Arsip untuk Oktober, 2007

El-Rasyq : Abbas Hendaknya Melihat Realita Kemenangan Hamas Kemarin

Oktober 30, 2007

Infopalestina-Damasqus : Anggota Biro Politik Hamas Ezat El-Rasyq menyerukan Presiden Palestina, Mahmud Abbas untuk membaca ulang hasil pemilihan Asosiasi Insinyur Gaza untuk wilayah Al-Quds Islami yang dimenangkan oleh Gerakan Hamas kemarin.

Ia menegaskan, rakyat Palestina yang ada di Gaza maupun Tepi Barat menganggap Gerakan Hamas telah berhasil membawa perubahan dan kemajuan untuk rakyat Palestina pada umumnya.

Pemilu Asosiasi Insinyur Palestina yang diadakan pada hari Jum’at kemarin (26/10) dilaksanakan dengan sangat demokratis dan dihadiri sejumlah pengamat pemerintah maupun independent. Pemilu tersebut dimenangkan calon dari praktisi Hamas, Dr. Ir. Usamah Aisawi dengan mengantongi 1294 suara dari 1371 jumlah pemilih atau 94 % suara dimenangkan gerakan Hamas. Sementara lawan politiknya, Ir. Isham Abu Ghali hanya memenangkan 37 suara saja atau 2% dari seluruh pemilih.

Dengan kemenangan ini, jelas sekali, bahwa embargo internasional terhadap rakyat Palestina sebagai hukuman yang diterapkan mereka terhadap mereka sebagai akibat dukunganya terhadap Hamas tidak berpengaruh sedikit sikap mereka yang tetap memilih jalan perlawanan untuk memperoleh kebebasan, sebagi mana yang digariskan dalam platform Gerakan Hamas.

Presiden harusnya melihat realita yang ada dan mengkaji ulang strategi politiknya yang ingin memecah belah bangsa Palestina. Presiden selayaknya menghentikan dukunganya terhadap Israel dan Amerika yang menghendaki penderitaan bagi rakyat Palestina, ungkap Rasyq.

Ia melanjutkan, Hamas adalah gerakan pinggiran namun sebagai pondasi pergerakan di Palestina. Kekuatanya terletak pada dukungan rakyat. Pemilu Asosiasi Insinyur Palestina yang diadakan setelah 20 bulan (dua tahun kurang) embargo internasional terhadap Palestina membuktikan bahwa Hamas masih didukung mayoritas rakyat. Arogansi yang ditujukan dinas keamanan pimpinan Abbas untuk merongrong kepemimpinan Perdaana Menteri Ismael Henaya tidak akan berhasil.

Sebaiknya Abbas segera merubah paradigma dengan lebih mengutamakan kepentingan rakyat dari pada mengekora kepada keinginan Amerika serta Israel. Rasyq menekankan pentingnya rekontruksi dalam negeri Palestina demi kepentingan rakyat. Oleh karena itu Rasyq mengajak Mahmud Abbas untuk kembali memperhatikan tuntutan rakyat dengan menggelar dialog nasional secara menyeluruh dan simultan. (asy)

Buruh Palestina di Selatan Hebron, Sepotong Roti Berbaut Pelanggaran HAM

Oktober 30, 2007

Hebron – Infopalestina: Perlintasan Israel yang baru dibuka di selatan Hebron tepatnya di baldah Dlahiriah menjadi ajang pelanggaran HAM dan penghinaan terhadap para buruh Palestina pembawa dokumen kerja ke Palestina jajahan 1948.

Sejumlah pekerja menyatakan, setiap hari mereka melalui perlintasna itu dipaksa serdadu Israel untuk melalui gerbang elektronik untuk diperiksa kemudian membuka makanan yang mereka bawa untuk diperiksa juga. Meski makanan itu hanya roti dan lauk, serdadu tetap memaksa mereka untuk dikeluarkan dan diperiksa kemudian dimasukkan kembali. Semua yang mereka bawa harus diperiksa dari ikat pinggang, sepatu dan lainnya.

Israel juga melarang para pekerja untuk berbicara satu sama lainnya ketika mereka sedang menunggu. Bahkan tak segan-segan Israel melontarkan kata-kata hinaan. Padahal tidak sedikit buruh itu di atas usia 60 tahun.

