Arsip untuk Maret, 2008

April Mop, Tragedi Pembantaian Umat Islam Spanyol

Maret 31, 2008

Tiap tanggal 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu keisengan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai ‘April Mop’. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005)

SEJARAH APRIL MOP

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).

Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.(rizki)

Qaradhawi: Jangan Anggap Enteng Orang yang Menyalakan Api terhadap Al-Quran

Maret 31, 2008

DR. Yusuf Qaradhawi, Ketua Asosiasi Ulama Islam Internasional, menyebut lima spektrum yang berisi seruan kepada kaum Muslimin untuk melawan serangan yang memburukkan Islam dan kitab sucinya.

Seruan ini disampaikan terkait film “Fitna” yang ditayangkan oleh politisi radikal Belanda Geert Wilders di internet. “Kita tidak boleh menganggap enteng upaya menyalakan api terhadap Al-Quran, ” begitu tandas Qaradhawi.

Qaradhawi menegaskan klaim Wilders dalam “Fitna” yang menyebutkan bahwa Islam mengajarkan kebencian dan pembunuhan, sangat bertolak belakang karena Islam adalah agama yang menyerukan kecintaan dan hidup berdampingan secara damai dengan pihak lain.

Qaradhawi dalam kesempatan yang sama juga menyayangkan sikap sebagian umat Islam yang ikut-ikutan mencederai nama Islam dan otomatis membuka peluang bagi musuh-musuh Islam untuk memperburuk citra agama Islam yang hanif.

Dalam keterangannya kepada Islamonline, Qaradhawi menegaskan, “Apa yang dilakukan oleh politisi radikal Belanda itu, sama dengan menyalakan api terhadap Al-Quran.”

Ia menambahkan, “Film yang menuding al-Quran sebagai kitab suci fasis adalah kedustaan, dan merupakan perkataan yang tidak dikeluarkan kecuali oleh orang yang bodoh, sombong dan keras kepala. Ini rangkaian baru dari rangkaian permusuhan yang telah dibangun oleh arus di Barat, yang mengambil keuntungan di baliknya.”

Lima hal yang yang digariskan Qaradhawi dan harus dilakukan umat Islam adalah; pertama, penolakan.

“Tolak kedustaan atas Rasulullah saw yang menyebutkan beliau haus darah dan seorang haus seks, secara ilmiah. Penolakan ini harus dilakukan secara mendunia, hingga sampai kepada orang-orang yang selama ini memiliki imej buruk terhadap Rasulullah dan orang yang tidak tahu akan kemuliaan Rasulullah saw.”

Kedua, “Secara politis, sikap negara-negara Islam besar harus berdiri secara jantan untuk membela Islam dan Rasul-Nya.”

Ketiga, “Penolakan massa dengan menekan pemerintahan kaum Muslimin untuk memiliki sikap tegas berdasarkan keimanan bahwa umat Islam masih hidup dan masih memiliki kecintaan besar terhadap keyakinannya.”

Keempat, Qaradhawi menyerukan agar ada penolakan di lingkup seni dan budaya. Ia menerangkan upaya itu misalnya, drama, film atau serial lain yang meluruskan imej yang selama ini tertutup dari Islam.

Kelima, “Pemboikotan ekonomi terhadap negara-negara yang mengizinkan penduduknya mencederai kesucian Islam. Pemboikotan ini adalah senjata yang bisa menyakitkan suatu negara.” (na-str/iol)

Dewan Dakwah, Pionir Penjaga Masjid-Masjid di Timor Leste

Maret 31, 2008

Dakwah memang tak mengenal waktu, tempat dan usia. Di manapun dan kapanpun ia tidak bisa dihalangi. Ihwal inilah yang dialami oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indoensia (DDII). Selama kurang lebih 40 tahun, lembaga telah mendirikan 600 masjid di seluruh tanah air.

Dari 600 masjid itu, ada sejumlah masjid yang kini kondisinya memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Contohnya masjid-masjid di Timor Leste. Di negara yang dulunya bernama provinsi Timor Timur tidak lagi seindah dulu. Setelah wilayah ini tak menjadi menjadi wilayah Republik Indonesia (RI), masjid-masjid di sana dalam status “waja” alias wajib dijaga. Karena itu pula, Dewan Dakwah tetap mempertahankan dakwah di negara yang mayoritas penduduknya beragama Katholik itu.

