Arsip untuk April, 2008

Sejumlah Diplomat Barat ‘Walk-Out’ dari Sidang DK PBB Tentang Situasi Ghaza

April 26, 2008

Sejumlah utusan negara-negara Barat di PBB meninggalkan ruangan saat berlangsung sidang Dewan Keamanan PBB, Kamis (24/3). Aksi ‘walk-out’ itu dipelopori oleh utusan Prancis yang merasa tidak senang dengan pernyataan duta besar Libya untuk PBB.

Sejumlah diplomat PBB mengatakan, negara-negara Barat itu marah karena perwakilan tetap Libya di PBB Ibrahim Dabbashi dalam pidatonya mengatakan bahwa situasi di Jalur Ghaza saat ini, mirip dengan situas kamp-kamp konsentrasi Nazi.

“Dutabesar Libya membandingkan situasi di Ghaza dengan holocaust Nazi. Setelah itu para utusan dari negara-negara Barat berdiri dan meninggalkan ruangan sebagai bentuk protes, ” kata seorang diplomat Barat yang hadir dalam sidang tersebut.

Diplomat dari Inggris Karen Pierce mengatakan, beberapa anggota dewan keamanan menganggap pendekatan yang dilakukan Libya menakutkan dan mereka tidak yakin pernyataan seperti yang diungkapkan utusan Libya akan membantu kemajuan proses perdamaian.

“Kami berusaha untuk toleran terhadap berbagai perbedaan pendapat, tapi toleransi itu ada batasnya, ” kata seorang diplomat lainnya.

Utusan negara-negara Barat yang melakukan aksi ‘walk-out’ antara lain, utusan negara Perancis, AS, Inggris, Belgia dan Costa Rica. Sidang PBB hari itu, membahas draft pernyataan PBB yang diusulkan Libya dan beberapa negara lainnya, tentang keprihatinan atas memburuknya situasi kemanusiaan warga Jalur Ghaza akibat blokade Israel.

Dutabesar Suriah untuk PBB Bashar Jaafari menyayangkan aksi ‘walk-out’ itu. “Sangat disayangkan, mereka yang mengeluh menjadi korban genosida (holocaust) melakukan genosida yang sama terhadap rakyat Palestina, ” ujarnya pada para wartawan usai sidang.

Setelah aksi ‘walk-out’ dutabesar Afrika Selatan untuk PBB, Dumisani Kumalo yang sekaligus menjabat Presiden DK PBB yang beranggotakan 15 negara, langsung menutup sidang. Ia mengatakan, DK PBB lagi-lagi gagal untuk mencapai kesepakatan dan akan membahas kembali masalah Ghaza. (ln/al-araby)

Diisolasi Ketat, Mengapa Penduduk Ghaza Tetap Bertahan Hidup?

April 26, 2008

Obat-obatan dilarang ketat masuk ke wilayah Ghaza. Tapi beberapa waktu terakhir, sejumlah obat standar sudah muncul di sejumlah apotik di kota yang terisolir ketat oleh kekejaman Israel itu.

Bahan bakar dan bahan makan pokok juga tidak boleh datang memenuhi kebutuhan penduduk Ghaza. Tapi belakangan, bahan bakar dan sejumlah bahan makan pokok sudah mulai dijual di pasar-pasar Ghaza. Ada apa gerangan?

Penduduk Ghaza memang tak pernah tunduk pada keinginan Israel dan AS untuk menjungkalkan Hamas yang telah menjadi pilihan mereka. Karenanya, bagi penduduk Ghaza tak ada kata lain kecuali bertahan dan mencari solusi yang mungkin dilakukan untuk tetap bertahan hidup. Terlebih makin lama, Israel makin memperketat pasokan kebutuhan hidup mereka, di tengah sikap diam dunia internasional.

Dan inilah rahasianya, menurut Abu Khalid, sejumlah penduduk Ghaza kini aktif menggali lubang-lubang bawah tanah untuk mendapatkan haknya untuk hidup. Simak ungkapannya, “Permintaan solar, bensin, gas dalam berbagai bentuknya meningkat. Dan dalam beberapa waktu lalu kami membawa juga makanan dan obat-obatan ke Ghaza. Ada tempat rahasia dan persiapan yang baik dengan penuh kehati-hatian dan hubungan yang luas. Itulah yang paling utama kami lakukan untuk mengatasi kondisi ini. Kami mulai menggali lubang bawah tanah, yang kini menjadi aset yang paling berharga saat isolasi Israel. Kami berusaha membawa para pekerja penggali lubang bawah tanah berikut peralatannya dengan waktu yang sangat singkat agar tidak diketahui oleh Israel.”

Ya, ternyata lubang bawah tanahlah yang menjadi arus jalan yang menghubungkan penduduk Ghaza dengan dunia lain. Sebenarnya upaya penggalian lubang bawah tanah sudah dimulai sejak meletusnya intifadhah Al-Aqsha tahun 2000. Sejumlah keluarga memilih profesi yang menguntungkan itu untuk dipekerjakan oleh para pedagang, guna menggali lubang. Dan dana yang dibutuhkan untuk menggali lubang bawah tanah antara 3 ribu sampai 4 ribu dolar.

Lorong bawah tanah adalah jalan rahasia yang bisa menghubungkan Ghaza dan Mesir. Panjangnya bisa mencapai 700-an meter dan diameter lubang 2 meter. “Mungkin saja secara pendanaan apa yang saya lakukan ini tidak menghasilkan uang yang banyak, tapi ini sangat berbahaya sekali dan bisa saja lubang itu hancur kapan saja. Juga karena ada gas yang mematikan yang biasa disemprotkan sayap keamanan Mesir ketika mereka mendapatkan lubang itu, ” ujar Khalid.

