Arsip untuk September, 2007

Mantan KSAD Israel Serukan Dunia Perangi “Islam Jihad”

September 25, 2007

Mantan Kepala Angkatan Darat Israel Moshe Boge Yalon, menghimbau Barat dan Israel berpadu strategi secara internasional untuk melakukan perang habis-habisan melawan gerakan “Islam Jihad”. Dengan memadukan seluruh sarana politik, ekonomi, media massa, pendidikan hingga militer.

Yalon mengusulkan hal itu dalam tulisannya di harian Yodiot Aharonot, terbitan Israel. Sejumlah usulan strategis yang ditawarkan Yalon dalam artikelnya adalah, “menolak mentah-mentah semua permintaan Islam Jihad, atau sama sekali tidak mau diajak kompromi dengan syarat apapun.

“Gerakan seperti Hamas dan Hizbullah, di samping Al-Qaidah, semuanya termasuk dalam kategori Islam Jihad, ” ujarnya.

Yalon juga menyerukan agar melakukan kampanye politik untuk memperkuat sistem internasional yang kondusif untuk melakukan perang terhadap gerakan Islam Jihad dan negara-negara yang menopangnya. Bentuknya, menurut Yalon, bisa melalui embargo, hukuman ekonomi terhadap negara yang membangkang seperti Iran dan Suriah, juga dengan memerangi organisasi jihad seperti Al-Qaidah, Hizbullah dan Hamas.

Yalon kemudian mengarang cerita tentang Islam Jihad yang menurutnya tidak bermula sejak tragedi 11 September 2001, melainkan sejak munculnya Revolusi Islam di Iran tahun 1979. “Itulah titik sejarah pertama tanda dimulainya kemunculan Islam fanatik, ” ujar Yalon. Sementara tragedi 11 September hanyalah peristiwa yang menyadarkan Barat terhadap wujud Islam Jihad.

Sebagai tokoh Zionis Israel, tentu saja Yalon menutup mata terhadap karakter teroris yang justru melekat pada gerakan Zionis Israel sendiri. Penjajahan, penculikan, penangkapan, pembunuhan, pembantaian, yang mewarnai seluruh lembar sejarah Zionis Israel hingga hari inipun tidak dipandang Yalon sebagai sesuatu yang harus diwaspadai. Tentu saja, itu karena Yalon adalah orang Zionis Israel. (na-str/iol)

Fenomena Iran dan Hizbullah (Bag.3)

September 25, 2007

Abdullah bin Saba adalah seorang Yahudi dari San’a yang hidup semasa dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib r. A. Sejarah mencatat bahwa Yahudi dari San’a inilah yang “memecah” umat Islam menjadi dua kelompok besar: Sunni dan Syiah. Sebelum kemunculan Abdullah bin Saba, tidak ada istilah Sunni (Ahlul Sunnah Wal Jamaah) dan Syiah. Islam ya Islam. Tidak ada Islam Sunni atau Islam Ahlul Sunnah Wal Jamaah dan lainnya.

Keberadaan Abdullah bin Saba yang Yahudi ini seakan melengkapi bukti bahwa Yahudi memang sungguh-sungguh berjuang untuk menghancurkan apa yang kita kenal sebagai agama langit: Yahudi, Nasrani, dan Islam. Ke dalam agama asli Yahudi (Taurat Musa a. S.), kaum Yahudi pengikut Samiri (tokoh Kabbalah) menciptakan Talmud, sebuah kitab iblis yang diikuti oleh Gerakan Zionis Dunia sekarang ini.

Ke dalam agama Nasrani (Nabi Isa a. S.), mereka menyusupkan Paulus dari Tarsus, seorang Yahudi dari Tarsus yang hidup berbeda zaman dengan Nabi Isa a. S. namun mengaku sebagai muridnya. Paulus ini yang kemudian mengarang Kitab Perjanjian Baru (The New Testament) yang diklaimnya sebagai penggenapan Kitab Perjanjian Lama (The Old Testament). Dan ke dalam umat Muslimin, Yahudi menyusupkan Abdullah bin Saba untuk merusak Islam.

Keberadaan Abdullah bin Saba sendiri menjadi kontroversial di kalangan Syiah. Ada penganut Syiah yang mengakui bahwa Abdullah bin Saba benar-benar ada, namun banyak pula yang menyebut Abdullah bin Saba hanyalah sebuah mitos dan kebohongan yang besar, sebuah rekaan dari musuh-musuh Syiah.

