Publikasikan Menkes Nafsiah Seorang Katolik, Mereka Sebut Islamedia Intoleran?

Posted on Desember 9, 2013

0


Islamedia – Serius, saya baru tahu kalau Menkes Indonesia Nafsiah beragama Katolik. Informasi ini saya dapatkan ketika Sabtu malam kemarin menjelang tidur saya melihat gambar di  Page Islamedia dengan tulisan “Menteri Agama Nafsiah Beragama KATOLIK”.

Anehnya, informasi berharga yang disajikan Islamedia ini mendapat respon dari beberapa kalangan dengan mencap Islamedia menebarkan SARA dan INTOLERAN. Padahal setelah saya cek dari sumber lain juga memang menyebutkan bahwa agama Menkes Nafsiah adalah Katolik, bisa di cek dihttp://id.wikipedia.org/wiki/Nafsiah_Mboi

Saya setuju dengan comment dari salah seorang pembaca Islamedia lainya yang berbunyi, ketika informasi agama Menkes yang seorang Katolik terpublikasikan:

Ini bukan masalah menghakimi atau urusan SARA. Umat Islam tak ada masalah punya mentri dari agama manapun tapi kuncinya imbang ketika.menghargai. Ini umat Islam dipaksa menhargai umat lain dengan konsekwensi harus melanggar aturan sendiri. Salah satunya harus pakai obat ini itu asal ada ijin negara urusan halal haram tak penting. Silahkan hubungan seks yang penting tidak mblending supaya tidak mblending burung harus dibungkus karung(kondom) masalah nikah tidak penting. Gereja silahkan berdri dengan bebas walaupun dikampung itu cuma seekor kambing penganut. Umat islam juga punya hak untuk menerapkan aturan bung. Jangan umat lain mengatur boleh sementara umat islam ketika ingin mengatur dilarang. Coba bandingkan dengan negara lain agama apa yang paling toleran didunia. Cuma Islam doang. Di burma, cina, somalia, dan dibelahan bumi lain ketika islam minoritas dibantai dan dijadikan bulan bulanan. Tak usah jauh jauh dimaluku islam hampir habis dibantai laskar kristen. Cuma di Indonesia dan negara negara yang Islamnya mayoritas umat lain bisa senyum. Jangan sok toleran. Kalau imbang ok. Ini jomplang sebelah.

Adalah sebuah kewajaran sebagai seorang muslim dan juga sebagai rakyat Indonesia bagi saya pribadi atau mungkin sahabat muslim menjadi mencurigai ada subjektifitas kepentingan dalam diri Menkes yang berhubungan dengan umat Islam. Apalagi kemudian dikuatkan dengan informasi yang valid bahwa Menkes beragama Katolik, sebuah ironi di negeri muslim terbesar seperti Indonesia.

Kalau saya pribadi melihat bahwa informasi yang disampaikan Islamedia ini sangat berharga, apalagi ketika  saya mencoba menarik kebelakang tentang sepak terjang Ibu Menkes ini, ada beberapa kebijakan yang menurut saya agak janggal, seperti Keluarnya Izin Pekan Kondom Nasional dan Penolakan Menkes untuk sertifikasi halal obat di Indonesia.

Yang menjadi pertanyaan kemudian ketika Umat Islam mayoritas menolak pekan kondom nasional akibat keluarnya izin dari Menkes, apakah juga tidak toleran?

Eko Setiawan

Iklan
Posted in: Indonesia, Islam