Arsip untuk April, 2007

Amerika Tawar Kebebasan Warga dengan Keamanan Israel dan Pembasmian Perlawanan

April 30, 2007

Infopalestina-Nazaret: Pemerintah Amerika Serikat telah mengajukan sebuah rencana �ujian pelaksanaan� kepada rezim penjajah Israel dan otoritas Palestina yang berisi tuntutan kepada kedua belah pihak untuk melaksanakan apa yang ditetapkan Washington sesuai dengan jadwal waktu tertentu.

Hal tersebut dilaporkan harian Ha�aretz edisi terakhir, Sabtu (28/04). Menurut sumber-sumber Israel yang dikutip Ha�aretz, berdasarkan tuntutan rencana Amerika ini, otoritas Palestina harus melakukan tindakan anti perlawanan dan menghentikan serangan roket yang diarahkan ke permukiman-permukiman imigran Yahudi di wilayah Palestina terjajah 1948. Imbalan dari tindakan ini adalah jaminan kebebasna bergerak bagi warga Palestina dari pihak penjajah Zionis Israel dengan memperingan aturan yang diberlakukan di perlintasan-perlintasan yang tersebar di seluruh wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Dalam rencana yang intinya disebut Amerika dengan nama �kebebasan bergerak dengan imbalan keamanan�, ini menuntut Israel memberi kemudahan dan keluasan bergerak bagi orang-orang Palestina melintasan gerbang-gerbang Jalur Gaza. Selain menghilangkan sejumlah perlintasan militer yang tersebat di Tepi Barat. Dengan kompensasi penyempurnaan reorganisasi pasukan keamanan oleh Palestina. Demikian tulias Ha�aretz.

Ha�aretz menambahkan, Dubes Amerika di Israel Dick Johns dan koordinator keamanan Amerika Jenderal Kith Dayton, Kamis (26/04 lalu telah menyerahkan rencana ini kepada kantor PM Israel Ehud Olmert, agar dalam sepekan ke depan dilakukan diskusi seputar dokumen Amerika dan kiriman balasan Israel atas dokumen tersebut.

Ha�aretz menegaskan, pekan lalu pihak Amerika telah memaparkan kepada otoritas Palestina mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan. Termasuk pentingnya otoritas Palestina mengambil langkah menghentikan serangan roket Palestina, melakukan resistem dan resetabilitas di Jalur Gaza. (pic/seto)

Politisi Hamas Kecam Sikap Dunia Arab Yang Tidak Adil

April 30, 2007



infopalestina-Gaza : Wakil Ketua Parlemen Palestina dari fraksi Hamas, Yahya Musa mengecam desakan sejumlah negara Arab dan Eropa terhadap Hamas dan rakyat Palestina agar menghentikan perlawanannya pada Israel. Mereka menyerukan rakyat Palestina agar komitmen terhadap gencatan senjata, katanya.

Dalam pernyataan persnya yang dilansir info Palestina.com di Gaza hari ini (Ahad 29/4) Musa mengatakan, kami berharap dunia Arab dan internasional menyatakan seruan tersebut justru kepada Israel, bukan pada rakyat Palestina yang terzalimi. Karena Israel lah yang terus menerus menyerang rakyat sipil Palestina. Permintaan dunia arab dan Internasional seharusnya diarahkan pada Israel agar mereka menghentikan aksi permusuhan dan pembantaiannya terhadap warga sipil di Jalur Gaza maupun Tepi Barat.

Musa menegaskan, setiap Negara yang dijajah baik wilayahnya ataupun rakyatnya, wajib memberikan perlawanan untuk membebaskan Negara dan rakyatnya dari penjajahan. Palestina pun situasinya sama, terjajah oleh Israel. Maka mereka berhak melakukan perlawanan hingga Israel dapat diusir dari seluruh tanah Palestina.

Politisi Hamas ini justru menghimbau kepada Negara-negara Arab agar segera menghentikan embargonya terhadap rakyat Palestina disamping mendorong rakyat Palestina dalam membela dirinya. Karena Palestina tidak memepertahankan negaranya sendiri, namun secara keseluruhan mempertahan eksistensi arab dan Agama Islam.

Terkait komitmen dunai Arab untuk membantu Palestina, Musa menjelaskan, sampai saat ini Arab belum merealisasikan janjinya sebagaimana tertuang dalam keputusan Liga Arab di Riyadh kemarin, ungkapnya kecuali hanya empat negara saja, ungkapnya. (pic/asy)

UNRWA Minta Uni Eropa Bebaskan Palestina dari Embargo

April 30, 2007



Infopalestina � Gaza: Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNWRA) meminta dengan sangat kepada Uni Eropa untuk memberikan bantuan kepada rakyat Palestina dan mencabut embargo yang sudah lebih dari setahun.

