Arsip untuk Januari, 2007

“Project Downtown” Muslim AS: Kami Melakukan Ini Karena Allah Swt

Januari 25, 2007

Mahasiswa Muslim sukses menggalang aksi sosial bagi para tunawisma di kawasan Miami-Dade County, sebelah tenggara Florida. Namun aksi mereka dicurigai sebagai propaganda.

Aksi sosial itu mereka beri nama Project Downtown (PD). Setiap minggu, pada hari Jumat, para anggota proyek tersebut berkumpul di area parkir gedung pemerintah di First St. Di sana mereka membagi-bagikan makanan dan pakaian pada sekitar 100 orang tunawisma.

Ahmed Howeedy, mahasiswa kedokteran tahun keempat University of South Carolina di Tampa yang menjadi anggota PD mengatakan, aksi sosial ini mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan dan toko-toko roti yang menyediakan persediaan makanan untuk dibagi-bagikan.

Sedangkan dana dalam bentuk uang untuk kegiatan ini, menurut Howeedy, mereka dapatkan dari sumbangan anggota PD dan para sukarelawan. Para sukarelawan ini bukan hanya dari kalangan Muslim tapi juga non-Muslim.

“Inilah yang kita inginkan. PD ingin melihat semua orang bersatu tanpa melihat latar belakang kepercayaannya, ” ujar Howeedy.

Project Downtown didirikan pada musim semi 2006 oleh enam orang mahasiswa yang ingin memberikan pelayananan bagi masyarakat. Dalam beberapa bulan saja, anggota komunitas ini bertambah menjadi 50 orang dan terus berkembang hingga sekarang.

Kegiatan para mahasiswa Muslim ini memberi dampak positif mengingat jumlah tunawisma di Miami-Dade County cukup banyak. Berdasarkan sensus pada bulan Juli 2006, diperkirakan ada 5.015 tunawisma di kawasan yang berpenduduk hampir 2, 4 juta jiwa itu.

Karena aksi sosial mereka sukses, tim dari Miami mempresentasikan kegiatan PD pada Muslim Student Association (MSA). MSA lalu berniat untuk menjadi sponsor dan menjadikan PD sebagai kegiatan nasional. Selain pada MSA, tim PD juga mengenalkan proyek mereka pada lebih dari 200 mahasiswa saat konferensi Islamic Society of North America.

Nilai lebih kegiatan Komunitas PD, mereka tidak hanya membagi-bagikan makanan dan pakaian tapi juga bersosialisasi dengan para tunawisma itu. Tak heran jika para tunawisma tersebut menganggap para mahasiswa itu sebagai keluarga kedua mereka.

Tiap habis sholat Jumat, mereka menunggu kedatangan para mahasiswa bukan hanya untuk mendapatkan bantuan makanan dan pakaian saja tapi juga berbincang dan berdiskusi.

“Beberapa orang berpikir ini semata-mata cuma soal makanan. Bukan. Project Downtown tidak berhubungan dengan perut yang lapar, tapi terkait dengan hati-hati yang kosong, ” tukas Howeedy.

Beberapa tunawisma di Tampa kerap mengeluh, karena orang-orang datang pada mereka dan memberi makanan seolah-olah mereka hewan. Namun, mereka mengakui apa yang dilakukan tim PD berbeda, mereka bisa merasakan kepedulian dan cinta ketika mereka berkumpul dengan tim PD.

“Saya mencintai mereka” kata Mike Holloway, tunawisma yang pindah dari North Carolina ke Miami-Dade County.

Dituduh Propaganda

Niat baik para mahasiswa Muslim itu, tidak selalu mendapat tanggapan positif. Ada pihak-pihak yang justri mencurigai kegiatan mereka dengan tudingan yang keji.

Sejumlah situs internet seperti militanIslammonitor. Org dan pipeline. Org mengecam kegiatan komunitas mahasiswa Muslim itu. Mereka menuduh bahwa para mahasiswa itu membagi-bagikan al-Quran dan melakukan propaganda agama Islam sambil memberikan sandwich dan pakaian bekas.

