Arsip untuk Desember, 2008

Mubarak, Bermuka Dua

Desember 31, 2008

Ia menyebut Israel telah melakukan agresi brutal, namun tetap menyalahkan Hamas.

Setelah menjadi sasaran caci-maki seluruh dunia atas wewenangnya dalam member izin kepada Israel, Hosni Mubarak akhirnya angkat suara juga sehubungan dengan agresi Israel terhadap Jalur Gaza yang menewaskan (sampai saat ini) 375 orang Palestina tersebut.

Mubarak mengatakan bahwa Israel telah melakukan sebuah “agresi biadab”. Namun, ia juga bermuka dua. Ia pun menyalahkan Hamas sebagai pihak yang memicu Israel melakukan kekejian itu.

Sikap Hamas yang sekarang menolak untuk berdamai dengan Israel, ditanggapi Mubarak sebagai suatu hal yang akan memperpanjang agresi Israel di Jalur Gaza. (sa/reu)

Pakistan, Aghanistan dan AS Diam-Diam Berkolaborasi Gelar Operasi Lion Heart

Desember 31, 2008

Pakistan dan Afghanistan ternyata terlibat dalam serangan-serangan yang dilakukan pasukan AS di Afghanistan ke wilayah Pakistan. Selama ini pemerintah Pakistan selalu membantah pihaknya telah melakukan kesepakatan rahasia dengan militer AS, sehingga pasukan AS leluasa masuk ke wilayah Pakistan untuk memburu anggota al-Qaida.

Seorang pejabat pemerintah senior Pakistan yang menolak disebut jati dirinya membenarkan bahwa serangan-serangan pasukan AS ke wilayah Pakistan dilakukan atas kordinasi antara militer Pakistan, Afghanistan dan AS.

“Pakistan tidak punya teknologi yang memadai, oleh sebab itu Pakistan sangat bergantung pada pasukan AS,” kata pejabat tadi.

Militer AS sedikitnya melakukan 39 kali serangan ke wilayah Pakistan yang berbatasan langsung dengan Afghanistan, selama sepuluh bulan terakhir. Serangan-serangan itu menewaskan warga sipil di pedalaman Pakistan termasuk anak-anak dan perempuan.

Kolonel John Spiszer, Komandan Brigade ke-3 Divisi Infanteri Pertama pasukan AS pada para wartawan di kota Kabul mengatakan, operasi bersama antara militer AS, Afghanistan dan Pakistan untuk memburu anggota dan para pendukung al-Qaidah di Pakistan diberi nama Operasi Lion Heart.

Menurut sumber di Pakistan, operasi itu bagian dari operasi bawah tanah yang disepakati Pakistan dan pihak AS. Kesepakatan tersebut dilakukan setelah Presiden Pakistan Asif Zardari berkunjung ke Washington bulan September lalu dan memberi izin pada AS untuk melakukan serangan ke target-target mereka, anggota al-Qaidah dan Taliban yang ada di pedalaman Pakistan.

Dalam perjanjanjian itu, Pakistan akan berpura-pura memprotes serangan-serangan pasukan AS dan Washington akan berpura-pura tidak mengakui serangan tersebut. (ln/iol)

Israel Serang Kapal Pembawa Obat-Obatan

Desember 31, 2008

Kapal-kapal angkatan laut Israel mengepung dan menembaki sebuah kapal motor kecil yang mengangkut 16 orang aktivis Free Gaza Movement. Para aktivis itu mencoba menembus blokade Israel di Jalur Gaza untuk mengirimkan bantuan obat-obatan seberat tiga setengah ton.

Israel menembak kapal mereka yang bernama “Dignity” meski masih berada di perairan internasional, sekitar 115 kilometer lepas pantai Gaza. Elize Ernshire, salah satu aktivis yang ikut dalam rombongan di kapal tersebut mengatakan, kapal mereka ditembak sebanyak dua kali dari arah depan dan dari samping.

“Tembakan itu menyebabkan bagian depan dan atap kapal rusak … begitu pula sisi kiri kabin dan bagian kemudi. Kami diancam oleh angkatan laut Israel, jika kami meneruskan pelayaran ke Gaza, Israel akan menembak kami lagi,” tutur Ershire.

Karena kondisi kapal yang rusak, Dignity memutuskan untuk berbalik arah ke Libanon dan tidak ke Larnaca, Cyprus tempat kapal itu memulai perjalanan. Ernshire menegaskan, serangan Israel tidak akan menghentikan upaya mereka untuk membawa bantuan bagi warga Gaza.

