejahatan perang yang dilakukan serdadu Israel terhadap sipil Palestina dan melanggar hukum internasional dan HAM.

Badan ini mengecam semua tindakan permusuhan Israel di wilayah pemerintah Palestina, kaum sipil, asset pribadi dan umum Palestina dalam sebuah operasi dendam atas operasi penculikan di wilayah Karem Abu Salim (25/06) yang berakhir dengan disanderanya seorang serdadu Israel.

Badan ini menegaskan, sebelum ini sejarah modern tidak pernah memperdebatkan presepsi tentang kejahatan HAM atau sebelum 11 September. Kemudian muncul dengan operasi perang anti terorisme dimana yang menjadi korban adalah kaum sipil, penyiksaan tahanan, rasisme, dan kejahatan HAM. Perang anti terorisme adalah penghancuran atas moral di urutan pertama. Semua yang dilarang secara hukum internasional menjadi boleh. Undang-undang yang melindungi nyawa manusia dan kehormatannya diinjak-injak. Sehingga pembunuhan satu keluarga Palestina di pantai Gaza, penghancuran pos-pos sipil, pusat pelayanan umum, jembatan, perlintasan, terminal, bandara, pembangkit listrik, saluran air dianggap oleh Amerika sebagai tindakan membela diri.

Dalam hukum perang bersenjata adalah wajar ada tawanan perang kata Israel,Negara zionis ini sendiri tela menawan lebih dari 650.000 warga Palestina sejak tahun 1967 atau 20% dari total penduduk Palestina. Namun ketika hanya satu warga Israel yang ditawan oleh Palestina, Negara zionis ini langsung melancarkan operasi militer besar-besaran yang menghancurkan segalanya. Bahkan pejabat-pejabat Negara menjadi sasaran. (atb)

Masalah Muslim Se-Eropa Dibahas di Istanbul

Juni 30, 2006


Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. M. Din Syamsuddin berangkat ke Istanbul (Turki) untuk berbicara di depan peserta Muslim Europe Meeting, pertemuan berbagai organisasi Islam dari seluruh negara di Eropa.

Pertemuan yang akan diselenggarakan tanggal 1-3 Juli itu akan membahas topik-topik yakni identitas, tantangan, serta kesempatan umat Islam se-Eropa dalam konteks perkembangan Eropa. Demikian siaran pers yang disampaikan PP Muhammadiyah kepada pers di Jakarta, Kamis (29/6).

Sebagai satu-satunya tokoh Islam dari negara-negara Asia, Din diundang ke forum tersebut untuk menyampaikan pandangan tentang bagaimana umat Islam di Eropa memosisikan diri dan berperan serta dalam dinamika peradaban Eropa.

Dari Istanbul, sebagai delegasi Indonesia, Din akan terbang ke Larnaca, Siprus (Yunani) untuk mengikuti ASEM (Asean Europe Meeting) Interfaith Dialogue ke-2 yang diselenggarakan tanggal 3-5 Juli di pulau wisata tersohor tersebut. Pada konferensi yang dihadiri para tokoh negara Asia dan Eropa dari berbagai agama, Din bertindak sebagai moderator sekaligus panelis mewakili Indonesia pada salah satu komisi tentang kesepahaman lintas agama (interfaith undestanding).

ASEM IFD ke-2 di Larnaca ini merupakan kelanjutan ASEM IFD ke-1 di Nusa Dua (Bali) tanggal 20-22 Juli 2005 lalu. ASEM IFD ke-2 bertujuan mendekatkan tokoh-tokoh berbagai agama dari negara-negara di Asia dan Eropa. Jika pada ASEM IFD ke-1 dibicarakan Unity and Diversity: Building Interfaith Harmony within the International Community maka pada ASEM IFD ke-2 dibahas tema Interfaith Understanding and Cooperation for a Peaceful World. Topik-topik bahasan pada sidang komisi ialah Interfaith Understanding, Role of Media in Promoting Interfaith Dialogue, dan Religion and Multiethnic Societies.