Pada Sabtu lalu (27/10) serdadu Israel menutup perlintasan itu tanpa sebab sehingga ratusan buruh Palestina terpaksa kehilang pekerjaan mereka.

Tidak hanya sampai di situ, piolisi Israel juga kerap memeriksa para pekerja yang tidak membawa surat lengkap yaitu mereka yang masih magang untuk diperiksa dan ditangkap. Kerap kali mereka melakukan penganiayaan. Sering kali para pekerja itu dibuang ke tempat yang jauh.

Seorang pekerja Palestina sebut saja namanya K.M pernah dikejar-kejar serdadu Israel. Setelah tertangkap, ia dipaksa melepaskan semua pakaiannya kecuali celana dalam. Kemudian ia dipaksa untuk tanda tangan untuk tidak kembali mencari rizki di sana sampai tiga bulan.

Tak ada keamanan kerja

Korban terakhir akibat kesengajaan Israel tidak memberikan fasilitas keamanan kerja adalah warga Palestina di Al-Quds pekan lalu meninggal karena jatuh gedung lantai lima. Selama enam tahun terakhir tercatat 41 pekerja meninggal karena tidak ada jaminan keselamatan kerja. (bn-bsyr)

FAO : Israel Penjajah Paling Buruk Sepanjang Sejarah

Oktober 30, 2007

Infopalestina-New York : Badan PBB untuk urusan makanan FAO mengecam keras tindakan Israel terhadap rakyat Palestina. Ia menganggap Israel sebagai penjajah paling buruk sepanjang sejarah ummat manusia.

Delegasi FAO untuk PBB Jan Gilar menyebutkan, Israel sebagai satu-satunya Negara di dunia yang menolak tunduk pada undang-undang internasional. Situasi di Palestina saat ini sangat mengenaskan. Kondisi ini merupakan yang terburuk sepanjang sejarah penjajahan manusia terhadap manusia lainya.

Dalam pernyataan yang disiarkan salah satu televise New York kemarin (27/10), Gilar mengatakan, apa yang dilakukan Israel sekarang ini adalah siasat pendudukan militer secara illegal. Oleh karena itu, di mata PBB Israel merupakan penjajahan paling buruk sepanjang masa.
Pendudukan yang dilakukan Israel menyebabkan bencana kelaparan di mana-mana disamping penganiyaan secara fisik terhadap rakyat Palestina. Namun yang menggembirakan di sana masih adanya perlawanan dari rakyat Palestina, kata Gilar mengungkapkan keoptimisanya.
Tetap yang saya tidak mengerti saat ini, ungkap Gilar, bagaimana mungkin Uni Eropa bisa-bisanya bersatu dengann Israel dan AS dalam memerangi bangsa Palestina. Padahal Uni Eropa sebelumnya membatu Palestina

Yang harus dilakukan Uni Eropa saat ini adalah kembali kepada langkah semula. Karena Hamas telah didukung mayoritas rakyat pada pemilu yang diawasi langsung oleh Eropa sendiri

Lebih dari itu, situasi di Gaza dan Tepi Barat sekarang sangat buruk. Seperti laporan dari BPS Nasional Palestina menyebutkan, 65 % penduduk Tepi Barat saat ini menderita gizi buruk. Sementara di Gaza yang dihuni lebih dari 1,5 juta jiwa situasinya lebih parah lagi, akibat embargo yang terus menerus malanda bangsa yang minskin dan teraniaya ini.

Kemudian ia mengkritik peran PBB yang tidak punya daya ataupun upaya dalam menangani masalah Palesatina ini. Gila mempertanyakan eksistensi Tim Kuartet yang tidak punya kekuatan apapun kecuali hanya ngomong, ungkapnya. (asy)

Aleg Palestina Kecam Pemutusan Bahan Bakar Listrik ke Gaza

Oktober 30, 2007

Infopalestina-Gaza : Anggota Legislatif Palestina dan sekaligus Ketua Komisi Rakyat untuk penanggulangan embargo, Jamal Al-Khudhari menolak ancaman Israel yang akan memutus pasokan bahan bakar untuk pembangkit listrik di wilayah Gaza.

