Arsip untuk Februari, 2007

Tahukah Anda? Katolikisme Sarat dengan Ritus Paganisme

Februari 28, 2007

Kerangka besar novel ‘The Da Vinci Code’ dan juga pendahulunya, ‘Angels & Demons’, yang ditulis Dan Brown, berkisah tentang pertempuran antara Gereja Katolik melawan Kelompok Kabbalah yang diwakili oleh Ordo Sion dan Illuminati.

Menurut penelitian banyak sejarawan Eropa, kedua kelompok ini—Vatikan dan Kabbalah—memang memiliki kepentingan yang saling bertentangan.

Vatikan yang mengklaim diri sebagai satu-satunya pihak, pewaris yang sah, atas kunci Gereja Yesus Kristus, menyatakan dirinya sebagai Tahta Suci dan semua kekristenan yang ada di dunia ini wajib menginduk kepadanya hingga datangnya Maranatha (The Second Coming) atau hadirnya kembali Yesus dalam wujud Tuhan seutuhnya, yang mereka yakini akan membawa semua umat manusia yang percaya pada Yesus ke dalam surga.

Klaim Vatikan ini sejak awal kekristenan telah ditentang habis oleh Kaum Yohanit (The Yohanit Church Sect) yang menganggap Yesus hanyalah manusia biasa, memiliki keturunan dari perkawinannya dengan Maria Magdalena yang diselenggarakan di Kana—salah satu kota suci Kristen ini sekarang masuk ke dalam wilayah Lebanon-dan mewariskan kunci gerejanya kepada isterinya, Maria Magdalena, bukan kepada Saint Peter, yang ditahbiskan menjadi Paus I.

Pertentangan ini bukan sekadar pertentangan biasa. Bahkan pada 1209-1229, puluhan ribu tentara Salib dari Eropa Utara diperintahkan oleh Paus Innocentius III untuk menggelorakan perang salib membantai ribuan orang-orang Kathari di wilayah pegunungan Albigensian, Perancis Selatan, yang notabene secara resmi juga kristiani. Kaum Kathari atau sebagian sejarawan menyebut mereka sebagai kaum Albigensian, dituduh oleh Gereja sebagai masyarakat yang melakukan heresy (bid’ah) terhadap protokolat religius Vatikan.

Perang Salib Albigensian ini selain memakan korban ribuan kaum Kathari juga telah membunuh ribuan warga Perancis Selatan yang sama sekali tidak bersalah. Seorang komandan lapangan Tentara Salib berkirim surat kepada Vatikan memohon petunjuk bagaimana agar pasukannya bisa memilah mana yang kaum Kathari dan mana yang bukan, surat jawaban dari Vatikan yang diketahui Paus Innocentius III sungguh-sungguh mengejutkan. Surat itu berbunyi:

“Bunuh semuanya! Tuhan akan bisa membedakan mana anak-anaknya dan mana yang bukan. ” Isi surat ini sampai sekarang masih lekat dalam ingatan masyarakat Perancis Selatan yang memang tidak pernah akrab dengan Vatikan.

Kathari atau Albigensian, merupakan pusat dari aktivitas Sekte Gereja Yohanit Eropa abad pertengahan. Ritual mereka banyak yang bersifat esoteris. Di salah satu kota kecil di wilayah ini, Aux en Povence, ajaran Kabbalah yang secara turun-temurun dipelihara dengan lisan, malah dibukukan dan menjadi kitab yang dianggap lebih suci ketimbang kitab apa pun.

Seluruh gereja yang berdiri di wilayah ini mengkultuskan Maria Magdalena dan menganggap Yesus hanyalah manusia biasa. Mereka meyakini The Messiah atau Sang Kristus melekat pada diri Santo Yohanes, bukan Yesus. Sebab itu mereka juga disebut sebagai Sekte Yohanit.

Keanehan Vatikan

Jika dalam sejarah, antara Sekte Yohanit (Kabbalah) dengan Tahta Suci Vatikan, dikenal sebagai seteru yang sangat sengit, namun dalam fakta arsitektural dan ritus Kekatolikan sendiri, ternyata Vatikan teramat banyak—bahkan kental—dengan simbol-simbol paganis-Kabalistik. Salah satunya—dan ini paling menyolok—adalah banyaknya simbol Dewa Matahari (Sol Invictus) dalam Katolikisme.