Selanjutnya, tanggal 5-7 Juli, Din mengikuti Islam Expo di London (Inggris) bersama Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Prof. Dr. Masykuri Abdillah, Dr. Marwah Daud Ibrahim (Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia), dan Dr. Rizal Sukma (Ketua Komite Good Governance Pimpinan Pusat Muhammadiyah). Sementara, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), KH Hasyim Muzadi (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Prof. Dr. Azyumardi Azra (Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah) batal ikut serta.

Acara ini didukung Otoritas London Raya (Greater of London Authority), bertujuan untuk menampilkan Islam sebagai agama peradaban dan kebudayaan yang damai kepada masyarakat global, di samping mendorong pemahaman tentang Islam yang benar. Topik yang akan dibicarakan Din tentang Islam and the Future of Democracy in Indonesia.

Tentang undangan-undangan ke Eropa ini, Din mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan internasional kepadanya dan menilai ketiga kegiatan beruntun tersebut penting dan menarik. Penyelenggaraan kegiatan demi kegiatan tersebut menunjukkan munculnya keprihatinan terkait perkembangan regional dan global sehubungan arus globalisasi yang deras melanda dunia dewasa ini.

“Tak pelak lagi, selain sisi positif, globalisasi juga memiliki sisi negatif terhadap kehidupan beragama, intra, dan antarumat beragama, di samping berdampak terhadap corak peradaban umat manusia sekarang ini.” Dalam kaitan terakhir, agama dituntut berperan mengatasi petaka peradaban sekaligus mencerahinya.

Tentang apakah dialog-dialog antar-agama dan peradaban itu berkaitan dengan terorisme dan kasus kartun yang melecehkan Nabi Muhammad oleh media massa Denmark, Din menandaskan bahwa masalah tersebut tidak menjadi faktor pendorong penyelenggaraan dialog. “Saya mengharapkan melalui dialog-dialog sebagian masalah dapat teratasi dan umat manusia akan dapat menyaksikan kehidupan dunia baru yang damai, adil, dan sejahtera.” (dina)

Warga Gaza: Dunia Tidak Adil, Kami Dibiarkan Sendiri Menghadapi Kejahatan Israel

Juni 30, 2006


Sekitar 1,3 juta warga Jalur Gaza diperkirakan akan mengalami masa-masa sulit dalam beberapa minggu bahkan berbulan-bulan ke depan, setelah pasukan Israel menghancurkan infrastruktur yang menjadi denyut kehidupan warga Gaza, dalam serangan pada Rabu (28/6).

Ummu Ahmad, 50, dengan nada marah mengatakan, “Ini akan menjadi hari-hari yang buruk setelah kami kehilangan sumber utama listrik kami. Mengapa anak-anak kami mesti menghadapi situasi Gaza yang seperti neraka pada tahun ini?”

“Tanpa listrik, kami bahkan tidak bisa menyimpan makanan sebagai persedian kalau serangan Israel membuat kami harus terus berada di dalam rumah selama berhari-hari,” keluhnya.

Setelah serangan udara pasukan Israel menghancurkan sumber pembangkit listrik di Gaza, kota itu kini menjadi gelap gulita. Sekitar 70 persen warga Gaza kemungkinan akan hidup tanpa sumber energi listrik selama enam bulan ke depan.

Tanda-tanda depresi terpancar dari wajah-wajah warga Palestina setelah serangan Rabu kemarin menghancurkan pusat pembangkit listrik kota Gaza. “Kami bisa bertahan hidup tanpa gaji, tapi tidak tanpa listrik,” kata Abu Rami, pemilik sebuah toko.

Abu Khalid, 50, ayah dari tujuh anak, warga Beit Hanun di utara Gaza mengungkapkan hal serupa. “Saya khawatir dengan anak-anak saya, tetangga-tetangga saya. Dunia tidak adil. Kami dibiarkan sendiri untuk menghadapi kejahatan Israel,” keluh Khalid. (ln/iol)

Pusat Grosir Mainan Anak-anak di Trotoar Kota Jakarta

Juni 30, 2006


Oleh: Iwan Santosa

Bocah-bocah di pinggiran Jakarta dari keluarga menengah ke bawah kini dapat memiliki mainan seperti bocah gedongan dengan berbelanja mainan secara grosir di Pasar Gembrong Prumpung, Jakarta Timur.