Dalam pernyataan persnya secara tertulis pada infopalestina.com hari ini (28/10) Khudhari mengatakan, ancaman Israel tersebut sangat bertentangan dengan undang-undang HAM dan piagam internasional yang menjamin setiap orang untuk hidup dan memperoleh makanan. Langkah Israel ini jelas akan memperparah kesengsaraan rakyat Palestina terutama para pasien dan anak-anak. Hal ini akan berpengaruh besar bagi kelangsungan kesehatan mereka.

Menghukum rakyat Palestina tidak akan membantu memulihkan ketentraman atau keamanan di kawasan. Sebaliknya akan memperparah keadaan dan memperkokoh sikap rakyat.

Oleh karena itu, Khudahari meminta dunia internasional untuk bertindak menghentikan arogansi Israel yang tidak bermoral. Disamping menyerukan dunia Arab dan Islam agar mendukung perjuangan Palestina dalam menghadapi embargo zalim terhadap rakyat. (asy)

Dinasti Bush Ternyata Berdarah Yahudi

Oktober 24, 2007

Masih ingat dengan tulisan “George W Bush Sudah Lahir di Tahun 1796”? Yang dimuat di rubrik ini pada 1 Juni 2007? Kala itu tertulis bahwa di tahun 1796 atau 20 tahun setelah The Founding Fathers Amerika Serikat menandatangani Deklarasi Kemerdekaan AS, moyang dari Presiden AS George Walker Bush dilahirkan. Dia bernama George Washington Bush. Sama-sama George W Bush.

Michael Collins Piper, seorang kolumnis independen Amerika dan termasuk salah satu pengecam gerakan Zionisme, di dalam karyanya “Jerusalem Baru: Kuasa Zionis di Amerika” (edisi Malaysia diterbitkan Saba Islamic Media), mengutip penemuan Shalom Goldman, seorang Profesor Madya dalam kajian Ibrani dan Timur Tengah University Emory, yang mengatakan bahwa George Washington Bush merupakan moyang dari George Walker Bush.

“George Washington Bush yang dilahirkan pada 12 Juni 1796 dan meninggal dunia ada 19 September 1859 merupakan seorang profesor dan penulis buku ‘The Life of Muhammad’, sebuah pertama terbitan Amerika yang menyerang Islam, ” demikian Goldman. Goldman yang juga berdarah Yahudi ini juga menegaskan bahwa Profesor Bush merupakan pelopor atau perintis lahirnya kelompok Zionis-Kristen Amerika yang sekarang menguasai Gedung Putih dan Pentagon. “Profesor Bush sangat akif mendukung Zionisme di Amerika dan berperan penting di dalam mengirimkan orang-orang Yahudi Diaspora ke Tanah Palestina, ” lanjutnya.

Wikipedia menulis, “Selain sebagai akademisi dan penulis, Profesor Bush juga seorang sarjana Alkitab, penginjil, dan seorang kontroversial. Dia lulus dari Dartmouth College di tahun 1818 dan masuk Princeton Theological Seminary. Bush ditahbiskan di Salem Presbytery, Indiana, tahun 1825 dan menjadi pendeta di sebuah gereja Indianapolis, sebah gereja yang dipandang sangat liberal pada masanya. ” Dari tahun 1831 hingga 1847, Bush menjadi Professor dalam kajian Ibrani dan Timur Tengah di New York University.

Di tahun 1845 Bush memperlihatkan dukungannya secara terang-terangan terhadap lobi Zionis di Amerika dengan berpindah gereja dan masuk ke dalam General Church of the New Jerusalem. Bush dengan cepat meraih popularitas dan dijadikan juru bicara gereja tersebut, termasuk di dalam majalah yang diterbitkan oleh gereja (New Church Review) dan The Hierophant, sebuah majalah yang sangat dokriner. Inilah sosok salah satu moyang dari Presiden Amerika George Walker Bush. Jadi, tidaklah mengherankan jika sikap dan kelakuan Presiden AS ini sangat pro-Zionisme dan sangat anti-Islam, karena moyangnya pun nsudah demikian.