Misal, kita terbang rendah di atas Saint Peter Square atau Lapangan Saint Peter, tempat di mana jutaan umat Katolik biasa berkumpul bahkan sekadar untuk melihat wajah Paus yang berdiri di atas balkon, Saint Peter Square secara tegas menyimbolkan Simbol Baal dan Ishtar dengan di tengahnya berdiri sebuah Obelisk yang keseluruhannya memiliki arti sebagai Penyembahan Dewa Matahari (Sun Worship).

Simbol yang sama juga terdapat dalam selendang kepausan (Papal Stole). Bahkan di sekujur Gereja Saint Peter, banyak pula ukiran matahari seperti yang tampak di atas balkon kepausan, sebuah tempat di mana Paus biasa menyampaikan pesan-pesannya. Simbol yang sama (Sunburst Monstrance atau disebut juga Ostensorium) juga terdapat di puncak tongkat kepuasan.

Sesungguhnya, bila kita menengok sejarah kekristenan awal, kita akan menemukan bahwa simbol-simbol ini memang telah ‘merasuki’ Kekristenan sejak masa kekuasaan Kaisar Konstantin yang dikenal sebagai pencetus Konsili Nicea 325 M, sebuah konsili yang mungkin paling historis dalam sejarah kekristenan, karena dalam konsili itulah Yesus ‘disahkan’ menjadi Tuhan dalam wujud Trinitas.

Di masa Konstantin, seluruh simbol-simbol pagan Romawi Kuno dimasukkan menjadi simbol-simbol kekristenan dan diberi pengertian yang berbeda dari asalnya semula. Padahal, menurut akar sejarahnya, simbol-simbol ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ritus kelompok Kabbalah yang di permukaan dianggap sebagai musuh Vatikan.

Selain simbol Dewa Matahari, simbol salib, simbol burung merpati putih, dan nyaris seluruh simbol gereja yang ada sesungguhnya merupakan simbol Paganisme Kabalis. Dan hal itu sampai sekarang, setelah melewati rentang waktu berabad-abad, tetap terpelihara dengan baik. Kenyataan ini sungguh mengherankan dan mencuatkan pertanyaan besar:

“Adakah Tahta Suci Vatikan telah terkontaminasi oleh virus paganisme-Kabalis?” Jawaban atas pertanyaan ini mungkin hanya bisa dikemukakan oleh pakarnya. Wallahu’alam bishawab.(Rz)

DPR Geram dengan Provokasi Malaysia di Perairan Ambalat

Februari 28, 2007

Ketua DPR menyatakan geram atas provokasi yang dilakukan Malaysia dengan membiarkan sejumlah kapal perang dan pesawat udaranya memasuki Perairan Ambalat, diwilayah Laut Sulawesi pada 24-25 Februari lalu.

“Saya sangat geram melihat hal ini, sudah saatnya DPR dan pemerintah mempunyai konsen yang besar, jangan dilihat sebelah mata, “ujarnya ditemui, diGedung DPR, Jakarta, Rabu (28/2).

Menurutnya, penguatan TNI baik di darat, laut maupun udara harus dilakukan dengan mengalokasikan anggaran yang cukup kedepannya.

Lebih lanjut Agung menegaskan, sudah saatnya TNI bangkit kembali, agar Indonesia disegani di dunia Internasional.

“Jumlah senjata yang banyak dan sistem yang cangih belum cukup, alat utama yang dibutuhkan untuk pertahanan negara adalah disiplin yang tinggi, ” jelasnya.

Selain itu Agung mendesak, agar pemerintah segera mengeluarkan protes keras atas tindakan Malaysia yang memperlihatkan sikap kurang bersahabat dan tidak menghargai kedaulatan bangsa Indonesia. (novel)

Oposisi Tunisia Tolak Dialog dengan Rezim Penguasa

Februari 28, 2007

Partai-partai oposisi Tunisia menolak berdialog dengan rezim Tunisia sebelum adanya Undang-Undang Amnesti Umum dan Pembebasan Para Tapol. Selain itu, koalisi oposisi juga mengkritik keras rezim penguasa yang mencekal tokoh-tokoh yang melakukan hak-hak politiknya secara damai.

Sejumlah keluarga tapol telah berkirim surat kepada organisasi-organisasi HAM internasional agar menekan Rezim Tunisia yang memperlakukan para tapol secara tidak manusiawi, khususnya ratusan tapol yang ditangkap akhir-akhir ini atas tuduhan keterlibatan mereka terhadap aliran Salafiy Jihadiy.