Pernyataan ini disampaikan oleh Karen Abu Zaed, delegasi UNWRA. Ia menegaskan, badan banruan milik PBB ini harus segera mengucurkan bantuan 246 USD sebagai dana darurat bahwa keberlangsungan pendidikan, kesehatan dan layanan social bagi jutaan pengungsi Palestina di Suriah, Jordania, Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Abu Zaed menegaskan, ada empat dari lima orang di sejumlah titik di Palestina seperti di Jalur Gaza misalnya hidup di bawah garis kemiskinan. Ia menyatakan, ekonomi dihancurkan oleh Israel secara utuh dan tidak ada lagi peluang kerja akibat keamanan tidak menentu.

Abu Zaed kembali mengingatkan bahwa pemerintah penjajah Israel melarang petuga UNWRA untuk hidup dan bergerak dengan bebas di Jalur Gaza. Ia menyatakan, badan yang ia tangani membutuhkan mobil truk dan penjagaan keamanan.

Abu Zaed mengingatkan dunia agar peduli dengan nasib bangsa Palestina sebab mayoritas rakyat ini memiliki pandangan positif terhadap Uni Eropa yang berjumlah 22 negara dari pada terhadap Amerika dan Israel. Seharusnya yang dibela justru adalah Palestina yang hanya sendirian menghadapi masalahnya. (atb)

Amerika Tawar Kebebasan Warga dengan Keamanan Israel dan Pembasmian Perlawanan

April 30, 2007

Infopalestina-Nazaret: Pemerintah Amerika Serikat telah mengajukan sebuah rencana “ujian pelaksanaan” kepada rezim penjajah Israel dan otoritas Palestina yang berisi tuntutan kepada kedua belah pihak untuk melaksanakan apa yang ditetapkan Washington sesuai dengan jadwal waktu tertentu.

Hal tersebut dilaporkan harian Ha’aretz edisi terakhir, Sabtu (28/04). Menurut sumber-sumber Israel yang dikutip Ha’aretz, berdasarkan tuntutan rencana Amerika ini, otoritas Palestina harus melakukan tindakan anti perlawanan dan menghentikan serangan roket yang diarahkan ke permukiman-permukiman imigran Yahudi di wilayah Palestina terjajah 1948. Imbalan dari tindakan ini adalah jaminan kebebasna bergerak bagi warga Palestina dari pihak penjajah Zionis Israel dengan memperingan aturan yang diberlakukan di perlintasan-perlintasan yang tersebar di seluruh wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Dalam rencana yang intinya disebut Amerika dengan nama “kebebasan bergerak dengan imbalan keamanan”, ini menuntut Israel memberi kemudahan dan keluasan bergerak bagi orang-orang Palestina melintasan gerbang-gerbang Jalur Gaza. Selain menghilangkan sejumlah perlintasan militer yang tersebat di Tepi Barat. Dengan kompensasi penyempurnaan reorganisasi pasukan keamanan oleh Palestina. Demikian tulias Ha’aretz.

Ha’aretz menambahkan, Dubes Amerika di Israel Dick Johns dan koordinator keamanan Amerika Jenderal Kith Dayton, Kamis (26/04) lalu telah menyerahkan rencana ini kepada kantor PM Israel Ehud Olmert, agar dalam sepekan ke depan dilakukan diskusi seputar dokumen Amerika dan kiriman balasan Israel atas dokumen tersebut.

Ha’aretz menegaskan, pekan lalu pihak Amerika telah memaparkan kepada otoritas Palestina mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan. Termasuk pentingnya otoritas Palestina mengambil langkah menghentikan serangan roket Palestina, melakukan resistem dan resetabilitas di Jalur Gaza.(pic/seto)

Dalam Sepekan Israel Bantai 8 Warga dan Lukai 18 lainya

April 30, 2007



infoapelstina-Gaza : Menurut laporan dari Lembaga HAM Palestina tercatat, selama sepekan kemarin, Israel telah membunuh syahid delapan warga tak berdosa, satu diantaranya adalah siswi sekolah menengah di Tepi Barat dan Jalur Gaza, disamping melukai 18 warga lainya.

Jumlah tersebut berdasarkan laporan pekanan Pusat Pengkajian HAM Palestina yang memantau sejumlah pelanggaran Israel dalam sepekan yaitu sejak tanggal 19 April hingga 25 April kemarin.

Berdasarkan catatan dari lembaga tersebut, intensitas penganiaayan serdadu Israel secara fisik semakin meningkat, terutama ketika operasi penangkapan atau pembunuhan. Dalam operasinya mereka menggunakan senjata yang mematikan. Mereka juga menghancurkan sejumlah rumah dan menangkap penghuninya.

Di samping itu, mereka juga masih melancarkan program yahudisasi di wilayah Tepi Barat dengan mengusir penduduk asli dan memperluas wilayah permukiman. Seperti penghancuran rumah dan mengisolasinya secara permanent dari Tepi Barat.