Itulah sekilas tentang moyang Dinasti Bush. Namun ternyata ada penemuan lain sekitar asal-muasal Dinasti Bush yang tak kalah penting untuk diketahui.

Texe Marrs

Texe Marrs, seorang peneliti masalah-masalah Illuminati dan Zionis berkewarganegaraan Amerika Serikat, dengan susah payah berusaha menelusuri jejak sejarah Dinasti Bush selama bertahun-tahun. Dalam penelusurannya, Marrz menemui banyak sekali data yang mengagetkan terkait salah satu dinasti berpengaruh di Amerika ini. Salah satunya seperti yang dituangkan dalam satu artikel berjudul “George W. Bush, Zionis Double Agent, American Traitor” (George W. Bush, Agen Ganda Zionis, Pengkhianat Amerika).

Dalam artikel yang halamannya ditulisi sebagai “Exclusive Intelligence Examiner Report”, di awal artikelnya, Marrz mencantumkan dua kutipan: satu dari Hillaire Belloc dalam bukunya Cultural Warrs (Sept 2000) yang menyatakan, “Seseorang sudah bisa dicap anti-Semit jika mengatakan bahwa orang Yahudi itu adalah Yahudi” dan satunya lagi dari Injil Yohannes 20:19 yang berbunyi, “Then… When the doors were shut where the disciples were assembled for fear of the Jews, came Jesus and stood in the midst, and saith unto them, Peace be unto you. “

Dalam artikelnya, Marrs yang beragama Kristen ini menulis bahwa mantan Presiden AS George Herbert Bush dan juga puteranya, George Walker Bush, demikian pula Jebb Bush, adik kandung George Bush Junior yang menjadi Gubernur Florida, merupakan para pelayan dan pembantu kepentingan Zionisme. Marrs awalnya ingin mengetahui akar kekristenan Dinasti Bush, namun yang didapat sungguh mengejutkannya.

Marrs mendapatkan sebuah dokumen yang dikeluarkan National Jewish Welfare Board, saat berlangsungnya perang revolusi Amerika Serikat melawan kolonialis Inggris, mencatat bahwa seluruh anggota Dinasti Bush ternyata berdarah Yahudi dan sengan sendirinya memeluk agama Yahudi. Mereka tercatat sebagai tentara dan juga pelaut Yahudi-Amerika. Ada yang bernama Mayor George Bush, Mayor Louis Bush, dan Mayor Solomon Bush. Nama-nama itu muncul di dokumen tersebut secara jelas. Dengan temuan ini, Marrs sangat yakin bahwa Dinasti Bush adalah sebuah dinasti Yahudi yang berpura-pura komit dengan kekristenannya guna mengelabui warga Amerika dan dunia pada umumnya.

Hubungan antara Dinasti Bush dengan pusaran elit Zionis Amerika juga sangat dekat, sehingga Marrs tanpa ragu menyatakan bahwa Dinasti Bush merupakan sebuah kelompok elit dalam lingkaran pusat kelompok Illuminati Amerika. “Berkedok sebagai penganut Kristen fundamentalis, Bush sebenarnya bekerja sepenuhnya untuk kepentingan Zionis-Yahudi, ” tegas Marrs yang telah melakukan penelitian soal keluarga Bush selama enam tahun.

Buku ‘Rahasia di Balik Penggalian Al-Aqsha’ (Abu Aiman, 2007) yang juga mengutip artikel dari Texe Marrs menulis, “Sewaktu terpilih sebagai Presiden AS, George W Bush langsung melantik staf pertamanya untuk Gedung Putih, Ari Fleischer. Dia adalah seorang Rabbi dari sekte radikal Yahudi Lubavitch. Kemudian Bush juga mempertahankan posisi Allan Grenspan, seorang bankir Yahudi, sebagai Komisaris Federal Reserve, dan juga mengangkat seorang Rabbi Yahudi, Dov Zackheim, sebagai pengawas keuangan Pentagon!”

