Arsip untuk Juli, 2008

Mendagri Inggris Akui Peran Besar Komunitas Muslim Bagi Masyarakat Inggris

Juli 20, 2008

Menteri Dalam Negeri Inggris, Jacqui Smith mengatakan, dalam kurun waktu kurang kurang dari tujuh tahun, jumlah warga Muslim di Inggris bertambah sekitar 400 ribu orang, sehingga jumlah total warga Muslim di Inggris saat ini mencapai dua juta orang.

Smith mengungkapkan hal tersebut dalam kunjungan resminya ke negara Pakistan. Menurutnya, peningkatan jumlah warga Muslim itu menunjukkan bahwa komunitas Muslim merupakan komunitas yang mengalami pertumbuhan paling cepat di Inggris.

Menurut sensus tahun 2001, di mana jumlah warga Muslim diperkirakan sekitar 1, 6 juta orang, sepertiganya adalah remaja berusia di bawah 16 tahun. Komposisi Muslim di luar kota London, lebih dari 43 persen adalah Muslim Pakistan, 17 persen Muslim Banglades dan 9 persen Muslim India. Sedangkan di kota London, komunitas Muslim didominasi oleh Muslim Pakistan dan Muslim Bangladesh.

Smith mengatakan kontribusi warga Muslim pada masyarakat Inggris tidak bisa dikatakan kecil. Di Inggris, kata Smith, sedikitnya ada 10 ribu Muslim yang masuk dalam katagori orang terkaya. Secara keseluruhan, komunitas Muslim memberikan kontribusi sekitar 31 milyar poundsterling tiap tahunnya bagi perekonomian Inggris.

Selain itu, dalam pidatonya di Islamabad, Smith mengatakan bahwa ada empat anggota parlemen Inggris keturunan Muslim Pakistan, dua menteri Muslim dan lebih dari 200 Muslim yang menjadi anggota dewan penasehat lokal. Ia juga mendorong komunitas Muslim di Inggris dan Pakistan untuk bersama-sama menghadapi tantangan berupa ancaman kekerasan dari kelompok ekstrimis.

“Kami juga ingin memastikan bahwa universitas-universitas memberikan pembelajaran berkualitas tentang keimanan dan Islam dan kami juga ingin menjadikan Inggris Raya sebagai pusat studi Islam yang paling bagus, diluar dunia Islam, ” tukas Smith. (ln/guardian)

Ulama dan Kabilah Somalia Serukan Jihad Lawan Penjajah Ethopia

Juli 20, 2008

Para ulama dan kabilah di Somalia mengeluarkan seruan jihad melawan pasukan Ethopia yang sejak akhir tahun 2006 lalu bercokol di Somalia. Para ulama dan kabilah itu menuduh pasukan Uganda yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian Afrika disokong penuh oleh militer Ethopia.

Seperti tertulis pada siaran pers usai pertemuan para petinggi Kabilah El-Huwiyyah dengan para ulama, yang digelar pada Sabtu (14/4), di Mogadishu, mereka menyerukan agar masyarakat internasional dan dunia Arab serta Islam untuk melakukan investigasi atas kejahatan genosida yang telah dilakukan militer penjajah Ethopia dan militer-militer yang tergabung dalam Pemerintahan Transisi Somalia.

Siaran pers itu menambahkan, agar masyakat internasional perlu mengirimkan sebuah komisi investigasi independen terkait kasus genosida itu, khususnya yang terjadi antara akhir Maret sampai awal April ini.

Hal lain yang diungkapkan siaran pers itu terkait keterlibatan Ethopia dalam mendukung militer Uganda, yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian Uni Afrika. Dijelaskan bahwa, sebuah pesawat Ethopia telah menggunakan Bandara Mogadishu, yang saat ini berada di bawah kontrol Uganda, sebagai pangkalan udara dalam rangkaian penyerangan akhir-akhir ini. Selain itu, imbuh siaran pers itu, Kenya juga terbukti telah melakukan gelombang penangkapan terhadap sejumlah warga Somalia yang tengah menuju ke Kenya karena ketakutan terhadap bentrakan-bentrokan bersenjata yang tengah marak di Somalia.

Sebelumnya, Kabilah El-Huwiyyah menuduh orang-orang Ethopia telah melakukan berbagai kejahatan berupa pembunuhan, penculikan dan perampasan terhadap hak-hak bangsa Somalia, lalu Kabilah El-Huwiyyah telah meminta kesepakatan yang sebelumnya sudah terjalin dengan Ethopia untuk menghentikan baku tembak untuk memberikan kesempatan adanya investigasi internasional terkait pelanggaran-pelanggaran yang terjadi ketika berbagai baku tembak meletus. Namun kemudian, tambah Kabilah itu, pihak Ethopia ternyata tidak melakukan apapaun terkait masalah ini.

Untuk diketahui, peperangan yang terjadi di Somalia akhir-akhir ini telah menewaskan sekitar 1. 000 warga Somalia. Sementara menurut laporan Delegasi Tinggi Urusan Pengungsi PBB menyebutkan bahwa sekitar 208 ribu waga Somalia telah meinggalkan tempat tinggal mereka di Mogadishu sejak Februari lalu.

Sementara Syaikh Hasan Thahir Uwes, Ketua Dewan Syuro Persatuan Mahakim Islamiyyah Somalia mengatakan bahwa, Mahakim sepakat untuk ikut serta dalam negosiasi damai dengan Pemerintahan Transisi di Somalaia. Namun menurut Uwes, Mahakim mensyarakat harus ditariknya milter Ethopia dari Somalia. Pasalnya, Mahakim menilai Ethopia itu tak lain sebagai kepanjangan tangan Amerika.(ilyas/ikhol)

Soal NAMRU, Pendirian DPR Jadi Amerikanis

Juli 20, 2008

Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa Effendi Choirie menilai DPR tidak memiliki pendirian mengenai laboratorium riset milik Angkatan Laut Amerika Serikat (NAMRU-2), jika suara Menkes tidak didengarkan maka siapa yang akan merepresentasikan kepentingan rakyat.

“Saya heran, padahal kemarin saya sudah mengingatkan dalam rapat bahwa user-nya adalah Menteri Kesehatan. User-nya saja tidak butuh, jadi yang lain kan tinggal mendukung, ” ujar Effendi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/6/2008).

Ia juga mempertanyakan, sikap lemah dari sebagian anggota DPR, terhadap keberadaan laboratorium milik Angkatan Laut AS.

“Ini memang mengherankan, karena sebagian anggota Komisi I DPR yang biasanya keras pada AS kini jadi lembek. Ada apa di balik itu? Masa karena diundang ke Amerika jadi Amerikanis? Bisa kacau kalau begini caranya, ” tegasnya.

Effendi menyatakan, bahwa sikap tegas Menkes yang menganggap kerja sama dengan NAMRU-2 mesti dihentikan karena tidak memberikan manfaat bagi bangsa sudah benar.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR Ali Mochtar Ngabalin menegaskan, apabila ada orang yang menganggap NAMRU masih dibutuhkan ataupun diperlukan dapat dipastikan yang bicara itu adalah kaki tangan AS.

“Saya pastikan bahwa mereka adalah kaki tangan Amerika laknatullah, baik yang bicara mewakili DPR, Komisi I, atau tempat lainnya, kalau mereka menyebutkan NAMRU masih dibutuhkan dan diperlukan perluasan perbahasan, ” pungkasnya. (novel)