Tuntutan koalasi oposisi itu mencuat dalam sebuah pertemuan tahunan keenam yang bertepatan dengan Hari Solidaritas Tapol Sedunia. Pertemuan itu bertemakan “Menuju Pembebasan Tapol, dan RUU Amnesti Umum untuk Para Korban Pemberangusan di Tunisia. ”

Acara tahunan ini terselenggara oleh organisasi-organisasi Tunisia, Maroko dan Arab di Paris bekerja sama dengan parpol-parpol dan LSM-LSM HAM di Tunisia dan didukung penuh oleh organisasi-organisasi HAM internasional.

Terkait pemberangusan terhadap aktifitas tokoh-tokoh politik di Tunisia, Mustafa Bin Ja’far, sekjen Partai Poros Amal dan Kebebasan mengatakan, “Larangan ini menyakiti kebebasan berkumpul yang telah dijamin oleh undang-undang. Pada dasarnya keberadaan parpol-parpol itu adalah untuk ikut serta dalam memberikan solusi terhadap kesulitan-kesulitan rakyat dan untuk mendengarkan mereka. ”

Ja’far berpendapat bahwa kesulitan terbesar di Tunisia saat ini adalah dibungkamnya para Tapol.

Karena itu, imbuh dia, saat ini diperlukan solusi secepatnya terkait masalah para tapol yang menjalani hidup dalam situasi sangat sulit, begitu juga dengan keluarga mereka.

Terkait kekerasan yang dilakukan anak-anak muda Tunisia akhir-akhir ini, Ja’far memberikan alasan bahwa, “Operasi aksi-aksi vandalisme sebagian anak-anak muda itu tak lebih akibat arogansi institusi penguasa di negeri kita dan ketertutupan mereka. ”

Dia menambahkan, kekerasan itu merupakan permulaan yang akan menuju ke arah yang lebih buruk jika penguasa tidak melakukan perbaikan kondisi dalam negeri.

Seperti diketahui pada penghujung 2006 dan awal Februari 2007 Tunisia kerap dihebohkan oleh kontak senjata antara pihak keamanan kontra kelompok-kelompok bersenjata. Pemerintah menuduh Salafiyyah Jihadiyyah sebagai pelaku kekerasan itu.

Pada 23 Februari 2007 lalu pemerintah Tunisia mencekal para aktifis politik, petinggi parpol dan LSM-LSM yang akan menghadiri sebuah diskusi yang diselenggarakan sebuah partai oposisi. Tercatat mereka yang dicekal itu antara lain mantan juru bicara Gerakan Kebangkitan Ali Al-Aridh dan Ketua Ikatan Wartawan Tunisia Lutfi Hajji.

Akhir-akhir ini tuntutan pembebasan para Tapol Tunisia semakin kencang. Pasalnya, sejumlah tapol dilaporkan meninggal di sel-sel tahanan, yang oleh Organisasi Solidaritas Tapol disebut sebagai ‘kematian pelan-pelan. ’

Dalam diskusi pekan lalu dipamerkan foto-foto 42 aktifis Gerakan Kebangkitan yang meninggal di sel-sel penjara atau saat mereka ditangkap atau pasca dikeluarkan dari penjara. Nama-nama yang meninggal itu antara lain Sahnun Al-Jauhari, Faishal Barakat dan Najah Al-Majiri.(ilyas/iol)

Pangeran Charles: McDonald’s Seharusnya Dilarang Saja

Februari 28, 2007

Menurut Pangeran Charles, kebijakan melarang resto-resto cepat saji seperti McDonald’s adalah hal yang penting dan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama mereka yang sedang melakukan diet.

Pangeran Charles mengungkapkan hal itu saat berkunjung ke Imperial College Diabetes Center di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab dalam rangka kampanye kesehatan masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Charles didampingi isterinya, Camilla.

“Sudahkah anda mencoba agar McDonald’s dilarang saja? Itulah kuncinya, ” ujar Charles menjawab pertanyaan seorang ahli gizi di pusat kesehatan itu, seperti dikutip Associated Press.