Lalu, Bush juga mengangkat Michael Chertoff sebagai ketua Dalam Negeri (Homeland Security). Padahal ia adalah ideolog Yahudi dan sangat benci kepada Kristen. Ayah Chertoff adalah seorang Rabbi dan tokoh radikal Yahudi di AS. Marrs bahkan menyamakan Chertoff sebagai Himmler-nya Amerika (Himmler merupakan ajudan Hitler yang sangat kejam).

“Saya tegaskan, saya telah meneliti latar belakang Dinasti Bush, termasuk dari faksi Rothschild, tanpa keraguan sedikit pun saya tegaskan kepada Anda bahwa Dinasti Bush dan George Walker Bush memang benar adalah Yahudi tulen. Seorang Yahudi berdasarkan keturunan, seorang Yahudi berdasarkan keyakinan. Hanya saja, mereka menyembunyikan itu dari publik dan memakai kedok sebagai keluarga Kristen yang taat. ” (Rizki Ridyasmara)

Pengadilan AS Mengaku Salah Telah Mengadili Sejumlah Yayasan Muslim

Oktober 24, 2007

Pengadilan distrik di AS mengakui bahwa pengadilan terhadap sejumlah organisasi sosial Muslim, antara lain Holy Land Foundation, adalah sebuah kesalahan. Untuk itu, semua tuduhan yang diajukan terhadap organisasi-organisasi Muslim itu, dibatalkan. Hakim A. Joe Fish menyatakan bahwa pengadilan terhadap sejumlah yayasan sosial Muslim itu sebuah kesalahan, setelah para juri di Pengadilan Dallas yang terlibat dalam proses pengadilan tersebut gagal mencapai kata sepakat, meski sudah 19 hari melakukan musyawarah.

“Tugas Anda semua dalam kasus ini sudah selesai, ” kata Hakim Joe Fish.

Setidaknya ada 200 tuduhan terhadap enam yayasan sosial Muslim yang diduga telah menyalurkan bantuan bagi pejuang Palestina, utamanya Hamas yang oleh AS dimasukkan dalam daftar organisasi teroris.

Majelis hakim Pengadilan Dallas berhasil mengambil keputusan atas tuduhan terhadap tiga pimpinan yayasan, tapi gagal mencapai kata sepakat menentukan keputusan terhadap dua pimpinan yayasan lainnya, termasuk keputusan bagi yayasannya sendiri. Hakim Joe Fish lalu memerintahkan para juri itu kembali berembug hari Senin (22/10).

Ketika selesai berembug, majelis hakim mengatakan bahwa mereka tidak bisa menyetujui semua keputusan, kecuali keputusan tidak bersalah terhadap 32 tuduhan yang dilontarkan terhadap yayasan Holy Land Muslim Foundation. Semua pengurus Holy Land Foundation yang diajukan ke pengadilan adalah warga negara AS, dan tak satupun yang dikenai tuduhan tindak kekerasan, tapi hanya dugaan terlibat jaringan terorisme dan dituduh telah memberikan bantuan pada Hamas.

Jaksa pemerintah menyatakan akan kembali mengajukan kasus ini setelah pihak pengadilan membatalkannya, namun tidak bersedia memberi keterangan lebih lanjut.

Sejak awal, sudah terlihat ketidakadilan aparat hukum AS dalam menangani kasus ini. Warga Muslim di Negeri Paman Sam itu menganggap kasus ini hanya akal-akalan pemerintah untuk memberangus hak-hak warga Muslim, yang kian marak sejak peristiwa 11 September.

Pengumuman Hakim Joe Fish yang mengatakan bahwa pengadilan terhadap yayasan-yayasan Muslim di AS, yang dituduh memberikan bantuan pada Hamas adalah kesalahan, merupakan tamparan bagi pemerintahan Bush. (ln/iol)

Tifatul Ingatkan Abbas Tidak Manfaatkan Kunjungan, untuk Black Campaign Hamas

Oktober 24, 2007

Presiden Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring mengingatkan, Presiden Palestina Mahmud Abbas agar tidak memanfaatkan kunjungannya ke Indonesia untuk menyebarkan black campaign mengenai kelompok Hamas.“Terus terang saya tidak setuju jika ada salah satu kelompok suatu negara pergi ke luar negeri dan membicarakan keburukan kelompok lainnya. Istilah saya baju kotor lebih baik dicuci di rumah sendiri dan tidak usah dibawa ke tetangga, ”ujarnya di sela-sela acara Diskusi mengenai masa depan Palestina, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (23/10).

