Kesulitan Setelah Dana Dibekukan Kudeta, Jam’iyah Syar’iyah Tetap Melayani

Posted on Desember 26, 2013

0


dakwatuna.com – Kairo. Rapat pimpinan pusat Jam’iyah Syar’iyah di Mesir, hari ini Rabu (25/12/2013) memutuskan bahwa rumah-rumah sakit mereka akan tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada semua pasiennya secara cuma-cuma hingga tetes obat yang terakhir. Demikian juga program santunan kepada anak yatim dan kaum miskin. Keputusan itu didasarkan kepada pertimbangan-pertimbangan syariah.

Rapat darurat ini diadakan menyusul dibekukannya rekening-rekening Jam’iyah Syar’iyah oleh penguasa kudeta. Bank Sentral Mesir membekukan 1055 rekening milik yayasan yang diduga berafiliasi kepada jamaah Ikhwanul Muslimin. Pembekuan itu dilakukan atas permintaan tim yang dibentuk untuk melaksanakan vonis pelarangan aktivitas jamaah Ikhwanul Muslimin.

Sebenarnya, Jam’iyah Syariah adalah sebuah yayasan amal sosial yang didirikan oleh organisasi Anshar Sunnah. Walaupun terbuka keanggotaannya untuk selain mereka, bukan berarti yayasan ini berafiliasi kepada Ikhwanul Muslimin.

Dalam bidang pendidikan, saat ini Jam’iyah Syar’iyah memiliki 1090 Taman Kanak-kanak di 18 provinsi. Dalam bidang kesehatan, yayasan ini memiliki 30 rumah sakit dengan spesialisasi pengobatan yang berbiaya mahal, tapi diberikan kepada kaum miskin secara cuma-cuma. Rumah-rumah sakit ini menyediakan pelayanan pengobatan penyakit yang sudah akut, misalnya cuci darah, bayi preumatur, diagnosa radiology, dan sebagainya.

Yayasan ini juga mempunyai program santunan anak miskin dan yatim. Misalnya memberikan bea siswa kepada 540 ribu pelajar yatim, santunan kepada 250 ribu janda, dan 700 stasiun penyulingan air minum yang melayani 8.5 juta warga setiap harinya. (msa/dakwatuna/islammemo)

 

Iklan
Posted in: Islam, Mesir