Namun dari catatan sejarah yang ada, keberadaan Abdullah bin Saba agaknya jauh lebih kuat fakta-faktanya ketimbang yang menolak keberadaannya. Sejumlah literatur klasik memaparkan siapa sesungguhnya orang Yahudi ini:

- An Nasyi Al-Akbar (293 H), mencantumkan tentang Ibnu Saba, dan golongan As Sabaiyah, dengan kalimat: “Dan suatu golongan yang mereka mendakwahkan bahwa Ali allaihi salam masih hidup dan tidak pernah mati, dan ia tidak akan mati sampai ia menghalau (mengumpulkan) orang arab dengan tongkatnya, orang ini adalah As Sabaiyah, pengikut Abdullah bin Saba …. Abdullah bin Saba seorang laki-laki dari penduduk Sana, seorang Yahudi yang mengaku telah masuk Islam lewat tangan Ali dan bermukim di Al-Madain. (Masailul Imaamah Wa Muqtathofaat minil kitabil Ausath fil Maqalat/ditahqiq oleh Yusuf Faan As, Beirut 1971, hal. 22, 23).

- Al-Qummi (301 H), menyebutkan: Sesungguhnya Abdullah bin Saba adalah orang yang pertama sekali menampakkan celaan atas Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan, serta para sahabat, dan berlepas diri dari mereka. Dan ia mendakwakan sesungguhnya Ali-lah yang memerintahkannya akan hal itu. Dan sesungguhnya Taqiyah tidak boleh. Lalu Ali diberitahukan, lantas Ali pun menanyakannya akan hal itu. Maka ia mengakuinya. Dan Ali memerintahkan untuk membunuhnya. Llalu orang-orang berteriak dari setiap penjuru: Wahai Amirul Mukminin! Apakah anda akan membunuh seorang yang mengajak kepada mencintai kalian Ahli Bait, dan mengajak berikrar setia kepadamu dan berlepas diri dari musuh-musuhmu, maka biarkan dia pergi ke Al-Madain. (Al-Maqaalat wal Firaq, hal: 20. Diedit dan dikomenteri serta kata pengantar oleh Dr. Muhammad Jawad Masykur, diterbitkan oleh Muasasah Mathbuati athani, Teheran 1963).

- An Naubakhti (310H), menyetujui Al-Qummi dalam memperkuat berita-berita tentang Abdullah bin Saba, lalu ia menyebutkan satu contoh: Tatkala sampai kepada Abdullah bin Saba berita kematian Ali di Madain, maka ia berkata kepada orang yang membawa berita itu: Kamu telah berdusta kalau seandainya kamu datang kepada kami dengan otaknya sebanyak tujuh puluh kantong, dan kamu mendatangkan tujuhpuluh saksi atas kematiannya, maka sungguh kami telah mengetahui sesungguhnya dia belum mati, dan tidak terbunuh, dan tidak akan mati sampai ia memiliki bumi.(Firaqus Syiah, hal 23. Oleh Abu Muhammad Al-Hasan bin Musa An Naubakhti, ditashhih oleh H. Raiter, Istambul, percetakan Ad Daulah, 1931).

- Al-Kisysyi mencantumkan (dari para tokoh abad ke empat) beberapa riwayat yang menegaskan hakikat Ibnu Saba, dan menerangkan kabar beritanya. Inilah sebagiannya: Telah menceritakan kepada saya Muhammad bin Quluwiyah Al-Qummi, ia berkata: telah menceritakan kepada saya Saad bin Abdillah bin Abi khalaf Al-Qummi, ia berkata: telah menceritakan kepada saya Muhammad bin Utsman Al-Abdi dari Yunus dengannya, Abdurrahman bin abdillah bin Sinan telah berkata: telah menceritakan kepada saya Abu Jafar Alaihis Salam: Sesungguhnya Abdullah bin Saba, adalah orang yang mendakwakah kenabian, dan mendakwakan bahwa sesungguhnya Amirul Mukminin alaihi salam (Ali r. A.), sebagai Allah, Maha tinggi dari hal itu dengan ketinggian yang besar. Lalu berita itu sampai ke Amiril mukminin alaihis salam, beliau menanyakannya, maka iapun mengakui hal itu, dan berkata: Ya, engkau adalah Dia (Allah), dan sungguh telah dibisikkan ke dalam hatiku, bahwasanya engkau adalah Allah, dan saya adalah nabi. Lalu Amirul Mukminin berkata kepadanya: Celaka kamu, sungguh syaitan telah menguasaimu, kembalilah kamu (kepada kebenaran) dari ini, celaka ibumu, dan bertaubatlah. Maka iapun enggan (untuk bertaubat), lalu beliau menahannya, dan memintanya agar bertaubat selama tiga hari, namun belum juga bertaubat, lantas beliau membakarnya dengan api, dan berkata: syaitan telah menguasainya, selalu mendatanginya dan membisikkan ke dalam hatinya hal itu.(Al-Kisysyi: Rajalul Kasysyi hal: 98, 99, marifatu Akhbaarir Rijaal (al-mathbaah al-musthafawiyah 1317) hal: 70).

- Al-Hasan bin Ali Al-Hulliy (726 H), menyebutkan Abdullah bin Saba dari golongan-golongan orang yang lemah (tercela).(Ar Rijaal (cetakan AL Haidariyah/ An Najfah 1392 H): 2/71).

