Penjara Damon : Tempat Bagi Muslimah yang Berafiliasi ke Hamas dan Jihad Islam

Juli 30, 2009 oleh adakabarapa

Wa’ed Society sebuah LSM yang mengurus persoalan tahanan dan ex-tahanan Palestina, pada Ahad yang lalu mengatakan bahwa pihak otoritas penjajah Israel telah memutuskan untuk memindahkan lebih awal 34 tahanan wanita yang berafiliasi ke Hamas dan Jihad Islam pada bulan depan – dari penjara Hasharon ke penjara Damon yang terkenal dengan kondisi penjaranya yang sangat buruk.

Dalam pernyataannya yang diterima oleh PIC, Wa’ed menambahkan bahwa keputusan untuk memindahkan para tahanan wanita tersebut dimaksudkan untuk menekan dan mengintimindasi para wanita Palestina.

Wa’ed Society menjelaskan bahwa penjara Damon sangat tidak cocok untuk dijadikan penjara, di mana kamar-kamar penjaranya sangat padat dan penuh berisi tahanan, tercatat ada 12 wanita Palestina di penjara itu yang dikurung dalam satu ruangan.

Sehubungan dengan kondisi penjara yang sangat buruk tersebut, Wa’ed menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam atas kehidupan tahanan wanita yang akan dipindahkan ke penjara Damon khususnya salah seorang wanita Fatimah Al-Zak yang memiliki anak berumur satu tahun.

Penjara Damon dibangun selama penjajah Inggris berada di sana pada tahun 1948 dan sekarang pemerintah Zionis Israel mengambil alih kontrol atas bangunan itu dengan menjadikannya penjara militer.

Wa’ed Society menyatakan bahwa bangunan penjara Damon sudah tua dan penuh dengan jamur serta lembab dan tidak ada satupun tempat penyimpanan air minun di didalam penjara tersebut sehingga akan mengancam kesehatan para tahanan wanita dan anak-anak mereka.(fq/pic)

Jimmy Carter Kunjungi Jalur Gaza, Bertemu Hamas

Juli 30, 2009 oleh adakabarapa

Mantan Presiden AS, Jimmy Carter memulai kunjungan bersejarahnya di Jalur Gaza dalam rangkaian perjalanannya ke Timur Tengah untuk mengupayakan perdamaian di kawasan itu. Dalam kunjungannya di Gaza, Carter melakukan pertemuan dengan para pemuka masyarakat setempat dan akan mengadakan pembicaraan dengan pimpinan Hamas di Gaza, Ismail Haniyah.

Carter juga meninjau wilayah Gaza yang hancur total akibat agresi Israel selama 22 hari bulan Januari yang lalu. Di sela-sela pertemuannya dengan pemuka masyarakat di Gaza, Carter mendesak Israel untuk mencabut blokadenya atas Jalur Gaza dan menghentikan penindasan terhadap warga Gaza.

Setibanya di Gaza, Carter sempat menghadiri acara wisuda mahasiswa di Gaza. Dalam acara itu Carter mengatakan,”Saya menahan air mata ketika melihat penghancuran yang sengaja dilakukan terhadap warga Gaza.”

“Para pemimpin Hamas menginginkan perdamaian dan mereka mau berekonsiliasi bukan hanya dengan saudara-saudara mereka di Fatah, tapi pada akhirnya juga dengan orang-orang Israel dan hidup berdampingan dengan damai antara dua negara yang berdaulat dan saling mengakui satu sama lain. Saya berharap menyaksikan itu semua di kemudian hari,” ujar Carter.

Kedatangan Carter ke Jalur Gaza memberikan arti penting baik secara simbolis maupun di level praktis. Kunjungan mantan presiden AS itu ke Jalur Gaza untuk melakukan pembicaraan dengan Hamas dinilai sebagai perkembangan penting, meski sebelumnya Carter pernah melakukan pembicaraan langsung dengan Hamas, tindakan tabu dilakukan oleh orang-orang AS, Israel dan Barat.