“Kita di sana punya beberapa masjid. Masjid-masjid itu Dewan Dakwah yang membangun. Untuk menjaga masjid itu kita siapkan orang yang mau tinggal di situ. Dia yang adzan, yang jadi imam dan menjadi makmun sekaligus, ” ujar Ketua Umum Dewan Dakwah H. Syuhada Bahri.

Menurutnya, Dewan Dakwah memang harus bertanggungjawab atas kelestarian dan keberlangsungan masjid-masjid di negara yang kini memakai bahasa resmi Portugal. Sebab, bila tempat-tempat suci itu tidak ada penghuninya dan pengelolanya, maka masjid-masjid itu akan diambil alih oleh pemerintah Timor Leste, selanjutnya bisa dihancurkan atau dialihfungsikan.

Lantaran itu pula, Dewan Dakwah berusaha semaksimal mungkin mempertahankan masjid-masjid itu, kendati yang menghuni cuma satu orang saja. “Biar satu orang tidak apa-apa. Yang penting ada penghuninya. Begitu pengumuman dari pemerintah Timor Leste, ” sambung Syuhada dengan nada rendah.

Agar “sang penghuni tetap” itu betah dan kuat menjaga, merawat sekaligus memakmurkan masjid-masjid di sana, maka tiap bulan Dewan Dakwah mengirim akomodasi lauk-pauk dan kebutuhan sehari-hari. “Dengan begitu kita harapkan mereka tidak pergi ke mana-mana. Yang mati hidupnya menjaga masjid itu, ” paparnya.

Upaya lembaga dakwah yang berkantor di kawasan Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, untuk melebarakan sayap dakwahnya tidak hanya berhenti di situ saja. Kini guna menghadapi gerakan liberal-sekular yang dimotori dari sejumlah akademisi, sarjana dan tokoh, Dewan Dakwah telah dan sedang membina kader-kader da’i yang siap mencounter paham sesat dan menyesatkan.

“Ke depan kita siapkan kader da’i yang siap bertempur dalam bidang pemikiran. Sebab pemikiran kaum liberal sekular ini mendangkal akidah umat. Mereka membuat tasyakkuk (sikap ragu-ragu) atas kebenaran Islam. Ini harus dihadapi secara serius, ” lanjut Syuhada, pria yang suka berjenggot lebat ini.

Selanjutnya, katanya, Dewan Dakwah juga akan menerjunkan para da’i lagi ke beberapa daerah terpencil. “Daerah-daerah ini harus kita sentuh, sehingga dakwah Islam diterima semua masyarakat, ” sambung dia.

Ia menambahkan, Dewan Dakwah juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa pemerintah daerah (pemda) untuk menggerakan kegiatan dakwah di daerah. “Di Bengkalis (Riau), pemda siap membantu dana operasional tahunan kita. Alhamdulilllah usaha kita didukung pemerintah, ” paparnya. (dina)

Hamas Desak Negara-Negara Arab Dukung Perjuangan Rakyat Palestina

Maret 31, 2008

Hamas menyerukan agar pimpinan negara-negara Arab yang selama ini melakukan kesepakatan damai dengan Israel, segera mencabut kesepakatan tersebut. Hamas meminta negara-negara Arab lebih memberikan dukungan pada perjuangan kelompok-kelompok pejuang Palestina yang sedang melawan penjajah Israel.

Seruan tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Politik Hamas, Khalid Misyaal pada para pimpinan negara-negara Arab yang tergabung dalam Liga Arab, yang sedang melakukan pertemuan selama dua hari di Damaskus.

Misyaal menegaskan kembali bahwa roket-roket yang ditembakkan para pejuang Hamas ke pemukiman-pemukiman Israel merupakan reaksi yang normal untuk menyelamatkan warga sipil Palestina dari kekejaman Israel.

Hal serupa dilontarkan salah satu pimpinan Hamas, Mushir al-Masri yang mengatakan bahwa Hamas sedang berjuang guna membela kehormatan dan kemuliaan bangsa Palestina.

Tolak Draft Gencatan Senjata

Pimpinan Hamas Palestina menolak bertanggung jawab atas terhambatnya proposal perdamaian Mesir yang menghendaki adanya gencatan senjata antara Israel dan Palestina.

Penolakan itu bukan tanpa alasan, Hamas melihat berbagai poin yang dimasukkan dalam draft gencatan senjata itu belum berbentuk kesepakatan final terkait pendudukan Zionis Israel dan hanya menekankan gencatan senjata dari pihak Palestina saja.

