Arsip untuk Juni, 2007

Kisah Haru Seorang Siswi Palestina!

Juni 28, 2007

Infopalestina-Al Sahl Lish Shahafah Wal I’lam: Ini adalah kisah tentang seorang siswi di sebuah sekolah putri di Palestina. Hari itu dewan sekolah berkumpul seperti biasanya. Di antara keputusan dan rekomendasi yang dikeluarkan dewan dalam pertemuan ini adalah pemeriksaan mendadak bagi siswi di dalam aula. Dan benar, dibentuklah tim khusus untuk melakukan pemeriksaan dan mulai bekerja. Sudah barang tentu, pemeriksaan dilakukan terhadap segala hal yang dilarang masuk di lingkungan sekolah seperti hand phone berkamera, foto-foto, gambar-gambar dan surat-surat cinta serta yang lainnya.

Keamanan saat itu nampak normal dan stabil, kondisinya sangat tenang. Para siswi menerima perintah ini dengan senang hati. Mulailah tim pemeriksa menjelajah semua ruangan dan aula dengan penuh percaya diri. Keluar dari satu ruangan masuk ke ruangan lainnya. Membuka tas-tas para siswi di depan mereka. Semua tas kosong kecuali berisi buku-buku, pena dan peralatan kebutuhan kuliah lainnya. Hingga akhirnya pemeriksaan selesai di seluruh ruangan kecuali satu ruangan. Di situlah bermula kejadian. Apakah sebenarnya yang terjadi ???

Tim pemeriksa masuk ke ruangan ini dengan penuh percaya seperti biasanya. Tim meminta izin kepada para siswi untuk memeriksa tas-tas mereka. Dimulailah pemeriksaan.

Saat itu di ujung ruangan ada seorang siswi yang tengah duduk. Dia memandang kepada tim pemeriksa dengan pandangan terpecah dan mata nanar, sedang tangannya memegang erat tasnya. Pandangannya semakin tajam setiap giliran pemeriksaan semakin dekat pada dirinya. Tahukah anda, apakah yang dia sembunyikan di dalam tasnya ???

Beberapa saat kemudian tim pemeriksa memeriksa siswi yang ada di depannya. Dia pun memegang sangat erat tasnya. Seakan dia mengatakan, demi Allah mereka tidak akan membuka tas saya. Dan tiba lah giliran pemeriksaan pada dirinya. Dimulailah pemeriksaan.

Tolong buka tasnya anakku, kata seorang guru anggota tim pemeriksa. Siswi itu tidak langsung membuka tasnya. Dia melihat wanita yang ada di depannya dalam diam sambil mendekap tas ke dadanya. Barikan tasmu, wahai anakku, kata pemeriksa itu dengan lembut. Namun tiba-tiba dia berteriak keras: tidak … tidak … tidak …

Teriakan itu memancing para pemeriksa lainnya dan merekapun berkumpul di sekitar siswi tersebut. Terjadilah debat sengit: berikan … tidak … berikan … tidak …

Adakah rahasia yang dia sembunyikan??? Dan apa yang sebenarnya terjadi???

Maka terjadilah adegan pertarungan tangan untuk memperebutkan tas yang masih tetap berada dalam blockade pemiliknya. Para siswi pun terhenyak dan semua mata terbelalak. Seorang dosen wanita berdiri dan tangannya diletakan di mulutnya. Ruangan tiba-tiba sunyi. Semua terdiam. Ya Ilahi, apakah sebenarnya yang ada di dalam tas tersebut. Apakah benar bahwa si Fulanah (siswi) tersebut ….

Setelah dilakukan musyawarah akhirnya tim pemeriksa sepakat untuk membawa sang siswi dan tasnya ke kantor, guna melanjutkan pemeriksaan yang barang kali membutuhkan waktu lama …

Siswi tadi masuk kantor sedang air matanya bercucuran bagai hujan. Matanya memandang ke arah semua yang hadir di ruangan itu dengan tatapan penuh benci dan marah. Karena mereka akan mengungkap rahasia dirinya di hadapan orang banyak. Ketua tim pemeriksa memerintahkannya duduk dan menenangkan situasi. Dia pun mulai tenang. Dan kepala sekolah pun bertanya, apa yang kau sembunyikan di dalam tas wahai anakku …?