Tudingan itu dibantah PD. “Kami melakukan ini bukan untuk meningkatkan citra Muslim dan bukan untuk mengubah agama orang lain. Kami melakukan ini karena Allah memerintahkannya dan Allah menyukainya. Kami ingin melakukan apa yang dicintai Allah dan mendorong orang lain untuk melakukan apa yang Allah sukai, ” tukas Howeedy.

Sementara Direktur Eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR) Cabang Florida, Altaf Ali atas tudingan miring itu mengatakan, “Apa yang terjadi adalah makin banyak orang melihat mereka (tim PD), makin banyak yang mulai menunjukkan minat terhadap keyakinan mereka.”

“Jika mereka minta al-Quran, mereka mendapat satu. Tapi satu hal, Islam tidak memaksa orang masuk Islam. Kami memberi contoh saja, ” sambung Ali.

Ali yang juga menjalin kerjasama dengan mahasiswa dalam kegiatan Feed the Homeless di Pompano Beach pada bulan Oktober lalu, mengaku terkesan dengan energi para mahasiswa itu.

“Mereka kelompok yang sangat sederhana. Karena merekalah proyek ini unggul, ” pujinya. (ln/iol)

Tim Investigasi Poso: DPO Mengaku Diperlakukan Buruk Oleh Aparat

Januari 25, 2007

Anggota Tim Invetigasi Kasus Poso DPR Rendy Lamajido mengatakan, beberapa orang anggota DPO kasus Poso yang mengadu ke DPR menyatakan tidak ingin menyerahkan diri, karena merasa takut dengan aparat kepolisian.

“DPO itu mengadu kalau mereka dipukuli, dan dipaksa menandatangi berita acara lalu kemudian ditahan, wajar mereka tidak mau menyerahkan diri lagi, ” ujarnya ditemui disela Rapat Kerja Pansus RUU Tata Ruang, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/1).

Menurutnya, untuk penyelesaian kasus Poso harus dilihat secara menyeluruh, karena urutan peristiwanya mempunyai latar belakang yang berbeda-beda.

Lebih lanjut Rendy menegaskan, pemerintah perlu membuat suatu penegakan hukum (justice enforcement) yang baik untuk meredakan konflik Poso.

Ia menambahkan, rencananya besok, Jum’at (26/0) tim investigasi Poso DPR akan berangkat ke Poso, Sulawesi Tengah untuk memantau keadaan dan melakukan pendekatan dengan masyrakat. Selain itu Tim juga akan melakukan pemantauan peredaran senjata ilegal dan menyelidiki apakah upaya penangkapan DPO yang dilakukan oleh Densus 88 Polri sudah sesuai dengan prosedur.

“Penyerbuan harusnya dilakukan oleh TNI bukan Polri, dan penyerbuan juga ada prosedurnya, ini akan diselidiki, ” tandasnya. (novel)

Sabtu, Aktivis Anti Perang Akan Gelar Aksi Massa Besar-Besaran di Washington

Januari 25, 2007

Aktivis perdamaian dari berbagai organisasi anti peperangan akan berkumpul di Washington, Sabtu (27/1) lusa untuk menggelar aksi unjuk rasa, yang diharapkan akan menjadi aksi massa terbesar untuk menentang perang AS di Irak.

Tom Andrew, mantan anggota kongres dari Partai Demokrat yang sekarang mengelola organisasi Win Without War menyatakan, aksi massa itu akan melibatkan antara lain True Majority, Working Assets, RainbowPUSH Coalition, National Organization for Women dan United for Peace and Justice (UFPJ).

Leslie Cagan dari UFPJ pada Inter Press Service (IPS) mengatakan, energi gerakan anti peperangan makin memuncak sejak pemilu sela di AS November 2006 lalu, ketika para pemilih mengakhiri mayoritas Partai Republik di Senat maupun di dewan perwakilan rakyat.

“Para pemilih di negeri ini memperhitungkan bahwa mereka bisa memanfaatkan pemilu November sebagai kendaraan untuk menyuarakan perlawanan mereka terhadap perang. Apa yang terjadi di sana adalah, para pemilih memberi mandat pada Kongres untuk mengakhiri perang di Irak dan memulangkan para tentara, ” papar Cagan.

Ia menyatakan, para aktivis perdamaian menilai hasil pemilu itu cukup sukses dan membuat mereka optimis bahwa aksi massa besar-besaran yang akan mereka lakukan akan berdampak.