- Adapun Ibnu Murtadha (Ahmad bin Yahya meninggal tahun 840 H) yang ia itu adalah orang mutazilah dan menisbatkan dirinya ke Ahli Bait, dan termasuk imam (tokoh) syiah Zaidiyah, maka dia tidak hanya memperkuat keberadaan Ibnu Saba, bahkan menegaskan bahwa sumber ajaran syiah dinisbatkan kepada Abdullah bin Saba, karena ia adalah orang yang pertama kali membuat perkataan adanya nash (ketetapan keimaman), dan perkataan keimaman dua belas imam.(Tabaqatul Mutizilah (diterbitkan oleh Faranz syatainr/ cetakan Al-Katolikiyah/ Bairut hal: 5 dan 6) dan lihat juga Dirasaat fil firaq wa aqaidil Islamiyah (diterbitkan oleh Penerbit Irsayd Baghdad) hal: 5).

Ada banyak literatur klasik yang berasal dari kalangan mereka sendiri yang meneguhkan keberadaan dan peranan seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba (Ibnu Saba) dalam memecah kaum Muslimin. Hal ini dipaparkan semata-mata agar umat Islam menyadari dan bisa menilai dengan obyektif apa sesungguhnya yang mereka tampakkan sekarang ini. Dalam tulisan keempat (terakhir) akan dipaparkan penggalan sejarah yang menyebabkan Dunia Islam mengalami skisma besar menjadi dua bagian: Sunni dan Syiah, di mana peran Abdullah bin Saba sangat dominan.(Bersambung/Rizki) < 1 2 3 4 >

di Balik Pembakaran Buku-Buku Sejarah (Tamat)

September 25, 2007

Teori Gujarat yang berasal dari Snouck Hurgronje jelas harus dihapus dari seluruh buku pelajaran anak-anak sekolah di negeri ini. Islam di Indonesia telah masuk di zaman Rasulullah SAW masih hidup, jadi bukan di abad ke-14, melainkan di abad ke-7. Masih teramat banyak lagi catatan sejarah yang harus diluruskan dan dipaparkan secara jujur. Antara lain:

Nanggroe Aceh Darussalam

Istilah gerakan separatis yang dialamatkan kepada warga Aceh yang ingin memisahkan diri dari NKRI jelas tidak tepat. Jauh sebelum NKRI lahir, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) telah menjadi satu negara berdaulat dan bahkan menjadi bahagian dari protektorat Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, menjadi bagian dari kekhalifahan Islam. NAD telah memiliki qanun-nya (Qanun Meukuta Alam) yang tertatat rapi dan sistematis berdasarkan Qur’an dan hadits disaat orangtua para perumus UUD 1945 belum lahir.

Kesediaan NAD untuk bergabung dengan NKRI lebih disebabkan ukhuwah Islamiyah dengan saudara-saudara seiman di Nusantara. Presiden Soekarno pun telah berjanji untuk memberi NAD keistimewaan berupa penerapan syariat Islam di wilayahnya. Namun sejarah mencacat bahwa Soekarno berkhianat dan bahkan merampok sumber daya alam Aceh untuk di bawa ke tanah Jawa. Perampokan ini terus berlanjut hingga puluhan tahun dan ini membuat rakyat NAD berpikir bahwa tidak ada manfaatnya bergabung dengan NKRI. Mereka ingat bahwa NAD memiliki masa kejayaan dan mereka ingin mengulang masa-masa itu.

Jadi NAD bukanlah gerakan separatis, melainkan menarik kembali kesediaannya karena pengkhianatan yang dilakukan pusat.

Perang Diponegoro

Perang besar terjadi tahun 1925-1930 antara rakyat Jawa Tengah pimpinan Pangeran Diponegoro melawan penjajah kafir Belanda. Dalam buku-buku sejarah disebutkan bahwa Pangeran Diponegoro mengangkat senjata karena marah tanah leluhurnya diserobot Belanda. Ini salah besar.

Sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara memaparkan bahwa iman Islam seorang Diponegoro-lah yang menyebabkan dia lebih suka keluar dari lingkungan keraton dan bergabung dengan rakyat memimpin perang melawan kafir Belanda. Salah satu pemicunya karena Belanda menerapkan pajak Blasting yang sangat menyengsarakan rakyat. Diponegoro yang melihat rakyatnya terus ditindas tidak tahan dan langsung memimpin peperangan melawan kafir belanda tersebut.

“Dalam patung dan lukisan, Pangeran Diponegoro diperlihatkan tengah menghunus keris dengan tangan kanan dan tangan kirinya memegang tali kekang kuda. Ini pun tidak benar. Diponegoro bukanlah menghunus keris, tetapi memegang kitab suci al-Qur’an untuk membakar semangat jihad rakyatnya, ” papar Mansyur Suryanegara lagi.