Dengan kedatangan Carter di Gaza, rakyat Gaza ingin memastikan bahwa Carter melihat penderitaan dan mendengarkan aspirasi mereka. Carter dijadwalkan bertemu dengan keluarga Palestina yang kerabatnya menjadi tahanan di penjara-penjara Israel. Seorang anak Palestina berusia delapan tahun yang berada di penjara Israel dan belum pernah bertemu kedua orangtuanya, menulis surat pada Carter yang isinya meminta Carter kembali ke Israel dan meminta pada Israel agar semua tahanan Palestina dibebaskan.

Carter diharapkan bisa mempengaruhi sikap dunia internasional terhadap Gaza dan Hamas setelah kunjungannya itu. Ia bisa menyaksikan sendiri bagaimana proses pembangunan kembali Gaza terhambat akibat blokade yang masih diberlakukan Israel. (ln/aljz/iol)

Taliban : Kami Tidak Pernah Membahayakan Warga Sipil Seperti yang Dilakukan AS

Juli 30, 2009 oleh adakabarapa

Taliban Afghanistan pada hari Selasa kemarin menyangkal tuduhan yang dialamatkan kepada mereka bahwa mereka bersembunyi dan berlindung di antara warga sipil ketika melakukan serangan kepada pasukan kafir dan menolak klaim bahwa mayoritas pejuang-pejuang mereka adalah orang asing.

“Kami tidak pernah memasukkan warga sipil dalam bahaya,akan tetapi justru kami berjuang untuk melindungi martabat dan kemerdekaan mereka,” kata Qari Yusuf Ahmadi salah seorang juru bicara Taliban dalam sebuah percakapan melalui telepon dari sebuah lokasi yang dirahasiakan.

Menuru para pejabat Afghanistan, bahwa pesawat tempur tentara kafir Amerika telah menyebabkan terjadinya korban dari warga sipil di provinsi Farah pada awal Mei lalu, menewaskan 140 warga sipil, 93 dari mereka adalah anak-anak.

Pejabat AS mengklaim bahwa Taliban telah sengaja bersembunyi di antara warga setempat sehingga menyebabkan warga dalam kondisi bahaya, namun Ahmadi mengatakan bahwa pejuang mereka telah lama tidak berada di wilayah tersebut sewaktu serangan terjadi.

“Pada hari itu pejuang Taliban berhasil menewaskan beberapa tentara asing yang kemudian mereka malah membalas dengan membantai warga sipil.” Justru kami seharusnya yang bertanya, mengapa mereka membunuh warga sipil sedangkan selama pemboman berlangsung satu pun tidak ada pejuang Taliban disana, kata Ahmadi menambahkan.

Ahmadi juga menolak laporan yang mengatakan bahwa sebagian besar Taliban di Afghanistan adalah orang asing dari negara-negara seperti Arab Saudi atau Pakistan.

“Adalah tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa 60% dari pejuang Taliban adalah orang asing, itu propaganda dari barat,” ujar Ahmadi,

“Orang-orang yang berjuang bersama kita di garis depan kebanyakan adalah warga Afghanistan asli(fq/reu)

Ismail Haniya Dukung Pembangunan RS Indonesia

Mei 31, 2009 oleh adakabarapa

Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniya, secara resmi menyatakan  dukungannya pada program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.  Hal  ini dinyatakannya melalui surat tertulis yang ditujukan kepada Ketua  Tim 2 MER-C untuk Palestina, dr. Arief Rachman, tanggal 3 Mei 2009.  Surat dukungan dan ucapan terima kasih tertulis juga diberikan PM  Ismail Haniya pada Menteri Kesehatan RI, Ibu DR. dr. Siti Fadilah  Supari, Sp.JP (K). Kedua surat ini dibawa oleh 2 relawan MER-C yang  telah kembali ke tanah air pada hari Jum’at (8/5) lalu. Selain  membawa  surat persetujuan dari PM, Tim juga membawa surat dukungan dari  Menteri  Kesehatan (Acting Minister) di Gaza Palestina, dr. Bassim Naim.