Usama Hamdan, anggota Biro politik Hamas yang memiliki kantor perwakilan di Libanon mengatakan, penjajah Zionis Israel sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas gagalnya upaya gencatan senjata yang diprakarsai Mesir.

“Hamas tidak menggagalkan upaya gencatan senjata yang diprakarsai Mesir, justru kami telah berusaha agar bisa mewujudkan gencatan senjata itu dengan benar, ” kata Hamdan.

Ia melanjutkan, “Gencatan senjata dilakukan bukan dengan mengabaikan hak rakyat Palestina melainkan dengan proposal gencatan senjata yang memiliki nilai timbal balik, waktu tertentu dan menyeluruh. Bila tidak, maka gagasan gencatan senjata apapun tidak akan ada maknanya. Kami tiak menerima redaksi kesepakatan yang membahayakan kemaslahatan rakyat Palestina.”

Menurut Hamdan, Hamas sendiri tidak memiliki link atau jalur dialog langsung atau tidak langsung dengan Zionis Israel terkait ide gencatan senjata itu. Ia mengatakan, “Tidak ada dialog langsung atau tidak langsung antara Hamas dan Israeli, dalam persoalan gencatan senjata atau lainnya.”

“Orang-orang yang menghembuskan informasi ini ingin memberi alasan agar mereka bisa melanjutkan dialog dengan Israel, dengan alasan Hamas juga akan turut berunding. Mereka ingin memunculkan issu bahwa memang ada timbal balik perundingan antara Palestina dan Israel. Ini tidak benar dan kami tolak mentah-mentah, ” tandas Hamdan. (na-str/pic/ln-presstv)

Teroris Hindu Membom Masjid Nepal

Maret 31, 2008

Eramuslim – Sebuah serangan bom menimpa sebuah masjid di kota kedua terbesar Nepal. Aksi terorisme yang dilakukan para ektremis Hindu telah menyulut ketegangan agama di negeri tersebut. Para pejabat pemerintah dan juga tokoh-tokoh partai politik dari lintas kelompok mengutuk keras aksi terorisme itu, sedangkan para pemuka Islam setempat menyerukan agar umat Islam Nepal tidak terprovokasi oleh tindakan tersebut.

Situs berita Nepalnews.com mengutip pernyataan Perdan Menteri Nepal Girija Prasad Koirala yang menyatakan, “Serangan tersebut tidak akan mempengaruhi apa-apa dan tidak akan berhasil dalam mencapai apa yang teroris inginkan terkait dengan pemilihan anggota parlemen 10 April mendatang. Para teroris harus tahu jika jalan kekerasan tidak akan mempunyai pengaruh apa pun dalam pemilihan anggota perlemen di Nepal.”

Dalam tragedi tersebut, sekurangnya dua Muslim meninggal dunia dan beberapa lainnya menderita luka-luka cukup serius. Para saksi mata memaparkan jikal dua lelaki dengan mengendarai sebuah sepeda motor melempar sedikitnya empat buah bom ke arah Masjid Choti di Britnagar, 200 kilometer timur laut Ibukota Kathmandu, Sabtu, 29 Maret lalu.

Tiga bom langsung meledak di dalam masjid padahal di dalam masjid para jamaah sholat subuh tengah melakukan sholat.

Dalam pernyataannya kepada media, sebuah kelompok teroris Hindu yang mengaku bernama The Nepal Defense Army (NDA) mengaku bertanggungjawab atas peristiwa tersebut dan mengancam akan melakukan hal yang lebih mengerikan lagi sampai Nepal menjadi suatu negara yang berlandaskan nilai-nilai Hinduisme. NDA memang dikenal sebagai kelompok teroris Hindu di Nepal yang menginginkan Nepal menjadi sebuah negara Hindu seperti halnya India.(rz/iol)

Film Anti Islam Kedua Tengah Dibuat di Belanda

Maret 31, 2008

Eramuslim – Kontroversi dan kecaman dunia atas film ‘Fitna’ yang menyerang Islam yang dibuat oleh seorang anggota parlemen Belanda, Geert Wilders, belumlah reda. Namun hal ini tidak membuat kapok barisan Islamofobia Belanda dan mereka saat ini dikabarkan tengah membuat sebuah film lagi, film kartun, yang melecehkan Nabi Muhammad SAW.

“Film baru ini walau berbentuk kartun namun sangat melecehkan Nabi Muhammad SAW, ” ujar Ayhan Tunja, anggota dari The Muslim Coordinating Council of the Netherlands, saat diwawancara Islamonline lewat telepon, Ahad, 30 Maret kemarin.