Adapun di Jalur Gaza, walau kelihatan seperti tenang, terutama sejak enam bulan yang lalu melalui perjanjian gencatan senjata antara kelompok perlawanan dengan serdadu Israel, namun mereka masih melakukan boikot dengan menghalangi akses penduduk sekitar dari dunia luar. Seperti menguasai sejumlah gerbang perlintasan dari semua arah, termasuk di dalamnya embargo ekonomi dari darat, laut maupun udara. (pic/asy)

Keamanan Aljazair Klaim Tembak Mati Orang Kedua Al-Qaidah

April 28, 2007

Kantor berita Aljazair mengutip keterangan sumber-sumber keamanan pemerintah terkait terbunuhnya orang kedua Al-Qaidah di Afrika Utara pada Kamis (26/4) kemarin. Dikatakan kantor berita itu bahwa, penangkapan itu terjadi dalam sebuah operasi keamanan paling ketat sejak peristiwa bom bunuh diri terakhir di ibukota Aljazair.

Menurut pihak keamanan, orang kedua Al-Qaidah itu diketahui bernama Samir Musab alias Samir Shayyud yang terbunuh dalam sebuah baku tembak dengan militer di wilayah Bumardas, 50 km sebelah timur Kota Aljir.

Seperti ditulis Harian Al-Hayat terbitan London, Jum’at (27/4) hari ini, bahwaShayyud terbunuh setelah menolak untuk menyerah di wilayah Bumardas, di mana Shayyud malah langsung membalas unit keamanan yang tengah melakukan patroli dengan tembakan. Akibatnya, kontak senjata tak terhindarkan yang menewaskan orang kedua Al-Qaidah di Afrika Utara itu.

Shayyud termasuk orang paling dicari keamanan Aljazair. Ia dikenal sebagai Koordinator Amir Jamaah Salafi untuk Dakwah dan Pertempuran di Aljazair. Shayyud juga merupakan petinggi baru Al-Qaidah setelah Abu Musab Abdul Wadud yang memangku pimpinan Al-Qaidah pada September 2004 lalu.

Menurut sebuah sumber, Shayyud disebut sebagai Wakil Amir Nasional dalam Jaringan Al-Qaidah. Selama ini, pihak keamanan kerap menemui kegagalan dalam menangkap Shayyud yang dikenal sangat pintar bersembunyi di tengah-tengah masyarakat sipil.

Menurut kantor berita Reuters, keberhasilan penangkapan Shayyud ini berkat bantuan informasi-informasi yang didapat dari anggota Jamaah Salafi yang sudah mendapatkan grasi pada tahun lalu.

Untuk diketahui, Jaringan Al-Qaidah di Maroko yang menamakan diri dengan Jamaah Salafi untuk Dakwah dan Pertempuran, menyatakan bertanggung jawab atas ledakan di Ibukota Aljir pada 11 April lalu, yang menewaskan 33 orang.

Jamaah Salafi yang dituding sebagai kepanjangan tangan Al-Qaidah, sejak 1992 terus melakukan serangan bersenjata terhadap pemerintah Aljazair. Mereka mengklaim bahwa serangan itu bertujuan untuk mendirikan negara Islam.(ilyas/alrb)

Jumlah Tentara AS yang Mangkir dari Penugasan ke Irak Meningkat Tajam

April 10, 2007

Militer AS mengakui jumlah tentaranya yang mangkir atau menolak ditugaskan ke Irak meningkat tajam. Serangan-serangan berdarah dan serangan bom dengan target pasukan AS yang terjadi hampir setiap hari, telah membuat mental pasukan AS jatuh dan membuat mereka ketakutan. Juru bicara militer AS Anne D. Edgecomb pada surat kabar New York Times menyatakan, “Bangsa ini sedang dalam perang dan angkatan bersenjata akan lebih serius dalam menangani kasus-kasus desersi. “

“Pimpinan angkatan bersenjata akan mengambil langkah apapun yang mereka yakini tepat, jika mereka melihat kecenderungan meningkatnya trend desersi, untuk menjaga kesehatan pasukan, ” sambung Edgecomb.

Menurut catatan kemiliteran AS, jumlah tuntutan atas kasus desersi atau mangkir dari misi sebuah unit pasukan, meningkat dua kali lipat pada tahun ini. Jika tahun sebelumnya hanya 180 kasus, tahun 2007 meningkat menjadi 390 kasus. Hukuman atas kasus-kasus tersebut, mulai dari pemecatan sampai sanksi hukuman penjara, baik bagi tentara yunior maupun veteran.

Masih menurut catatan militer AS, jumlah tentara yang diseret ke pengadilan militer karena disersi atau mangkir, terus meningkat sejak tahun 2002 dibandingkan dengan periode tahun 1997 dan tahun 2001 yang hanya 2 persen saja.