Sementara Abu Ramiz, salah satu pekerja penggali lubang sejak lima tahun lalu mengatakan, “Saya kehilangan pekerjaan di Erez yang berada di bawah kekuasaan penjajah Israel. Karenanya, saya terpaksa melakukan pekerjaan berat dan berbahaya ini.”

Ia menjelaskan, langkah menggali lubang bisa memakan waktu antara 6 hingga 8 bulan. Dengan lama pengerjaan seperti itu, jelasnya, lubang yang digalinya bisa sampai ke kota Rafah Palestina yang berbatasan dengan kota Arish Mesir. Soal resiko kematian yang mengancamnya saat menggali lubang sudah disadari oleh Abu Ramiz. Ia juga menyampaikan ada sejumlah rekannya yang mati terkubur di dalam lubang karena lubang itu hancur. (na-str/iol)

Pakar di Israel: Zionis Israel Sedang Menuju ke Kehancurannya

April 26, 2008

Menjelang peringatan hari jadi negara penjajah Zionis Israel yang ke 60, muncul sejumlah pemikiran kritis terhadap nasib Israel yang telah mencaplok dan membunuh ribuan orang Palestina itu.

Pemikiran itu tidak datang dari luar Israel tapi justru dari kalangan ideolog Israel sendiri. Yang unik, umumnya para pemikir Israel mengatakan saat ini Israel memang sedang melewati masa yang akan membawa pada kehancurannya.

Pandangan seperti ini dilansir sejumlah media Israel dan marak menjadi perbincangan di masyarakat Zionis. Sebuah media Israel memuat berita utama dengan judul “Pandangan tentang Akhir Zaman bagi Israel.” Dalam tulisan itu, disampaikan soal makin merosotnya kepercayaan publik terhadap pemimpin Israel yang tak kunjung pulih.

Para pemikir yang melontarkan pendapat seperti itu adalah orang-orang penting yang memiliki peran utama dalam tubuh Zionis Israel untuk memutuskan suatu perkara. Ini artinya, mereka memang memiliki pengalaman lama berinteraksi dengan Israel dan bukan sekedar pemikir yang tak mempunyai pengalaman praktis.

Salah seorang dari mereka adalah Prof. Amenon Robenstain, yang pernah menjabat sebagai Menteri Pengadilan dan Pengajaran pada masa pemerintahan Rabin dan Ehud Barak. Ia juga pernah menulis sebuah buku tentang masa depan Israel, dan bekerja sebagai dosen hukum di Universitas Tel Aviv. Menurut Robenstain Israel tak mungkin bertahan karena dua ancaman penting.

Ancaman yang berasal dari luar, akan menyebabkan Israel gagal berhadapan dengan bangsa Arab yang teurs menerus mengancam posisi Israel. Sedangkan ancaman dari dalam muncul dari perilaku bobrok, korupsi, dan semacamnya, yang dilakukan para pemimpin Israel. Tapi, meski merusak dari dalam, mereka tetap dipakai guna memantapkan posisi Israel.

Dalam wawancara yang dilakukan Haaretz, Amenon mengatakan, meski Israel menang dalam perang melawan negara Arab, tapi kemenangan itu gagal untuk bisa menahan bangsa Arab untuk tidak menyerang Israel. “Saya memandang ada banyak masalah yang akan menghadang Israel, antara lain karena faktor Islamisasi konflik Israel-Arab, sehingga konflik itu memasuki wilayah keyakinan agama.Ini tidak saja menambah permusuhan terhadap Israel, tapi juga menambah tajam serangan terhadap Israel, ” ujarnya.

Sementara itu, usai acara peringatan kelahiran Israel, Mantan pemimpin Knesset Israel Abraham Boreg yang termasuk sebagai founding father Israel, mengatakan, “Saya yakin secara pribadi, bahwa Israel kini menderita tekanan mental yang terus menerus terjadi. Tekanan Nazi yang menyebabkan kita kehilangan keseimbangan. Kita hidup dengan perasaan bahwa dunia menjauhi kita. Kita dikelilingi oleh kekerasan yang menghancurkan kita. Kita hidup di tengah masyarakat yang mengusung pedang. Perasaan ini yang mau tidak mau terekam dalam jiwa orang Israel dari tragedi holocaust di Jerman.”

Selain itu ia menambahkan bahwa banyak fenomena kekerasan yang dilakukan Israel, menjadikan Israel sebagai ancaman bagi pihak lain. Meski di sisi lain hal itu mengancam masa depan Israel. “Israel adalah negara fasis, keras, kasar, imperium, superior, tidak mempunyai basis kejiwaan dalam dirinya. Seruan-seruannya tidak lain ajakan untuk membunuh rakyat Palestina, menghancurkan rumah mereka, mengusir rumah mereka, membunuh pemudanya. Ini bukti bahwa Israel fasis, ” kata Boreg.(na-str/iol)

Hari Ini, Israel Kerahkan Tank dan Buldoser ke Jalur Ghaza

April 11, 2008

Rejim Zionis Israel mengerahkan tank-tank dan buldosernya ke Jalur Ghaza, untuk membalas serbuah pejuang Hamas ke perbatasan Nahal Oz hari Rabu kemarin.

Sedikitnya sepuluh tank dan dua buldoser Israel, hari ini, Jumat (11/4) masuk sekitar satu kilometer dari perbatasan ke wilayah Ghaza, tepatnya di sebelah barat kamp pengungsi Bureij. Menurut keterangan aparat keamanan Palestina, kedatangan tank-tank Israel tersebut disambut dengan perlawanan senjata oleh para pejuang Palestina.

Juru bicara militer Israel mengakui operasi pasukannya ke Jalur Ghaza hari ini dibalas dengan tembakan senjata dan mortir. Israel kembali menggelar operasi militernya ke Jalur Ghaza, setelah melakukan serangan udara pada Kamis malam yang menewaskan dua pejuang Hamas dari sayap militer Brigade Izzadin al-Qassam. Kedua pejuang Hamas yang gugur itu dilaporkan masih saudara sepupu bernama Muhamad dan Amil An Najaf.

Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dihadapan para pendukung Partai Kadima, hari Kamis kemarin menegaskan bahwa ia akan mengakhiri serangan-serangan pejuang Palestina dari Jalur Ghaza. “Hamas, sekarang berkuasa di Jalur Ghaza dan kelompok ini serta semua anggotanya harus bertanggung jawab atas teror-teror yang dilakukannya dan tidak bisa menghindar dari harga yang harus dibayar atas perbuatan mereka itu, ” tukas Olmert. (ln/presstv/al-arby)

Krisis BBM di Ghaza, Warga Beralih ke Alat Transportasi Keledai

April 11, 2008

Tidak perlu pemanas mesin di musim dingin. Tidak perlu mengisi ulang bahan bakar setiap kilometer tertentu. Tidak perlu juga mengganti mesinnya. Inilah beberapa kelebihan keledai yang kini mulai menjadi pilihan alat transportasi penduduk Ghaza di Palestina, setelah mereka mengalami isolasi total yang menyebabkan mereka sulit memperoleh bahan bakar.

Berbagai kendaraan modern, rupanya tidak mungkin lagi diandalkan setelah Israel melakukan isolasi dan mengurung rakyat Palestina di Ghaza. Isolasi semakin ketat diterapkan perampok Zionis Israel sejak Juni lalu, ketika Hamas yang menang secara demokratis menguasai Ghaza. Ketika itulah, bahan bakar nyaris tidak lagi masuk ke Ghaza. Sementara aktivitas transportasi pasti tetap dibutuhkan.

Krisis bahan bakar itulah yang mengangkat popularitas keledai untuk menggantikan transportasi modern yang sulit dioperasikan lagi. Maka, pilihan mereka pun hanya dua, jalan kaki atau naik gerobak yang ditarik oleh keledai. Keledai di Ghaza menjadi alat transportasi yang mengangkut ragam kebutuhan ke berbagai tempat di Ghaza.

“Sudah satu minggu terakhir, saya tidak bisa menggunakan alat transportasi lain untuk ke kampus dan belajar. Padahal kami tidak lama lagi harus memasuki musim ujian, dan banyak mata kuliah yang belum terkejar kurikulumnya. Apa yang saya lakukan? Apakah saya harus tetap tinggal di rumah?”

Itulah kegelisahan seorang mahasiswa bernama Khalid, yang kemudian menjatuhkan pilihannya untuk pergi ke kampus menggunakan keledai, sebagaimana orang-orang tuanya dahulu. “Dahulu orang-orang tua kita menggunakan keledai sebelum mereka mengenal sarana transportasi modern. Kenapa kita tidak mengikuti mereka dalam kondisi seperti ini?” begitu ujarnya.

Bagi penduduk Ghaza yang ingin bepergian dari Rafah ke jantung Ghaza, kini tidak ada lagi alternatif kendaraan kecuali keledai. Biasanya mereka juga harus mengeluarkan uang sekitar 10 dolar untuk pulang pergi. Tapi kini, dengan menggunakan keledai, mereka justru lebih sedikit mengeluarkan biaya transportasi. Bahkan satu ekor keledai bisa saja digunakan untuk menarik lebih dari dua orang.

“Akhirnya, keledai kini bisa berjalan dengan bangga, mengangkat kepalanya, membusungkan dadanya, di Ghaza, ” kelakar Mahmud, juga seorang mahasiswa yang menggunakan keledai. (na-str/iol)

Kunci Ka’bah Terjual 18, 1 Juta Dollar di London

April 11, 2008

Balai lelang Sotheby di London Inggris, mencatatkan rekor harga termahal penjualan benda-benda peninggalan bersejarah Islam. Benda itu berupa kunci Ka’bah yang dipekirakan berusia 800 tahun. Kunci itu terlelang dengan harga 18, 1 juta dollar.

Harga 18, 1 juta dollar itu lebih tinggi 18 kali lipat lebih dari perkiraan harga awal. Lelang kunci Ka’bah yang terbuat dari besi dengan panjang 37 cm itu juga berlangsung cukup panas, karena banyaknya peminat sebelum akhirnya terjual dengan harga 9, 2 juta poundsterling pada seorang pembeli yang dirahasiakan namanya.

Kunci Ka’bah yang berasal dari periode Abbasid pada abad ke-12 itu awalnya adalah koleksi pribadi seseorang yang tinggal di Libanon. Di kunci tersebut terdapat tulisan, “Ini dibuat untuk Rumah Suci Allah pada masa pemimpin kami putera dari Imam al-Muqtadi Abu Ja’far al-Mustansir Abu’l-Abbas 573.”

Menurut balai lelang Sotheby, makna terpenting dari kunci itu adalah sebuah tradisi memberikan kunci Ka’bah kepada setiap khalifah Abbasiyah di Baghdad, sebagai simbol kekuasaan dan otoritas kekhalifahan. Kunci Ka’bah itu merupakan satu-satunya dari 58 kunci Ka’bah yang diketahui menjadi milik pribadi. Kunci-kunci Ka’bah yang lain menjadi koleksi di museum-museum di Timur Tengah dan Eropa.

Kepala Departemen Seni Islam di balai lelang Sotheby, Edward Gibss mengatakan, hasil lelang kunci Ka’bah itu luar biasa dan melebihi pendapatan total departemen seni Islam di Sotheby pada tahun 2007. Terjualnya kunci Ka’bah dengan harga yang sangat tinggi, kata Gibss, menunjukkan tingginya minat terhadap benda-benda senin Islam dengan posisi tawar yang tinggi pula.