Film kartun tersebut sedianya akan diberi judul ‘The Life of Muhammad’, dibuat oleh seorang tokoh Partai Buruh Belanda kelahiran Iran bernama Ehsan Jami. Film tersebut akan diluncurkan pada tanggal 20 April 2008 dan menurut informasi yang diperoleh, film itu akan memperlihatkan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan seorang manusia yang aneh secara seksual karena telah memperisteri seorang bocah perempuan berumur sembilan tahun.

“Film kartun ini secara langsung menyerang sosok Rasulullah SAW dan menantang umat Islam sedunia, ” tegas Tunja. “Kemerdekaan berpendapat di negeri ini telah dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan fitnah dan menyerang golongan tertentu tanpa bukti-bukti yang akurat, ” lanjutnya lagi sembari mengatakan jika jumlah populasi Muslim di Belanda mendekati angka satu juta orang dan hal ini berarti enam persen dari total populasi rakyat Belanda.

Salah satu tindakan yang akan diambil oleh kelompok Islam di Belanda adalah dengan menempuh jalur hukum agar film-film senada yang anti Islam bisa dihentikan peredarannya dan pelakunya diseret ke depan pengadilan. “Kami dan para pengacara kami tengah melakukan investigasi dan hasilnya insya Allah akan bisa menghentikan film-film tersebut, ” ujar Tunja.(rz/iol)

Anak-anak Palestina Minta KTT Damaskus Tidak Menghancurkan Harapan Mereka

Maret 31, 2008

Gaza  – Infopelstina: Jum’at (28/03), anak-anak Palestina menyerukan para petinggi dan pemimpin Arab yang akan berkumpul di KTT Arab di ibukota Damaskus, Suriah, agar membebaskan blockade yang diberlakukan penjajah Israel terhadap Jalur Gaza sejal lebih 9 bulan lalu. Blokade ini sendiri telah mengakibatkan lebih dari seratus pasien Palestina gugur akibat tidak boleh berobat ke luar Jalur Gaza, sementara obat-obatan dan fasilitas medis tidak ada.

Seruan anak-anak Palestina ini disampaikan di hadapan puluhan ribu massa Palestina yang menggelar aksi demo besar yang disponsori oleh gerakan Hamas, Jum’at (28/03). Dalam seruan yang ditujukan kepada para pemimpin Arab itu, anak-anak Palestina meminta mereka (para pemimpin Arab) melihat aksi holocaust dan pembantaian yang dilakukan penjajah zionis Israel terhadap anak-anak di Palestina.

Anak-anak ini menyerukan bagaimana pasukan biadab Israel membunuh bocah Palestina Muhammad al Bar’i saat dia dalam perjalanan. Demikian juga pembunuhan anak-anak keluarga Darduna yang dibunuh oleh meriam dan rudal penjajah Israel saat mereka tengah bemain di halaman rumah mereka.

Dalam orasinya anak-anak Palestina ini mengatakan, “Tidakah kesatriaan khalifah al Mu’tashim dan keberanian Shalahuddin al Ayyubi menggerakan Anda? Janganlah Anda hancurkan karapan kami dan jangan pula hinakan kami. Harapan kami tergantung pada Anda semua. Anda adalah harapan kami setelah Allah swt.” Anak-anak ini juga menyerukan agar mereka diberi hak hidup dengan terhormat sebagaimana anak-anak di dunia pada umumnya.

Puluhan ribu massa Palestina, kemarin, ikut dalam aksi demo yang digelar Hamas di Jalur Gaza. Aksi ini dilakukan untuk menyampaikan pesan kepada KTT Arab di Damaskus yang dilaksanakan dua hari Sabtu (29/03) dan Ahad (30/03), di antara pesan yang ingin disampaikan adalah pembebasan blockade dan perlawanan terhadap rencana-rencana penjajah zionis Israel. (seto)

Israel Terjunkan Semua Kesatuan Pasukan Khusus dalam Menghadapi Perlawanan Gaza

Maret 31, 2008

Infopalestina: Salah satu harian terkemuka Israel “Yedeot Aharonot” mengungkapkan, untuk pertama kalinya Israel mengizinkan pengerahkan semua kesatuan “pasukan khusus” dalam militer Israel, baik dari angkatan darat, laut maupun udara dan yang lainnya, untuk terlibat dalam aksi militer di Jalur Gaza.