Pada tahun 2004, diperkirakan ada 2. 357 tentara yang disersi. Sedangkan tahun 2006 meningkat menjadi 3. 196 tentara. Tahun 2007, jumlah tentara AS yang desersi bertambah menjadi 3. 484 tentara.

Para ahli psikiatri mengatakan, aksi-aksi kekerasan dan perlawanan kuat dari para pejuang Irak, telah membuat banyak tentara AS takut. Bahkan, saking takutnya dikirim ke Irak, ada tentara yang sengaja membuat cacat dirinya sendiri.

“Ada seorang tentara yang sengaja memotong jari tangannya dengan kapak agar dirinya tidak dikirim ke Irak, ” kata Dr Thomas Grieger, seorang psikiatri senior di dinas angkatan laut AS, menyebut kasus yang dialami seorang personil militer AS di basis militer Alaska tahun 2006 lalu.

Masalah gangguan mental, menjadi masalah pelik yang dihadapi militer AS, selain masalah desersi. Para dokter militer dan sejumlah tentara mengatakan, trauma dari pengalaman tempur di lapangan menjadi salah satu pendorong para tentara untuk menolak atau menghindar dari penugasan di Irak.

“Ini akan mulai mengacaukan pikiran, ” kata James, 26, anggota paramiliter yang sudah dua kali ke Irak. Ia kini sedang menjalani proses pengadilan militer karena disersi akibat trauma dan gangguan mental serta kecanduan alkohol.

Sebuah penelitian yang pernah dilakukan AS, memang menunjukkan bahwa paskan yang baru kembali dari Irak, lebih sering melakukan konsultasi atas kesehatan mental dan problem psikologisnya, dibandingkan dengan pasukan yang baru pulang dari medan perang di Afghanistan dan daerah konflik lainnya.

Menurut studi itu, sepertiga pasukan AS yang kembali dari Irak memerlukan sedikitnya membutuhkan satu kali konsultasi gangguan kesehatan mental. Selain itu ditemukan bahwa satu dari lima tentara terdiagnosa mengalami problem trauma psikologis akibat pertempuran. (ln/iol)

DPR memprotes keras sanksi terhadap dosen Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) Inu Kencana Syafiie, karena dianggap telah membuka kasus-kasus kekerasan mahasiswa di IPDN

April 10, 2007

DPR memprotes keras sanksi terhadap dosen Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) Inu Kencana Syafiie, karena dianggap telah membuka kasus-kasus kekerasan mahasiswa di IPDN.

Ketua FPDIP Tjahyo Kumolo kepada wartawan di Gedung DPR/MPR, menyatakan, sanksi yang dijatuhkan kepada Inu Kencana Syafiie dengan memberhentikannya dari kegiatan mengajar sekaligus sebagai PNS itu sangat berlebihan dan reaksioner.

Sebagai dosen, terang dia, seharusnya Rektor IPDN dan Depdagri berterima kasih dan memberikan penghargaan, sehingga kekerasan itu bisa terbuka kepada masyarakat.

“Kekerasan yang terjadi di kampus IPDN akan sangat sulit dihilangkan jika sistem secara keseluruhan tidak diperbaiki. Karena itu agar tujuan pendidikan IPDN yang bertujuan menyiapkan pamong-pamong yang profesional dan bertanggungjawab itu terpenuhi, seharusnya Depdagri berani mengambil langkah revolusioner dengan mengganti semua pimpinan, pengajar, dan staf administrasi di IPDN, ” kata Tjahyo.

Menurutnya, IPDN perlu menghentikan penerimaan mahasiswa baru dan meleburkan mahasiswa lama dengan universitas lain, karena mahasiswa IPDN yang ada sekarang sudah terkontaminasi perilaku kriminal yang dilaklukan oleh senior-senior sebelumnya. Setelah itu, baru kembali ke sistem, kurikulum, dan metode pembinaan pengajaran yang sesuai dengan asas pendidikan.

“Jadi, semua harus baru. Baik dari pimpinanya maupun kurikulum dan sistemnya, ” usul dia.

Yang pasti dengan kasus kekerasan tersebut DPR akan mengevaluasi seluruh pendidikan kedinasan yang berada di bawah departemen. Supaya kekerasan ala militer itu tidak berpengaruh terhadap pendidikan tinggi yang lain, sebaiknya dari sekarang IPDN stop menerima mahasiswa baru. Sedangkan mahasiswa yang sudah ada dilanjutkanya dan jika IPDN harus ditutup, mahasiswanya dilebur ke universitas yang lain.

Anggota dewan lainnya, Wakil Ketua Komisi X DPR Prof. Dr. Anwar Arifin mengatakan, IPDN harus berhenti menerima mahasiswa baru dan kasus matinya mahasiswa Cliff Muntu harus dijadikan pelajaran dan evaluasi bagi sistem pendidikan yang sesuai dengan UU Sisdiknas.

