COMES: Jurubicara Fraksi Perubahan dan Reformasi (Hamas) di parlemen Palestina, Dr Shaleh Bardawel mengungkapkan pertemuan akan dilakukan oleh para pemimpin gerakan Hamas dan Fatah di ibukota Kairo, Mesir, sebagai upaya untuk mengakhiri perselisihan dan untuk mencapai kata sepakat untuk pembentukan pemerintahan persatuan nasional. Dalam pernyataannya, Bardawel mengatakan dalam beberapa hari mendatang akan diadakan pertemuan antara gerakan Hamas dan fatah di Kairo dengan dihadiri pihak Suriah dan Eropa. Dalam pertemuan ini akan dibahas masalah inisiatif baru Mesir terkait dengan pembentukan pemerintahan persatuan nasional dan pembebasan serdadi Israel, Ghilad Shalit, yang ditawan pejuang perlawanan Palestina di Gaza, sebagai negosiasi pertukaran dengan pihak Israel. Anggota dewan Palestina ini mengungkapkan harapannya agar inisiatif tersebut dapat menyaksikan cahaya dalam beberapa hari mendatang. Dalam waktu yang sama, dia menegaskan urgensinya inisiatif yang diajukan ini tidak mencakup pandangan “Amerika dan Israel untuk menghabisi gerakan Hamas dari pemerintahan, setelah berkuasa melalui pemilu yang demokratis.” (seto)

Arsip untuk Oktober, 2006
Dihadiri Suriah dan Eropa, Hamas-Fatah Kaji Inisiatif Baru di Kairo
Oktober 20, 2006Israel Serbu Jalur Gaza, 4 Syahid
Oktober 20, 2006

COMES: Setelah serangan Israel ke wilayah Jalur Gaza menewaskan 5 orang syuhada, Israel kembali menlancarkan serbuan ke wilayah Jalur Gaza dan mengakibatkan 4 orang Palestina gugur syahid. Serangan Israel ini dilakukan Israel di wilayah utara dan selatan Jalur Gaza, Rabu (18/10).
Sumber-sumber medis Palestina menyebutkan, dua orang pemuda Palestina Asyraf Ma’syar (20) dan Muhammad Abu Arar (20) gugur oleh tembakan sniper Zionis Israel di kota Rafah dalam sebuah baku tembak antara pejuang bersenjata Palestina dengan pasukan Zionis Israel yang menyerbu kota Rafah dan sekitar gerbang sejak pagi.
Para saksi mata menegaskan, pasukan penjajah Zionis Israel mengepung wilayah tersebut dan meminta warga melalui pengeras suara agar mengosongkan daerah tersebut. Mereka langsung menguasai rumah-rumah dan menempatkan para sniper mereka di atas atap-atap rumah.
Puluhan kendaraan militer dan tank Zionis Israel sejak pagi telah dikerahkan menuju gerbang perbatasan Rafah, wilayah selatan Jalur Gaza, sambil melepaskan tembakan dan berkonsentrasi di gerbang-gerbang utama.
Sementara itu dua orang Palestina, salah seorang pejuang dari Brigade al Qassam, gugur saat menghadang aksi penyerbuan yang dilakukan pasukan penjajah Zionis Israel ke wilayah sebelah timur kamp pengungsi Jabalia, wilayah utara Jalur Gaza.
Para saksi mata mengatakan, pasukan penjajah Zionis Israel menyusup ke daerah subur di sebelah timur Jabalia dan berkonsentrasi di atas gedung-gedung tinggi di daerah tersebut. Mereka melancarkan tembakan untuk melindungi aksi penyerbuan yang dilakukan tank-tank Israel. (seto)
Israel Culik 35 Palestina di Tepi Barat
Oktober 20, 2006