Di sini, dalam saat-saat yang pahit dan sulit, dia membuka tasnya. Ya Ilahi, apakah gerangan yang ada di dalamnya??? Bukan. Bukan. Tidak ada sesuatu pun yang dilarang ada di dalam tasnya. Tidak ada benda-benda haram, hand phone berkamera, gambar dan foto-foto atau surat cinta. Demi Allah, tidak ada apa-apa di dalamnya kecuali sisa makanan (roti). Ya, itulah yang ada di dalam tasnya.

Setelah ditanya tentang sisa makanan yang ada di dalam tasnya, dia menjawab, setelah menarik nafas panjang.

“Ini adalah sisa-sisa roti makan pagi para siswi, yang masih tersisa separoh atau seperempatnya di dalam bungkusnya. Kemudian saya kumpulkan dan saya makan sebagiannya. Sisanya saya bawa pulung untuk keluarga saya di rumah …Ya, untuk ibu dan saudara-saudara saya di rumah. Agar mereka memiliki sesuatu yang bisa disantap untuk makan siang dan makan malam. Kami adalah keluarga miskin, tidak memiliki siapa-siapa. Kami bukan siapa-siapa dan memang tidak ada yang bertanya tentang kami. Alasan saya untuk tidak membuka tas, agar saya tidak malu di hadapan teman-teman di ruangan tadi.”

Tiba-tiba suara tangis meledak ruangan tersebu. Mata semua yang hadir bercucuran air mata sebagai tanda penyesalan atas perlakukan buruk pada siswi tersebut.

Ini adalah satu dari sekian banyak peristiwa kemanusiaan yang memilukan di Palestina. Dan sangat mungkin juga terjadi di sekitar kehidupan kita. Kita tidak tahu, barang kali selama ini kita tidak peduli dengan mereka. Doa dan uluran tangan kita, setidaknya bisa sedikit meringankan penderitaan mereka. Khususnya saudara-saudara kita di Palestina yang hingga kini terus dilanda tragedi kemanusiaan akibat penjajahan Zionis Israel. (seto)

Beberapa Jam Invasi Israel di Jalur Gaza, 11 Korban Syahid

Juni 28, 2007

Gaza – Infopalestina: Jumlah korban syahid rakyat Palestina bertambah dalam invasi Israel ke Jalur Gaza sejak pagi ini Rabu (27/06) menjadi 11 orang dan 50 korban luka-luka.

Sumber medis Palestina menyebutkan, jumlah korban syahid akibat serangan Israel di kampung Sejaiah timur kota Gaza dan di wilayah Khazaah timur Khan Yunis hari ini bertambah menjadi 11 orang, terakhir adalah korban akibat serangan roket ke kerumunan warga di timur Gaza yang menewaskan empat orang dan melukai lima lainnya.

Sejumlah saksi mata menyebutkan kepada Infopalestina, tank-tank Israel melepaskan misil ke kerumunan warga dekat sekolah Muadz bin Jabal sebelah timur kampung Sejaiah. Akibatnya, empat orang warga meninggal yang diketahui bernama; Hazim Ziyad Jundiah (27), Nadem Said Jindiah (12), dan anggota Brigade Al-Quds Samir Abbas (20) dan Yusuf Abbas (27).

Tiga orang lainnya yang gugur dalam serangan tank Israel di wilayah yang sama saat mereka berada di perbatasan dengan kota Gaza diketahui bernama Ali Hils dari Al-Qassam, Nafidl Hihs (30) dari Syuhada Al-Aqsha, Ahmad Iyad Hils yang masih bocah. Mereka meninggal dekat masjid Taufiq di Sejaiyah.

Tank Israel juga menyerang rumah warga Qasim Jundiah di sebelah timur masjid Syahid Mahmod Abu Hin di timur Sejaiah. Warga menyebutkan, dua orang korban di dalam rumah sudah dievakuasi ke RS Asy-Syifa untuk diobati.

Sekiat 15 kendaraan militer Israel dan tank merangsek perlintasan Minthar. Mereka melakukan perusakan sejumlah lahan dan rumah warga sambil melepaskan tembakan ke arah pejuang perlawanan Palestina.