Nun di sisi Gerbang Tol Pedati di dekat Jalan By Pass dan Jalan Basuki Rahmat terdapat sekitar 50 kios penjual mainan dari yoyo murah, perlengkapan tulis, mobil balap Tamiya, replika mobil untuk koleksi, hingga boneka Barbie asli tersedia melimpah di kios-kios tersebut.

Deretan kios dan toko berjejer di sana di sepanjang trotoar sehingga hanya menyisakan seruas gang sempit untuk pengunjung. Praktis, dua orang yang berpapasan pasti bersentuhan sehingga tempat tersebut tidak layak disebut ”pasar senggol”.

Pasar senggol di Prumpung tersebut menjadi surga mainan bagi anak-anak ataupun pedagang karena lengkapnya jenis mainan di sana. Mainan yang di mal mewah, seperti Plaza Senayan atau Sogo, dijual hingga setengah juta rupiah atau lebih di tempat itu hanya dijual dengan harga miring pada kisaran Rp 200.000 saja.

Sebut saja koleksi replika mobil mewah merek Maisto dengan skala 1:18 atau 1:24 dihargai kurang dari Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Padahal, di pusat perbelanjaan terkemuka di Jakarta harganya bisa mencapai dua kali lipat.

Lebih murah lagi barang dari merek menengah bawah, seperti replika mobil buatan Yat Ming, China. Di toko besar replika mobil tersebut dijual paling murah Rp 150.000, tetapi di Prumpung dijual Rp 65.000 per unit.

Untuk mainan mobil merek Kinsmart juga dijual dengan harga sangat miring, yakni Rp 35.000 sepasang. Di toko besar harganya satu unit bisa mencapai Rp 40.000.

Rachma, kolektor replika mobil yang ditemui di toko Haji Tardjono, mengaku sering meluangkan waktu berburu ”mobil” di Prumpung. Dia sering meluangkan waktu di tempat itu bersama anaknya yang juga penggemar replika mobil.

Tak ketinggalan salah satu ikon yang dijual di pasar ini adalah mainan impian anak perempuan: boneka Barbie. Barbie yang dijual di sini bervariasi dari produksi asli Mattel, Barbie tiruan dari China, hingga boneka mirip Barbie yang lagi-lagi buatan China.

Harganya bervariasi, produk asli dihargai Rp 130.000-an dan yang termurah Rp 15.000. Itu pun masih bisa ditawar jika membeli dalam partai besar. Padahal produk asli di toko-toko besar harganya mencapai Rp 300.000 per unit!

Bahkan, ada beberapa kios yang khusus menjadi butik Barbie, yakni menyediakan pakaian, rumah, dan pelbagai aksesori boneka ikon Amerika itu. Rumah Barbie buatan impor dan lokal juga tersedia di sana.

Dari mainan kelas atas, ada juga mainan sederhana yang banyak dijual di lapak-lapak pedagang depan sekolah. Sebutlah di kios milik Budiman asal Yogya, yoyo plastik, pistol-pistolan, dan sepeda yang ditarik seperti gasing, harganya berkisar Rp 1.000 hingga Rp 4.000 per buah secara eceran. Namun, jika membeli lusinan, harga tersebut bisa turun hingga Rp 700 dan Rp 3.000.

Kalau beli pistol selusin jatuhnya sekitar Rp 3.000. Kalau beli Bajaj Bajuri selusin Rp 17.000 per unit. Beli satuan Rp 25.000, kata Budiman.