Dalam suratnya, Ismail Haniya pimpinan tertinggi di Gaza atas nama  pemerintah dan rakyat Palestina mengucapkan terima kasih dan  penghargaan yang sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan  rakyat Indonesia melalui MER-C Indonesia untuk rakyat Palestina dalam menghadapi penjajah Israel. Lebih lanjut PM Ismail Haniya juga menerangkan bahwa pemerintah Palestina telah menyediakan sebidang tanah seluas 1,5 hektar di Utara Gaza untuk mendirikan RS sebagai monumen bersejarah yang menjadi tanda hubungan mulia antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina.

Berikut terjemahan resmi dari surat PM Ismail Haniya:

Terjemahan Surat Ismail Haniya:

Bismillahirrohmanirrohim

Ahad, 03 Mei 2009

Kepada Yang Terhormat,dr. Arief Rachman (Semoga senantiasa dalam penjagaan dan perlindungan Allah SWT) MER-C Indonesia

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hal : Ucapan Terima  Kasih

Atas nama saya pribadi, dan juga atas nama pemerintah Palestina dan  rakyat kami bangsa Palestina. Saya mengucapkan rasa syukur dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas dukungan MER-C Indonesia dalam perjuangan rakyat Palestina menghadapi penjajah Israel.

Dan kami perlu terangkan bahwa kami telah menyediakan sebidang tanah luas 1,5 hektar di Utara Gaza untuk mendirikan Rumah Sakit sebagai Monumen bersejarah yang menjadi tanda hubungan mulia antara rakyat Palestina dan rakyat Indonesia.

Saya ucapkan semoga senantiasa dalam bimbingan Allah Subhanallahuwata’alla

Saudaramu,
Ismail Haniya
Perdana Menteri Palestina

Hal yang senada juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan, dr. Bassim Naim yang diwakili oleh dr. Mehdat Abbas selaku Dirjen Kerjasama Internasional Kementrian Kesehatan Palestina di Gaza. Melalui surat tertulis yang juga ditujukan kepada dr. Arief Rachman menyatakan bahwa Kementrian Kesehatan Palestina di Gaza juga menyambut baik dan siap bekerjasama dengan MER-C Indonesia untuk membangun RS Trauma dan Rehabilitasi di Gaza Utara dan mereka sudah mempersiapkan tanah untuk
membangun RS ini.

Lokasi tanah untuk RS tepatnya berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Total luas tanah pemerintah sebenarnya adalah 4 hektar. MER-C sendiri hanya menyanggupi untuk menerima hibah seluas 1,5 hektar. Tanah seluas ini cukup untuk membangun sebuah RS Trauma dan Rehabilitasi yang sangat dibutuhkan wilayah Gaza yang merupakan wilayah konflik dan perang jangka panjang. Saat ini, Divisi Konstruksi MER-C sedang merampungkan disain RS yang sudah mencapai 90%. Disain lengkap akan dirampungkan di Indonesia untuk kemudian dibawa oleh Tim ke-3 MER-C yang terdiri dari para insinyur ke Gaza untuk meneruskan proses selanjutnya dari rencana pembangunan RS. Sementara, Pemerintah Palestina di Gaza sendiri rencananya akan membuat sebuah kompleks RS di atas tanah seluas 4 hektar ini.

Waktu selama 3 bulan bertahan di Gaza yang ditempuh oleh dr. Arief Rachman dan Abdillah Onim adalah sebuah ujian kesabaran yang pada akhirnya membuahkan hasil yang signifikan bagi kelanjutan program monumental ini. Setelah adanya kepastian lokasi tanah untuk RS dan didapatnya dokumen-dokumen penting terkait rencana pembangunan RS dari pihak-pihak yang bertanggung jawab di Gaza, akhirnya dr. Arief Rachman dan Abdillah keluar dari Gaza pada hari Selasa (5/5). Proses kedua relawan MER-C keluar dari Gaza juga cukup mudah karena difasilitasi oleh Kantor Ministry of Health.