Pernyataan Pangeran Charles itu tentu saja membuat pihak McDonald’s kecewa. Juru bicara McDonald’s Nick Hindle mengatakan, apa yang dikatakan Pangeran Charles tidak mewakili menu-menu yang mereka sajikan dan di mana posisi mereka dalam bisnis makanan. Menurutnya, pernyataan Pangeran Inggris itu pernyataan yang sangat merugikan.

Hindle menambahkan, keluarga kerajaan seharusnya mendapatkan gambaran yang sebenarnya tentang bisnis mereka. Jubir McDonald’s itu juga menyindir bahwa putera Pangeran Charles sendiri, Pangeran Harry, pernah kedapatan sedang makan burger ayam McDonald’s pada tahun 2005.

Di Uni Emirat Arab, ada 25 oulet McDonald’s dan untuk mengkonter tudingan bahwa produk makanannya tidak sehat serta menyebabkan kegemukan, perusahan franchise asal AS itu mengeluarkan kebijakan untuk mencantumkan kandungan nutrisi dalam setiap menunya.

Uni Emirat Arab adalah salah satu negara yang jumlah kasus diabetesnya tertinggi kedua di dunia. Sekitar 40 persen populasi penduduknya memiliki resiko terkena penyakit itu, sementara 20 persen dari warganya yang berusia 20-79 tahun, sudah terdiagnosis mengidap penyakit diabetes. (ln/AP)

Mesir dan Saudi Minta Masyarakat Internasional Akui Pemerintah Palestina

Februari 28, 2007


 

Infopalestina: Kerajaan Arab Saudi dan Mesir, Selasa (27/02) menyerukan penggerakan upaya perdamaian di Timur Tengah dan pengakuan terhadap pemerintah persatuan nasional Palestina yang akan datang.

Seruan ini keluar dalam pertemuan antara raja Abdullah dan Presiden Mubarak di Arab Saudi, kemarin. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak menegaskan pentingnya memberikan kesempatan pembentukan pemerintah persatuan Palestina dan pencabutan embargo yang diberlakukan terhadap pemerintah Palestina.

Sebelumnya, Mesir telah menolak penetapan syarat sebelumnya terhadap pemerintah persatuan nasional Palestina yang akan datang. Kairo menyatakan bahwa pembebasan embargo ekonomi adalah masalah ada di tangan orang-orang Palestina sendiri.

Hal itu disampaikan jurubicara kepresidenan Mesir, Sulaiman Awad, usai pertemuan antara Mubarak dengan raja Abdullah II dari Yordania. Awad mengatakan, “Ada koordinasi dan musyawarat yang tiada putur antara Mesir dan Yordania. Hanya saja sikap Mesir adalah bahwa kami tidak bisa menetapkan syarat sebelumnya.”

Dia menegaskan keteguhan sikap Mesir terhadap persoalan Palestina. Dia menganggap sikap Palestina dan kebijakan pemerintahan adalah urusan internal Palestina sendiri. Dia menyatakan negaranya belum dan tidak akan campur tangan untuk memaksakan masalah kepada orang-orang Palestina. (seto)

Haniyah Minta Fatah dan Hamas Serahkan Nama Calon Menteri

Februari 28, 2007


 

Infopalestina-Gaza: PM Palestina Ismail Haniyah meminta gerakan Fatah dan Hamas menyerahkan nama-nama calon mereka untuk duduk di kursi kabinet pemerintahan mendatang, paling lambat Jum’at (02/03) depan. Hal tersebut ditegaskan Haniyah selama pertemuan dengan para utusan kedua gerakan di kantor PM di kota Gaza, Selasa (27/02), dalam musyawarah pembentukan pemerintahan persatuan.

Dalam pertemuan ini Haniyah menyampaikan kepada utusan kedua gerakan mengenai perkembangan terakhir terkiat dengan upaya pembentukan pemerintah, sikap-sikap berbagai faksi Palestina, sikap-sikap Arab dan internasional terhadap pembentukan pemerintah, kunjungan yang dilakukan Presiden Mahmud Abbas dan hasil-hasilnya, kunjungan Kepala Biro Politik Hamas Khaled Misy’al dan hasil-hasilnya, serta kontak yang dilakukan secara pribadi dengan berbagai pihak.

Sumber yang dikutip koresponden infopalestina menyebutkan, pertemuan ini berlangsung dalam suasana positif. Semua pihak menegaskan komitmennya pada pilihan persatuan nasional dan mengokohkan partisipasi yang sebenarnya antara anak bangsa Palestina. Semua pihak juga menegaskan pentingnya segera dilakukan pembentukan pemerintahan persatuan.