Sedangkan perlengkapan olahraga juga dijual murah meriah. Sepasang raket bulu tangkis harganya Rp 25.000, satu dus shuttlecock isi 12 dijual Rp 15.000 dan papan catur ukuran besar Rp 17.000. Sangat murah, karena satu dus shuttlecock buatan lokal pun kini harganya berkisar Rp 30.000 sampai Rp 50.000 di tingkat eceran.

Untuk pelanggan dan kolektor pun dapat dilayani lewat telepon, semisal di toko milik Dasuki di ujung pasar ke arah timur terowongan Jalan Casablanca. Dasuki menjelaskan, pelanggannya yang mengoleksi replika mobil kerap menelepon untuk memberi daftar belanjaan. Tak lupa, setiap muncul katalog baru selalu habis diminta para pelanggan.

Yang ada sekarang tinggal sisa saja Mas. Kalau mau datang akhir pekan setiap Jumat, Sabtu datang barang baru, ujar Dasuki menjelaskan.

Anak-anak pun kulakan

Nyonya Rachma, istri ketua RT 08 RW 01 tempat Pasar Gembrong berada, menjelaskan, puluhan pedagang tersebut sudah memulai usaha sejak krisis moneter mencapai puncaknya tahun 1998. Habis Jakarta kerusuhan, lalu orang mulai berusaha bangun kios di sana. Kemudian berkembang jadi grosir sampai sekarang. Pedagangnya campuran ada orang asli dan pendatang, kata Rachma.

Ketua RW Agus Muslim yang akrab disapa Pak Caplin memang memiliki sebuah kios. Sayang waktu didatangi di kiosnya, Agus sedang tidak berada di tempat. Istri dan keluarganya terlihat sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti.

Para pedagang tersebut ada yang memiliki kios dan ada pula yang menyewa. Untuk sebuah kios kecil ukuran 1,5 x 3 meter biasanya disewa pedagang Rp 3 juta per tahun.

Lokasi tersebut memang unik karena menjadi salah satu pusat grosir mainan di luar kawasan Kota-Pancoran-Pasar Pagi. Bahkan, toko-toko di Pasar Jatinegara pun turut mengambil barang dagangan dari Prumpung.

Dari pedagang sampai anak sekolah belanja di sini. Kadang anak-anak belanja ditemani orangtua untuk dijual lagi di sekolahnya, kata Nyonya Siti seorang pemilik kios.

Di Prumpung, anak-anak memang biasa kulakan untuk dijual lagi kepada teman-teman sekolahnya. Distya yang duduk di bangku kelas V sebuah sekolah di Bekasi, misalnya, kerap ditemani orangtuanya kulakan kertas file, alat tulis, bando, ikat dan jepit rambut, serta pernik- pernik lain untuk dijual lagi kepada teman sekolahnya.

Menurut sejumlah pedagang, pembeli mereka berdatangan dari kota-kota di sekitar Jakarta. Bahkan, ada yang dari Cirebon, Tegal, dan Bandar Lampung!

Tak heran kalau usaha berjualan mainan anak-anak ”impor” itu memberi keuntungan lumayan. Haji Tardjono, misalnya, akhirnya menutup Warung Tegalnya untuk jual mainan.

Alhamdulillah, dalam tiga tahun saya bisa pergi haji sama istri. Sekarang terus buka toko mainan saja karena lebih menguntungkan, katanya.

Dagangannya pun bertambah tidak sekadar mainan, melainkan juga perlengkapan olahraga dan alat tulis kantor. Demikian pula sejumlah pedagang lain juga memiliki dagangan lengkap dari mainan hingga alat tulis.

Pasar Senggol Prumpung memang merupakan salah satu potret keuletan wong cilik di Jakarta walau mereka terpaksa memakai lahan trotoar jalan yang mestinya untuk pejalan kaki. Dan, jangan ditanya pula apakah barang dagangan mereka legal atau tidak….

Utility Nukes Windows Genuine Advantage Callbacks

Juni 29, 2006

By Ryan Naraine

A private security company has found a way to nuke the controversial callback component in Microsoft’s Windows Genuine Advantage anti-piracy tool.