Tifatul juga mempertanyakan sikap Presiden Mahmud Abbas yang lebih terbuka, untuk berdialog dengan pihak Israel dibanding dengan kelompok Hamas.

“Kenapa mereka berunding lebih dulu dengan Israel. Kenapa tidak dengan Hamas, padahal Hamas pemenang pemilu Palestina sebanyak 70 persen, ” tandasnya.

Lebih lanjut Ia menyatakan, jalan terbaik untuk mendamaikan kedua kelompok yang bertikai di Palestina itu adalah dengan menaati kembali perjanjian Makkah, di mana Presiden Mahmud Abbas telah melakukan perjanjian dengan Perdana Menteri Ismail Haniyah, karena ini adalah masalah internal Palestina

Tifatul berpendapat, Fatah bukanlah musuh Hamas, keduanya bersaudara sehingga pertikaian antara keduanya harus diakhiri, salah satunya dengan membuka pintu dialog, karena hukumnya Haram merampas harta, menumpahkan darah dan menghinakan kehormatan saudaranya.

Selama ini, Presiden Palestina Mahmud Abbas yang berasal dari kubu Fatah memang dikenal lebih suka berdiskusi dan rapat dengan pihak Zionis-Israel maupun dengan Amerika Serikat ketimbang dengan HAMAS. Sehingga di Palestina sendiri, Abbas dikenal sebagai ‘Kolaborator Zionis’ yang mendahulukan kepentingan Zionis ketimbang kepentingan rakyat Palestina.(novel)

Barak Geram Atas Hujan Roket Al-Qassam HAMAS

Oktober 24, 2007

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak dilaporkan Jerusalem Post (23/10) sangat geram atas jatuhnya roket-roket Al-Qassam yang ditembakkan pejuang-pejuang HAMAS dari wilayah Jalur Gaza di wilayah pendudukan Israel. “Setiap roket yang jatuh di wilayah kami, rakyat Palestina harus membayarnya!” ujar Barak. Untuk itu ia akan menyusun daftar sanksi yang akan diberikan pada warga Gaza.

Selasa kemarin saja tujuh roket Al-Qassam dilaporkan jatuh dan meledak di wilayah pendudukan Israel di Barat Negev, termasuk satu roket yang meledak di sebuah rumah warga Yahudi di Sderot. Pihak Zionis sengaja tidak merilis berapa jumlah korban yang jatuh di pihaknya. Sehari sebelumnya, enam roket milik pejuang HAMAS juga jatuh dan meledak di wilayah yang sama.

Deputi Menteri pertahanan Matan Vilna’I telah membantu Barak untuk menyiapkan daftar sanksi tersebut. “Dengan daftar ini, warga Gaza akan merasakan betapa tidak nyamannya hidup di bawah ancaman roket-roket yang bisa saja kapan pun jatuh dan meledak di tempat kediaman mereka. Mereka harus membayar tiap roket yang jatuh di wilayah kami dengan harga yang pantas, ” tukas Vilna’i.

Sumber-sumber di Kementerian Pertahanan juga menyebutkan bahwa Zionis-Israel selama ini telah memberikan sanksi kepada warga Gaza berupa blokade pengiriman gas, listrik, dan bahan makanan lainnya. Hal ini membuat kehidupan warga Gaza benar-benar berada dalam kesulitan. Tidak saja di alami oleh orang-orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan bayi-bayi Palestina. Pihak HAMAS yang secara de facto menguasai Jalur Gaza telah menyerukan dunia internasional agar sesegera mungkin bertindak untuk menolong warga Gaza. Namun pihak Israel menyebut tanda SOS yang dikirimkan HAMAS merupakan strategi politis untuk menarik simpati dunia dan menjelekkan pihak Zionis. (Rizki/Jpost)

Protes Perlakuan Sipir Penjara, Ribuan Tahanan Palestina Kembali Mogok Makan

Oktober 24, 2007

Warga Palestina yang ditahan di penjara Israel Ketziot, kembali melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk perlawanan mereka atas perlakukan kejam para sipir penjara setelah terjadi kerusuhan di penjara tersebut. Dalam kerusuhan itu, satu orang tahanan dilaporkan tewas. “Mereka melakukan aksi mogok makan satu hari sebagai bentu k protes atas apa yang terjadi di Ketziot, ” kata seorang anggota legislatif Palestina, Issa Qaraqi.