Dalam pertemuan ini juga dibahas kondisi lapangan dan peristiwa-peristiwa terakhir. Mereka menegaskan pentingnya pembentukan komisi bersama untuk mengembalikan kepercayaan antar kader dan unsur di dalam basic kedua gerakan dan revitalisasi peran aksi-aksi bersama.

PM Haniyah mengungkapkan harapannya pembentukan pemerintahan persatuan nasional Palestina dapat selesai dalam beberapa waktu ke depan.

Mengenai sikap tim kuartet yang terus menentang pembentukan pemerintahan persatuan nasional, Haniyah mengungkapkan harapannya agar tim kuartet merubah sikapnya untuk mengakhiri blockade terhadap bangsa Palestina, menghormati kehendak sah Palestina dan bekerjasama dengan pemerintah Palestina sebagai hasil kesepakatan  Palestina – Palestina. (pic/seto)

Pengamat: Perlawanan, Cara Terefektif Kembalikan Hak Palestina

Februari 28, 2007



Infopalestina – Beirut: Banyak pengamat Arab dan Palestina menegaskan, sejumlah indikasi situasi politik local, regional dan internasional menunjukkan bahwa program perlawanan sangat efektif untuk mengembalikan hak-hak rakyat Palestina.

Kesepakatan itu mereka sampaikan dalam dialog Kamis (22/02) yang digalang oleh Pusat Studi dan Konsultan “Az-Zaitun” yang digelar di Beirut, Libanon. Mereka menyimpulkan hal itu karena akar masalahnya adalah penjajahan yang masih bercokol di tempat suci dan tanah Palestina. Tajuk dialog itu adalah “harapan proyek perlawanan dan perdamaian bagi penyelesaian masalah Palestina” yang dihadiri para pengamat dan akademisi Palestina, Libanon dan Arab secara umum. 

Eksperimen perlawanan Palestina

Dalam dialog itu sejumlah tema dibahas. Di antaranya soal “eksperimen perlawanan Palestina” oleh Dr. Bayan Nuwaihidl dan “Eksperimen perundingan damai Palestina” oleh Dr. Jawwad Hamd.

Perlawanan yang dimaksud oleh Dr. Bayan adalah perlawanan utuh, kerakyatan, senjata, gagasan, media, sipil dan lain-lain dalam satu rentang waktu dan tidak hanya dalam satu bidang.

Pembicara Nuwaihid menfokuskan untuk menjelaskan fase perlawanan; pertama sejak 15 Mei 1948, pendirian PLO pada 28 Mei 1964 yang merupakan era kesesatan yang mengakhiri perlawanan. Namun pada era 50 an terjadi aksi perlawanan parsial di Jalur Gaza. Mesir dan Suriah mendukung aksi ini.

Era kedua, antara tahun 1964 dan 1970 yang diawali oleh gerakan Fatah pada fajar pertama tahun 1965 dan berakhir hingga tercipta eksistensi Palestina di Jordania.

Era kedua, antara tahun 1970 dan 1982 diakhiri dengan keluarnya pasukan Palestina dari Libanon melalui jalan darat dan laut.

Era keempat, era pengasingan baru dari Aljazair hingga Yaman. Selama bebeberapa rentang waktu hingga kesepakatan Oslo ditandatangani dan transisi pimpinan ke Palestina terjajah dan era pemerintah otoritas nasional. Perlawanan terhenti hingga bangkitnya Intifadlah tahun 1987.

Era kelima dimulai dengan munculnya Intifadhah hingga ditandatanganinya kesepakatan Oslo tahun 1993.

Era terakhir, dari penandatanganan Oslo hingga sekarang.  

Sementara Dr. Jawwad meringkas proses perundingan damai dengan Israel. Perundingan damai tidak menghasilkan tujuan-tujuan yang dicanangkan sebelumnya. Bahkan Amerika dan Israel sendiri tidak bisa menyikapi hak-hak Arab dan Palestina dengan obyektif dan adil. Tak ada hak-hak nasional Palestina, tak ada perwujudan stabilitas keamanan dan kesejahteraan di kawasan, konflik antara proyek Israel dengan Arab dan Islam tidak bisa dihentikan, ketamakan, perluasan permukiman, penyitaan tanah oleh Israel tidak bisa dihentikan, penindasan hak-hak Palestina dan Arab tidak bisa dihentikan. Perundingan selama ini tidak bisa mewakili pilihan dari perang dan perlawanan Palestina yang berkobar bahkan di luar Palestina. Karenanya, perundingan damai bukan jaminan keberhasilan selama prinsip yang dipakai tahun 1991 masih berlaku dan sikap Israel yang menggerogoti prinsip-prinsip itu untuk kepentingan mereka.   