Kunci Ka’bah itu memecahkan rekor penjualan benda-benda seni Islam di balai-balai lelang. Rekor sebelumnya dipegang oleh pancuran air yang terbuat dari perunggu, yang berasal dari Andalusia pada masa abad ke-10. Balai lelang Christie, sebelumnya juga berhasil melelang sebuah al-Quran kuno dengan harga 4, 9 juta dollar. (ln/iol)

Memimpin Minus Pengawal

April 4, 2008

Ia memulai hari dengan bersujud. Bersarung cokelat kotak-kotak, baju koko putih, dan peci hitam, Hidayat Nur Wahid, 48 tahun, ditemani putra bungsunya, Hubaib Shidiq, 9 tahun, keluar dari kamar tidur menuju musala di samping kanan rumah dinasnya. Di musala berukuran 3 x 6 meter itu telah menunggu dua staf pribadi Hidayat yang juga akan salat subuh bersama, pukul 04.45 WIB Rabu lalu.

Pukul 05.10, seusai salat subuh, Hidayat dan Hubaib beranjak ke lantai 2 rumahnya. Di bangunan utama rumah dinas Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu terdapat satu kamar tidur utama dan dua kamar tidur anak. Di depan ketiga kamar itu ada ruang berukuran 3 x 4 meter untuk ruang keluarga. Selama 15 menit Hidayat dan Hubaib melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran di situ.

Sejak Kastian Indriawati, 45 tahun, istrinya, meninggal pada 22 Januari lalu, Hidayat menjadi orang tua tunggal bagi Inayah Dzil Izzati (kelas V Pesantren Gontor), Ruzaina (kelas III SMP Pesantren Anyer, Banten), Allaâ ‘Khoiri (kelas I Pesantren Gontor), dan Hubaib Shidiq (kelas IV sekolah dasar di Pondok Gede, Bekasi). Di tengah kesibukannya sebagai Ketua MPR, guru, dan anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat berusaha menyempatkan diri menyiapkan keperluan sekolah Hubaib, satu-satunya anak yang tinggal bersamanya.

Pukul 05.55, Hidayat melepas Hubaib ke sekolah, diantar sopir keluarga mengendarai mobil pribadi Innova warna hitam. Sejak istrinya tiada, Hidayat ingin selalu melepas, nguntapke, Hubaib berangkat sekolah.

Pukul 06.00, berkaus putih, celana olahraga panjang hitam, dan sepatu putih, Hidayat menuju lapangan bulu tangkis yang jaraknya sekitar 200 meter dari rumah dinasnya menggunakan mobil pribadi Toyota Kijang LGX warna biru. Bersama staf pribadinya dan beberapa staf pribadi menteri di kompleks Widya Candra, pagi itu Hidayat main empat set langsung dengan dua kali istirahat masing-masing lima menit.

Hidayat selalu bermain cantik di tiap set. Smash dan permainan net menunjukkan kepiawaiannya bermain tepok bulu. Walhasil, pria kelahiran Klaten ini selalu memenangi pertandingan.

Bulu tangkis adalah hobinya selain sepak bola. Minimal tiap Selasa dan Rabu dia selalu menyempatkan diri memukul shuttle cock. Dia suka badminton sejak remaja. Di samping rumah orang tuanya di Kadipaten Lor RT 03 RW 08, Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, ada lapangan badminton yang biasa dipakai keluarga dan warga sekitarnya.

Kebiasaan itu diteruskan Hidayat saat 13 tahun belajar di Madinah, Arab Saudi. Bersama teman-teman pelajar dari Indonesia dia membuat lapangan bulu tangkis di samping kontrakan.

Pukul 07.50, Hidayat menyudahi badminton. Menenteng tas raket, ia berjalan kaki menuju rumah dinasnya. Sesampai di rumah, Hidayat meminta izin kepada Tempo membersihkan diri dan bersiap-siap berangkat ke kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Dua puluh lima menit kemudian Hidayat ke lantai 2 menuju meja makan yang letaknya di bawah kamar tidur utama. Ruang makan menyatu dengan ruang keluarga, bersebelahan dengan ruang tamu dan ruang rapat.

Seperti di ruangan lainnya, di ruangan seukuran lapangan bulu tangkis ini tidak ada aksesori yang tergolong mewah. Hanya ada televisi 21 inci dan akuarium berukuran 1 x 0,5 meter yang dihuni seekor ikan arwana. Di dinding tergantung satu lukisan bunga, foto Hidayat bersama para pemimpin MPR, serta foto-foto mendiang istrinya.

Menu sarapan kali itu nasi uduk, kering tempe, ayam dan telur goreng, sambal, dan kerupuk. Buahnya jeruk dan lengkeng, minumannya jus jambu dan air mineral. Tapi Hidayat hanya mengambil kering tempe, ayam goreng, sambal, dan kerupuk sebagai teman nasi uduk.

Hidayat agaknya penggemar kerupuk. Sekali makan, lebih dari tiga kali ia merogoh kaleng krupuk dari plastik itu. Ia mengaku tidak punya pantangan jenis makanan tertentu. Tapi masakan tradisional Jawa, seperti pecel, botok, sambal goreng, sayur lodeh, dan tentu saja kerupuk, paling ia gemari.

Untuk bekerja hari itu Hidayat memilih kemeja batik lengan panjang biru dengan motif kawung putih dan celana hitam. Hidayat jarang mengenakan jas. Dia lebih sering mengenakan batik, kecuali untuk acara kenegaraan yang mewajibkan jas.

Hidayat mengaku tak punya merek pakaian favorit. Istrinyalah yang biasanya menyediakan pakaiannya. Batik yang ia kenakan hari itu, misalnya, bahannya dibelikan Kastian dan dijahit di Pondok Gede, dekat rumah pribadinya.

Mendiang Kastian pula yang membelikan jam tangan Tissot yang dikenakan Hidayat, juga telepon seluler Nokia–bukan Communicator. Kastian membelikannya saat berhaji, beberapa hari sebelum meninggal. “Ini kenang-kenangan terakhir almarhumah (istri saya).”

Pukul 09.10, Hidayat bersiap ke kantor PKS.