“Setelah pemilu itu, banyak orang yang mulai mengatakan pada kami ‘well, apa yang akan dilakukan Kongres?’ Kami segera menyadari bahwa pertanyaan sesungguhnya adalah ‘apa yang akan kita lakukan untuk mendorong Kongres melakukan apa yang mereka katakan agar terpilih’ dalam pemilu kemarin, ” tukas Cagan.

Ia menyambung, “Makanya kami berpikir bahwa kami harus mengajak rakyat ke Washington secepat mungkin setelah Kongres yang baru mulai melakukan tugasnya.”

Para aktivis perdamaian itu menyatakan, mereka harus berjuang keras jika ingin mengakhiri perang. Apalagi Presiden Bush menyatakan akan mengirimkan 21.500 pasukan tambahan ke Irak dan sekitar 3.000 di antaranya kini sedang dalam perjalanan.

Dalam pidato tahunannya bertema State of the Union, hari selasa kemarin, Bush mengatakan bahwa ia memilih tindakan ini karena akan memberi peluang untuk menang di Irak.

Lebih lanjut Leslie Cagan mengatakan, “Itulah sebabnya, sangat penting untuk terus melakukan tekanan. Kami mendorong setiap orang yang setuju dengan kam, yang bisa datang ke Washington akhir pekan ini, untuk bergabung dengan kami.”

“Kami tahu ini negara besar, tidak semua orang bisa datang. Itulah sebabnya, kami mengorganisir aksi massa di lebih dari 50 kota di seluruh negeri, termasuk Los Angeles, San Francisco dan Seatlle, ” tandasnya. (ln/antiwar. Com)

Mufti al Quds: Gambar Kubah Shakhra’ Ditempel Pada Botol Minuman Keras

Januari 25, 2007


Infopalestina-Al Quds: Mufti al Quds dan Khatib Majid al Aqsha, Syaikh Muhammad Husain mengecam keras tindakan yang dilakukan perusahaan Zionis Yahudi yang memasarkan botol minuman keras dengan menempel foto masjid Kubah Shakhra’ dan kota al Quds.

Menurutnya ini adalah pelanggaran yang melecehkan perasaan satu setengah milyar warga muslim dunia. Dia menegaskan botol-botol ini diproduksi di Ukraina dan diimpor ke Israel untuk dipasarkan. Hal yang sama sebebarnya juga pernah dilakukan sebelumnya dan mendapatkan kecaman keras dari warga Palestina. Namun perusahaan Zionis Yahudi ini ternyata kembali melakukan hal serupa.

Syaikh Husain menjelaskan, penjajah Israel melakukan dengan segenap cara dan jalan untuk melenyapkan masjid al Aqsha. Baik itu melalui penggalian terowongan atau melakukan penyesatan gambar. Yaitu dengan menunjukan gambar masjid Kubah Shakhra’ di botol-botol minuman keras. Tujuannya jelas untuk menunjukan bahwa masjid al Aqsha seolah-olah masih eksis dengan kokoh.

“Mereka sengaja melakukan penyesatan opini. Sehingga apabila terjadi sesuatu terhadap al Aqsha, maka dunia tidak akan turun tangan karena Kubah Shakhra’ (yang digambarkan sebagai masjid al Aqsha) masih ada. Penjajah Israel ingin mengelabui dunia luar bahwa Kubah Shakhra’ adalah masjid al Aqsha,” jelasnya.

Untuk itu, Mufti al Quds ini menyerukan kepada media massa untuk menjelaskan perbedaan antara masjid al Aqsha yang ingin dilenyapkan oleh pihak Zionis Israel dengan Kubah Shakhra’, yang juga mendapatkan ancaman dari mereka.

Syaikh Husain juga menyerukan kepada para pemimpin Arab dan Muslim untuk melakukan tekanan terhadap negara-negara yang ada perusahaan-perusahaan seperti ini, yang melakukan pelecehan terhadap tempat-tempat suci Islam. Agar mereka tidak tinggal diam dan menganggap sepele masalah seperti ini. (pic/seto)

UNRWA: Program Darurat Kemanusiaan Palestina 2007 Terancam

Januari 25, 2007



Infopalestina – Al-Quds; Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengingatkan bahwa program bantuan darurat PBB di wilayah p terancam bubar jika Negara-negara donor tidak memberikan janjinya berupa bantuan yang anggarannya mencapai 246 juta USD untuk tahun 2007 ini.