“Yang jelas seluruh pendidikan kedinasan di bawah departemen, selain pendidikan tentara dan polisi, harus dikembalikan ke Depdiknas, yaitu dengan memasukkan calon-calon birokrat tersebut ke universitas-universitas umum, ” tutur Anwar.

Dijelaskannya, selama ini IPDN tidak tersentuh dengan disiplin ilmu yang lain sehingga mengakibatkan mereka menjadi arogan dan terbiasa dengan kekerasan fisik yang tidak manusiawi.

“Depdiknas bersama Komisi X DPR selama ini sudah membahas sekolah kedinasan yang ada dan hasilnya mengarah ke 3 opsi. Yaitu diintegrasikan dengan universitas negeri, berubah menjadi swasta, atau dibubarkan. ”

Meski ketiga opsi tersebut belum diputuskan, namun DPR dan Depdiknas cenderung memilih opsi yang pertama, yaitu dilebur atau diintegrasikan ke universitas negeri yang ada.

“Jadi, mengapa mereka tetap ngotot untuk mempertahankan pendidikan kedinasan di luar depdiknas?” tanya dia. (dina)

Perancis Selatan, Sarang Kabbalah (Bag.3, Tamat)

April 10, 2007

Sepeninggal Sauniére, Marie Denarnaud tinggal di vila Bethania hingga akhir Perang Dunia. Marie lalu menjual vila tersebut kepada Monsieur Noel Corbu dan diam-diam menjanjikan akan membuka rahasia besar itu sebelum dirinya meninggal.Rahasia itu, ujar Marie, siapa pun yang memegangnya akan bisa membuatnya kaya-raya dan berkuasa. Pada hari Kamis, 29 Januari 1953, seperti majikannya dulu, tiba-tiba Marie terserang penyakit stroke yang membuatnya tidak bisa bicara dan meninggal, tanpa sempat mewarisi sebuah rahasia yang dipegangnya sampai ke liang lahat.

Banyak kalangan percaya, rahasia yang ikut terkubur bersama jasad Sauniére dan Marie lebih dari sekadar harta karun berupa emas atau pun batu permata. Jika demikian, apakah ini tentang suatu pengetahuan yang selama ini dikubur dalam-dalam? Oleh siapa? Mengapa Vatikan sepertinya sangat takut dan tidak berani terhadap Sauniére?

Richard Andrews dan Paul Schellenberger (The Tomb of God, 1996) berspekulasi bahwa harta karun yang dimaksud sesungguhnya adalah makam Yesus Kristus. Pertanyaan-pertanyaan ini mengemuka dan akhirnya mengerucut menjadi satu dugaan bahwa sesungguhnya rahasia itu memang lebih dari sekadar harta-benda, namun juga meliputi suatu pengetahuan rahasia yang selama ini ditutup rapat oleh Vatikan. Sebab itu, Vatikan terkesan sangat permisif dan segan pada Sauniére. Dan tidak cukup dengan itu, bisa jadi Vatikan malah secara kontinyu mengucurkan uang kepada Sauniére, sekadar sebagai tutup mulut. Dan yang terakhir mungkin saja menghabisinya.

“Kami yakin bahwa ia telah menerima uang dari Johann von Habsburg. Pada saat bersamaan, ‘rahasia’ pendeta itu, apa pun itu, tampak lebih bersifat religius daripada politik, ” demikian The Holy Blood and the Holy Grail.

Dugaan Michael Baigent dan kawan-kawan dibenarkan seorang mantan pendeta Gereja Anglikan Inggris. Usai penayangan film “The Lost Treasure of Jerusalem” pada Februari 1972, mantan pendeta itu mengirim surat, “’Harta karun’ itu tidak terkait dengan emas atau batu-batu mulia yang berharga. Sebaliknya, harta tersebut berupa ‘bukti yang tidak dapat dibantah’ bahwa penyaliban adalah peristiwa tipuan dan bahwa Yesus masih hidup hingga akhir tahun 45 Masehi. ”

Keyakinan bahwa Yesus tidak mati di tiang salib sebenarnya juga banyak dianut oleh sekte-sekte kekristenan awal yang lazim disebut sebagai kelompok Unitarian. Mereka ini menganggap Yesus hanyalah utusan Tuhan, bukan Tuhan itu sendiri.

Jika Yesus memang tidak mati di tiang salib, mungkinkah Yesus telah diselamatkan oleh Yusuf Arimathea, seorang murid rahasianya yang kaya dan berpengaruh, seperti yang selama ini diyakini sebagian umat Kristen awal seperti Sekte Essenes dan gulungan Nag Hammadi?

Al-Qur’an juga menyatakan bahwa Yesus tidaklah mati di tiang salib. Yang mati di tiang salib adalah orang yang ditampakkan Allah SWT menyerupai Yesus. Al-Qur’an menginformasikan bahwa Yesus atau Nabi Isa a. S. “diselamatkan” oleh Allah SWT dengan cara diangkat ke jannah.