Tanpa istrinya, kini Hidayat menyiapkan sendiri semua keperluannya. Memilih baju dan celana sampai menyemir sepatu. Sepatu yang dikenakannya hari itu sepatu Bata hitam yang terletak di samping tangga menuju lantai 2. Sepatu itu sudah tak mengkilap sehingga Hidayat perlu menyemirnya dulu. Ia tidak banyak memiliki koleksi sepatu atau sandal.

Setelah bersepatu, Hidayat memeriksa semua lampu ruangan. Lampu yang tidak dipakai dimatikannya.

Pukul 09.25, Hidayat masuk ke mobil Toyota Kijang LGX warna biru menuju kantor DPP PKS. Rencananya, pukul 10.00 akan ada deklarasi pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Karena untuk kepentingan partai, Hidayat tak menggunakan Camry, mobil dinas Ketua MPR. Hidayat duduk di kursi belakang. Di depan ada sopir dan ajudannya.

Meski pejabat negara, Hidayat jarang dikawal dan kerap bepergian tanpa voorrijder. Ia merasa aman dan nyaman tanpa mereka karena merasa tak punya musuh, sehingga tidak khawatir keamanannya terancam.

Tapi, tanpa voorrijder, ditambah lalu lintas yang kerap macet, perjalanannya jadi lebih lama. Dari Widya Candra menuju Mampang Prapatan pagi itu perlu 30 menit. Di perjalanan, Hidayat sempat menunjukkan tukang potong rambut langganannya. Letaknya di deretan warung Padang dan warung Tegal di pinggir Jalan Mampang Prapatan Raya. Sebulan sekali dia potong rambut di situ. “Ongkosnya Rp 9.000 sekali cukur.”

Pukul 10.00, Hidayat tiba di kantor PKS. Deklarasi ditunda karena Presiden PKS Tifatul Sembiring dipastikan datang pukul 10.30. Di situ Hidayat bertemu dengan Ketua Majelis Syura Hilmi Aminuddin, Ketua Dewan Syariah Surahman, serta pengurus PKS Jawa Barat.

Hidayat belum pernah belajar politik secara formal. Tapi ia lahir dari keluarga aktivis. Kakeknya tokoh Muhammadiyah dan Masyumi di Prambanan, Jawa Tengah. Ibunya aktivis Aisyiyah–organisasi perempuan Muhammadiyah. Dan ayahnya, meski berlatar belakang Nahdlatul Ulama, menjadi pengurus Muhammadiyah. Kastian juga penggiat Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Hidayat menimba ilmu berorganisasi di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) cabang Madinah. PPI Madinah adalah salah satu organisasi yang menolak penerapan Pancasila sebagai satu-satunya asas bagi organisasi di masa Orde Baru. Beberapa kali petugas kedutaan dan menteri kabinet Soeharto membujuk agar PPI Madinah mengakui Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi, tapi tak mempan.

Hidayat kembali ke Indonesia pada 1993 dan mengajar di Institut Agama Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang. Ketika reformasi bergulir, bersama-sama aktivis muslim ia mendirikan Partai Keadilan. Kini, setelah berganti menjadi Partai Keadilan Sejahtera, partai yang semula hanya menerima anggota dari kalangan Islam itu mulai membuka diri untuk nonmuslim.

Tapi rekrutmen partainya, kata Hidayat, tetap taat pada jenjang pengkaderan. Untuk menentukan calon di parlemen, PKS akan melihat siapa yang akan diwakili calon itu. Jika penduduk yang akan diwakili mayoritas selain Islam, wakilnya bisa saja dari nonmuslim juga. Hidayat hanya 20 menit berada di kantor PKS. Ia buru-buru menuju gedung MPR/DPR untuk menerima delegasi dari PPI.

Pukul 11.00, Hidayat tiba di gedung MPR/DPR. Tapi tamu yang ditunggunya dari PPI batal datang. Hidayat meneruskan pekerjaan dengan memeriksa beberapa dokumen dan menekennya.

Pukul 13.00, Hidayat menerima delegasi dari Pacific Countries Social and Economic Solidarity Association Turki. Mereka mencari cara mempererat hubungan Indonesia dengan Turki.

Pukul 14.00, Hidayat menerima kunjungan rombongan Presiden National Endowment for Democracy Carl Gersham. Carl meminta Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi menularkan pengalamannya ke negara-negara di Timur Tengah. Hidayat menolak. Alasannya, “Rusaknya demokrasi di Timur Tengah karena sikap politik Amerika Serikat yang berstandar ganda.”

Ia mencontohkan pemilu di Palestina. Khalayak, kata Hidayat, tahu pemilu Palestina sangat demokratis. Tapi karena rayuan Israel, negara-negara Barat termasuk Amerika tidak mengakui hasil pemilu itu. Menurut dia, Timur Tengah akan demokratis jika Amerika demokratis. “Jadi jangan Indonesia diminta mengajarkan demokrasi ke Timur Tengah. Mereka (Timur Tengah) melihat perilaku Amerika sendiri.”

Meski banyak menerima tamu, Hidayat selalu tepat waktu untuk salat. Begitu azan berkumandang, dia bergegas berwudu. Pukul 15.25, Hidayat salat asar. Di ruangannya tersedia perlengkapan salat, termasuk peci yang bagian atasnya sedikit robek.

Pukul 15.40, Hidayat bersiap-siap kembali ke rumah dinasnya karena pukul 16.30 ia akan menerima Hanung Bramantyo, sutradara film Ayat-ayat Cinta yang lagi populer.

Pukul 15.45, Hidayat memasuki Camry, mobil dinasnya. Kali ini memang untuk kepentingan tugasnya sebagai Ketua MPR. Tapi tetap tanpa voorrijder. Hidayat jarang dikawal voorrijder kecuali kalau ada acara yang mendesak segera didatangi, tak boleh telat, dan lalu lintas macet.