Sementara di Khan Yunis, pejuang dari Brigade al Quds, Muhammad Abu Diqa (24) gugur dan 4 orang lainnya terluka saat menghadang agresi pasukan Zionis Israel yang mulai menduduki pinggiran timur kota Khuza’a, sebelah timur kota Khan Yunis.

Kekerasan dan serangan Israel terhadap rakyat Palestina ini dilakukan sehari setelah terjadi pertemuan Mahmod Abbas dan Ehud Olmert PM Israel di Syarm El-Syeikh. (atb)

Abu Marzuq: Olmert Rendahkan Abbas di KTT Syarm el Syaikh

Juni 28, 2007

Infopalestina-Damaskus: Wakil Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas. Dr. Musa Abu Marzuq menyambut baik undangan yang disampaikan Presiden Mesir Husni Mubarak, Senin malam (25/06), untuk melanjutkan dialog antar faksi-faksi Palestina guna mengembalikan persatuan nasional dan mengakhiri perselisihan internal yang meruncing di ranah Palestina belakangan.

Dalam pernyataan khusus kepada koresponden Infopalestina, Abu Marzuq mengatakan, “Kami di gerakan Hamas menyambut baik ajakan Mesir untuk melakukan dialog Palestina.” Dia menyatakan bahwa gerakannya telah menegaskan pentingnya dialog sejak krisis mulai meruncing di Jalur Gaza. “Terutama setelah menjauhnya kelompok yang melihat dialog sebagai kesempatan untuk penggalangan dan mobilisasi melawan gerakan Hamas, serta kesempatan untuk mengulur waktu guna menyelaraskan konspirasi melawan pemerintahan persatuan nasional Palestina,” jelas Abu Marzuq.

Seruan Mesir ini disampaikan dalam pertemuan KTT Syarm el Syaikh yang diikuti oleh Presiden Mesir Mubarak, Presiden Palestina Mahmud Abbas, PM Israel Ehud Olmert dan Raja Yordania Abdullah II.

Abu Marzuq menyayangkan pidato yang disampaikan Abbas dalam pertemuan tersebut. Di mana Abbas menyampaikan kepada Olmert bahwa yang disebut terakhir ini sebagai sekutu pertama pada periode ini untuk menghadapi Hamas dan dalam upaya membuang kekerasan (memerangi perlawanan).

“Aibnya adalah menjadikan urusan internal Palestina sebagai tema dialog dan kesepakatan antara Presiden Abbas dan Olmert yang terus melakukan kejahatan dan aksi terorisme terhadap anak bangsa Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza,” imbuh petinggi Hamas penuh prihatin.

Menanggapi pidato Olmert dalam pertemuan Syarm el Syaikh, Abu Marzuq mengatakan, ”Rezim penjajah Israel ingin berlepas diri dari tanggung jawab atas kejahatan biadab yang terus dilakukan militer penjajah terhadap anak bangsa Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.” Menurutnya, Olmert telah menyamakan antara korban dengan penjagal, Olmert menyamakan antara rasa sakit dan penderitaan bangsa Palestina di bawah agresi dan blokade dengan aksi-aksi terorisme yang terus dilakukan militer penjajah Israel yang tidak pernah berhenti sesaat pun dalam menggunakan lebih banyak senjata terhadap anak bangsa Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.”

Abu Marzuq menambahkan, “Olmert tidak melakukan langkah nyata apapun untuk menyambut tuntutan Palestina. Baik itu terkait dengan tuntutan penghentian pembangunan tembok dan perluasan permukiman-permukiman Yahudi, tuntutan yang terkait dengan pembebasan pata tahanan Palestina dan bahkan tuntutan pembongkaran perlintasan – perlintasan militer yang jumlahnya ratusan tersebar di kota-kota, desa-desa dan kampung-kampung di Tepi Barat.”