Setelah masuknya Islam dan posisi NAD dalam NKRI, maka hal lain yang juga perlu diluruskan adalah tentang Perang Diponegoro (1825-1830). Dalam buku-buku pelajaran sejarah disebutkan bahwa Pangeran Diponegoro murka kepada Belanda karena penjajah Belanda telah menyerobot tanah leluhurnya. Lagi-lagi ini tidak tepat. Pangeran Diponegoro rela keluar dari lingkungan istana, membaur ke tengah-tengah rakyatnya, dan membangkitkan perlawanan terhadap penjajah semata-mata karena keimanan seorang Diponegoro yang anti terhadap segala kezaliman.

Kebangkitan Nasional Bukan 20 Mei 1908

Sampai sekarang pemerintah masih saja memperingati tiap tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Tanggal ini merujuk pada 20 Mei 1908, saat lahirnya organisasi Jawa priyayi yang bersahabat dengan penjajah Belanda bernama Boedhi Oetomo (BO). Banyak tokoh BO merupakan anggota Freemasonry dan kaki tangan penjajah Belanda. BO juga anti nasionalisme dan cenderung rela menjadi pelayan dari kepentingan penjajah. Selain orang Jawa, dilarang jadi anggota BO.

Kebangkitan Nasional bangsa ini seharusnya berpatokan pada tanggal didirikannya Syarikat Islam (SI) yang telah berdiri 3 tahun sebelum BO berdiri. SI didirikan pada tanggal 16 Oktober 1905 oleh Haji Samanhudi dan kawan-kawan. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN.

Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku. SI juga telah mencita-citakan Indonesia merdeka, sesuatu yang tidak pernah disinggung oleh BO. Jadi, Kebangkitan Nasional seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bulan 20 Mei.

Sejumlah peristiwa dan sejarah penting yang harus dengan jujur dipaparkan pada anak cucu kita antara lain adalah: Palagan Ambarawa, di mana laskar santri dan ulama mampu mengusir pasukan pemenang Perang Dunia II, Inggris; Pertempuran 10 November 1945 yang berasal dari Resolusi Jihad para ulama NU di Jawa pada bulan Oktober 1945, sebab itu semangat jihad-lah yang membuat rakyat Surabaya rela mati, bukan semangat membela yang lainnya; Sejarah Laskar Hisbullah/Sabilillah yang terus digelapkan sampai sekarang padahal Jenderal Soedirman sangat mengandalkan pasukan Islam ini; Sosok Jenderal Soedirman yang sangat fanatik dengan Islam, sehingga beliau selalu menyelipkan ayat-ayat jihad dalam setiap surat perintahnya; Islamophobia yang dilakukan rezim Orde Baru pada tahun 1967-1990-an; dan tragedi besar yang menimpa umat Islam Indonesia tetapi sekarang ini seolah dilupakan adalah tragedi Idul Fitri kelabu yang menimpa umat Islam Ambon di tahun 1999 yang merembet ke Ternate dan Poso.

Jika sekarang ini pemerintah SBY-Kalla memberi restu upaya pembakaran buku-buku sejarah yang tidak ada tertulis G30S/PKI, maka seharusnya pemerintahan ini melakukan penulisan ulang sejarah Indonesia secara lebih menyeluruh dan jujur. Tapi harapan ini sepertinya mustahil dilakukan mengingat yang berkuasa saat ini masih partai-partai politik zaman Orde Baru yang seharusnya sudah menjadi partai terlarang. Peristiwa pembakaran buku-buku sejarah saat ini membuktikan bahwa rezim represif dan fasis Orde Baru sekarang ini masih berkuasa. Kepala boleh berganti, tapi dari leher hingga ujung kaki hakikatnya masih sama. Reformasi memang telah gagal.(Tamat/Rizki)   < 1 2 >

Anggota Dewan Al-Quds Serukan Rakyat Padati Al-Aqsha

September 24, 2007

Infopalestina-Al-Quds : Angggota dewan dari Fraksi Reformasi dan Perubahan Hamas di Parlemen Palestina yang dipenjara Israel, menyerukan rakyat Palestina bergerak memasuki kota Al-Quds serta melakukan I’tikaf pada bulan Ramadhan Mubarak ini.

Diantara mereka, Syaikh Muhammad Abu Thair, DR. Ibrahim Abu Salem, Ahmad Uthwan, Ir. Wail Al-Husaini dan Muhammad Thautah menyerukan bahwa Masjid Al-Aqsha Mubarak membutuhkan dukungan ril para pencintanya dengan memakmurkannya melalui itikaf di dalamnya, dalam rangka melindungi Masjid Al-Aqsha dari setiap serangan yahudisasi, termasuk di dalamnya penggalian bawah masjid yang masih berlangsung.

Para angora dewan tersebut berharap bulan Ramadhan ini lebih baik dan dapat memberkahi seluruh anak bangsa Palestina, ummat Islam dan Arab. Mereka menyampaikan salam pada para keluarga syuhada dan tawanan Palestina.