Untuk acara yang bisa diatur jadwalnya dan tidak mendadak, dia pergi tanpa voorrijder. “Semua tergantung bagaimana kita mengatur waktu saja.” Mobil Camry dengan pelat bernomor RI-5 itu pun mengarungi samudra kemacetan bersama mobil-mobil lainnya di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Pukul 16.25, Hidayat sampai di rumah dinasnya. Sepuluh menit berselang, tamu yang ditunggu, Hanung, datang. Hidayat menyambut Hanung di ruang tamu, mengenakan baju putih bermotif kotak-kotak pendek dan celana hitam. Hanung meminta pendapat Hidayat tentang film Ayat-ayat Cinta sekaligus saran untuk film Ahmad Dahlan–pendiri Muhammadiyah–yang akan dibikinnya.

Meski hanya tiga kali menonton film seumur hidupnya, Hidayat mengkritik beberapa lafal bahasa Arab dalam adegan Ayat-ayat Cinta yang grammar-nya tidak benar. Lokasi shooting yang tidak sesuai dengan kondisi Mesir dikritik. Hidayat juga mempertanyakan mengapa Hanung menonjolkan sisi poligami dalam film itu, padahal dalam novelnya tidak.

Soal rencana membuat film Ahmad Dahlan, Hidayat menyarankan agar dalam film itu juga disinggung soal K.H. Hasyim Ashari, pendiri Nahdlatul Ulama. Menurut Hidayat, keduanya teman yang akrab dan satu guru saat menempuh pendidikan di Madinah.

Kiai Hasyim dan Ahmad Dahlan, kata Hidayat, satu kapal dalam perjalanan dari Pulau Jawa ke Arab Saudi. Meski berbeda pandangan tentang beberapa hal soal khilafiah, mereka berdua saling menghargai. Hidayat menerima Hanung selama dua jam, hingga pukul 18.35.

Pukul 18.45, Hidayat berangkat ke Warung Buncit untuk memenuhi undangan peringatan Maulid Nabi di Pesantren Assalafi Daarul Islah, Jalan Buncit Raya. Kali ini dia mengenakan baju koko putih dan celana hitam. Untuk keperluan ini dia menggunakan mobil pribadi Toyota Kijang LGX biru, tanpa pengawal dan voorrijder.

Akibatnya, dia terjebak kemacetan di Jalan Gatot Subroto, Mampang, dan Buncit Raya. Sejam lebih bertarung dengan kemacetan, Hidayat tiba di lokasi pukul 20.05. Di acara itu Hidayat sempat berceramah selama 30 menit.

Pukul 21.35, Hidayat kembali ke rumah dinasnya. Perjalanan lancar karena sudah malam. Dua puluh menit kemudian Hidayat sampai di rumah dinasnya. Sebelum tidur pada 23.00, Hidayat membaca semua surat yang masuk dan menutup hari dengan membaca Al-Quran. (ERWIN DARIYANTO/Koran Tempo)

Israel Sengaja Lakukan Kejahatan Perang Terhadap Pasien Palestina

April 4, 2008

Gaza – Infopalestina: Jubir Komite Rakyat Anti Blokade, Rami Abduh mengumumkan gugurnya korban blokade ke 122 di Jalur Gaza yakni Asyraf Jamel Al-Halabi (20) yang menderita kanker kulit.

Sumber keluarga korban Al-Halabi menegaskan, blokade yang diterapkan terhadap rakyat Jalur Gaza menghalangi korban lebih dari sekali untuk berobat ke luar Jalur Gaza. Padahal kondisi kesehatannya sudah tidak bisa ditangani oleh RS di Jalur Gaza.

Dalam pernyataan pers yang diterima oleh Infopalestina hari ini Kamis (3/4) bahwa telah terjadi terjadi peningkatan korban pasien Palestina belakangan ini akibat pelarangan Israel terhadap pasien Palestina di Jalur Gaza yang ingin berobat ke luar melalui perlintasan Bethanon.

Abduh menegaskan, Israel menolak 20 – 25% permintaan izin ke luar Jalur Gaza untuk berobat antara sebelum bulan Januari lalu. Namun sejak bulan sejak pertengan bulan yang sama terjadi peningkatan pelarangan Israel terhadap pasien Jalur Gaza terutama pasien dari kalangan anak-anak dan wanita.

Jubir komite ini mengisyaratkan bahwa bulan Maret lalu menjadi bulan yang paling banyak larangan Israel terhadap keluarnya pasien ke luar Jalur Gaza. Israel melarang 67 pasien yang ingin berobat ke luar secara langsung. Sementara secara langsung sebanyak 411 larangan dari keseluruhan 958 permintaan. Artinya pelarangan itu sebanyak 49,9%.

Disamping itu, ratusan pasien yang mengalami sakit yang tidak mengajukan permohonan berobat keluar karena sudah yakin pasti ditolak Israel karena terlibat dalam aksi perlawanan.

Abduh menghargai sejumlah laporan yang keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia yang menyerukan kepada lembaga-lembaga internasional agar bersuara keras dan tidak hanya menonton terhadap kejahatan yang dilakukan Israel sebab sikap diam adalah juga pelanggaran seperti halnya ikut lansung dalam melakukan kejahatan. (bn-bsyr)

Yahudi Gagal Membunuh Nabi Isa A.s.

April 4, 2008

Berbeda sekali dengan konsep keimanan seorang Kristen yang meyakini jika Nabi Isa a.s. atau Yesus Kristus meninggal karena disalib untuk menebus dosa umat manusia, maka kitab suci Al-Qur’an yang dijaga Allah SWT kemurnian dan kesuciannya sampai dengan hari akhir menyatakan jika yang disalib bukanlah Nabi Isa a.s., melainkan seseorang yang wajahnya diserupai Isa a.s. Sedangkan Isa a.s. sendiri diselamatkan Allah SWT dengan diangkatnya ke surga (QS. An-Nisaa: 157-158).