Sementara itu, Tim ke-3 yang terdiri dari para insinyur tengah menunggu kepastian keberangkatan ke Mesir. Izin visa Tim saat ini
masih dalam proses di Kedutaan Besar Mesir di Jakarta.(mer-c)

Turki Memperingati Penaklukkan Konstantinopel

Mei 31, 2009 oleh adakabarapa

Jumat (29/5) kemarin, Warga Turki merayakan hari penaklukkan Istanbul-Konstantinopel yang ke-556 dengan menggelar serangkaian acara di sekitar kota bersejarah tersebut. Demikian dilansir oleh media Turki, Dunya Bulteni.

Sultan Utsmani, Muhammad al-Fatih, berhasil mengambil alih kota tua Konstantinopel dari kekaisaran Bizantium pada tahun 1454, dalam umurnya yang baru menginjak 19 tahun. Kota tersebut kemudian dialihnamakan menjadi Istanbul (dari Islampolis atau Islambul).

Istanbul merayakan penaklukkan tersebut dengan pertunjukan cahaya. Sebuah film tentang penaklukkan Konstantinopel pun diputar dengan menggunakan sistem ‘watchout’ dan layar sebesar 15×60 meter.

Penaklukkan Puitis

Salah seorang profesor terkemuka di bidang sastra Turki, Iskender Pala, mengatakan bahwa Sultan Muhammad al-Fatih sangat tahu bahwa ia tidak akan mampu menaklukkan Istanbul-Konstantinopel hanya dengan modal kekuatan. Maka al-Fatih pun memprioritaskan pembangunan peradaban di kawasan tersebut.

Pala menekankan bahwa “al-Fatih menjelajahi Barat dengan pedang, sedangkan menjelajahi Timur dengan pena.”

“Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia Timur telah mencapai kejayaan ilmu pengetahuan ketika Barat masih berada dalam masa kegelapan.”

Muhammad Al-Fatih
Muhammad Al-Fatih
Pala juga menjelaskan bagaimana keunggulan Fatih sebagai seorang negarawan sekaligus pemikir. Hal tersebut didsarkan kepada intelektualitas yang akhirnya menjalar di Istanbul setelah penaklukkan oleh al-Fatih. Ketika itu, al-Fatih menyuarakan syairnya, “wahai para pemikir, datanglah ke kotaku! Aku telah membangun ruang-ruang penelitian untukmu! Wahai para seniman, datanglah ke kotaku! Aku telah membangun bengkel-bengkel seni untukmu!”

Merujuk pada intelgensia al-Fatih dalam bersyair, Pala pun mengatakan bahwa al-Fatih membangun batas-batas kota bukan dengan batu, melainkan dengan kebudayaan.

Profesor sejarah yang tersohor di Turki, Ilber Ortayli mengatakan bahwa al-Fatih menguasai bahasa Italia dan Yunani, serta menulis syair dalam bahasa Arab, Persia, dan Turki.

Ortayli menyatakan bahwa setelah penaklukkan, al-Fatih mulai membangun kembali setiap sudut-sudur kota Istanbul yang hancur. Ia membangun pasar, masjid, istana dan memeintahkan para pasha (kalangan bangsawan) untuk membangun kamar mandi umum, rumah ibadah, dan madrasah.

Sejak zaman dahulu, Konstantinopel tersohor karena kemegahan dan keindahannya, hingga banyaklah para pujangga Arab-Islam sekalipun yang mengatakan “jika dunia ini adalah negeri, maka Konstantinopel adalah ibu kotanya.”

Kota tersebut terletak di daerah perbukitan yang subur dengan pemandangannya yang luar biasa elok di tepi selat Bosphorus, dan diapit sekaligus dibentengi oleh banyak lautan, yaitu Laut Marmara, Laut Aegea, Laut Hitam, Selat Tanduk Emas, dan Selat Bosphorus.

Penaklukan Konstantinopel telah menjadi semacam impian hampir semua penguasa Islam. Nabi Muhammad sendiri dalam sebuah haditsnya pernah memberikan nubuwat sekaligus kabar gembira akan penaklukan kota kesohor itu, bahwa suatu saat umatku akan menaklukan Konstantinopel, pemimpinnya adalah sebaik-baiknya pemimpin, dan pasukannya adalah sebaik-baiknya pasukan.