Kemudian para anggota dewan itu mendorong pemerintah bangsa Arab dan Islam agar memanfaatkan bulan ini untuk betul-betul beramal dengan penuh kesungguhan dalam mendukung kota Al-Quds menghadapi arogansi dan kecongkakan Israel yang berusaha meyahudiakn kota Al-Quds dan membersishkan dari penduduk aslinya.

Mereka mengisyaratkan, pemerintah Israel tak henti-hentinya manjalankan yahudisasi al-Quds dengan membekukan sejumlah yayasan milik bangsa Arab yang berfungsi membantu rakyat. Semua itu mereka lakukan dalam rangka menghilangkan eksistensi bangsa Arab di Al-quds, terutama beberapa tahun terakhir dan memberngus para kadernya.

Anggota Dewan juga meminta Lembaga Al-Quds yang diketuai Putra Mahkota Maroko bekerja ekstra menjalin kerja sama dengan OKI dan semua elemen gerakan yang mendukung Palestina untuk membebasakan al-Quds yang sudah mulai kehilangan identitas arab dan keislamanya, hari demi hari.

Dalam akhir tulisanya mereka menegaskan, rakyat Palestina akan tetap melindungi kota Al-Quds. Mereka tidak akan peduli semua rancangan Israel yang bertujuan menghilangkan identitas Al-Quds. walau akibatnya rakyat ditekan dan diancam dengan berbagai siksaan. Mereka tegaskan, tidak akan mundur dari hak mereka terhadap Al-Quds sebagai kiblat pertama ummat Islam, tegasnya. (asy)

4 Syuhada Gugur Akibat Serangan Israel Kemarin

September 24, 2007

Infopalestina-Kamp Barij : Jumlah syuhada di Kamp Al-Barij, Jalur Gaza empat orang dan delapan luka-luka. Diantara yang syahid satu diantaranya, komandan Izzudin Al-Qossam, sayap militer Hamas.

Sumber medis Palestina menyatakan, pihaknya telah mengidentifikasi dua syuhada yang gugur akibat serangan Israel kemarin Kamis (20/9). Salah satunya adalah komandan lapangan Al-Qossam. Sementara pertempuran terjadi di wilayah timur Kamp Al-Barij dan wilayah Jaher Dik yang terletak di sebalah timur kotaGaza. Serdadu Israel meninggalkan reruntuhan rumah yang hancur akibat rudal dan tembakan serdadu.

Di pihak Al-Qossam kemarin mengumumkan salah satu komadanya, Imad Riziq Harb, Abu Hujair (35 tahun) telah gugur sebagai syahid, setelah bertempur dengan pasukan Israel di Kamp Barij. Menurut keterangan Al-Qossam diperoleh bahwa Abu Hujair adalah seorang Komandan Lapangan Al-Qossam di wilayah Jahar Dik.

Sementara itu, sumber Palestina menyebutkan, dua syuhada tersebut masing Imad Abu Juhar (35 tahun) dan Yunus Abu Juhair (17 tahun). Dengan ini Gerakan Hamas menyampaikan kabar gugurnya kedua syuhada itu lewat pengeras suara.

Sebelumnya dikabarkan, Muhammad Sulaiamn Abu Juhair (22 tahun) meninggal syahid akibat tembakan serdadu Israel di kepalanya di Kamp Al-Barij. Sumber medis di Rumah Sakit Al-Aqsha menyebutkan, pihakny sudah mengevakuasi jenazah Abu Juhair yang kini berada di ruang mayat. Ia meninggal akibat luka tembak yang cukup parah di sekujur tubuhnya.

Beberapa saat sebelumnya, Muhammad Kayid Al-Kafi (17 tahun) juga gugur akibat digilas tank Israel hingga jasadnya hancur. Sumbe media melaporkan, tubuh AL-Kafi sudah tak dikenali lagi akibat digilas kendaraan berroda rantai tersebut.

Sebanyak 35 kendaraan militer Israel kemarin merangsek menyerang Jaher Dik dibentu dengan sejumlah boldozer dan dlindungi helicopter apache dari atas. Mereka menggempur wilayah tersebut dengan peluru ringan dan berat. Mereak menembaki siapa saja yang berada di wilayah tersebut.

Sementara itu, di pihak Al-Qossam berhasil melakukan perlawanan dengan melessakan 60 roket ukuran sedang ke basis musuh. Al-Qossam juga berhasil menghancurkan dua kendaraan militer Israel dengan roket RBG dan serangan ketiga ke arah pasukan Israel dan mengakibatkan kehancuran tank ketiga. (asy)

Para Tentara Bayaran AS Kembali Berkeliaran di Irak

September 24, 2007

AS memutuskan untuk tetap mempekerjakan para tentara bayaran dari perusahaan jasa militer swasta Blackwater di Irak, di tengah kecaman publik atas insiden penembakan yang dilakukan oleh para tentara bayaran tersebut, yang menyebabkan 11 orang warga sipil Irak tewas beberapa waktu lalu.