Pernyataan ini disampaikan oleh delegasi UNRWA saat berkunjung ke kamp pengungsi Palestina di Tepi Barat. Kunjunganya juga beserta sejumlah perwakilan Negara donor ke kamp pengungsi Nablus. mereka melihat sendiri penderitaan para pengungsi akibat kejahatan Israel yang semakin meningkat.

Mereka juga berkunjung ke sekolah kamp Tulkarm, pusat distribusi bahan makanan dan kesehatan di desa Kafr Jamal disamping ke RS Qalqiliah dan sejumlah sentral UNRWA lainnya.

Fhilip Grandi, wakil ketua UNRWA penjelasan kepada wakil-wakil Negara donor soal kesulitan dana yang dalam program badan bantuan ini. Sebab hingga sekarang UNRWA hanya menerima setengah juta USD saja dari anggaran yang dibutuhkan pada tahun 2007. jika hingga Februari tidak ada dana masuk maka akan ber[engaruh nagatif terhadap program bantuan untuk Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang tujuannya untuk meringankan penderitaan pengungsi Palestina.

Sebagian wakil Negara donor menyatakan kesiapannya untuk mengucurkan dana dalam program bantuan ini. (atb)

Katzav Dituduh Memperkosa dan Berkhianat Pada Negara

Januari 25, 2007



infopalestina-Nazaret :Penasehat hukum pemerintah Israel, Menachem Mazoz mengadukan secara resmi presiden Israel, Mushe Katzav sebagai pelaku pemerkosaan terhadap lima wanita yang bekerja di kantornya.

Disamping itu ada berbagai tuduhan lain, berupa penyalahgunaan kekuasaan dengan memberi pengampunan penjara dalam pemerintahanya.

Dalam surat pengaduan tersebut, Katzav dituduh telah melakukan penyelewengan seksual terhadap lima wanita yang bekerja di kantornya saat menjabat presiden Israel. ia juga dituduh telah melakukan penipuan dalam beberapa hal.

Dalam surat keterangan dari departemen hukum dan undang-undang Israel disebutkan, terdapat bukti-bukti yang cukup kuat yang dapat menghadapkan Katzav ke pengadilan, dengan tuduhan melakukan pemerkosaan terhadap lima pegawai wanitanya.

Mazoz juga menuduh Katzav telah melakukan penyelewangan dan pengkhianatan pada Negara, berupa penyalahgunaan wewenang presiden dengan memberi pengampunan penjara.

Presiden Moshe Katsav tampaknya tidak bisa lagi menghindar dari tuduhan pelecehan seks yang dilakukannya. Pasalnya, polisi Israel menyatakan punya cukup bukti untuk mengadili dia dengan tuduhan perkosaan dan penyadapan telepon. Pernyataan Polisi menyebutkan, ”Ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus presiden melakukan pemerkosaan, memaksa seseorang berhubungan seks dengan dia, dan melakukan pelecehan seksual”.

”Ada cukup bukti yang menunjukkan pelanggaran hukum yang dilakukan presiden, yaitu menyadap telepon,” tambah pernyataan tadi.

Menurut penasehat hukum ini, pihaknya menemukan dasar-dasar bagi tuduhan kecurangan dan penyalahgunaan kekuasaan menyangkut pengampunan yang diberikan presiden satu dari beberapa kekuasaan presiden.

Mazoz memutuskan untuk menolak pembelaan dari pihak Katzav bahwa dirinya korban ”hukuman publik tanpa pengadilan maupun pemeriksaan”. Karena tidak cukup bukti.

Terakhir menachem meminta dewan Knesset untuk mencopot Moshe Katzav dari jabatanya segera.(pi/asy)

Haneya Ingatkan Ancaman Yahudisasi Al-Quds Oleh Israel

Januari 25, 2007



infopalestina-Gaza : rapat pekanan dewan cabinet Palestina kemarin Seslasa (23/1), Ismael Haneya menegaskan pihaknya sangat berkepentingan untuk menyukseskan dialog nasional dengan memberikan berbagai kemudahan.