Aharonot mengatakan, kesatuan-kesatuan pasukan khusus ini, yang secara umum tidak terlibat dalam aktivitas-aktivitas keamanan yang sedang terjadi, saat ini tergabung dalam konflik serangan di “wilayah musuh” (yakni Jalur Gaza), sesuai dengan instruksi dari Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Jenderal Ghabi Askenazy. Militer Israel terus melakukan pelatihan kemampuan tempur kesatuan-kesatuan pasukan khusus ini.

Aharonot menambahkan, sumber-sumber senior militer Israel menyebutkan bahwa tingkat bahaya aksi-aksi yang dilakukan kesatuan-kesatuan pasukan khusus ini sangat tinggi. Tujuan pengerahan ini adalah penggunaan keunggulan kualitas yang dimiliki setiap kesatuan pasukan khusus Israel dalam medan pertempuran.

Radio Israel mengutip pernyataan dari sumber-sumber militer Israel di Komando Wilayah Selatan. Sumber ini mengatakan, kesatuan-kesatuan pasukan khusus ini melakukan aksi-aksi pembersihan, penculikan, penyerbuan rahasia, melakukan penyergapan-penyergapan bersenjata dan penyusupan ke dalam wilayah otoritas Palestina.

Masih menurut sumber di Komando Wilayah Selatan, semua kesatuan pasukan khusus ini melakukan koordinasi penuh dengan dinas keamanan Shabak. Yang disebut terakhir yang memberikan informasi intelijen yang dibutuhkan untuk melaksanakan operasi pembersihan, penculikan dan penyerbuan sesuai dengan informasi yang diberikan para antek intel mereka dari Palestina. (seto)

Syekh Yassin Sang Qiyadah dan Fitnah Harta

Maret 29, 2008

Syekh Yasin, nama lengkapnya Syekh Ahmad Ismail Yasin lahir tahun 1938 di desa Al-Jura, sebelah selatan kota Gaza, syahid pada saat sedang puasa sunah Senin- Kamis, hari Senin, 1 Shafar 1425 H/ 22 Maret 2004 M karena dihantam rudal penjajah Zonis Israel setelah melaksanakan sholat subuh berjama’ah di masjid Al-Mujama’ Al-Islami, Gaza.

Syekh Ahmad Yasin merupakan tokoh spiritual gerakan Hamas, Qiyadah/ pemimpin bagi pejuang dan rakyat Palestina melawan penjajah Zionis Israel.

Walaupun usianya uzur, kondisi tubuhnya lumpuh dari leher hingga ujung kaki, setiap hari harus menggunakan kursi roda, tidak menghalangi beliau untuk berdakwah, memimpin dan membina umat, rakyat Palestina khususnya di Gaza.

Beliau memiliki ‘izzah/ kemuliaan sehingga disegani dan dicintai kawan, ditakuti lawan dalam hal ini penjajah Zionis Israel.

Sebagai tokoh spiritual dan qiyadah dalam perjuangan, Syekh Ahmad Yasin banyak memberikan keteladanan bagi pengikutnya dan rakyat Palestina, juga bagi umat Islam yang rindu syahid di jalan Allah.

Dalam suatu khutbahnya, Syekh Ahmad Yasin pernah berkata: Umat ini tidak akan pernah memiliki kemuliaan dan meraih kemenangan kecuali dengan Islam. Tanpa Islam tidak pernah ada kemenangan. Kita selamanya akan selalu berada dalam kemunduran sampai ada sekelompok orang dari umat ini yang siap menerima panji kepemmpinan yang berpegang teguh kepada Islam, baik sebagai aturan, prilaku, pergerakan, pengetahuan, maupun jihad. Inilah satu-satunya jalan. Pilih Allah atau binasa!

Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS: Al-Imran/3: 126).

Suatu ketika ada seorang penganut Kristen di kota Ramallah, Tepi Barat, Bassam Hana Rabbah namanya. Dia datang menemui Syekh Ahmad Yasin untuk mengadukan permasalahannya karena ada seseorang di Gaza melakukan penipuan terhadap dirinya. Syekh Ahmad Yasin yang juga pimpinan Dewan Islah (perdamaian) dengan bijaksana mampu mendamaikan antara Bassam Hana Rabbah seorang Kristen dengan seseorang yang telah melakukan penipuan.

