Jadi Penyebab Kerusuhan, Singapura Larang Konsumsi dan Penjualan Miras

Posted on Desember 13, 2013

0


Islamedia – Pemerintah Singapura resmi mengeluarkan larangan penjualan dan konsumsi alkohol pada akhir pekan ini di wilayah di mana kerusuhan pertama pecah dalam 40 tahun yang didominasi pekerja asal Asia Selatan.

Melarang para pedagang menjual alkohol di area Little India dari Sabtu (14/12) pagi hingga Senin (16/12) pagi, Kepolisian Singapura mengumumkan zona tersebut sebagai “wilayah yang diproklamirkan” yang diatur dalam Undang-Undang Pelestarian Ketertiban Umum.

Peraturan itu memberikan mandat bagi para aparat untuk menindak siapa saja yang mengonsumsi alkohol di wilayah Little India. Di tempat itulah sekitar 400 pekerja etnis Asia Selatan terlibat dalam kerusuhan yang mengakibatkan 39 orang, termasuk personel kepolisian, luka-luka dan 25 kendaraan hancur atau terbakar pada Minggu pekan lalu.

Para warga lokal, penjaga toko dan pejabat pemerintahan berkesimpulan bahwa penggunaan alkohol sebagai salah satu penyebab pecahnya kerusuhan.

“Penangguhan penjualan dan konsumsi alkohol dianggap penting untuk menenangkan dan menstabilkan situasi di Little India menyusul kerusuhan Minggu silam dan untuk mencegah insiden yang bisa mengganggu ketertiban umum,” demikian pernyataan pihak kepolisian, Kamis (12/12) malam.

Sebanyak 31 orang berkewarganegaraan India telah didakwa atas keterlibatan mereka dalam kerusuhan. Mereka terancam dipenjara hingga tujuh tahun dan hukuman cambuk.

Insiden kerusuhan pecah setelah seorang pekerja bangunan etnis India tewas karena tertabrak sebuah bus milik swasta di wilayah itu, di mana pekerja migran asal Asia Selatan biasanya berkumpul pada hari Minggu untuk berbelanja, makan dan minum.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong telah menginstruksikan dibentuknya pantia khusus untuk menginvestigasi penyebab kerusuhan pertama yang terjadi di Singapura sejak pecahnya kerusuhan rasial di Singapura pada 1964, yang merupakan salah satu penyebab keluarnya negara itu dari Malaysia.

Dalam pernyataan resminya, polisi mengatakan pelarangan penjualan dan konsumsi alkohol akan mempengaruhi 374 pemangku kepentingan dan perusahaan di wilayah Little India dan daerah sekitarnya.

“Pada akhirnya, polisi kemungkinan akan menyelaraskan pelarangan alkohol dalam cara yang bertahap dan terukur,” kata polisi.

“Bahkan setelah kami menghapus larangan alkohol, kemungkinan besar nantinya akan ada pembatasan tertentu soal penjualan alkohol, dan akan ditetapkan beberapa wilayah yang tidak akan diperbolehkan mengonsumsi alkohol.” [BS/YL/Islamedia]

Iklan
Posted in: Singapura