Harapan proyek perlawanan

Di sesi kedua, jubir Hamas, Sami Khatir menjelaskan pengertian perlawanan, tujuan, capaian serta masalah yang dihadapinya. Di antara problem yang dihadapinya adalah masih adanya kelompok yang mengandalkan jalan perundingan dan perdamaian. Juga problem kompromi antara pemerintah otoritas dan perlawanan, prosedur Israel di Tepi Barat terutama tembok rasial dan jalan melingkar dan daerah-daerah isolasi yang dibuat oleh Israel.

Khatir juga menjelaskan masa depan perlawanan. Menurutnya, melihat situasi politik local, regional, dan internasional di tahun-tahun mendatang, ada sejumlah factor yang menciptakan situasi kondusif untuk melanjutkan program perlawanan untuk memperoleh hak minimal rakyat Palestina. Sebab problem utama dari perlawanan adalah penjajahan Israel yang masih bercokol di Palestina. Di sisi lain, kekerasan dan permusuhan Israel masih menunjukkan eskalasi.

Khatir merekomendasi sejumlah hal untuk mengukuhkan proyek perlawanan di antaranya sosialisasi perlawanan dan pengukuhannya serta mengerahkan upaya sekuat mungkin untuk menyatukan barisan Palestina soal pilihan perlawanan dan bekerja membangun system politik Palestina luar dan dalam demi proyek perlawanan.

Krisis internal proyek Israel

Pembicara lain, Munir Syafiq menilai bahwa jalan yang ditempuh oleh Israel dalam eksperimen Palestina yang dibangun sejak tahun 2000 (menarik diri dari selatan Libanon, munculnya Intifadlah, meningkatkan perlawanan di Palestina, kegagalan penjajahan di Irak karena perlawanan) kini memasuki tahun 2007 mengalami ketimpangan perubahan yang tidak berpihak kepada kepentingan Israel dan Amerika.

Buktinya, transisi krisis ke militer Israel, munculnya titik kelemahan mendasar dalam diri Israel. Negara dan masyarakat Israel dibentuk dari militer. Sementara militer selalu berada dalam krisis politik internal dan eksternal dari sisi bangunan dasarnya dan strateginya. Ini tentu akan berpengaruh terhadap perimbangan kekuatan local, regional dan internasional.

Perundingan bukti ketimpangan perimbangan kekuatan

Di sesi ketiga, ada tiga pembicara yang menyampaikan sejumlah tema. Dr. Nidlam Barakat menegaskan, perundingan selama ini hanya menunjukkan ketimpangan kekuatan yang berpihak kepada Israel. Ketika masuk dalam perundingan umpamanya, pihak Arab berharap Israel menarik diri dari wilayah yang dijajahnya, menghentikan perluasan permukiman, dan membentuk entitas Palestina yang mampu menghentikan pencaplokan wilayah penduduk. Namun pihak Arab tidak pernah berhasil.

Di sisi lain, kekuatan organisasi perlawanan Palestina Islamiyah dan Libanon semakin kuat perannya.

Sementara itu, Dr. Naji di akhir dialog itu menilai, perkembangan internasional belakangan ini dan perlawanan Palestina yang begitu kuat membuat dunia internasional mengarah kepada pendekatan baru bagi perundingan masalah Palestina, menyusul kegagalan Peta Jalan. Dunia internasional kini menfokuskan untuk menemukan solusi final bagi masalah Palestina. Bahkan Israel pun mau mengakui bahwa tidak ada solusi bagi masalah Timteng kecuali dengan mendirikan negara Palestina merdeka di atas wilayah jajahan Israel tahun 1967. Ini sebagai awal tepat untuk memecahkan masalah di kawasan ini. Termasuk menyelesaikan problem keamanan strategi Israel. Dunia internasioal juga setuju menempatkan masalah Palestina sebagai prioritas utama dari masalah internasional lainnya untuk menemukan keadilan. (atb)

Rusia Akan Lanjutkan Dukungannya untuk Palestina

Februari 28, 2007



Infopalestina – Moskow: Menlu Rusia, Sergei Lavrov menegaskan bahwa negaranya akan melanjutkan dukungannya terhadap rakyat Palestina termasuk membebaskan dari sanksi embargo internasional yang berlangsung sejak setahun menyusul kemenangan Hamas dalam pemilu legislative Palestina.