Dialog ini diharapkan mencapai hal-hal positif dan mengeluarkan bangsa ini dari krisis dalam negeri.

Ia mengisyaratkan, pertemuan antara presiden Palestina, Mahmud Abbas dan ketua biro politik Hamas dua hari yang lalu di Damaskus membuahkan hasil yang positif bagi situasi dalam negeri Palestina.

Di sisi lain, Haneya mengecam perluasan permukiman di wilayah Al-Quds oleh pamerintah Israel. Ia juga menentang pembangunan kuil sinagog yahudi di areal Masjid Al-Aqsha.

Tindakan itu, ungkap Haneya sebagai bentuk permusuhan Israel terhadap bangsa Palestina dan bentuk penjajahan secara nyata, melalui program yahudisasi Al-Quds. Pemerintah Palestina berkepentingan untuk mendukung segala upaya masyarakat AL-Quds dalam menghadapi aksi sepihak Israel ini.

Di samping itu, perdana menteri Palestina ini menegaskan, pihaknya terus memantau kondisi para pengungsi Palestina di Irak dan telah menghubungi berbagai pihak luar negeri untuk memberikan pertolongan secepatnya serta memberikan perlindungan pada mereka.

Haneya meminta semua pihak yang terkait masalah pengungsi melakukan tindakan serius menyelamatkan para pengungsi Palestina di Irak.

Terkait situasi dalam negeri, Haneya mengecam pengebom terhadap kantor berita Al-Arabia. Ia menganggap tindakan ini telah melanggar undang-undang kebebasan pers. Ia berjanji akan menyelediki kasus ini. (pi/asy)

Separuh Hari di Ghaza: Forum Dialog Nasional, Kontak Senjata dan Serangan Zionis

Januari 25, 2007

Sejumlah faksi Palestina berhasil menuntaskan dialog nasionalnya yang pertama kali. Mereka sepakat terhadap sejumlah agenda dan mekanisme yang akan dilakukan untuk membentuk pemerintahan koalisi nasional, serta menghilangkan berbagai kendala yang menghalangi.

Pada saat yang sama, tak lebih dari 12 jam setelah dialog nasional dilakukan, kontak senjata kembali terjadi antara pendukung dua organisasi besar Palestina, Fatal dan Hamas. Sementara di tempat yang lain, tentara Israel membunuh seorang pemuda Palestina dan melukai dua orang lainnya di perbatasan Ghaza.

Menurut sejumlah sumber Palestina yang turut serta dalam dialog nasional, forum pertama dialog yang dimulai di Ghaza hari Selasa (23/1) menghasilkan beberapa rumusan. Antara lain menyepakati lima poin strategis Palestina yakni, pembentukan pemerintahan koalisi nasional, menghidupkan kembali secara aktif organisasi PLO, membentuk dewan keamanan nasional, membuat lembaga social dan local di atas sistem demokrasi, dan membentuk front perlawanan koalisi. Dalam dialog nasional itu, hadir hampir seluruh faksi dan utusan dari daerah.

Daud Syehab, utusan Harakah Jihad Islami yang ikut dalam forum itu mengatakan, “Dialog yang terjadi membincangkan tema pembentukan pemerintahan koalisi nasional dari dua sisi. Pertama dari aspek pembagian kursi kabinet dan kedua, program politik pemerintahan koalisi yang akan dibentuk.” Ia menjelaskan juga bahwa untuk pembentukan pemerintah koalisi akan dibahas kembali pada tiga kali pertemuan.

Syehab menjelaskan sikap gerakannya yang akan berupaya berkolaborasi dengan seluruh eleven untuk mensukseskan terbentuknya pemerintahan koalisi tersebut. “Kami akan mendukung dan memberi bantuan sepenuhnya untuk pemerintahan koalisi, tapi kami tidak akan terlibat dalam pemerintahan tersebut nantinya.”

