[#AYTKTM] Roda Kehidupan

Posted on Januari 2, 2014

0


Islamedia – Sadar, setengah sadar, di bawah sadar atau tidak sadar, kebanyakan orang berpendapat bahwa hidup itu seperti roda pedati. Kadang di atas kadang di bawah, kadang kaya kadang papa, dan kadang suka kadang duka.

Benarkah hidup harus demikian, seperti roda pedati, kadang di atas kadang di bawah? Tentu saja tidak. Tidak ada aturan bahwa hidup itu harus seperti roda pedati, meskipun bisa juga seperti itu. Hidup bisa seperti roda mobil, roda sepeda motor, atau roda sepeda onthel, atau yang lain. Roda mobil pun bisa mobil Xenia, CRV, Mercy atau Lambhorgini. Sepeda motor bisa Yamaha, Suzuki, Honda, atau motor balap.  Atau bahkan bisa roda segi empat, segi lima atau segi entah berapa. Tergantung kita, terserah kita.

Mengapa kok kebanyakan kehidupan orang seperti itu: kadang di atas kadang di bawah?  Jawabannya sederhana: karena mereka berpendapat dan berpikir seperti itu. Mereka menyangkakan hidupnya seperti itu, seperti roda pedati. Dan Tuhan itu sesuai persangkaan hamba-Nya kepada-Nya.

Tuhan itu Mahaoke. Dia mengokekan apa kata hamba-Nya. Ketika kita berkata hidup itu seperti roda pedati, maka Tuhan berfirman, “Oke, hidupmu seperti roda pedati”. Ketika kita berkata hidup itu kadang di atas kadang di bawah, maka Dia berfirman, “Oke, hidupmu kadang di atas, kadang di bawah”. Dan ketika kita berkata hidup itu kadang bahagia kadang sengsara, maka Dia pun berfirman, “Oke, hidupmu kadang bahagia, kadang sengsara”. Maka berhati-hatilah dalam berpikir, berkata dan bersangka. Tuhan itu Mahaoke, Dia sesuai persangkaan hamba-Nya kepada-Nya.

Jadi takut neech. Trus, bagaimana dong enaknya? Ehm.. Kasih tahu gak yaa. Anda mau tahu atau mau tahu bangeet? Hehehe. Tenang saja, santai saja. Cool, calm, confidence.

Karena Tuhan itu Mahaoke, dan Dia sesuai persangkaan hamba-Nya kepada-Nya, maka kita bisa bikin “karangan” sendiri tentang kehidupan kita. Karangan yang jauh berbeda dengan kebanyakan orang. Karangan yang terserah kita, suka-suka kita, dan menjadi hak prerogatif kita. Jangankan direktur, bahkan DPR, Presiden atau Ketua MK pun tidak bisa mengintervensinya.

Hidup itu ibarat “Roda Misteri”. Kadang di atas kadang di atas lagi, kadang kaya kadang kaya sekali, dan kadang bahagia kadang bahagia sekali. Mana bisa seperti itu? Bisa saja. Terserah kita, suka-suka kita. Namanya juga roda misteri.

Karena Tuhan itu Mahaoke, dan Dia sesuai persangkaan hamba-Nya kepada-Nya, maka Tuhan pun akan mengokekan persangkaan kita. Dan Dia berfirman, “Oke, hidupmu seperti roda misteri. Kadang di atas kadang di atas lagi, kadang kaya kadang kaya sekali, dan kadang  bahagia kadang bahagia sekali”.

Sekarang terserah kita. Mau memilih hidup kita seperti roda pedati, kadang di atas kadang di bawah, yang konsekuensinya kita kadang bahagia kadang sengsara. Atau kita memilih hidup itu seperti roda misteri, kadang di atas kadang di atas lagi, kadang bahagia kadang bahagia sekali.

Hidup kita, kita sendiri yang menentukan. Kaya atau tidak, suka atau tidak, bahagia atau tidak, masuk syurga atau tidak, semua terserah kita sendiri. Bukan terserah orang lain, dan bukan terserah kebanyakan orang. Semoga kita dimasukkan Allah ke dalam golongan hamba-Nya yang (sangat) sedikit.Wallahu a’lam. ***

Rumah Madu HQ
Jl. Trunojoyo Gg. Wijayakusuma No. 44
Ngawi, Jawa Timur
Iklan
Posted in: Indonesia