Nabi Isa a.s. diturunkan ke tengah-tengah Bani Israil, kaumnya Nabi Musa a.s., untuk mengembalikan mereka ke jalan ketauhidan. Namun kaum Yahudi yang cenderung kepada kejahatan dan kesesatan, bahkan banyak melakukan pembunuhan terhadap para nabi Allah—Nabi Zakaria a.s. dibelah badannya, Nabi Yahya a.s. dipenggal kepalanya, dan sebagainya seperti yang dimuat dalam eramuslim digest edisi 6 “Genesis of Zionism: Jejak Berdarah Kaum Yahudi Sepanjang Masa (Bagian 1)”—malah menganggap Nabi Isa a.s. sebagai orang yang harus dibunuh karena telah menggoyahkan kedudukan istimewa mereka di tengah masyarakat yang telah berhasil ditipunya.

Para pendeta Yahudi yang tergabung dalam Dewan Pendeta Sanhendrin membujuk Raja Herodes untuk melakukan pengejaran terhadap Isa a.s. dan menangkapnya. Isa a.s. berhasil ditangkap dan hendak disalibkan. Namun Allah menolong Isa a.s. dan mengangkatnya ke surga. Dari hadist Nabi Muhammad SAW kita akan mengetahui jika menjelang akhir zaman, Isa a.s. akan kembali turun ke bumi di Menara Putih sebuah masjid di Damaskus, Syiria. Hal pertama yang dilakukan Isa a.s. ketika turun kembali ke bumi adalah sholat.

“Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun (dari langit), apabila kamu telah melihatnya, maka ketahuilah;bahwa ia adalah seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah, kepalanya seakan-akan meneteskan air waulupun ia tidak basah”. (HR Abu Dawud).

“Isa ibn Maryam akan turun di ‘Menara Putih’(Al-Mannaratul Baidha’) di Timur Damsyik”. (HR Thabrani dari Aus bin Aus)

“Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat, sehingga turunlah Isa Ibn Maryam, maka berkatalah pemimpin mereka (Al-Mahdi): “ Kemarilah dan imamilah shalat kami”. Ia menjawab;”Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam)”. (HR Muslim & Ahmad).

“Tiba-tiba Isa sudah berada di antara mereka dan dikumandangkanlah shalat, maka dikatakan kepadanya, majulah kamu (menjadi imam shalat) wahai ruh Allah.” Ia menjawab:”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah ia yang mengimami shalat kamu”. (HR Muslim & Ahmad).

Hal pertama yang dilakukan Nabi Isa setelah turun dari langit adalah menuaikan shalat sebagaimana yang dijelaskan oleh hadist-hadist di atas. Nabi Isa akan menjadi makmum dalam shalat yang di imami oleh Imam Mahdi. Kedatangan Nabi Isa akan didahului oleh kondisi dunia yang dipenuhi kedzaliman, kesengsaraan dan peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia. Setelah itu kemunculan Imam Mahdi yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan dajjal yang akan berusaha membunuh Imam Mahdi, setelah dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40 hari, maka Nabi Isa akan diturunkan dari langit untuk menumpas dajjal.

Turunnya nabi Isa ke bumi mempunyai misi menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dan membersihkan segala penyimpangan agama, ia akan bekerjasama dengan Imam Mahdi memberantas semua musuh-musuh Allah.

Dikisahkan setelah Isa as. selesaikan menunaikan shalat, ia berkata, “Keluarlah kamu (pasukan kaum muslimin) semua bersama kami untuk menghadapi musuh Allah, yaitu dajjal.” Lalu mereka pun keluar, kemudian Ia (Isa) dilihat oleh dajjal si laknat yang baru saja mendakwa kepada manusia, bahwa ia adalah raja yang mendapat petunjuk dan pemimpin yang jenius serta bijaksana, bahkan mengaku sebagai Tuhan Yang Maha Tinggi. Begitu ‘Isa dilihat oleh dajjal, dajjal pun meleleh seperti garam yang meleleh di di air. Kemudian dajjal kabur, tetapi ia dihadang oleh Isa di pintu kota Lud di Palestina. Sekiranya Isa membiarkan saja hal ini maka dajjal akan hancur seperti garam dalam air, akan tetapi Isa berkata kepadanya, “Sesungguhnya aku berhak untuk menghajar kamu dengan satu pukulan.” Lalu Isa as. menombak dan membunuhnya, maka Isa as. memperlihatkan kepada semua orang darah dajjal di tombaknya. Maka tahu dan sadarlah para pengikut dajjal dari kalangan Yahudi, bahwa dajjal bukanlah Allah. Jika benar apa yang didakwakan dajjal(dajjal mengaku sebagai tuhan) tentulah dajjal tidak akan dapat dibunuh oleh Nabi ‘Isa.

Ketika itu Nabi Isa a.s. menyeru kepada umat Kristiani untuk mengucapkan kalimat tauhid, kembali kepada jalan yang haq seperti apa yang telah disampaikannya ribuan tahun lalu sebelum agama Nasrani dirusak oleh tangan Yahudi bernama Paulus dari Tarsus.

Menurut suatu riwayat Nabi Isa, setelah turun dari langit akan menetap dibumi sampai wafatnya selama 40 tahun. Ia akan memimpin dengan penuh keadilan, sebagaimana yang diceritakan dalam hadist berikut: “Demi yang diriku berada ditangannya, sesungguhnya Ibn Maryam hampir akan turun di tengah-tengah kamu sebagai pemimpin yang adil, maka ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menolak upeti, melimpahkan harta sehingga tidak seorangpun yang mau menerima pemberian dan sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Nasa’I, Ibn Majah dari Abi Hurairah).

Juga dkisahkan bahwa Nabi Isa akan melaksanakan haji: ”Demi Dzat yang diriku berada ditanganya, sesungguhnya Ibn Maryam akan mengucapkan tahlil dengan berjalan kaki untuk melaksanakan haji atau umrah atau kedua-duanya dengan serentak”.(HR Ahmad & Muslim dari Abi Hurairah).