AS hanya beberapa hari saja melarang para tentara bayaran dari perusahaan tersebut berkeliaran di Irak. Tapi sejak hari Jumat (21/9), para tentara bayaran dari Blackwater itu sudah terlihat kembali bertugas di jalan-jalan di kota Baghdad. Juru bicara AS Mirembe Nantongo membenarkan bahwa pihaknya kembali mengaktifkan para tentara bayaran itu, namun gerakan mereka akan dibatasi dan semua misi-misi yang akan dilakukan para tentara bayaran itu harus disetujui terlebih dulu oleh pihak AS.

Natongo mengaku pihaknya sudah berkonsultasi dengan otoritas Irak sebelum memutuskan untuk mengaktifkan kembali para tentara bayaran dari Blackwater. Bagi AS, keberadaan para tentara bayaran itu sangat penting untuk mengawal dan menjaga keamanan para personel AS di Irak.

Di sisi lain, PM Irak Nouri al-Maliki sudah menyampaikan saran pada kedutaan besar AS agar tidak lagi menggunakan jasa Blackwater. Maliki menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan para tentara bayaran itu membunuh rakyat Irak dengan darah dingin. Beberapa waktu lalu, ia juga menyatakan akan meninjau kembali keberadaan perusahaan-perusahaan jasa militer swasta yang berada di Irak untuk mencegah insiden-insiden kekerasan terhadap warga sipil di Irak.

Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Kementerian Dalam Negeri Irak. Jubir Mendagri Irak, Mayor Jenderal Abdul-Kareem Khalaf hari Jumat menyatakan, kementeriannya sedang membuat draft undang-undang yang memberikan wewenang lebih luas bagi pemerintah Irak untuk menindak perusahaan-perusahaan jasa militer di Irak dan menjatuhkan hukuman berat bagi siapa pun yang melanggar aturan itu nantinya.

Menurut Khalaf, draft aturan baru itu akan segera diserahkan ke parlemen. Dalam draft disebutkan bahwa kementerian dalam negeri punya kekuasaan untuk menuntut perusahaan yang melakukan tindakan kejahatan, menolak atau mencabut kontrak perusahaan bersangkutan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tom Casey meminta otoritas Irak melakukan kordinasi dengan AS sebelum menyerahkan draft undang-undang baru tersebut. Meski ia menyatakan bahwa pejabat pemerintah Irak bebas membuat aturan apapun di negara mereka.

Saat ini, diperkirakan ada puluhan ribu tentara bayaran yang beroperasi di Irak, dan mereka seolah kebal hukum. Ketua kelompok kerja PBB yang memantau penggunaan tentara bayaran di Irak, Jose Luis Gomez del Prado mengungkapkan, sedikitnya ada 160 perusahaan yang saat ini beroperasi di Irak, yang mempekerjakan sekitar 35. 000-40. 000 tentara bayaran. Banyak dari perusahaan jasa militer swasta itu yang tidak memiliki lisensi atau izin operasi.

Menurut reporter investigatif asal AS Jeremy Scahill, Blackwater merupakan perusahaan jasa tentara bayaran yang paling kuat di dunia untuk saat ini. Menurutnya, Blackwater memiliki lebih dari 2. 300 tentara bayaran yang dikerahkan ke sembilan negara, termasuk ke AS. Washington Post menyebutkan, kontrak kerja Blackwater dengan Departemen Luar Negeri AS di Irak mencapai 109 juta dollar dan Deplu AS memberikan keleluasaan pada Blackwater untuk menggunakan kekuatan yang mematikan di Irak. (ln/iol)

Ketika Anjing Lebih Makmur Ketimbang Manusia

September 24, 2007

Apa pendapat Anda bila di suatu kota, binatang lebih makmur ketimbang manusianya? Di tengah banyak orang yang menderita kelaparan dan tak mendapatkan hidup layak lantaran kemiskinan, sejumlah masyarakat justeru mengeluarkan uang cukup besar untuk memberi makan binatang dan mencukupi semua kebutuhannya. Ini benar-benar terjadi. Tepatnya di Brazil.

Brazil merupakan salah satu negara yang masyarkatnya menderita keanehan ini. Meski penduduk kota itu mengalami kemiskinan cukup parah di sejumlah kota, tapi muncul fenomena lain yang kini menyebar di kota-kota Brazil dengan sebutah ‘kemapanan anjing’.

Di Brazil, telah dibangun pabrik dan yayasan khusus untuk memproduk makanan istimewa untuk anjing. Bukan hanya makanan, tapi juga sejumlah fasilitas dan ragam hiburan untuk anjing seperti pakaian, penutup badan dan kaca mata untuk anjing. Di sejumlah pasar-pasar Brazil terdapat 80 jenis makanan untuk anjing, dan 25 ribu tempat penjualan makanan anjing berikut perlengkapan dan assesories anjing. Bahkan ada sepatu dan pakaian anjing yang dibedakan untuk anjing laki dan perempuan.