Sementara Dr. Shalah Barduail, wakil dari Dewan Parlemen utusan Hamas mengatakan, bahwa forum dialog nasional itu telah berhasil menyepakati rapat pertama untuk membicarakan program pemerintahan koalisi yang sesuai dengan piagam kesepakatan nasional. Dalam perbicangan lewat telepon dengan Islamonline, ia menyebutkan, “Sudah dibentuk satu tim khusus untuk membahas sejumlah program yang akan dijukan pada pertemuan hari Jumat mendatang (26/1). Semua masalah berjalan dengan baik. Karena tidak terjadi ketegangan dari semua pihak.”

Akan tetapi beberapa jam setelah pertemuan tersebut, terjadi lagi kontak senjata hingga melukai empat orang Palestina. Polisi keamanan Palestina bentrok dengan pendukung gerakan Fatah, namun masing-masing melemparkan tuduhan pihak lainlah yang memicu kontak senjata. Jubir Kepolisian Palestina, Islam Syahawan mengatakan, kontak senjata terjadi sejak dilarangnya sejumlah orang bersenjata yang bekerja menjaga rumah sakit di Beit Hanun oleh kepolisian. Itu karena ada sejumlah orang Fatah dengan membawa senjata memasuki rumah sakit. Situasi ini yang mendorong sejumlah orang Fatah melakukan perlawanan dan menyerang sejumlah lokasi polisi di dalam kota. Lalu terjadilah kontak senjata itu.

Disisi lain, Fatah justru menuding kepolisian Palestina dan anasir Batalyon Al-Qassam sayap militer Hamas yang menyerang pos pemimpin Fatah di Beit Hanun. Setelah itu, kelompok Fatahpun melakukan aksi pembalasan.

Total konflik senjata internal Palestina, sampai saat ini telah menewaskan 30 orang minimal. Konflik ini meletup setelah Presiden Palestina Mahmud Abbas menyerukan percepatan pemilu presiden dan pemilu parlemen, yang kemudian ditolak oleh Hamas karena seruan itu dianggap inkonstitusional.

Dipihak lain, Zionis Israel terus menerus melancarkan aksi pembunuhannya. Seorang pemuda Palestina augur di perbatasan Kisufim, Timar Ghaza. Ia tertembak oleh peluru yang ditembakkan tentara Israel dari pos perbatasan. Mahran Zakariya, nama pemuda itu, berusia 17 tahun. Perutnya sobek oleh tembakan tentara Israel dan langsung wafat di tempat. Menurut para petugas rumah sakit, “Maharan tidak berafiliasi pada kelompok perlawanan apapun.” (na-str/iol)

Tahukah Anda? Hubungan Dagang Indonesia-Israel Telah Legal

Januari 25, 2007

Seorang dokter bedah Indonesia yang sering bepergian ke medan konflik di seluruh dunia seperti Afghanistan, Irak, Lebanon, Palestina, Somalia, dan lain-lain pernah memaparkan kekesalannya atas pengiriman tenaga-tenaga medis Indonesia ke Israel dalam rangka pelatihan ICU (Intensive Care Unit).

Saat bertemu Eramuslim pertengahan Januari lalu, si dokter yang tidak ingin namanya ditulis karena takut menyulitkannya jika ingin bepergian ke luar negeri mengatakan, rumah-rumah sakit besar yang ada di Indonesia, terutama di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, sudah lazim mengirim tenaga-tenaga medisnya untuk mendapat pelatihan ICU di Israel.

“Fasilitas dan keahlian ICU di Israel memang nomor satu di dunia. Sebab itu menjadi tujuan utama bagi pelatihan ICU di seluruh dunia, termasuk bagi dunia medis Indonesia, ” ujarnya sembari.

Sang dokter juga menyatakan banyak peralatan ICU yang ada di rumah-rumah sakit besar di negeri ini dibeli dari Israel.

Selain dunia medis, Eramuslim juga mendapatkan data bahwa TNI juga telah melakukan pembelian sejumlah senjata api jenis senapan sniper seperti Galil-Galatz keluaran Israeli Military Industries (IMI) beberapa tahun lalu. Kasus ini pernah mengemuka dan menjadi perdebatan publik beberapa waktu lalu namun isunya menguap begitu saja seiring berjalannya waktu.

Kenyataan-kenyataan ini sebenarnya aneh. Karena secara tegas dan jelas, Konstitusi Negara kita, UUD 1945, bersikap anti terhadap penjajahan dalam segala bentuk di muka bumi. Indonesia juga tidak pernah sudi membuka hubungan diplomatik dengan Israel, karena “Negara” itu berdiri di atas tanah milik bangsa Palestina.