Lavrov mengatakan di awal pembicaraannya dengan ketua biro politik Hamas, Khalid Mishal di Moskow hari ini (27/02) bahwa para peserta dialog Mekah menunjukkan sikap kedewasaan mereka dan tanggungjawab mereka di depan rakyat Palestina. Ia menambahkan, pihaknya mendukung dengan kuat semua aktifitas mendukung gagasan ini dan pihaknya juga berusaha agar dunia internasional mendukung proses dukungan ini serta memberikan bantuan agar rakyat Palestina terbebas dari embargo.

Lavrov mengangumi hasil keputusan dialoh Mekah antara Hamas dan Fatah, “urgensi dialog Mekah terletak pada dibukanya jalan memulai proses perdamaian di Timteng,” tegasnya. Ia menegaskan, Rusia telah mendukung gagasan pembentukan pemerintahan persatuan nasional Palestina sejak Mei 2006 dan akan dilanjutkan hingga sekarang dan masa mendatang.

Sebelumnya, Khalid Mishal memimpin kunjungan pimpinan Hamas ke Moskow untuk melalukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan di sana. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mempromosikan dialog Mekah dan membebasakan embargo ke sejumlah negara Arab dan negara-negara dunia lainnya.

Mishal menegaskan pentingnya dunia internasional menghormati kesepakatan dialog Mekah dan tidak memberatkan mereka dengan syarat-syarat sebab seharusnya Israel yang dibebani syarat-syarat itu. Ini dikarenakan Israel sebagai penjajah wilayah Palestina, memenjarakan para tahanan, menodai tempat suci Islam dan Kristen serta menolak hak-hak rakyat Palestina. (atb)

Negara Arab dan Islam Tak Mampu Hentikan Ancaman pada al Aqsha

Februari 28, 2007



 

Infopalestina-Alquds: Sebuah jajak pendapat yang dilakukan The Palestinian Information Center menyebutkan, mayoritas pendapat mengungkapkan bahwa negara Arab dan Islam tidak mampu melakukan tekanan untuk menghentikan tindakan melampai batas yang dilakukan Zionis Israel terhadap masjid al Aqsha.

Hasil jajak pendapat ini menyebutkan, 63,16% koresponden berkeyakinan bahwa negara Arab dan Islam tidak mampu melakukan tekanan terhadap Zionis Israel agar menghentikan permusuhan dan ancamannya terhadap masjid al Aqsha. Alasannya adalah karena negara-negara Arab dan Islam “tidak memiliki keputusannya sendiri”.

Sementara itu sekitar 31,12 koresponden memperkirakan negara-negara Arab dan Islam mampu melakukan terkanan terhadap Zionis Israel agar menghentikan permusuhan dan ancamannya terhadap masjid al Aqsha. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan “senjata minyak dan pemboikotan”.

Selanjutnya, sekitar 2,86% menyatakan negara Arab dan islam mempu melakukan tekanan tersebut namun melalui “jalur diplomasi”. Dan selebihnya mereka tidak bersikap terahdap masalah ini. (pic/seto)

9 Kewajiban Ummat Terhadap Al-Aqsha

Februari 28, 2007


Kalau para ahli fiqh menentukan bahwa suatu kewajiban ada yang terbatas dari segi waktu, demi kemuliaan si pelaku atau karena kesitimewaan tempatnya. Maka suatu kewajiban yang agung yang harus dilakukan ummat pada zaman ini adalah terhadap Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama ummat Islam, al-Haram ketiga dalam ajaran Islam serta tempat isranya Rasulallah salallahu alaihi wasallam.