Bagi kelompok-kelompok yang tidak sejalan dengan Vatikan, Yesus diyakini meninggal dunia di dekat Laut Mati yang dipenuhi dengan gua-gua batu, dekat dengan tempat tinggal kelompok Esenes. Maria Magdalena sendiri dipercaya meninggal di Marseilles, Selatan Perancis. Di Aux en Provence yang juga berada di selatan Perancis, di daerah ini dikenal sebagai pusat Magdalenaisme. Di sini pula tradisi lisan Kabbalah dibukukan. Selain Magdalenaisme, di sini juga merupakan pusat pemujaan terhadap Yohanes Pembaptis. Banyak gereja yang didedikasikan kepada Maria Magdalena dan Yohaes Pembaptis yang bertebaran di sini.

Legenda di Languedoc-Rousilon

Daerah Selatan Perancis, yang lazim disebut wilayah Languedoc-Roussillon, para penduduknya memang tidak begitu patuh pada Vatikan. Tiap 22 Juli, mereka menggelar hari pesta Maria Magdalena secara besar-besaran dan meriah. Lynn Picknett dan Olive Prince menyebut wilayah ini sebagai jantung heresy Eropa. Selain pemujaan terhadap Maria Magdalena dan Yohanes Pembaptis, di daerah ini juga terkenal dengan ajaran paganisme dan okultisme dengan segala legenda dan mitosnya. Salah satu kegenda yang masih hidup di masyarakat sekitar adalah tentang legenda “Ratu dari Selatan” (Reine du midi) yang sebenarnya merupakan gelar dari para countess dari Toulouse.

Fakta tunggal inilah yang menyebabkan adanya pemiskinan sistematis atas wilayah selatan Perancis tersebut.

Languedoc adalah “rumah besar” para Templar di Eropa hingga mereka diburu oleh Phillipe le Bel. Lebih dari 30 persen benteng dan markas Templar yang tersebar di Eropa, terletak di sini. Bukan itu saja, di selatan Perancis ini pula, banyak kalangan meyakini, para Templar telah menguburkan dan menyembunyikan harta karunnya yang dibawa lari dari Yerusalem.

Prof. Mariano Bizari daam film dokumenter “The Da Vinci Project: Seeking The Truth” menyatakan bahwa desa ini dengan segala riwayatnya memiliki jejak sejarah yang amat panjang. “Kisah mengenai Rennes-le-Château dimulai pada tahun 1200 SM dengan campur tangan orang Beaker, juga Celts, jadi ini merupakan kisah yang panjang! Di sana terdapat jaringan saluran bawah tanah, juga goa, goa di mana beberapa ritual dilakukan, goa yang membuka jalan ke tempat lain, misalnya tempat yang memungkinkan pelaksanaan upacara tertentu, dan Pendeta Boudet, teman sekaligus penasehat Sauniére, menulis buku berkode untuk mengidentifikasi jalan masuk ke rute-rute ini. ”

“The Da Vinci Project: Seeking the Truth” juga membuat daftar pertanyaan yang mengusik keingintahuan orang tentang pendeta dan desa yang penuh misteri ini: Mengapa Sauniére menulis “ini tempat yang buruk (sebenarnya “Menyeramkan” atau “mengerikan”, pen) di atas pintu masuk gereja itu?

Mengapa Sauniére menghabiskan hari-harinya di Museum Louvre, di depan lukisan Poussin tahun 1640 yang berjudul “Arcadian Sheperds”, yang nampaknya menggambarkan daerah sekeliling Rennes-le-Château dan sebuah nisan bertuliskan “Et In Arcadia Ego”? Mengapa penjaga rumah Sauniére, Marié Denarnaud, selalu mengatakan, “Di sini orang berjalan di atas emas, namun mereka tak mengetahuinya!”

Mengapa kota ini memiliki peraturan khusus yang melarang penggalian tanah, walau hanya untuk menanam bunga? Mengapa mangkuk air suci di gereja Rennes diangkat oleh mahluk bernama “Asmodeus”, yang menurut mitologi Ibrani merupakan penjaga harta karun Salomo? Mengapa gambar mosaik di atas altar menggambarkan Perjamuan Terakhir dengan seorang wanita mengangkat sebuah cawan di kaki Kristus? Apakah ini petunjuk adanya kaitan antara Perjamuan Terakhir dengan Maria Magdalena?

Mengapa patung-patung santo dalam gereja sedemikian diatur sehingga huruf awal nama mereka membentuk kata GRAAL bila dihubungkan membentuk huruf M dari kata Maria Magdalena? Mengapa tempat-tempat salib diletakkan dengan urutan terbalik? Mengapa kaca jendela yang menggambarkan Kristus selalu memiliki bulan di latar belakangnya? Mengapa Sauniére membangun patung Magdalena yang besar dan menurut buku hariannya menyembunyikan sebuah peti di dasarnya?