Para pemimpin dinasti Umayyah (beribukota Damaskus) beberapa kali mencoba menyerbu Konstantinopel, tetapi mereka mengalami kegagalan. Demikian pula para penguasa dinasti Abbasiyyah (Baghdad), Fatimiyyah (Kairo), dan Seljuk (Busra), mereka semua tidak berhasil merebut kota permata itu. Barulah, setelah berdirinya dinasti Utsmani oleh bangsa Turki-Muslim di abad ke-13, Konstantinopel perlahan-lahan mulai diambil alih, hingga puncaknya jatuh ke tangan salah satu sultan dinasti itu, Muhammad al-Fatih, pada tahun 1545. (berbagaisumber/L2-AGS, Kairo)

Israel Rekrut “Pasukan Blogger”

Maret 6, 2009 oleh adakabarapa

Dalam agresi brutalnya ke Jalur Gaza, pemerintah Israel bukan hanya mengandalkan pasukan angkatan bersenjatanya tapi juga membentuk “Pasukan Blogger”.

“Pasukan Blogger” adalah para blogger yang direkrut Israel untuk melawan apa yang disebut Israel sebagai “blog-blog anti-Israel”, yaitu blog-blog yang berisi artikel atau gambar-gambar tentang kekejaman Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.

Hari Minggu (18/1), Kementerian Israel yang mengurusi pemanfaatan sumber daya imigran secara resmi mengumumkan pembentukan “Pasukan Blogger” Para blogger Israel yang akan direkrut untuk menjadi “Pasukan Blogger” ini, diutaman blogger yang memiliki kemampuan bahasa asing lain selain bahasa Ibrani, seperti bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia sampai bahasa Portugis.

“Pada masa perang, kami mencari berbagai cara agar orang-orang Israel bisa memberikan kontribusinya. Kami melihat ada potensi yang besar, dimana terdapat lebih dari satu juta orang Israel yang menjadikan berbagai bahasa asing sebagai bahasa ibu kedua mereka,” kata Erez Halfon, direktur jenderal kementerian Israel pada surat kabar Israel Haaretz.

Para blogger yang berminat menjadi “Pasukan Blogger” Israel dipersilahkan mengirimkan data pribadinya ke email yang disediakan, kemudian blogger tersebut akan direkomendasikan ke departemen media kementerian luar negeri Israel. Selanjutnya, personel di kementerian tersebut akan mengarahkan blogger-blogger itu ke situs-situs anti-Israel yang dianggap menimbulkan “persoalan” bagi Israel.

Menurut Halfon, dalam jangka waktu 30 menit setelah program perekrutan “Pasukan Blogger” diumumkan, kementerian luar negeri Israel berhasil merekrut lima orang blogger. Perang Israel bukan hanya dilancarkan lewat darat, laut dan udara tapi juga lewat dunia maya. (ln/Haaretz)

Di Israel: Supermarket Bangkrut Dijarah Karyawannya

Maret 6, 2009 oleh adakabarapa

Krisis ekonomi global mulai merambah Israel. Sebuah cabang jaringan supermarket di Israel, Birkat Hashem harus menelan pil pahit, dagangannya dijarah oleh para karyawan, pemasok bahkan para kreditor setelah dinyatakan bangkrut.

Surat kabar Israel Haaretz menyebutkan puluhan karyawan, pemasok bahkan para kreditor menjarah barang-barang yang masih tersisa di rak-rak supermarket tersebut. Bahkan lampu-lampu penerangan di langit-langit dan pintu-pintu di supermarket itu, juga mereka preteli.

Menjelang sore, supermarket itu sudah kosong melompong karena barang-baranya habis dijarah oleh mereka yang mengaku tidak puas dengan pihak perusahaan. Dari beberapa orang yang menjarah, diketahui bahwa perusahaan supermarket yang dinyatakan bangkrut itu masih punya hutang pada mereka.