Ada sembilan kewajiban yang harus diemban ummat Islam saat ini, dimana pun mereka berada, yaitu :

  1. Memproklamirkan jihad untuk membebaskan Al-Aqsha dan melindunginya dari para pengganggunya. Hal ini sudah disepakati oleh seluruh fuqoha Islam. Mereka telah menetapkan, bahwa barang siapa yang menjajah sejengkal tanah dari kaum muslimin, maka hukumnya menjadi fardhhu ain bagi seluruh ummat Islam membebaskannya. Seorang perempuan boleh keluar tanpa izin dari suaminya, seorang budak boleh pergi tanpa izin dari majikanya, seorang anak boleh berangkat tanpa izin orang tuanya. Kalaupun Al-Aqsha telah lama dijajah, tetapi kewajiban ini belum lepas dari pundak setiap muslim. Mereka wajib membebaskanya sebelum dihancurkan oleh yahudi dan digantinya dengan Haikal Sinagog buatan mereka.

  2. Mengalirkan darah dan mengorbankan nyawa demi mejaga Al-aqsha dari kehancuran. Ini suatu keharusan, karena sesuatu yang diambil dengan darah maka harus dikembalikan dengan darah. Karena sesungguhnya amalan yang paling Allah cintai adalah mengalirnya setetes darah dalam jihad fi sabilillah. Dalam salah satu riawayt diterangkan, Allah sangat kagum bahkan tertawa ketika melihat seseorang menceburkan dirinya dalam medan perang. Sementara teman-temanya pada mundur, kemudian ia terbunuh oleh musuh.

  3. Memberikan hartanya untuk modal Jihad Fi Sabilillah di Palestina, diantaranya untuk melindungi Masjid Al-Mubarak. Dana ini diperlukan untuk melakukan reovasi, memeliharanya dari kerusakan dan menggaji para pegawainya serta memberikan santunan bagi orang yang suka rela memelihara Al-Aqsha. Disamping untuk memberikan bantuan bagi para keluarga yang bekerja di Al-Aqsha. Disamping itu, dana tersebut dapat digunakan untuk melakukan profaganda dan informasi bagi masyarakat umum.

  4. Menyisihkan waktu untuk sesekali mengunjungi Al-Aqsha bagi yang tinggal dekat denganya. Sebagaimana sabda Nabi salallah alaihi wasallam, setiap mayit terhenti amal terhenti amal ibadahnya kecuali orang yang berjuang di jalan Allah

  5. Memanjatkan doa dan mengajak kaum muslimin yang ada di barat dan timur untuk menjaga Al-Aqsha serta melindunginya dari setiap penodaan. Doa adalah senjata orang mukmin.

  6. Memebicarakan Al-Aqsha dalam setiap kesemptan dengan menyebut-nyebut urgensinya, keutamaanya. Hingga al-Aqsha menjadi topic pembicaraan di setiap majelis, dijelaskan di setiap mimbar.

  7. Yang mempunyai pengaruh atau pangkat menggunakan kedudukanya untuk melindungi al-Aqsha, mempertahankanya serta tidak pelit tarhadap apa yang akan mengangkat derajatnya dan menentramkan hatinya.

  8. Menulis tentang al-Aqsha bagi yang biasa berdakwah lewat tulisan dengan menjelaskan sejarahnya, tempat-tempat bersejarah, kewajiban membelanya. Menguaraikan tentang kewajiban ummat terhadap al-Aqsha dengan menyerbarkan tulisan tersebut agar al-Aqsha menjadi pembicaraan di tingkat dunia. Al-Aqsha adalah waritsan dunia, tidak boleh diganggu gugat apalagi dihancurkan. Dan agar para pemikir di seluruh jagat ini melakukan pembelaan terhadap al-Aqsha dan menjaga kehormatanya.

  9. Mengunjungi al-Aqsha, sebagaimana sabda Rasulallah sallallah alaihi wasalam, “Tidak disyariatkan bepergian kecuali bagi tiga masjid, Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjid al-Aqsha. Dan dalam riwayat yang lain, “Datangilah masjid tersebut dan shalat di dalamnya, jika tidak mampu maka carilah minyak baker untuk menerangi dengan lampu-lampunya.

Dengan melakukan salah satu dari kesembilan kewajiban tadi, mungkin ummat Islam punya alasan di depan Allah ketika ditanya tentang pertanggung jawaban mereka terhadap al-Aqsha. Tanpa melakukan apapun dari kesembilan tadi maka, tidak ada udzur atau alasan yang dapat diterima di sisisNnya. Ia tidak akan dihiraukan oleh Allah. Semoga Allah menolong kita semua.

Muhammad Abu Shualik

Harian al-Sabil 20/2/2007