COMES: Kurang dari setengah hari, kemarin, Rabu (18/10), pasukan penjajah Zionis Israel menyerbu kota-kota dan desa-desa Tepi Barat dan menculik lebih dari 35 warga Palestina, termasuk sejumlah anak-anak.
Operasi penculikan terbesar terjadi di kota Qubatia, sebelah selatan Jenin, wilayah utara Tepi Barat, di mana pihak penjajah menculik sebanyak 20 orang warga termasuk sejumlah anak-anak. Aksi ini terjadi setelah pasukan penjajah Zionis Israel mengumpulkan puluhan warga lelaki di sebuah sekolah dan kaum wanita di sebuah masjid. Selanjutnya mereka melakukan penggeledakan dari satu rumah ke rumah sambil menghancurkan tembok dan dinding.
Sementara di kota Nablus, wilayah utara Tepi Barat, penjajah Zionis Israel menculik 5 orang warga Palestina, di antaranya seorang pemimpin lapangan “Brigade al Aqsha”, sayap militer gerakan Fatah, dan seorang pengawalnya.
Sumber-sumber keamanan Palestina mengatakan, sejumlah kendaraan militer Zionis Israel menyerbu desa Beit Iba dan menggerebeg rumah-rumah yang ada di desa tersebut, sebelum akhirnya menculik dua orang bersaudara, Khaled Ismail Ramadhan (37) dan Muhammad Ramadhan (22), serta seorang pemuda desa tersebut.
Penjajah Israel juga menculik 7 orang Palestina di antaranya seorang bocah dengan dalih melakukan penebangan pohon di dekat permukiman Yahudi Beit Haghay. Sementara itu di Ramallah, pihak otoritas tahanan Israel menculik seorang pemuda saat tengah mengunjungi saudaranya yang ditawan Israel di penjara Ofer. Pihak tahanan Israel berdalih mencoba menyelundupkan pisau dan sebuah senjata ke dalam penjara.
Hampir setiap hari pasukan penjajah Zionis Israel melakukan penyerbuan ke kota-kota dan desa-desa Palestina di Tepi Barat yang disertai dengan oparasi penculikan di kalangan warga. Sampai saat ini, jumlah warga Palestina yang mendekam di dalam penjara Zionis Israel mencapai lebih 12 ribu jiwa.
Aksi ini semakin meningkat di lakukan Zionis Israel pada bulan Ramadhan, khususnya setelah ancaman yang dilakukan pihak militer Israel untuk melakukan eskalasi militer di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sebagai upaya untuk menekan bangsa Palestina dan pemerintahnya yang mengalami embargo dari luar akibat pilihan demokratis yang mereka lakukan. (seto)
Abbas Tuduh Pemerintah Haniyah Bertanggung Jawab Atas Krisis Politik
Oktober 20, 2006

COMES: Presiden Palestina Mahmud Abbas melimpahkan tanggung jawab kepada pemerintah Haniyah atas kebuntuan politik yang terjadi saat ini karena menolak mengakui eksistensi Zionis Israel dan menolak inisiatif Arab.
Dalam pertemuan pers di kantornya di Ramallah, Abbas mengatakan bisa jadi pihaknya membentuk pemerintahan kredibel yang berasal dari orang-orang independent, apabila pilihan pemerintahan persatuan nasional gagal, sebagai jalan keluar dari krisis yang dialami bangsa Palestina saat ini akibat boikot internasional terhadap pemerintahan yang dipimpin Gerakan Perlawanan Islam Hamas.
Abbas mengklaim, ide pembentukan pemerintahan kredibel untuk jangka waktu tertentu mendapatkan dukungan luas dari bangsa Palestina. Pemerintahan ini, menurutnya, tidak membebani satu pun dari kelompok-kelompok yang ada untuk melepaskan apa yang tidak diinginkan, pada saat tidak dicapai kesepakatan tentang pemerintahan persatuan nasional.
Abbas menambahkan, bila tidak bisa dibentuk pemerintahan kredibel maka akan dicari alternatif alternative lain, tanpa menutup kemungkinan pelaksanaan referendum seputar inisiatif yang arahnya untuk tujuan ini. Abbas mengancam bahwa “langkah-langkah konstitusional” ini akan diambilnya dalam waktu sangat dekat “guna menyelamatkan kondisi Palestina dari krisis yang dialaminya.” (seto/aljzr)
Al Aqsha Menyambut Malam 27 Ramadhan
Oktober 20, 2006
COMES: Meski Israel memberlakukan prosedur sangat ketat dengan mengelung masjid al Aqsha dan melarang orang-orang Palestina masuk ke dalamnya, namun persiapan besar menyambut malam 27 Ramadhan nampak di kota al Quds (Jerusalem).
Dalam pernyataannya, Yayasan al Aqsha untuk pemakmuran tempat-tempat suci Zislam mengatakan, “Kami menyerukan kepada warga kami di dalam Palestina, di al Quds dan desa-desa sekitarnya, bahkan kepada semua yang bisa masuk ke kompleks masjid al Aqsha guna menghidupkan malam Lailatul Qadr dengan melaksanakan shalat, iktikaf, tahajud dan qiyamul lail di sana.”
Yayasan al Aqsha menambahkan, “Untuk mempermudah bagi siapa saja yang berniat menghidupkan malam Lailatul Qadr di masjid al Aqsha, maka kami menyerukan kepada semua pihak untuk ikut serta dalam bukan puasa bersama akbar yang dilakukan Yayasan al Aqsha dengan menyediakan puluhan ribu hidangan buka puasa bagi para shaimin (orang-orang yang berpuasa) yang ada di dalam masjid al Aqsha.”
Ketua Yayasan al Aqsha, Syaikh Ali Abu Syaikha mengatakan, “Kami saat ini telah menyediakan 200 bus untuk mengangkut warga kami di dalam Palestina guna menghidupkan malam Lailatul Qadr di masjid al Aqsha. Berbagai rencana dan program telah ditetapkan untuk memberikan kemudahan dan koordinasi datangnya puluhan ribu warga Palestina.” (seto/istod)