Firewall Leak Tester, a company that provides tools to test the quality of personal firewall software, has released a utility called RemoveWGA that blocks Microsoft from “phoning home” from Windows PCs on a daily basis.

“Once the WGA Notification tool has checked your OS and has confirmed you had a legit copy, there is no decent point or reason to check it again and again every boot,” the company said in a note explaining its motive for releasing the tool.

The WGA tool, which is a mandatory part of the Redmond, Wash., software maker’s battle to curb Windows piracy, includes two separate components: WGA validation and WGA notifications. Validation determines whether the copy of Windows installed is pirated or not, and Notifications is set up to nag users whom Microsoft believes are not running “genuine Windows” and “suggest” where they can “learn more about the benefits of using genuine Windows software.”

However, Notifications has been “phoning home” to Microsoft’s servers on a daily basis, and Windows users are up in arms over potential privacy and security risks. Microsoft insists the callbacks are a “”safety check” to ensure that WGA can be terminated quickly if things went amok, but this was never communicated to users until the week of June 4.

On June 8, Microsoft announced plans to tweak the WGA to only check for a new settings file every 14 days.

However, Firewall Leak Tester warned that connecting to Microsoft is a legitimate security issue for corporate networks and privacy issues for Windows users worldwide. “It is also unclear which information [is being] transmitted,” the company said, arguing that that Microsoft has used “deceptive ways” to get users to install the tool.

Microsoft ships the WGA tool as part of its monthly batch of security patches.

Firewall Leak Tester said the RemoveWGA utility will only remove the Notification part of Microsoft’s tool. “The Validation part is mandatory for some, not critical downloads from Microsoft, but the Notification part is not mandatory at all, and you are able to install all of the security updates without installing this one,” the company explained.

The utility works on Windows XP (SP1 and SP2) and is set up to alert the user if the WGA notification tool is active on the system and remove that component from activating at start-up.

It’s not the first time Microsoft’s WGA program has been cracked by hackers and third parties. Back in May 2005, a security researcher in India discovered an uncomplicated and easy-to-exploit weakness in the tool, which is used to check whether consumer and small-business customers are running legitimately licensed copies of Windows XP.

Debasis Mohanty, a private vulnerability researcher and analyst of malicious programs, published a detailed proof-of-concept demonstration to show how the WGA validation check can be defeated to generate key codes for use on illegal copies of Windows XP.

Dicurigai Bantu Pejuang Palestina, Israel Kirim Pesawat Tempurnya ke Suriah

Juni 29, 2006

Suriah mengecam tindakan Israel yang telah menerbangkan pesawat-pesawat tempurnya ke wilayah udara Suriah, Rabu (28/6). Israel melakukan itu sebagai peringatan terhadap Suriah yang dituding melindungi para pejuang Palestina yang telah menculik serdadunya.

Juru bicara militer Israel mengakui bahwa pada Rabu kemarin empat pesawat-pesawat tempurnya terbang di atas salah satu istana Presiden Suriah, Bashar Assad di kota Latakia. Tindakan itu dilakukan, menurut Israel, ‘karena Suriah sudah memberikan dukungan dan tempat perlindungan pada pemimpin teroris, di antaranya adalah pemimpin Hamas yang telah menculik serdadu Israel.’

Sementara televisi nasional Suriah yang menyiarkan berita itu menyebutkan, dua pesawat Israel terbang dekat pantai Mediterania Suriah dan tidak menyebutkan klaim Israel bahwa pesawat-pesawatnya terbang rendah di atas tempat peristirahatan musim panas milik Presiden Assad.

“Masuknya dua pesawat Israel ke wilayah udara Suriah, tepatnya di pesisir pantai Suriah, merupakan tindakan agresif dan provokatif,” kata seorang pejabat di kementerian penerangan Suriah yang dikutip oleh siaran berita itu. Namun tidak dijelaskan identitas pejabat tersebut.

Masih menurut berita itu, pesawat-pesawat tempur milik Israel menimbulkan suara yang sangat bising. Pihak Suriah menyatakan, angkatan udaranya berhasil mengusir pesawat-pesawat Israel tersebut.