Dalam pidato di KTT tersebut, tegas Abu Marzuq, “Olmert telah melakukan pelecehan terang-terangan terhadap Presiden Abbas ketika hanya menganggapnya sebagai pemimpin Fatah semata (bukan pemimpin bangsa Palestina).” Oleh karena itu, Olmert hanya berjanji kepada Abbas untuk mengkaji pembebasan tahanan Palestina dari orang-orang Fatah saja. (seto)

Brigade al Aqsha Bergabung dengan Dinas Keamanan Presiden

Juni 28, 2007

Infopalestina-Jenin: Komandan Brigade Martir al Aqsha, sayap militer gerakan Fatah, di Tepi Barat Zakaria Zubaidi mengumumkan pembubaran brigade al Aqsha dan menyerahkan senjata mereka ke dinas keamanan kepresidenan yang dipimpin Mahmud Abbas dan menghentikan aksi-aksinya melawan penjajah Zionis Israel.

Zubaidi, yang mengikuti jejak para pemimpin kelompok kudeta dalam gerakan Fatah, dalam pernyataan kepada radio Israel, Selasa (26/06), mengatakan bahwa “Brigade al Aqsha telah setuju untuk menyerahkan senjatanya kepada pemerintah dan bergabung dalam dinas keamanan untuk berkhidmat pada proyek politik Presiden Mahmud Abbas.”

Zubaidi mengatakan, “Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, berada di luar undang-undang dan dilarang keluar ke jalan-jalan di Tepi Barat.” Dia menegaskan bahwa dirinya dalam anggota brigade al Aqsha lainnya akan berada di pihak dinas keamanan Abbas untuk memburu elemen-elemen sayap militer gerakan Hamas dan merampas senjata mereka.”

Sejak Brigade al Qassam berhasil menguasai Jalur Gaza, ratusan anggota Hamas di Tepi Barat menjadi korban penculikan, penyerangan dan pembunuhan oleh orang-orang bersenjata dari kelompok kudeta dalam gerakan Fatah dan milisi dinas keamanan presiden.

Dalam pertemuan (KTT) Syarm el Syaikh yang terakhir telah menunjukan sejauh mena dukungan penjajah Zionis Israel kepada gerakan Fatah, khususnya di Tepi Barat, di mana PM Israel Ehud Olmert berjanji kepada Presiden Abbas mengkaji pembebasan 250 tahanan Palestina yang hanya berasal dari gerakan Fatah. (seto)

Barghutsi : Ajakan Mesir Positif dan Tawaran Israel Sangat Bodoh

Juni 28, 2007

Infopalestina-Gaza : Menteri Penerangan Pemerintah Persatuan Palestina, DR. Musthafa AL-Barghutsi mengkritik pertemuan Sharm El-Syaikh (Senin 25/6). Ia menyebutkan, yang diuntungkan dalam pertemuan ini hanyalah Israel.

Barghutsi menambahkan, pertemuan tersebut tidak menghasilkan apa-apa, kecuali terpecahnya koalisi politik antara Hamas dan Fatah serta memisahkan pemerintahan antara Gaza dan Tepi Barat dalam membungkam mimpi mendirikan Negara Palestina merdeka. Pertemuan itu hanya untuk memperlemah kemungkinan diadakanya dialog sebagai solusi terakhir.

Barghutsi mennyebutkan, keputusan perdana menteri Israel, Ehud Olmret untuk membebaskan 250 tahanan dari anggota Fatah yang tidak terlibat dalam pembunuhan bangsa Israel adalah langkah bodoh. Karena jumlah tawanan yang ditangkap oleh Israel dalam satu bulan saja, jauh lebih banyak dari itu.

Dalam pernyataanya kepada Quds Press kemarin Selasa (26/6) Barghutzi memuji ajakan Mesir untuk memulai kembali dialog antara Hamas dan Fatah. Ia menganggap ajakan tersebut sebagai sesuatu yang positif dan bermanfaat.

Dalam pada itu Barghutsi meminta semua pihak bekerja serius untuk menyelesaikan kemelut politik saat ini. Namun ia menolak untuk menyebutkan siapa yang layak sebagai pemimpin untuk menengahi dialog antara Hamas dan Fatah. Ia hanya mengatakan, sampai sat ini belum jelas apa yang bisa dikerjakan untuk mengatasi krisis ini. Masih terlalu dini membicarakan inisiatif nasional dalam kaitan ini, ungkapnya. (asy)

Tentara Israel Serbu Ghaza, Puluhan Warga Palestina Gugur dan Luka-Luka

Juni 28, 2007

Israel memancing di air keruh, memanfaatkan situasi instabilitas di Palestina, mereka mengerahkan sejumlah tank militernya menyerbu wilayah Ghaza yang kini dikuasai Hamas.

