Gereja Koptik Ancam Terjadinya Perang Saudara di Mesir

Posted on Desember 26, 2013

0


dakwatuna.com – Kairo. Uskup Bola, pemimpin Kristen Kopik kota Thantha mengancam akan terjadinya perang saudara. Perang saudara itu terjadi antara umat Kristen Koptik dan “kaum teroris”, sebuah istilah yang diberikan penguasa kudeta kepada para penentang kudeta militer yang selama ini melakukan demonstrasi-demonstrasi damai.

Uskup Bola yang juga merupakan anggota Komisi 50 perancang konstitusi yang baru menulis dalam akun twitternya hari ini, Rabu (25/12/2013), “Terorisme hitam tidak bukan merupakan kepentingan seorang pun.. Rakyat tidak akan tinggal diam lama melihat tanah airnya hancur.”

Update status uskup ini menguatkan persepsi publik beberapa hari lalu ketika seorang milyarder Koptik, Naguib Sawiris, mengancam akan menggantikan militer dan polisi dalam menghadapi demonstran. Lalu beberapa jam kemudian muncullah kelompok preman Black Block yang menyerang para demonstran. Persepsi yang menguat adalah bahwa ancaman Sawiris bukanlah bersifat pribadi, tapi sebuah orientasi baru dari gereja Koptik. Karena sikap resmi gereja Koptik adalah mendukung kudeta militer dari awal.

Banyak pengamat menilai, gereja kini merasakan sebuah gejala bahaya bahwa kekuasaan kudeta akan segera runtuh. Banyak sekali indikator keruntuhannya. Oleh karena itu, mereka ingin terlibat langsung dalam menghadapi para demonstran, dengan milisi-milisi yang mereka miliki.

Pernyataan-pernyataan seperti ini sangat membahayakan hubungan baik antara umat Islam Mesir dan umat kristiani Koptik di masa mendatang. Karena sebenarnya Presiden Mursi dan Ikhwanul Muslimin tidak mempunyai agenda yang merugikan Koptik selama mereka memerintah. (msa/dakwatuna/egyptwindow)

 

Iklan
Posted in: Islam, Mesir