Syiah Anjurkan Zina Massal di Husainiyah, dan Pemerkosaan Perawan di Penjara

Posted on November 1, 2013

2


  • Imam Syiah Anjurkan Zina Masal di Husainiyah Penuh Berkah
  • Ini fatwa baru setelah adanya macam-macam nikah mut’ah (zina) yakni mut’ah seksual, perkawinan percobaan, mut’ah pertobatan, mut’ah hukuman, dan mut’ah agar masuk neraka, yaitu pemerkosaan terhadap perawan yang akan dihukum mati di Iran.

MUT’AH AGAR MASUK NERAKA

Dalam jenis-jenis nikah mut’ah, pemerkosaan terhadap perawan yang akan dihukum mati di Iran itu digolongkan dalam apa yang disebut MUT’AH AGAR MASUK NERAKA. Syi’ah di Iran mempercayai bahwa tidak boleh menghukum mati perawan, maka apabila dikehendaki untuk ekskusi perawan diadakanlah akad nikah mut’ah salah seorang keamanan dengan perawan itu, dan setelah pemangsaan (pemerkosaan) atas perawan itu maka mereka membunuhnya. (Ahwal Ahlis Sunnah fi Iran halaman 213).

Setelah mengekskusi maka petugas keamanan mendatangi ibu bapak si perawan dengan memberi mahar sangat sederhana senilai 10 dolar seraya berkata kepada kedua orang tuanya dengan sangat menghinakan: Inilah mahar puterimu yang telah dihukum mati, dan aku telah menikahinya secara kawin kontrak (nikah mut’ah) sebelum dibunuh sehingga ia tidak masuk surga, karena kami mendengar dari pembesar-pembesar kami bahwa perawan tidak masuk neraka, maka mesti harus menyingkirkan dari rintangan itu agar memasukkan puterimu ke neraka. (Ats-Tsaurah al-Baaisah halaman 196).

TEKS TENTANG NIKAH MUT’AH AGAR MASUK NEREKA, SEBAGAI BERIKUT:

– متعة من أجل دخول النار !!

بعد ثورة الخميني تم سجن الآف النساء وكان بينهن مئات من الأبكار بحجة أن أحد أقاربهن من أعداء الثورة !! وأعدم من هؤلاء العذراوات العشرات وقبل إعدامهن كان يتم اغتصابهن قسرا باسم زواج المتعة حتى يدخلن النار !! وكان يقوم بهذا العمل الحرس الثوري !! بل أنه بعد اغتصاب وإعدام المرأة العذراء المسكينة يذهب مغتصبها أو زوجها المؤقت بالقوة والإكراه إلى أهلها أتدرون لماذا ؟! استمعوا معي إلى العلامة الدكتور الشيعي موسى الموسوي يخبرنا بالجواب يقول : ( والوقاحة الأشد والأنكى هي أن حرساً ثورياً يذهب إلى أم الضحية وأبيها ويقدم لهما مبلغاً زهيداً يعادل عشرة دولارات ويقول لهما متبجحاً ساخراً شامتاً هذا مهر أبنتكم ألتي أعدمت وأنا تزوجتها زواجاً مؤقتاً قبل الإعدام حتى لا تدخل الجنة لأننا سمعنا من كبرائنا أن البكر لا تدخل النار فكان لا بد من إزاحة هذه العقبة لدخول أبنتكم النار ) ( الثورة البائسة ص196 ) ويقول احد النادمين الشيعة من الذين شهدوا العشرات من هذه الحالات ( والسبب أن الشيعة يعتقدون أنه لا يجوز إعدام الأبكار فإذا أريد أن تعدم بكر عقد عليها لأحد الحراس عقد متعة وبعد الاعتداء عليها يعدمونها ) ( أحوال أهل السنة في إيران ص213 للشيخ محمد سرور )