Kantor Berita Prancis menyebutkan pagi hari ini sejumlah tank Israel berdatangan ke Ghaza dan menewaskan sejumlah orang Palestina. Tank-tank Israel itu datang untuk menyerang sebuah mobil di perkampungan Syujaiyah, Ghaza, yang diduga dikendarai sejumlah aktifis perjuangan Palestina.

Sementara menurut Al-Jazeera, seorang anggota unit pejuang Al-Jihad Al-Islami bernama Dhiya Abu Diqqah, gugur dalam insiden tersebut. Selain dirinya, ada empat orang pejuang lain yang terluka akibat baku tembak dengan tentara Israel di Timur Khan Yunis, atau di sisi Selatan Ghaza.

Aksi militer Israel juga terjadi di wilayah Timur Ghaza dan menewaskan dua orang warga Palestina, yakni seorang laki-laki dan seorang anak kecil. Ada pula empat orang dari satu keluarga yang terluka akibat tembakan bom dari tank Israel ke sebuah wilayah di Abu Thahuna. Koresponden Aljazeera menyatakan bahwa dua aksi tank Israel itu terus berlanjut dan awalnya dipicu dengan kehadiran sejumlah buldoser ke wilayah perbatasan.

Masih menurut Aljazeera, tak kurang 40 mobil militer Israel ikut dalam aksi serangan ini. Israel juga menahan puluhan orang Palestina di Baet Aza dan memeriksa mereka, lalu membawa sejumlah orang dari mereka. Israel yakin bahwa target militer yang mereka tuju adalah orang-orang yang selama ini mereka buru dari unit Saraya Al-Quds, sayap militer Jihad Islami di Palestina. Sejumlah informasi menyebutkan target Israel itu juga kini telah gugur.

Ini adalah aksi terbesar tentara Israel di Ghaza sejak Hamas menguasai wilayah tersebut dua pekan lalu. Menurut sumber medis Palestina yang dikutip BBC, ada sepuluhan orang Palestina yang gugur akibat serangan yang berlangsung sejak pagi hari Rabu ini. (na-str/aljzr, bbc)

Abbas Nyatakan Perang Terbuka terhadap Seluruh Aksi Perlawanan Palestina

Juni 28, 2007

Di tengah keprihatinan mencekam akibat serangan militer Israel ke Jalur Ghaza, Presiden Palestina Mahmud Abbas, malah mengumumkan perang terbuka terhadap semua sayap militer perjuangan Palestina yang melakukan perlawanan terhadap Israel.

Pernyataan Abbas ini dikeluarkan satu hari setelah penyelenggaraan pertemuan empat negara Arab di Sharm Syeikh. Secara tegas, Abbas menyatakan, “Melarang semua milisi bersenjata dan kelompok militer atau para militer apapun organisasinya.”

Ketetapan Presiden itu, dilakukan setelah memperhatikan aspek hukum dalam bab ketujuh dari undang-undang dasar yang telah direvisi tahun 2003. Berdasarkan ketetapan tersebut pula Abbas memberlakukan kondisi darurat pada tanggal 14 Juli 2006, dan kemudian membentuk kabinet darurat dipimpin PM Salem Fayadh. Dengan demikian, “Seluruh milisi bersenjata dan kelompok militer atau para militer yang tidak legal apapun afiliasinya terlarang dengan segala bentuknya. ”

Abbas juga mengatakan, “Milisi bersenjata atau semacamnya dilarang melakukan kegiatan baik rahasia maupun terang-terangan. Siapa saja yang membantu atau mempunyai hubungan dengan kelompok tersebut berarti telah melanggar peraturan pidana dan perdata.”