Insiden kemarin merupakan insiden yang kedua kalinya dilakukan Israel. Pada tahun 2003, pesawat-pesawat Israel juga dilaporkan terbang rendah di dekat istana presiden Suriah, hingga kaca jendelanya bergetar. Saat itu Israel beralasan, tindakan tersebut dilakukan untuk menekan Presiden Assad agar membubarkan kelompok-kelompok pejuang Palestina yang berbasis di negaranya.

Pada tahun yang sama, pesawat tempur Israel membom basis latihan Jihad Islam di pedalaman Suriah, menyusul serangan bom oleh kelompok tersebut ke sebuah restorang yang menyebabkan 19 warga Israel tewas. Serangan itu merupakan serangan yang pertama kalinya dilakukan Israel ke wilayah Suriah sejak lebih dari dua dekade. (ln/aljz)

Anti Perda Khas Syari’ai Islam, Bentuk Kepanikan Berlebihan

Juni 29, 2006

Petisi 56 anggota DPR, yang dimotori Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS), merupakan bentuk kepanikan mereka atas kesadaran umat Islam terhadap kehidupan Islami. ‘’Panik boleh-boleh saja, tapi ini paniknya sudah berlebihan,’’ ujar Muhammad Fauzi (Fraksi BPD dari unsur PBB), di Gedung DPR RI, Rabu (28/6).

Menurutnya, keberadaan perda-perda yang bernuansa syariat sudah berlangsung lama. Dan sejauh ini tidak memunculkan persoalan apapun bagi masyarakat setempat. Demikian pula pemeluk agama lain tidak terganggu dengan keberadaan perda-perda itu. ‘’Jadi sebenarnya itu bagian dari Islamphobia,’’ sambungnya.

Fauzi mengungkapkan,wacana perda bernuansa syariat akan mempengaruhi interaksi politik di DPR. Ini terbukti dengan munculnya penggalangan tanda-tangan kontra memorandum oleh 143 anggota DPR. ‘’Padahal semestinya hal itu tidak perlu terjadi,’’ paparnya.

Sementara itu, anggota F-PKS Komisi II DPR RI Suryama M Sastra menjelaskan, ada pandangan salah dari pihak-pihak yang ingin mempertentangkan Pancasila dan Islam. Hal ini terbukti dengan upaya membawa perda syariat bernuansa Islam dibenturkan dengan Pancasila.

Ia menegaskan, Pancasila merupakan karya umat Islam. Karena itu, tidak mungkin perda-perda yang diterbitkan bereberapa pemerintah daerah (pemda) itu bertentangan dengan Pancasila.

Menurutnya, bila ada anggapan bahwa perda-perda itu bermasalah sebaiknya, anggota DPR menyikapinya melalui mekanisme demokrasi yang disepakati.

‘’Mereka (56 penolak perda syariat) itu kan legislator, bikin saja usul inisiatif untuk mereview perda. Kenapa harus mendorong pemerintah untuk melakukan tindakan yang bisa menimbulkan disintegrasi,’’ sarannya.

Ditambahkannya, pihak yang merasa dirugikan sebaiknya menempuh prosedur judicial review ke MA. Bisa pula menempuh prosedur sengketa kewenangan konstitusional, yang dilakukan oleh lembaga negara. Atau, mereka bisa mendorong legislator di daerah melakukan evaluasi. (dina)

Israel Mulai Hantam Rumah-rumah dan Infrastruktur Gaza

Juni 29, 2006



COMES: Gaza – Serdadu Israel mulai melancarakan serangan militer siang ini (28/06) dengan meluncurkan roket-roketnya ke perumahan penduduk Palestina di wilayah Syaukah sebelah tenggara Rafah selatan Gaza. Pesawat Israel juga sudah menghancurkan jembatan di Mighraqah.