Pertumbuhan bisnis untuk anjing ini pun berkembang dinamis. Masing-masing perusahaan memang seperti mendapatkan sasaran pasarnya dengan menjajakan kebutuhan anjing tersebut. Di antara perusahaan kebutuhan anjing adalah Purina dan Masterfoods. Mereka tidak memproduk makanan untuk manusia terlebih fakir miskin yang jumlahnya di Brazil lebih dari 50 juta orang menurut Presiden Brazil sendiri. Tapi perusahaan itu memang memproduk makanan anjing yang dianggap lezat sesuai selera sekitar 20 juta anjing di Brazil.

Beberapa waktu lalu perusahaan Netsle internasional bahkan turut memiliki saham di Purina berkisar 10 juta dolar. Lalu, Masterfoods pun tak ketinggalan meningkatkan biaya promosinya di televisi dan harian Brazil sebanyak 20% dari anggaran sebelumnya. Di Purina, bekerja lebih dari 7000 pegawai, di mana keuntungan tahun lalu mencapai 40%. Sementara Masterfoods memperoleh margin penjualan sebesar lebih dari dua juta dolar. Maklum, di pasaran produk Purina memenuhi 27% sementara produk Masterfoods 30%.

Sejumlah keluarga muslim di Brazil, tampaknya juga telah terpengaruh dengan trend memelihara dan melayani anjing. Mereka turut memelihara anjing dengan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk keperluan anjing. Padahal Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah satu keluarga memelihara anjing kecuali berkurang amal mereka satu qirath setiap hari. Kecuali anjing untuk berguru, anjing untuk menjaga, atau anjing untuk menjaga kambing. ” (HR Turmudzi)(na-str/iol)

Gerakan Matikan TV di Bulan Ramadhan

September 22, 2007

Sudah bertahun-tahun, di saat bulan Ramadhan, terutama saat sahur dan berbuka, hampir seluruh stasiun teve di Indonesia menyuguhkan acara yang berbau judi lewat kuis macam-macam dan hiburan yang membisniskan bulan suci ini. Sebab itu, beberapa keluarga di Jakarta dan juga kemudian diikuti banyak keluarga lain di kota-kota besar, mengambil inisiatif mematikan pesawat TV di saat bulan suci ini, terutama saat sahur dan berbuka.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Sholahudin Wahid, termasuk yang mendukung upaya ini. Menurut adik kandung Gus Dur, tayangan teve di bulan Ramadhan banyak yang masih kental niat bisnisnya ketimbang niat mencerahkan umat dan meningkatkan kualitas berpuasa.

Walau demikian, menurut Gus Sholah, masih ada sedikit stasiun teve yang dinilainya bagus ketika saat sahur dan berbuka menyuguhkan acara dialog keagamaan atau ceramah. “Televisi sudah biasa melakukan perubahan tayangan saat Ramadhan, dan ini sebenarnya tetap mengacu kepada bisnis dan bukan mengajari umat Islam untuk lebih beriman, ” ujar Gus Sholah sembari mengingatkan agar ke depan, pemilik stasiun televisi mau memikirkan tayangan Ramadhan yang betul-betul mendidik, seperti kajian agama dari para ulama, edutainment tentang sejarah Islam di Nusantara dan di negeri lain, lagu-lagu Islami, dan sejenisnya.

”Jika semua itu dikemas secara apik, tetap akan menjadi incaran pemasang iklan, ” katanya. (Rizki)

Mesir dan Suriah Desak IAEA Selidiki Israel

September 22, 2007

Dua negara Arab, Mesir dan Suriah, di PBB mendesak Badan Pengawas Atom Internasional (IAEA) untuk meloloskan resolusi kecaman atas fasilitas nuklir yang dimiliki Israel. Hari ini, kedua negara tersebut akan memberikan presentasi di depan Sidang Umum PBB dan juga IAEA mengenal nuklir Israel.

Dutabesar Mesir untuk PBB, Ilhab Fawzy mengatakan, IAEA harus meluluskan resolusi atas Israel jika memang lembaga ini berkomitmen menjaga dunia internasional dari nuklir yang tidak aman, terutama yang dikembangkan dengan niat sebagai persenjataan. Begitu juga Dutabesar Suriah, Ibrahim Othman, dalam sidang umum IAEA mengatakan, “Negara-negara Arab akan memberikan dukungan yang besar atas usaha pengawasan nuklir Israel oleh IAEA. Kami berharap konferensi ini mengadopsi resolusi yang kami usulkan tentang nuklir Israel. “

Sampai sejauh ini, tidak ada satu badan dunia pun yang berani mengutak-atik proyek pengembangan nuklir Israel yang berpusat di Gurun Negev, Dimona. Padahal sudah jelas-jelas, Israel mengembangan teknologi nuklirnya untuk kepentingan keamanan dan persenjataan negara Zionis Yahudi tersebut. Sudah berkali-kali negara-negara Arab mengajukan resolusi dan usulan ke lembaga-lembaga dunia seperti PBB dan IAEA tentang masalah nuklir Israel. Namun sejauh ini, lembaga-lembaga tersebut menunjukkan sifat yang ambigu dan tidak mengambil keputusan. Sementara di lain pihak, sikap PBB dan IAEA atas Iran sangat kuat dan tegas.

