Jawa Barat, Provinsi Peraih Penghargaan Pemeliharaan Jalan Terbaik

Posted on Desember 8, 2013

0


Kementerian Pekerjaan Umum telah mengumumkan beberapa kota yang mendapatkan Penghargaan Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU) pada 2013.

Seluruh Direktorat Jenderal di Kementerian Pekerjaan Umum memberikan penilaian, meliputi Ditjen Bina Marga, Cipta Karya, Sumber Daya Air, dan Penataan Ruang.

Khusus menyangkut penilaian dari Ditjen Bina Marga yang membidangi jalan dan jembatan, Kepala Tim Sekretariat PKPD-PU 2013, Bekti Sudarmanto, Jumat 6 Desember 2013, menjelaskan, ada tiga provinsi yang mendapatkan predikat terbaik di bidang itu.

Tiga provinsi itu adalah Jawa Barat dengan (skor 89,72), Jawa Timur (88,58), dan Nusa Tenggara Barat (85,73). “Penilaian didasarkan pada pembobotan fisik dan non fisik,” ujar Bekti kepada VIVAnews.

Penilaian fisik berbobot 65 persen, non fisik berbobot 30 persen. Adapun 5 persen sisanya untuk bobot penilaian lain-lain.

Aspek fisik dinilai dari kemantapan jalan, pertambahan panjang jalan, dan juga pemeliharaan jalan. Sementara itu, aspek non fisik dinilai dari kelembagaan, pengaturan pemerintah daerah, sumber daya manusia, dan juga manajemen pembangunan pembiayaan.

“Yang paling besar untuk diperhatikan adalah bagaimana pemda mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur seperti pengaduan atau peran serta dalam perawatan,” kata Bekti.

Menurut penilaian itu, tidak ada pertambahan panjang jalan di Jawa Barat selama 2011 hingga 2012. Panjang jalan tetap 2.191,29 kilometer. Namun kemantapan jalan meningkat dari 95,03 persen (2011) menjadi 97,05 persen (2012).

Adapun Jawa Timur, dalam kurun 2011 hingga 2012 panjang jalan juga tidak bertambah atau tetap 1.760,91 kilometer. Kondisi kemantapan jalan meningkat dari 77,75 persen (2011) menjadi 89,52 persen (2012).

Sementara itu, Nusa Tenggara Barat, panjang jalan juga tidak mengalami pertambahan pada 2011 hingga 2012 atau tetap 1.772,27 kilometer. Namun, kemantapan jalan berkurang dari 56,75 persen (2011) menjadi 41,93 persen (2012).

Di sisi lain, kementerian juga menyatakan Provinsi Gorontalo, Maluku Utara, dan Sulawesi Barat sebagai tiga daerah yang mendapat nilai rendah dari 31 provinsi yang mendaftar.

Di Gorontalo, panjang jalan meningkat dari 312,48 kilometer (2011) menjadi 414,51 kilometer (2012). Kondisi jalan yang mantap mengalami kenaikan dari 49,72 persen (2011) menjadi 70,17 persen (2012).

Untuk Maluku Utara, panjang jalannya bertambah dari 899,77 kilometer (2011) menjadi 1.297,40 kilometer (2012). Kondisi kemantapan jalan berkurang dari 53,93 persen (2011) menjadi 34,38 persen (2012).

Sulawesi Barat, panjang jalan berkurang dari 704,28 kilometer (2011) menjadi 441,14 kilometer (2012). Kondisi kemantapan jalan pada 2011 mencapai 39,69 persen, pada 2012 sebesar 65,58 persen. (art/vivanews)

Iklan
Posted in: Indonesia, Islam