“Mayoritas anggota rombongan memutuskan, begitu kita sampai di Libanon, kami akan mengatur kembali pelayaran-pelayaran sejumlah kapal ke Gaza,” ujarnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor membantah bahwa angkatan lautnya menembak kapal para aktivis pro-Gaza. Ia berdalih kru Dignity gagal merespon kontak radio dengan kapal Israel.

Sementara itu situasi di Jalur Gaza makin kritis. Pasukan Zionis belum menghentikan serangannya. Dalam serangan sepanjang hari ini, 12 warga Gaza gugur syahid termasuk dua adik kakak berusia 11 dan 12 tahun.

Israel menolak menghentikan agresi dan menyatakan akan melakukan serangan habis-habisan dalam satu minggu ini. Di perbatasan, pasukan darat Israel siap siaga untuk sewaktu-waktu diperintahkan melakukan serangan darat.

Rumah-rumah sakit di Gaza dilaporkan mulai kekurangan persediaan obat-obatan dan peralatan medis lainnya untuk merawat sekitar 1.600 warga Gaza yang luka-luka akibat agresi biadab Israel. (ln/aljz/aby)

350 Gugur, Sejumlah Keluarga Habis, 1650 Luka-luka di Gaza

Desember 30, 2008

Gaza – Infopalestina: Jumlah korban dalam serangan udara Israel dan laut Israel di Jalur Gaza, dimana masjid dan permukiman penduduk menjadi sasaran mencapai 350 orang. Sementara korban luka-luka hingga kini mencapai 1650 orang, 300 di antaranya luka-luka berat.

Kemarin malam Ahad, pesawat tempur Israel dan kapal tempurnya menggempur wilayah barat kota Gaza sehingga korban meninggal. Sumber-sumber Palestina menyebutkan bahwa pesawat Israel jenis F-16 buatan Amerika, heli tempur dan kapal temur Israel menyerang wilayah tersebut.

Dr. Basem Naeem, Menkes Palestina menyebutkan bahwa korban akibat seragan Israel sejak Sabtu kemarin luasa (27/12) diperkirakan akan meningkat tajam. Apalagi lebih dari 180 luka-luka dalam kondisi parah dan masih ada puluhan syuhada yang tertimbun dalam reruntuhan bangunan yang diserang Israel.

Dalam konferensi persnya Ahad sore kemarin (28/12) ia menegaskan bahwa udara Gaza diselimuti oleh kabut hitam dan pesawat Israel. Sementara bumi Gaza penuh dengan syuhada, korban luka-luka dan kehancuran di sana-sini.

Ia juga menegaskan bahwa telah terjadi penurunan persediaan obat-obatan dan layanan kesehatan yang bekerja di bagian unit gawat darurat. Bahkan ada 105 jenis obat, 225 jenis peralatan kesehatan dan 93 bahan khusus untuk lab semuanya persediannya nol.

Basem menegaskan bahwa 50 persen mobil ambulan tidak bisa dioperasikan karena spearpartnya tidak tersedia karena blokade dan kekurangan bahan bakar. Semuanya terjadi di tengah dunia yang bungkam.

Ia menegaskan, pasukan Israel menyerang lembaga-lembaga dan pusat layanan umum. Bahkan sejak awal yang diserangan adalah lembaga sosial dan rumah-rumah penduduk.

Basem meminta kepada tim kesehatan Arab untuk segera pergi ke Gaza untuk memberikan bantuan kepada rakyat sipil.

Soal sejumlah korban yang dievakuasi keluar Gaza dan pernyataan sejumlah pejabat Arab yang tidak bertanggungjawab, ia menegaskan bahwa evakuasi bisa membahayakan karena kondisi luka sangat hebat. Karenanya, ia mengecam tindakan yang menyebabkan enam orang sipil Palestina yang gugur di Areys, Mesir.

Evakuasi akan dilakukan apalagi kondisi memungkinkan dan mobil ambulan Mesir harus memberikan bantuannya. Namun pihak Mesir menolak hal itu karena pertimbangan politik. Ia menegaskan bahwa sejumlah tim medis Arab siap pergi ke Gaza dan sebagian lagi masih berada di Mesir yang pemerintahannya melarang mereka pergi ke Gaza. Bahkan Mesir juga melarang bantuan medis Arab yang akan disalurkan ke Gaza.