Tapi bagaimanapun, kedua dutabesar dari Mesir dan Suriah, kepada publik mengatakan, mereka akan selalu sabar dan tak berhenti untuk terus mengajukan resolusi atas nuklir Israel. “Saya berharap sikap PBB dan IAEA tidak membuat negara-negara Arab, terutama dan negara-negara di dunia untuk menggugat dan mengajukan masalah nuklir Israel ke dunia intenasional, ” ujar Othman di Vienna. Ia berharap, Israel mau menandatangani perjanjian NPT atau Non-proliferation Treaty, perjanjian yang mengatur kepemilikan dan pengembangan nuklir internasional.

Sampai hari ini, Israel masih enggan dan terus menolak desakan penandatangan NPT oleh dunia internasional. “Kami berharap Timur Tengah menjadi kawasan yang bebas senjata nuklir. Kami tidak bias membayangkan jika kawasan yang memiliki potensi konflik sangat tinggi ini, masing-masing negaranya mengembangan teknologi persenjataan nuklir, ” harap Othman.

Di saat yang sama, perwakilan dari Iran, wakil pemimpin tertinggi Angkatan Udara Iran, Muhammad Alavi, memberikan peringatan, jika Israel tidak segera dinetralisir maka negara manapun bisa diserang oleh negara Yahudi tersebut. Namun pernyataan keras Iran tersebut disanggah oleh Amerika, bahwa Israel tidak akan menyerang dan tidak pernah memiliki niat menyerang negara manapun, terutama negara-negara Arab. Dalam sidang tersebut, banyak pertanyaan yang mengemuka. Salah satunya adalah, Amerika Serikat hadir dalam sidang umum IAEA ini mewakili siapa? Mewakili rakyat Amerika, atau mewakili Israel Raya? (Herry Nurdi/ Arab News)

Israel Nyatakan Jalur Gaza Sebagai Wilayah Musuh

September 22, 2007

Kabinet Israel, kemarin menyatakan Jalur Gaza sebagai wilayah musuh. Pernyataan ini berakibat tentara Israel meningkatkan serangannya ke wilayah Jalur Gaza. Dan perundingan damai yang sedang dirintis ulang oleh menteri luar negeri Amerika, Condoleeza Rice terancam mentah.

Kabinet Israel bidang keamanan, sepakat menyatakan Jalur Gaza sebagai wilayah musuh karena beberapa kali kelompok pejuang Hamas meluncurkan rudal udara buatan mereka, al-Qassam ke wilayah pendudukan Israel. Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Livni mengatakan, apa yang dinyatakan oleh kabinetnya hanya semata-mata tindakan balasan. Pernyataan ini dibuat untuk membela diri dari tuduhan sabotase pembincaraan damai antara Palestina dan Israel yang digagas Condoleeza Rice yang hari ini sedang berada di kawasan tersebut.

Dengan menyatakan Jalur Gaza sebagai wilayah musuh maka daerah ini akan diisolasi total oleh Israel, termasuk dari bantuan kemanusiaan, pangan dan obat-obatan yang akan diberikan kepada rakyat Palestina. Kunjungan Rice yang sudah terhitung enam kali ke Israel selama tahun ini, tampaknya akan menemui jalan buntu lagi karena sikap kepala batu negara Zionis Yahudi tersebut.

Presiden Mahmud Abbas mengatakan, isolasi yang dilakukan oleh Israel atas Jalur Gaza ini akan mengakibatkan 1. 5 jiwa rakyat Palestina menderita kelaparan di bulan Ramadhan. “Dan jika kelaparan memuncak, akan meningkat pula level kekerasan yang bisa terjadi, ini sesuatu yang tidak baik bagi rencana perdamaian kedua negara, ” ujar Mahmud Abbas dalam siaran persnya.

Hari ini, recananya Condoleeza Rice akan bertandang ke Jerusalam dan bertemu dengan Perdana Menteri Palestina dari kelompok Fatah, Salam Fayyad dan juga Presiden Mahmud Abbas. Dan tampaknya, rakyat Palestina memang tak bisa berharap banyak atas kedatangan Condoleeza Rice ke wilayah ini. Sebab, bagaimana mungkin negara seperti Amerika Serikat yang berdiri 100% di belakang Israel mau dengan tulus mendukung perdamaian yang netral dengan Palestina. Betul kata Abdullah Azzam berpuluh tahun silam, “Untuk masalah Palestinya hanya ada senjata dan jihad sebagai penyelesaiannya. Tak ada negosiasi, tak ada konferensi. Semuanya akan sia-sia di depan bangsa Yahudi. ” (Herry Nurdi/ Arab News)