Profesor Roberto Giacobbo, penulis buku “’Il Segreto Di Leonardo’ juga mengamini kemisteriusan Rennes-le-Château. “Wilayah ini adalah tempat yang aneh—begitu Anda memasuki kota, ada tanda bertuliskan “Dilarang menggali di sini”. Mengapa? Siapa yang meletakkan tanda ini? Rennes-le-Château banyak mengangkat pertanyaan spontan, seperti mengenai sebuah legenda yang terulang…atau mungkin juga tidak. ”

Amat mungkin, karena kemisteriusan desa inilah yang membuat seorang Francois Mitterand, beberapa pekan sebelum terpilih presiden Perancis di tahun 1981, mengunjungi Rennes-le-Château dan berfoto di Menara Magdala dan di samping patung Asmodeus, Raja Iblis Penjaga Harta Karun Sulaiman. Adakah Mitterand yang dikenal sebagai pemerhati okultisme juga merupakan bagian dari kemisteriusan wilayah ini?

Sauniere Tidak Sendiri

Rennes-le-Château dengan Pastur Berenger Sauniére memang menjadi misteri tersendiri. Para peneliti menyatakan bahwa tidaklah mungkin Pastur Sauniére sendirian dalam menjalankan pekerjaannya yang begitu misterius. Apalagi dalam radius tiga mil sekitar Rennes-le-Château terdapat sekurangnya dua daerah dan dua pastur yang juga aneh.

Yang pertama, Pastur Antoine Gelis yang menjadi Gembala Sidang di daerah Coustaussa yang terletak persis di bawah Rennes-le-Château. Pastur Gelis tinggal sendirian di sebuah rumah kecil yang berjarak hanya beberapa langkah dari gerejanya. Selain sebagai pastur, Gelis terkenal sebagai lintah darat. Ia dikenal memiliki banyak uang yang sumbernya juga tak jelas dari mana. Kabarnya Gelis juga telah menemukan koin emas dalam jumlah banyak di gerejanya, sama seperti rekannya, Sauniére.

Minggu sore, 31 Oktober 1897, pintu rumah Pastur Gelis diketuk seseorang. Gelis segera membukakan pintu bagi tamu yang tidak dikenalnya ini. Tiba-tiba sang tamu memukulkan sebuah benda keras ke kepala dan tubuh Gelis. Pastur berusia 70 tahun ini jatuh tersungkur bersimbah darah. Sang pembunuh segera pergi. Awalnya polisi menyangka telah terjadi perampokan karena Gelis memang dikenal memiliki banyak uang. Tapi barang-barang milik Gelis tidak ada yang hilang.

Bukan itu saja, di dekat jenazah Gelis yang telentang dengan kedua tangan bersedekap, seolah pembunuhnya ingin menunjukkan sesuatu pola, ditemukan dua kertas rokok dengan tulisan tangan bertuliskan “Viva Angelina!”, yang memiliki arti kejayaan bagi malaikat perempuan atau kejayaan bagi Sang Dewi. Maria Magdalenakah yang dimaksud? Sampai kini polisi tidak berhasil mengungkap siapa pembunuhnya. Banyak penafsiran tentang motif di balik peristiwa pembunuhan terhadap Gelis. Tapi para peneliti meyakini, dibunuhnya Gelis erat kaitannya dengan harta karun yang ada di sekitar daerah itu. Adakah Gelis dianggap terlalu banyak tahu tentang harta karun Rennes-le-Château?

Batu nisannya, yang terletak di pemakaman gereja di Coustassa, diposisikan lain dengan nisan-nisan lainnya. Nisan Pastur Gelis dibuat menghadap ke Rennes-le-Château dan terlihat amat jelas di lereng bukit di seberangnya. Anehnya, batu nisan itu juga memiliki tanda Salib-Mawar (Rose-Croix), terkait Templar.

Yang kedua, Pastur Henri Boudet (1837-1915) yang menjadi gembala sidang di daerah Rennes Le Bains, yang terletak di sisi lain bukit yang juga ditempati Rennes-le-Château. Pastur ini juga tidak kalah misteriusnya. Walau bukan ahli bahasa, tapi Boudet diketahui telah mengarang sebuah buku mengenai bahasa yang salah satu premisnya sungguh aneh yakni bahasa Celtic adalah bahasa asal dari semua bahasa dunia.

Buku tersebut ternyata berisi kode-kode tertentu yang setelah Boudet meninggal di makamnya terdapat kaitan erat dengan kode-kode dari bukunya tersebut. Judulnya: Le vraie langue cetique et le cromleck de Rennes-les-Bains (The True Celtic Language and the Cromlech of Rennes-les-Bains).