Haaretz menulis bahwa kebangkrutan salah satu cabang supermarket Birkat Hashem dan penjarahan yang dilakukan para karyawan, kreditor dan para pemasok barang itu menunjukkan makin memburuknya krisis ekonomi yang sedang dialami Israel.

“Pemandangan dimana orang menjarah kulkas, pendingin udara, makanan dan rak-rak dari supermarket itu, adalah gambaran makin dalamnya krisis ekonomi,” tulis Haaretz.

Indikasi krisis ekonomi yang dialami Israel akibat krisis ekonomi global terlihat dari keputusan bank sentral Israel yang menurunkan tingkat bunga sampai ke basis terendah, yaitu 0,75 persen pada bulan Februari kemarin. Penurunan tersebut dilakukan untuk memberikan stimulus pada aktivitas business, mengantisipasi makin jatuhnya harga-harga dan mencegah PHK.

Tapi, seperti juga di negara induknya, AS, Israel ternyata tidak bisa mencegah bertambahnya pengangguran akibat PHK. Hari Rabu kemarin, menurut Haaretz, ratusan tenaga kerja di bidang teknologi tinggi sudah terkena PHK. (ln/mol)

Dokumen Ungkap Sokongan Perusahaan Mesir Terhadap Israel Pada Perang Gaza

Januari 31, 2009 oleh adakabarapa

Kairo-Infopalestina : Sebuah Koran di Mesir mengungkap tentang sebuah perusahaan lokal di Mesir yang memberikan bantuan makanan bagi militer Israel lewat pelintasan Al-Aujah di tengah gempuran Zionis terhadap Gaza. Padahal perlintasan Rafah masih ditutup. Antrian bantuan kemanusiaan untuk rakyat belum bisa masuk ke wilayah Gaza.

Laporan menyebutkan, sejumlah container Mesir mondar-mandir melalui perlintasan Aujah yang memisahkan Mesir dengan Israel. Sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi makanan jadi, telah memasok makanan kepada perusahaan Tsael Food milik Israel yang bertugas membagikan makanan kepada serdadu Zionis.

Harian ini mengecam tindakan perusahaan makanan Mesir yang bermerek Ladzat atas dukunganya terhadap militer Israel. Perusahaan ini memasok makanan untuk para serdadu Israel, di saat semua rakyat Mesir merasakan sedih atas apa yang terjadi di Gaza. Di saat semua dai, imam masjid berdoa pada Allah untuk menolong rakyat tak berdosa yang sedang lapar di Gaza.

Harian ini kemudian mengungkapkan tentang identitas dan tempat tinggal orang-orang yang memberikan bantuan pada Zionis Israel. Harian ini juga menyertakan tempat, tanggal dan jumlah barang yang dikirimkan kepada tentara Zionis serta dihubungkan dengan jumlah syuhada dan terluka akibat serangan militer Israel. Dan pada saat yang sama Rafah masih tetap ditutup.

Koran ini juga mengingatkan, kepada siapa saja yang masih menjalin kerja sama dengan pihak Zionis bahwa kerja sama mereka dengan Zionis akan mengakibatkan kerugian. Secera khusus Koran ini menyebutkan, perusahaan internasional yang menganggap ketakutanya tersebut terlalu berlebihan. Pertama, Israel sedang dikecam dimana-mana. Mereka terancam pemutusan semua bentuk hubungan dengan dunia internasional. kedua, tindakanya yang membantu zionis akan berhadapan dengan gerakan rakyat secara luas yang mengecam pemberiaan makanan apapun terhadap zionis Israel.

Harian ini kemudian menyampaikan keherananya atas tindakan perusahaan Mesir ini yang sudah menjalin kerja sama dengan pihak Israel dalam waktu lama. (asy)

Abbas Tolak Beri Santunan Bagi Keluarga Syuhada Fatah di Gaza

Januari 31, 2009 oleh adakabarapa

Ramallah – Infopalestina: Sumber-sumber Palestina menyebutkan bahwa Mahmud Abbas, presiden Palestina yang sudah habis masa jabatannya, menolak pemberian santunan kepada keluarga syuhada yang gugur dari Brigade al Aqsha, sayap militer gerakan Fatah, di Jalur Gaza, dari dana nasional Palestina.