Basem menyampaikan terimakasihnya kepada negara-negara yang memberikan bantuannya terutama Qatar, Saudi, Libia. Ia meminta Mesir agar mempermudah sampainya bantuan ke Gaza dan membuka perlintasan untuk masuknya tim medis. (bn-bsyr)

Dengan Ton-tonan Bahan Peledak, Israel Hancurkan Masjid-masjid Gaza

Desember 30, 2008

Gaza – Infopalestina: Kejahatan Israel kali ini meluluhlantakan pos-pos sipil Palestina dari lembaga sosial, rumah penduduk, rusun-rusun, pusat pendidikan. Termasuk tentunya masjid-masjid yang dihancurkan dengan bahan peledak ton-tontan yang diperoleh Israel dari Amerika.

Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq

Masjid yang terletak di timur kamp pengungsi Jabalia sebelah utara Jalur Gaza ini dihancurkan Israel dengan beberapa roket. Masjid total luluh lantak. Hasilnya, puluhan sipil yang berada di masjid meninggal syahid dan puluhan lainnya luka-luka sebagiannya masih berada di reruntuhan masjid.

Masjid Emad Aql

Masjid yang dihancurkan Israel pada Ahad sore (28/12) oleh roket-roket pesawat tempur Israel terletak di kabupaten utara Jalur Gaza. Lima orang warga sipil meninggal syahid di masjid ini dari satu keluarga dan sejumlah korban lainnya yang tinggal berdekatan dengan masjid ini luka-luka.

Warga di sekitar masjid mengecam keras berlanjutnya serangan udara Israel yang menimbulkan banyak korban.

Masjid Asy-Syahid Izzuddin Al-Qassam

Masjid ini terletak di Abasan Khan Yunis, selatan Jalur Gaza. Israel menghancurkannya tanpa ada alasan dan peringatan sebelumnya.

Masjid Asy-Syifa

Masjid yang dihancurkan Israel pada Ahad dini hari (28/12) terletak di RS Darus-Syifa Gaza. Masjid ini hancur total dan rata dengan tanah. Sumber koresponden Infopalestina menyebutkan bahwa saat masjid ini dihancurkan, ada puluhan warga sipil berada di dalamnya. Mereka berasal dari keluarga pasien di RS. Padahal RS itu adalah terbesar di Jalur Gaza.

Masjid Al-Abrar

Masjid ini terletak di kota Rafah.

Masjid Al-Abbas dan As-Saraya

Israel juga menghancurkan Masjid Abbas terletak di kota Gaza dan markas polisi yang berdekatan dengan masjid. Masjid As-Saraya yang berada di Gaza juga menjadi sasaran Israel.

Jaringan dakwah masjid kecam penghancuran masjid-masjid

Jaringan Dakwah Masjid mengecam tindakan kejahatan Israel terhadap warga sipil Jalur Gaza dan tindakan perusakan terhadap masjid-masjid di Jalur Gaza. Mereka menyerukan agar warga Palestina melakukan serangan balasan dengan balasan yang mengguncangkan Israel.

Dalam pernyataan yang diterima oleh Infopalestina mereka memberikan penghormatan kepada syuhada Jalur Gaza akibat serangan Israel. Mereka menegaskan bahwa serangan kejahatan Israel ini adalah bukti betapa jahatnya pasukan Israel yang ingin menghancurkan tekad rakyat Palestina. Serangan ini mengharuskan seluruh warga Palestina membalasnya.

Mereka menegaskan bahwa serangan terhadap masjid adalah pelanggaran atas kehormatan tempat suci ini dan tempat ibadah. Tindakan ini bertentangan dengan semua undang-undang dan konvensi internasional. Mereka menegaskan apa yang dilakukan Israel kali ini persis seperti yang pernah dilakukan pasukan Tatar ketika menyerang Bagdad.

Jaringan Dakwah Masjid menegaskan menyerukan kepada bangsa Arab dan dunia Islam serta pejuang kebebasan internasional untuk segera menolong rakyat Palestina di Jalur Gaza dan menyelamatkan masjid-masjid dan tempat suci di sana. Disamping itu mereka juga harus mendukung rakyat Palestina dalam menghadapi aksi pembantaian Israel. Mereka menegaskan bahwa rakyat Palestina memiliki hak untuk membalas dan melawan musuh Israel dengan segala cara.

Mereka juga menyerukan agar para khatib menyampaikan pesan kepada umat agar memberikan solidaritas kepada rakyat Palestina dalam melawan kejahatan Israel. (bn-bsyr)