Pastur Berenger Sauniére, Pastur Antoine Gelis, dan Pastur Henri Boudet, ketiganya memimpin gereja dalam wilayah yang bertetangga, ketiganya menyimpan misteri, dan tentu ketiganya memiliki ikatan khusus atau suatu kerjasama yang tidak diketahui secara jelas apa dan bagaimana bentuknya.

Hanya saja, di belakang hari diketemukan catatan bahwa Pastur Sauniére ternyata pernah dua kali diundang dan menghadiri acara resmi kelompok Freemason yang diadakan di Martinist Lodge di Lyons, Perancis. Sejak zaman Renaissance, kota Lyons juga dikenal sebagai kota yang penuh misteri. Selain itu ada pula catatan pengiriman barang dari Paris berupa sebuah teropong yang berdaya kuat dan kamera kepada Sauniére. Sebuah organisasi atau kelompok di Paris mengirim peralatan penyelidikan kepada Sauniére yang tinggal di desa penuh misteri. Apa yang sesungguhnya yang diselidikinya?

Misteri Harta Karun Templar

Menurut sejarah, setelah kerajaan Barat menyerbu Roma dan kemudian meninggalkan Italia, harta karun dari Yerusalem yang dijarah oleh Titus kemudian dibawa ke Toullose, lalu dibawa lagi ke Carcassonne, setelah itu tidak ada satu pun orang yang pernah mendengar tentang keberadaan harta karun tersebut. Salah satu wilayah di Perancis Selatan yang dekat dengan Rennes-le-Château bernama Opoul Perillos. Wilayah ini memiliki kode pos: 666-00. Triple Six, sebuah angka setan!

Perancis Selatan sampai hari ini masih saja diliputi misteri. Wilayah bekas salah satu markas para Templar tersebut seteah booming novel The Da Vinci Code bukan lagi sebuah wilayah yang sepi, namun selalu dikunjungi turis mancanegara. Walau demikian, hal ini tidak mengurangi kemisteriusannya.(Tamat, Rizki Ridyasmara)   < 1 2 3 >

Penelitian Universitas Tel Aviv: Muda Mudi Mesir Makin Dekat dengan Al-Quran

April 10, 2007

Sebuah kajian kemasyarakatan yang dilakukan para peneliti di Universitas Tel Aviv memunculkan kekhawatiran bagi Israel. Apa hasil kajian itu? Telah terjadi peningkatan kesadaran beragama dan pendidikan keIslaman di kalangan pemuda Mesir dan keberadaan mereka yang sangat mudah dilihat di mana-mana.Dalam penelitian itu disebutkan bahwa pemuda Mesir usia 16-25 tahun yang berada dalam fase pembentukan pola pikir, memiliki keterbukaan pikiran dan rasa sentimennya. Ini saja sudah sangat mengkhawatirkan Israel karena ternyata para pemuda Mesir. makin banyak yang lebih terdidik secara mental dan akalnya terkait dengan agama, melalui ragam media informasi yang kini mudah diakses oleh mereka.

Menurut hasil penelitian, parabola ternyata memainkan peran penting dalam mempengaruhi jiwa pemuda Mesir. Karena jaringan parabola itu, mereka banyak menyakasikan tayangan yang mengarahkan mereka untuk komitmen kepada akhlak yang baik, ibadah dan mendekat kepada agama Islam. Mereka juga dipengaruhi oleh ajakan untuk selalu membaca Al-Quran, termasuk pembicaraan tentang orang Yahudi dan karakter mereka. Kedekatan para pemuda dengan Al-Quran menurut Israel akan menambah api kebencian terhadap mereka dan bisa menambah kemungkinan kekerasan yang terjadi. Apalagi banyak sarana cd dan kaset yang tersebar di berbagai toko dengan harga yang terjangkau, sehingga kaum muda bisa mudah memperoleh informasi di dalamnya.

Disimpulkan pula dalam kajian itu bahwa lebih dari 85% pemudi Mesir mengenakan jilbab. Dan 60% dari pemudanya selalu membawa Mushaf Al-Quran di dalam tas mereka untuk selalu mereka baca di sela pekerjaan. Kondisi ini sangat berbeda dibanding sepuluh tahun sebelumnya, di mana Mesir sempat diguncangkan oleh sejumlah kasus penyimpangan seksual dan amoral.

Lalu, apa reaksi Israel dengan fakta ini? Assabeel menyebutkan bahwa sejumlah pemuda Israel kini memanfaatkan jaringan internet untuk mencapai misi mereka mempengaruhi pemuda pemudi Mesir untuk tidak banyak bersentuhan dengan urusan agama. Sejumlah perempuan Israel yang mengidap penyimpangan moral mengirimkan surat kepada para pemuda Islam Mesir untuk membuka perkenalan lebih jauh. Israel berharap dari sinilah mereka bisa memperoleh hasil “positif” yang sesuai dengan tujuan yang mereka inginkan. (na-str/assabeel)