Nabi Isa a.s. akan meninggal setelah membunuh dajjal, menjadi pemimpin yang adil, dan membenarkan risallah yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW di akhir zaman. Hanya saja kita tidak mengetahui kapan dan bilamana ini semua akan terjadi, karena Yahudi Talmudian terus-menerus bekerja siang-malam untuk menyesatkan umat manusia dari jalan kebenaran dengan membuat berita-berita palsu.

Majalah eramuslim digest edisi 6 “Genesis of Zionism” (Bagian 1) memuat kisah tentang lahirnya Bani Israil dan kedurhakaan serta kejahatan mereka terhadap para Nabi Allah, hingga peran mereka dalam episode awal Perang Salib. Edisi 6 ini akan berlanjut sebagai satu kesatuan di eramusim digest edisi 7 “Genesis of Zionism” (Bagian 2) yang mengupas kejahatan-kejahatan, jejak berdarah Yahudi sepanjang sejarah, dari masa Perang Salib, penguasaan mereka atas Inggris dan Perancis juga seluruh Eropa, pembentukan gerakan Zionis Internasional, penghancuran khilafah Islam Turki Utsmani, Perang Dunia I dan II, aktor di belakang kekejaman Nazi, sejumlah pembantaian terhadap rakyat Palestina, hingga konspirasi mereka di hari ini. Juga Anda bisa simak keyakinan Yahudi Talmudian tentang hari akhir dan apa saja syarat-syaratnya sebelum mereka akan meruntuhkan Masjidil Aqsha dan mendirikan kembali Haikal Sulaiman ketiga di atas puing-puingnya.

Jangan lewatkan sajian-sajian kami di eramuslim digest, cepatlah berlangganan sebelum kehabisan! (rz)

Oliver Stone Garap Film “W”, Bongkar Kehidupan Pribadi Bush

April 4, 2008

Orang seperti apa sebenarnya Presiden AS George W. Bush? Masyarakat dunia sebentar lagi bisa menyaksikannya lewat film berjudul “W” yang digarap oleh sutradara kualitas Oscar, Oliver Stone.

Surat kabar Guardian edisi Kamis (3/4) melaporkan, proses pembuatan film itu sudah dimulai bulan ini. Film ini akan menampilkan bagaimana kehidupan Bush sejak tahun-tahun pertamanya di Yale University, yang dikenal sebagai mahasiswa yang doyan pesta, pernah mengalami masalah kecanduan minuman keras, hubungannya yang buruk dengan sang ayah, sampai bagaimana Bush kemudian kembali sebagai penganut Kristen dan memutuskan perang di Irak sebagai balas dendam.

Selama ini, Stone dikenal sebagai tokoh perfilman AS yang kerap melontarkan kritik pedas terhadap perang Bush di Irak. Stone mengatakan, film “W” yang sedang digarapnya akan memperlihatkan bagaimana pengalaman psikologis Bush di masa muda, membayang-bayangi kehidupannya. Termasuk masa-masa transisi Bush dari seorang pemabuk sampai berubah menjadi orang yang percaya Tuhan. Bush bahkan pernah mengatakan, bahwa Tuhan telah memilihnya secara pribadi sebagai presiden AS.

Dalam satu adegan, diceritakan bahwa Bush berdialog dengan tokoh Evangelis Billy Graham-sahabat dan penasehat keagamaan keluarga Bush-di tengah persoalan minuman keras dan persoalan keluarga yang melilitnya pada tahun 1980-an.

“Kegelapan ini membututiku, ” kata Bush pada Graham yang disebut-sebut sebagai Bapak Evangelis Amerika, dalam salah satu adegan film “W.” Setelah pembicaraan itu, Bush diceritakan akhirnya mampu mengatasi ketergantungannya pada minuman keras dan menyatakan dirinya sebagai seorang “Kristen yang baru dilahirkan kembali.”

Bush memang kerap memafaatkan agama dalam setiap pidato-pidatonya sejak ia pertama kali terpilih sebagai presiden AS pada tahun 2000. “Saya didorong oleh sebuah misi dari Tuhan. Tuhan bilang pada saya, ‘George, pergilah dan perangi para teroris di Afghanistan itu’. Dan saya melakukannya. Kemudian Tuhan berkata pada saya, ‘George, pergilah dan akhiri tirani di Irak’. Dan saya melakukannya, ” kata Bush dalam pidatonya di tahun 2005.

Dalam film “W” Oliver Stone juga menampilkan bagaimana hubungan Bush dengan sang ayah yang penuh persoalan bahkan persaingan. Dalam satu adegan diceritakan, seorang mahasiswa yang juga anggota persaudaraan menanyakan apakah Bush akan mengikuti jejak ayahnya.

“Sumpah mati, tidak. Itu yang paling akhir yang akan saya lakukan di dunia, ” kata Bush sambil bergurau.

Dalam adegan lain, diceritakan pertengkaran antara Bush dan ayahnya, tentang kebiasaan mabuk Bush setelah terjadi kecelakan mobil. Bush yang digambarkan sebagai anak yang temperamental menyebut ayahnya sebagai “Mr. Percfect”, “Mr War Hero” dan “Mr. F***k Tuhan Maha Besar.”

Di bagian lain, Film “W” akan menunjukkan bahwa banyak keputusan Bush-setelah menjadi presiden-yang disebut sebagai dampak dari obsesi Bush untuk menandingi sang ayah, George Bush. Khususnya keputusan Bush melakukan invasi ke Irak, yang dikaitkan dengan isu balas dendam Bush kepada ayahnya. Diceritakan pula bagaimana Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld berkonfrontasi dengan Bush pada tahun 2002, karena obsesi Bush terhadap Saddam Hussein. (ln/iol)