Mahmud Abbas, yang menurut sumber-sumber Palestina masih terus melancarkan serangan sengit pada gerakan Hamas, menilai para syuhada dari gerakan Fatah yang gugur saat melawan agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza, telah keluar dari keputusan gerakan untuk membuang terorisme. Artinya Abbas tidak mau memberi santunan kepada seorang pun dari keluarga syuhada Fatah yang gugur di Jalur Gaza.

Selama dua tahun yang lalu, otoritas Abbas di Tepi Barat sudah membubarkan sayap-sayap militer gerakan Fatah. Lebih dari sekali Abbas menegaskan bahwa tidak seorangpun dalam gerakan Fatah mengambil keputusan pembentukan Brigade Martir al Aqsha. Untuk itu brigade ini sama sekali tidak ada hubungan dengan gerakan Fatah.

Sumber-sumber Palestina menilai keputusan Abbas ini berkaitan dengan keinginannya untuk tidak menimbulkan kemurkaan dari pihak Israel. Namun Abbas ingin meyakinkan Israel tentang kejujuran etikadnya pada Israel. (seto)

PM Turki Sumpah Serapahi Presiden Israel

Januari 31, 2009 oleh adakabarapa

Hubungan Israel-Turki Israel memasuki babak baru yang dramatis. Dalam pertemuan di Davos, Swiss pekan ini, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan tanpa diduga secara berani meninggalkan forum pembicaraan ekonomi dunia setelah beradu mulut dengan Presiden Israel, Shimon Perez, Selasa malam (27/01). Erdogan tanpa rasa takut berdebat panas dengan Perez tentang agresi Israel di Jalur Gaza.

“Kalian membunuhi orang-orang.” seru Erdogan keras kepada Perez. “Apa yang kalian lakukan tidak manusiawi!”

Menanggapi perkataan Erdogan, Perez langsung memotong dengan panas, “Apakah Anda sungguh benar-benar mengerti akan situasi dimana ratusan roket berhamburan dan menyerang perempuan dan anak-anak? Ada apa dengan Anda?” repetnya.

Erdogan tidak terima perkataan Perez, dan ia meminta waktu kepada moderator untuk kembali bicara. Namun, ia hanya diberikan waktu satu menit saja. “Kalian, Israel, tidak pernah mau mendengarkan.”

Setelah itu, Erdogan pun berkata, “Bagi saya pertemuan Davos sudah selesai. Saya tidak diizinkan untuk bicara di sini. Perdana Menteri kalian, Ohud Olmert, mengatakan sangat senang memasuki Palestina dengan tank, peluru dan roket, dan membunuh warganya.” ujarnya dengan nada tegas kepada Perez, yang langsung disambut dengan tepuk-tangan para hadirin. Setelah itu, Erdogan pun meninggalkan forum dan dengan cuek melewati Perez yang tampak tertekan. Erdogan mengatakan tak akan menghadiri lagi forum itu.

Perkataan Erdogan di atas langsung membuat Shimon Perez mengkerut. Ia terlihat tidak pede dalam pertemuan itu. Perdana Menteri Kjell Magne Bondevik dari Norwegia berkata, “Saya tidak pernah melihat Perez seperti itu. Ia mungkin sadar bahwa seluruh dunia sekarang sedang memusuhinya. Saya sedih Erdogan meninggalkan forum.”

Dukungan untuk Erdogan datang dari banyak pihak. Menteri Luar Negeri Mesir, Moussa, yang selama debat hanya diam saja, berkomentar, “Sikap Erdogan bisa dipahami. Israel memang tidak pernah mendengarkan siapapun.”

Hubungan Turki dengan Israel memang menjadi buruk ketika Israel melancarkan Operasi Cast Lead ke Gaza. Recep Tayyip Erdogan adalah satu dari sedikit pemimpin negara yang secara terang-terangan mengecam Israel. (sa/wb/jp)