PKS Kota Bogor Laporkan Fitnah Lewat Selebaran

Posted on Mei 24, 2007

15


PKS Kota Bogor melaporkan kasus fitnah lewat selebaran ke Polresta Bogor. Selebaran itu isinya mendiskreditkan PKS, dengan kop surat mirip dengan kop resmi milik DPD partai tersebut.

“PKS merasa dizhalimi dengan adanya selebaran ini. Perlu ditegaskan, kami tidak pernah mengeluarkan selebaran tersebut. Oleh karena itu telah kami laporkan kepada Polresta Bogor kejadian ini dengan nomor laporan No. Pol: LP/457/V/2007/SPK. Kita yakin polisi dengan jaringan intelijennya mampu membongkar kasus ini,” kata Jajat Sudrajat, Ketua Bidang Politik dan Hukum PKS Kota Bogor, Selasa (22/5).

Ia menjelaskan, selebaran itu beredar justru saat PKS Kota Bogor tengah mengadakan Hari Jadi ke-9, Ahad (22/4) di lapangan Sempur Kecamatan Bogor Tengah, dengan acara Senam Sehat PKS.

Bentuk fitnah ini berupa adanya selebaran yang mengatasnamakan DPD Partai Keadilan Sejahtera Kota Bogor dengan tujuan mengadu domba PKS dengan umat Islam dengan isu maulid, yakni PKS anti-acara maulidan, serta mengadu domba PKS dengan TNI/Polri.

Menurut dia, kasus serupa dengan modus fitnah juga pernah menimpa KMB (Keluarga Muslim Bogor) yang merupakan wadah koordinasi Ormas Islam se-Kota Bogor.

“Karena sudah beberapa kali terjadi kasus semacam itu, tentu kita sangat berharap polisi bisa membongkarnya, karena akan tidak membuat kondusif suasana di Kota Bogor, yang selama ini aman,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Bogor, Yocie Gusman mengemukakan, hasil silaturahmi yang dilakukan Ormas Islam se-Kota Bogor, MUI Kota Bogor maupun para tokoh agama telah bersepakat bahwa selebaran gelap ini bertujuan memecah belah “ukhuwah Islamiyah”.

Sedangkan berdasarkan hasil informasi lapangan yang dijaring dari seluruh Pj RW PKS (Penanggung Jawab Partai tingkat RW) warga Bogor yang mendapat selebaran gelap ini telah menyadari bahwa selebaran itu hanyalah provokasi murahan yang bersifat politis.

“Apalagi selebaran ini sangat bertentangan dengan misi PKS yakni PKS senantiasa mengedepankan ukhuwah dan persatuan Ummat serta kerja nyata,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pelaporan ke Polresta itu semata-mata agar ada efek jera kepada provokator yang telah menyebar selebaran tidak bertanggung jawab, walaupun pengaruh selebaran gelap terhadap dukungan PKS di Kota Bogor tidak ada, dan banyak warga tetap percaya dengan PKS.

Dalam kaitan itu, kata dia, para ulama di Kota Bogor menanggapi selebaran tersebut sebagaimana dalam firman Allah dalam Surat An Nur ayat 12 yakni, “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata”.

Oleh karena itu dengan adanya selebaran tersebut para ulama melakukan klarifikasi atau tabayyun kepada PKS. “Dan ini sudah menjadi akhlaq para ulama, karena ini merupakan perintah Allah SWT sebagaimana dalam surat Al Hujurat ayat ke-6 yakni, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bogor, Yusuf Dardiri menambahkan bahwa fitnah melalui selebaran itu, selain ditujukan untuk memberikan pencitraan buruk kepada PKS, namun pada saat yang sama ingin menggoyang sendi-sendi hubungan harmonis diantara umat Islam maupun antarelemen pemerintahan yang sebenarnya tidak mengalami hambatan.

“Jadi, karena warga Kota Bogor sudah matang, tentu provokasi itu tidak terlalu berpengaruh, namun aparat kepolisian sudah semestinya bisa membongkar pelakunya,” katanya.

Sumber: GATRA

About these ads
Posted in: Palestina