Organisasi yang mewakili warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel, Prisoners Club mengungkapkan, ada sekitar 11. 000 tahanan asal Palestina yang ikut dalam aksi mogok makan itu.

Juru bicara lembaga pemasyarakatan Israel Yarona Zamir membenarkan adanya aksi mogok makan tersebut. “Sejumlah tahanan menolak makan pagi mereka, ” ujarnya. Namun ia membantah bahwa mogok makan itu dilakukan secara meluas.

Kerusuhan di penjara Ketziot terjadi pada Senin (22/10). Bentrokan terjadi antara para tahanan dengan para sipir penjara yang menggunakan gas air mata, peluru karet dan tongkat pemukul untuk meredakan kerusuhan itu. Akibat bentrokan, seorang tahanan asal Palestina bernama Muhammad Al-Ashqar, 26, anggota Jihad Islam, tewas akibat luka-luka yang dialaminya.

Para pejabat, baik dari pihak Israel maupun dari pihak Palestina mengatakan, bentrokan terjadi ketika para sipir penjara mulai melakukan penggeledahan ke sel-sel tempat 1. 000 warga Palestina ditahan. Para tahanan melempari sipir-sipir penjara itu dengan berbagai benda.

Di penjara Ketziot yang terletak di gurun pasir Negev, terdapat 2. 000 warga Palestina yang ditahan Israel. Dari jumlah itu, 700 tahanan ditahan tanpa tuduhan yang jelas. (ln/al-arby)

Skenario Kiamat dalam Fisika: Kiamat Kedua Terjadi di Tata Surya

Oktober 20, 2007

Gagah Wijoseno – detikcom

Jakarta – Setelah kiamat di bumi, skenario berikutnya dalam kiamat yang dijelaskan secara fisika adalah kiamat di tata surya kita. Hal ini terjadi karena ukuran Matahari yang kian membesar, memakan planet-planet di dekatnya seperti Merkurius, Venus, dan Bumi.

“Fenomena itu dinamakan Red Giant. Dan prosesnya tidak lama, mungkin sekitar 3 menit,” kata ahli fisika Febdian Rusydi dalam ceramah di Masjid Baitul Ihsan, Kompleks BI, Jl Budi Kemuliaan II, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2007).

Matahari yang tergolong dalam keluarga bintang bisa membesar ketika bahan bakarnya, yakni hidrogen, habis. Bahan bakar itu dibutuhkan matahari untuk melakukan reaksi fusi nuklir yang nantinya menghasilkan cahaya dan atom-atom berat.

“Dan hidrogen itu jumlahnya di permukaan matahari terbatas,” ujar pria yang juga menjadi pengajar di Universitas Airlangga itu.

Saat hidrogen habis, inti Matahari akan terus mengecil dan kian masif bentuknya. Sementara bagian terluar yang lebih bersifat loose akan terus membesar sehingga menjadi Red Giant.

Jika perkembangannya sudah maksimal maka Matahari akan meledak dan terjadilah peristiwa yang dinamakan supernova. Bagian-bagian yang terbuang akan menjadi debu-debu kosmik, cikal bakal bintang baru.

Debu-debu kosmik tersebut akan berkumpul dan membentuk awan molekul raksasa. Awan raksasa berputar sehingga bagian pusatnya membentuk bola (Nebula).

Perputaran itu makin cepat sehingga bagian pusat makin solid dan bagian luar
terlempar. Bagian dalam inilah yang akan membentuk bintang dan bagian terluar
membentuk gugusan planet.

Lalu kapan ini terjadi? Febdian mengatakan prediksi sains menunjukkan matahari akan berubah menjadi Red Giant sekitar 5 miliar tahun lagi.

Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang dijatuhkan. (Q.S. At Takwiir:1-2) (gah/bal)