Syekh meresponnya dengan serius, bahkan mampu bersikap adil terhadapku. Hak-hak saya pun bsa kembali saya nikmati. Sebagai tanda terima kasih, sebagian hartaku diberikan kepada Dewan Islah, tutur Hana Rabbah.

Sebagai seorang Qiyadah/pemimpin, Syekh Ahmad Yasin tidak cinta dunia, tidak gila harta, bahkan kehidupannya sangat sederhana.

Mariyam Ahmad Yasin menceritakan tentang sikap hidup ayahnya:

Rumah ayah terdiri dari 3 kamar dengan jendela yang sudah rapuh. Rumah ini sangat sederhana sekali. Ini fakta bahwa ayahku tak cinta dunia, namun cinta akhirat. Banyak yang menawari beliau untuk memiliki rumah seperti pejabat tinggi negara, namun ditolaknya. Bahkan pernah suatu ketika, Pemerintah Otoritas Palestina memberi sebuah rumah besar di suatu kampung mewah di Gaza, . Namun Tawaran itupun di tolak, ia tidak peduli dengan berbagai ragam bentuk kesenangan duniawi.

Rumah ini sangat sempit. Tidak ada lantai, dapurpun ala kadarnya. Jika musim dingin, kami kedinginan. Namun jika musim panas tiba, kami pun kepanasan. Ayah sama sekali tidak memikirkan untuk merenovasi rumahnya. Ia justru sibuk mempersiapkan rumah di akhiratnya. Adapun kondisi psikis, Alhamdulillah, kami cukup sabar, karena kami percaya. Insya Allah, kami akan melihatnya lagi di surgaNYa nanti. Untuk itulah kami juga sangat berharap bisa mati syahid seperti beliau.

Jika Syekh Ahmad Yasin ingin kaya, harta menumpuk, rumah mewah bertingkat, mobil mengkilat lebih dari empat, makanannya serba lezat, semuanya bisa saja beliau dapatkan, bukankah beliau mempunyai pengikut yang taat, kedukukan yang memikat, akan tetapi semuanya itu tidak beliau lakukan untuk memperkaya diri di tengah pengikut dan rakyatnya yang sedang sengsara dan menderita, akibat penjajah, sekali lagi tidak!

Syekh Ahmad Yasin memiliki iman dan perasaan yang tinggi, beliau sangat cinta dan peduli kepada umat yang pada hakekatnya adalah umat Nabi Muhammad saw.

Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS:An Nisaa/4: 69).

(H. Ferry Nur, S.Si, Sekjen Kispa)

Indonesia Kecam Penyebaran Film “Fitna” Melalui Internet

Maret 29, 2008

Pemerintah Indonesia mengutuk keras langkah yang dilakukan oleh anggota parlemen Belanda Geert Wilders dari partai Kebebasan memutar film “Fitna” yang berisikan hujatan terhadap agama Islam dan kitab suci Al-Quran. Pada Kamis (27/3), Geert Wilders akhirnya memuat filmnya itu lewat video-sharing di sebuah situs internet (www.liveleak.com).

“Kita mengutuk tindakan provokasi yang menghina agama dan umat Islam. Film tersebut dalam pandangan kita sangat berbau rasis, dan merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab yang berselimut di balik kebebasan pers, ” tegas Juru Bicara Departemen Luar Negeri Kristiarto Soerjo Legowo kepada pers, di Kantor Deplu, Jakarta, Jum’at(28/3).

Pemerintah Indonesia mendesak parlemen Belanda dapat mengambil tindakan yang tegas terhadap yang bersangkutan. Meski sebelumnya, pemerintah Belanda baik Perdana Menteri maupun Mentri Luar Negerinya sudah berupaya menghentikan rencana pemutaran film yang sangat melukai hati umat Islam itu, tetapi ternyata anggota parlemen itu tetap mengeluarkan film yang berdurasi 15 menit itu.

Menurutnya, tindakan tersebut jelas bertentangan dan upaya yang dilakukan baik pada level nasional dan internasional, untuk memajukan interfid dialog, dan juga kerjasama untuk membangun dialog antar peradaban, antar agama, antar budaya, dalam upaya membangun hubungan yang penuh toleransi.

“Terus terang sangat disesalkan bahwa seorang Geert Wilders yang notabene adalah seorang anggota parlemen menggunakan kedudukannya sebagai wakil dari sebagian rakyat Belanda dengan cara keliru, ” ujar Kris.

Dalam kesempatan itu, Ia mengimbau agar masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi atas tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab ini.(novel)