Kepada PM kabinet darurat Salem Fayadh, Abbas mengatakan, agar dia menghapus semua kelompok bersenjata. “Pemerintah harus melaksanakan apa yang terdapat dalam undang-undang dan peraturan yang melarang membawa senjata serta mensuplai semua bentuk senjata, amunisi, bahan peledak dan sebagainya, yang digunakan sebagai sarana perang yang tidak diizinkan, serta seluruh materi yang bisa membawa bahaya bagi sistem negara secara umum. ”

Ia juga mengancam, “Setiap orang yang melanggar ketentuan yang telah digariskan, dianggap telah melakukan tindak kejahatan dan akan mendapat hukuman sesuai tertera pada undang-undang. ” (na-str/pic)

Sejak Kehadiran Pasukan Asing, Produksi Ganja di Afghanistan Meningkat

Juni 28, 2007

Laporan PBB secara mengejutkan mencantumkan Afghanistan sebagai negara yang paling banyak menghasilkan ganja selama tahun 2006. Laporan tahunan UN Office on Drugs and Crime (UNODC) itu menyebut 92% opium dunia, berasal dari wilayah Afghanistan.

Mereka memperingatkan dugaannya bahwa jumlah sebenarnya, akan lebih besar dari data yang berhasil diperoleh. Karena wilayah yang terdata oleh pihak PBB tidaklah mencakup seluruh wilayah Afghanistan.

Dalam laporan tahunan PBB terkait narkotika dan kriminalitas, disampaikan bahwa penanaman ganja di Afghanistan tahun ini bertambah berlipat-lipat, meskipun ada 30 ribu orang lebih tentara internasional yang kini ditempatkan di lokasi itu. Selama tahun 80-an, Afghanistan memproduk sekitar 30% opium dunia. Tapi pada beberapa tahun terakhir, terutama setelah kehadiran pasukan internasional, kapasitas produksi ganja Afghanistan meningkat tajam menjadi tiga kali lipat. Opium juga merupakan salah satu bahan produk heroin.

Laporan PBB menuliskan, wilayah Helmand Selatan yang kini tunduk di bawah penguasaan Taliban, merupakan separuh sumber ganja ilegal. Ia menyebutkan bahwa hasil ganja yang diperoleh dari lokasi itu jauh melebihi jumlah ganja yang dihasilkan di tempat lain. “Ada sekitar 70 ribu hektar di Helmand Selatan yang ditanami ganja. Ini sama dengan tiga kali lipat dari wilayah perkebunan ganja di Myanmar yang dianggap negara terbesar kedua penghasil ganja di dunia. ”

Ditambahkan pula, “Kami melihat adanya hubungan kuat antara produktifitas opium dan aksi perlawanan serta menurunnya keamanan di Afghanistan. Jelas sekali strategi pasukan koalisi asing yang ada di Afghanistan tidak berhasil mengatasi perluasan perkebunan ganja, karena masalah ini memberi keuntungan bagi banyak pihak yang punya kepentingan politik.”

Disebutkan pula dalam laporan itu, bahwa hasil opium Afghanistan berkisar 4.500 ton sampai 6.700 ton sepanjang tahun 2006. Dan jumlah itu sama dengan 92% hasil ganja di dunia. (na-str/iol)

Kebijakan Luar Negeri Indonesia terhadap Israel Harus Dikoreksi

Juni 26, 2007

Anggota Komisi I DPR Effendi Choirie mendesak pemerintah untuk mengoreksi dan mengevaluasi secara tegas dan obyektif sikapserta posisi Indonesia dalam melaksanakan kebijakan luar negerinya terhadap Israel.

“Sudah sangat lama kita mendukung terbentuknya negara Palestina, dan sudah cukup lama pula kita menolak kehadiran negara Israel. Tetapi ada dua fakta bertolak belakang di depan mata yang menjadi realitas, tidak pernah ada negara Palestina dan Israel telah menjadi negara, ” ujar Effendi dalam rapat kerja komisi I DPR bersama dengan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda di GedungDPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/6).

Dijelaskannya, dunia internasional tahu persis siapa negara penjajah terbesar di dunia, yakni, Amerika Serikat dan Israel, tapi Indonesia memiliki hubungan diplomatik dengan mereka.

“Ada fakta berikutnya yaitu, internal Palestina tidak pernah bersatu sementara Israel sebagai negara menjadi salah satu yang terkuat dan didukung mayoritas dunia serta memiliki jaringan kekuatan di mana-mana, baik secara terbuka maupun tertutup, ” keluh politisi PKB ini.