Sumber-sumber local menyebutkan, tank-tank Israel yang bermarkas di sebelah timur wilayah Syaukah secara intens menyerang rumah-rumah warga. Padahal warga berada di rumah mereka. Warga hanya bisa berharap dan meminta kepada Allah agar melindungi mereka atau mati syahid. Disamping itu mereka juga meminta kepada dunia internasioal untuk bergerak mencegah Israel yang membabi-buta menyerang warga tak bersalah.

Di samping itu, pesawat-pesawat tempur Israel jenis F 16 pagi dini hari ini melancarkan sebuah roket ke jembatan besi yang terletak di wilayah selatan Mighraqah Jalur Gaza tengah yang menghubungkan desa di kamp pengungsi Naserat dan jalan Shalahuddin. Jembatan ini adalah satu-satunya jalan keluar desa.

Akibat serangan dahsyat ini jembatan yang dibangun di masa daulah Utsmaniyah itu runtuh. Kerusakan juga menyumbat saluran air di bawah jembatan itu padahal dari sanalah air bersih diperoleh warga. Rumah warga di sekitar jembatan pun turut mengalami kerusakan, meski tidak ada korban jiwa.

Sementara Aljazeera melaporkan, serangan Israel bukan saja terhadap jembatan di atas namun juga pembangkit listrik di wilayah itu.

Ribuan pasukan Israel dengan dukungan tank-tank dan kendaraan militer sedang berada di pinggiran Jalur Gaza menunggu invasi penuh. Mereka berkonsentrasi di tiga titik utama.

Namun faksi-faksi perlawanan Palestina juga sudah bersiap penuh menghadapi serangan ini. Abu Mujahid, jubir dewan perlawanan kerakyatan mengatakan pihaknya siap dengan sarana-sarana baru untuk menghadang serangan Israel. Ia meminta kepada Israel agar membebaskan tahanan Palestina yang terdiri dari kaum wanita dan anak-anak. Mereka juga mengancam akan menculik membunuh serdadu Yahudi yang diculik di Tepi Barat jika Israel tidak menghentikan serangannya. (atb)

Menjadi Target Pembunuhan, Misy’al Hanya Yakin Pada Allah dan Taqdir-Nya

Juni 29, 2006



COMES: Orang-orang dekat Kepala Kantor Biro Politik Hamas Khaled Misy’al di Damaskus, Suriah, menegaskan bahwa pemimpin politik gerakan ini tidak merasa takut dengan ancaman Zionis Israel. “Abu Waled (Khaled Misy’al) hanya yakin kepada Allah dan taqdir-Nya. Ancaman-ancaman Israel tidak membuatnya takut,” ungkap orang dekat Misy’al yang tidak disebutkan namanya.

Menurutnya, “Misy’al sudah terbiasa hidup di tengah-tengah bahaya.” Ditambahkan bahwa langkah-langkah pengamanan di sekitar tempat tinggal kepala kantor biro politik Hamas ini telah dilakukan setelah adanya ancaman baru dari Zionis Israel.

PM Israel Ehud Olmert telah mengencam melakukan operasi pembunuhan terhadap Khaled Misy’al sebagai balasan atas penculikan seorang serdadu Zionis Israel di tangah perlawanan Palestina.

Sebelumnya Misy’al telah menegaskan, “Isyarat-isyarat seputar ancaman pembunuhan terhadap diri saya dan upaya pembunuhan terhadap diri saya dan kawan-kawan baik di dalam maupun di luar tidak pernah selesai. Israel menyatakan pagi dan sore untuk membunuh para pemimpin gerakan.”

Pada tahun 1997, Misy’at pernah mengalami percobaan pembunuhan di tangah agen Dinas Intelijen Luar Negeri Israel Mossad melalui suntikan racun. Dia berhasil diselamatkan setelah ada campur tangan raja Yordania Malik Husain yang meminta Israel menyerahkan penawar dengan kopensasi pembebasan agen Zionis Israel. Raja Yordania juga meminta pembebasan Syaikh Ahmad Yasin dari penjara Israel untuk kembali ke Jalur Gaza. (seto)