Sumber: http://www.edharalhaq.com/vb/showthread.php?t=2997

http://nahimunkar.com/tahanan-wanita-di-iran-diperkosa-dahulu-sebelum-dieksekusi/

 gambar

  • Pesta zina di tempat ibadah: Pada fatwa sang Imam tertanggal 23 Syawal 1426 H itu bahkan anjuran mut’ah bareng itupun gratis. Perempuan memberikan badannya, kemudian dipakai oleh sang laki-laki dengan memberikan mahar. Tapi kemudian mahar itu diambil lagi untuk sang laki-laki syi’ah, untuk mereka bersenang-senang lagi di lain tempat. Mut’ah itu berlangsung hanya satu malam.
  • Tidak cukup sampai di situ, yang lebih keji mereka boleh melakukan mut’ah bareng ini di husainiyah, tempat ibadah orang-orang syi’ah. Pokoknya semua boleh dan halal. Begitulah ulama syi’ah berfatwa dengan syahwatnya.

Inilah beritanya.

***

IMAM SYIAH ANJURKAN ZINA MASAL DI HUSAINIYAH PENUH BERKAH

Kalau di Pemkot Bandung beredar surat  ajakan untuk pesta seks bareng, maka hal  itu hampir mirip dengan perilaku Syi’ah. Bahkan pada Syi’ah anjuran seks bebas bareng itu datang dari ulamanya yang bernama Muqtadha Ash-Shadr. Jadi ulama Syi’ah merekomendasi untuk mut’ah (baca: zina) barsama-sama di husainiyah (tempat ibadah orang syi’ah). Demikian berdasarkan laporan dari LPPI Makassar.

sumber

Sumber asli tanya jawab menyesatkan tersebut. Sumber : LPPI Makassar

Lebih jauh Imam Syi’ah ini dalam fatwanya mengatakan, bahwa  “nikah mut’ah adalah halal lagi berberkah dalam ajaran kita. Karena itu, kami mengajak seluruh pengikut sekte kita agar tidak sedikitpun ragu dari segala hal yang berkaitan dengan mut’ah. Pelaksanaan acara-acara seperti ini juga termasuk perkara yang dibolehkan oleh marja’ kita yang agung dengan tetap mewaspadai masuknya seorang yang bukan kaum Muslimin atau orang-orang umum ke dalam acara-acara tersebut supaya tidak melihat aurat kaum Mukminat.“

Pada fatwa sang Imam tertanggal 23 Syawal 1426 H itu bahkan anjuran mut’ah bareng itupun gratis. Perempuan memberikan badannya, kemudian dipakai oleh sang laki-laki dengan memberikan mahar. Tapi kemudian mahar itu diambil lagi untuk sang laki-laki syi’ah, untuk mereka bersenang-senang lagi di lain tempat. Mut’ah itu berlangsung hanya satu malam.

Tidak cukup sampai di situ, yang lebih keji mereka boleh melakukan mut’ah bareng ini di husainiyah, tempat ibadah orang-orang syi’ah. Pokoknya semua boleh dan halal. Begitulah ulama syi’ah berfatwa dengan syahwatnya.

Majalah Ulumul Quran no.4 tahun 1995 pernah mengangkat masalah Syiah dan realitanya di negeri Iran oleh Sahla Haeri, mahasiswa Pasca Doktoral di pusat studi Islam Timur Tengah Universitas Harvard, tulisan tersebut membahas secara khusus masalah nikah mut’ah berdasarkan hasil penelitiannya di Iran tahun 1981-1982. Sahla Haeri selanjutya menjelaskan macam-macam mut’ah  yang ada dan terjadi di negeri Iran.

Tersebutlah macam-macam mut’ah; mut’ah seksual, perkawinan percobaan, mut’ah pertobatan, mut’ah hukuman. Pada waktu penelitian tersebut dilakukan belum dikenal istilah untuk mut’ah bareng-bareng ini, karena fatwanya belum keluar. Dengan demikian, sekarang sudah bertambah lagi macam mut’ah ini. Esok akan bertambah lagi macamnya, lagi dan lagi. Sungguh kreatif dalam hal kedustaan imam syi’ah ini.(arrahmah/eramuslim/KH) Redaksi – Sabtu, 22 Rajab 1434 H / 1 Juni 2013 17:02 WIB

(nahimunkar.com)

Iklan
Posted in: Iran