Ia menambahkan, kebijakan politik luar negeri Indonesia terhadap Palestina yang mendapat dukungan secara moral dan emosional dari dalam negeri, dapat dimaklumi sebagai konsekuensi dari amanat pembukaan UUD 1945.

“Bahwa negara Indonesia menentang segala bentuk penjajahan dan zionisme yang dianut Israel, karena itu kita bersikap tidak berhubungan dengan negara Israel, ” tambahnya.

Lantaran itu, pihaknya kembali mendesak pemerintah khususnya jajaran Departemen Luar Negeri untuk segera mengevaluasi, mengoreksi dan mendiskusikan lebih obyektif serta rasional posisi RI dalam kebijakan politi luar negeri di masa datang. (dina)

Muslim Jerman Perjuangkan Pembangunan Masjid di Cologne

Juni 26, 2007

Warga Muslim Jerman berharap keberadaan masjid-masjid bisa menjadi jembatan dan medium integrasi dengan masyarakat setempat. Oleh sebab itu, warga Muslim khususnya di kota Cologne-kota keempat terbesar di Jerman-kini sedang memperjuangkan agar rencana pembangunan masjid di kota itu bisa terlaksana.

Masjid itu akan dibangun di distrik Ehrenfeld, dilengkapi dengan kubah serta dua menara setinggi 55 meter. Masjid yang pembangunannya menelan biaya sebesar 15 juta dollar ini, dibangun di lokasi masjid yang selama ini dikelola oleh DITIB (Turkish-Islamic Union for Religius Affairs) dan pembangunannya diharapkan selesai pada tahun 2009.

Masjid itu nantinya akan menjadi masjid terbesar di Jerman, yang bisa menampung sekitar 2. 000 jamaah. Rencana pembangunan masjid ini mendapat dukungan dari semua partai politik, persatuan-persatuan dagang dan banyak asosiasi.

“Dengan adanya masjid ini, warga Muslim tidak akan berpikir lagi tentang negara asal mereka sebagai rumah mereka tapi memikirkan Jerman, ” kata Seyda Can dari DITIB.

Satu-satunya kelompok yang menentang pembangunan masjid itu adalah kelompok-kelompok kiri di Cologne. Mereka melakukan kampanye di kalangan masyarakat Cologne untuk menentang pembangunan masjid itu. Lewat wadah Pro Cologne, mereka berusaha mendapat dukungan dari kalangan kiri di Austria dan Belgium. Kampanye Pro Cologne memandang langkah pembangunan masjid sebagai upaya Islamisasi Eropa.

Namun, saat ini gerak-gerik kelompok tersebut terus dipantau oleh Kantor Perlindungan Konstitusi, agen intelejen domestik Jerman wilayah North Rhine-Westphalia.

Seyda mengungkapkan, warga Muslim sudah menetap di Cologne sejak 40 tahun yang lalu, tapi mereka masih saja sholat di ruangan-ruangan paling belakang. Ada 120 ribu Muslim di Cologne atau sekitar 12 persen dari jumlah populasi. Kami tidak seharusnya bersembunyi, ” papar Seyda.

Jerman adalah negara kedua di Eropa setelah Prancis yang jumlah warga Muslimnya paling banyak. Jumlah warga Muslim di Jerman saat ini diperkirakan mencapai 3, 2 juta orang dan hampir setengahnya berasal dari Turki.

Ikbal Kilic, juru bicara Islamic Union mengungkapkan, warga minoritas Muslim untuk menjawab kekhawatiran terhadap pembangunan masjid di Cologne. “Kami akan mengadakan kursus bahasa Jerman dan desain masjid akan menggunakan banyak kaca, sehingga orang bisa melihat ke dalam masjid. Kami ingin terbuka, ” tukas Kilic.

Terkait adanya kelompok-kelompok yang tidak setuju dengan pendirian masji, Seyda membandingkannya dengan penganut Protestan yang begitu mudah mendapatkan izin pembangunan tempat ibadahnya.

“Dua ratus tahun yang lalu, gereja Protestan pertama dibangun di Cologne. Ada proses panjang bagi penganut protestan agar bisa diterima, tapi hari ini, tentu saja mereka diterima di sini. Mengapa kita tidak sama seperti itu? (ln/iol)