Lantas, mengapa terjadi hubungan dagang seperti itu antara Indonesia dengan Zionis-Israel?

Jawabannya ada kala Abdurrahman Wahid masih menjabat sebagai Presiden RI. Kala itu di tahun 2001, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Luhut Binsar Pandjaitan meneken Surat Keputusan Menperindag No.23/MPP/01/2001 tertanggal 10 Januari 2001 yang melegalkan hubungan dagang antara RI dengan Zionis-Israel.

Walau mendapat reaksi keras dari rakyatnya, tapi Abdurrahman Wahid tak bergeming. Dan ironisnya, hingga Abdurrahman Wahid terjungkal dari kursi kepresidenannya, dan digantikan oleh Megawati lalu sekarang Susilo Bambang Yudhoyono, SK kontroversial dan mengkhianati amanah konstitusi ini masih saja aman alias belum disentuh sedikit pun, apalagi dicabut. Padahal SK ini wajib dicabut.

Mudah-mudahan, wakil-wakil rakyat kita baik yang di pusat maupun daerah tergerak hatinya untuk sesegera mungkin memasukkan agenda pencabutan SK tersebut hingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, hubungan haram ini berakhir. Amin. (Rz)

Heboh, Presiden Israel Dituduh Memperkosa

Januari 25, 2007

Isu panas tengah menggoyang penguasa Zionis Israel. Jaksa Agung Israel Menachem Mazuz, akhirnya mengajukan gugatan terhadap Presiden Israel, Moshe Katsav atas kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap sejumlah pegawai wanita.

Selain tuduhan prilaku amoral itu, Katsav juga dituding melakukan penyelewengan kekuasaan selama menjabat sebagai Presiden. Inilah pertama kalinya dalam sejarah, kasus gugatan yang ditimpakan terhadap seorang Presiden. Dan ini terjadi di Israel.

Menurut Jaksa Agung, ia telah memberi kesempatan terakhir kepada Moshe Katsav untuk membela diri secara hukum sebelum dijatuhkan padanya vonis atas tuduhan tersebut. Ia bahkan mengusulkan digelarnya forum khusus untuk hearing bantahan Presiden yang diselenggarakan dengan hati terbuka.

Pihak pengadilan menyebutkan juga telah memberi waktu tertentu diselenggarakannya forum ini dalam waktu dekat. Disebutkannya bahwa tuduhan yang disampaikan meliputi pemerkosaan terhadap seorang wanita dari empat orang pegawai wanita yang mengadu telah mengalami pelecehan seksual oleh Katsav. Konon, kasus itu terungkap melalui bukti antara lain penyadapan telepon yang datanya ada di tangan kepolisian Israel.

Sementara itu, David Lebai, pengacara Katsav mengatakan pada pers bahwa ia yakin Jaksa Agung akan mencabut gugatannya karena ternyata bukti yang diajukan tidak sama dengan kasus yang disampaikannya. Ia juga menambahkan bahwa kliennya, Katsav, yakin dirinya hanya menjadi objek tuduhan palsu dari orang-orang yang ingin menggulingkannya dari kedudukannya saat ini dan ia tetap akan bertarung untuk membuktikan dirinya tidak terkait tuduhan keji itu. Ia menolak bila Katsav dikatakan menutup diri dari pers karena dalam waktu dekat, menurut pengacaranya, Katsav juga akan menggelar konferensi pers dan ia juga siap menghadapi pertanyaan apa saja.

Tapi pihak Jaksa Agung mengatakan bukti-bukti yang diajukan telah mencukupi, selain itu kasus ini telah diteliti selama berbulan-bulan dan menyangkut sejumlah tokoh wanita Israel ternama. Masalahnya adalah, Katsav tidak mungkin diajukan di pengadilan selama ia masih menjabat presiden. Katsav baru bisa diadili bila jabatannya dicopot oleh Knesset. Katsav sendiri menduduki kursi Presiden Israel sejak tahun 2000 dan baru akan berakhir kekuasaannya pada bulan Juli mendatang. (na-str/aljzr)