Carnegie Institute: Referendum Konstitusi Mesir Kehilangan Legitimasi

Posted on Januari 15, 2014

0


Islamedia – Seperti yang dinukil dihalaman “Catatan Harian Revolusi Mesir” bahwa Carnegie Institut menurunkan catatan-catatan terkait referendum Konstitusi Mesir sebagai berikut:

Apa yang sedang kita tonton di Mesir sekarang sama sekali bukanlah rederendum. Keputusan Carnegie Institute untuk tidak mengawasi Referendum sangatlah tepat. Berbagai Badan dan Organisasi yang memonitor jalannya referendum kemarin menemukan berbagai pelanggaran-pelanggaran yg sudah sangat melampaui batas pada semua fase.

Tidak ada tafsiran yang paling tepat pada apa yg sedang kita tonton di Mesir saat ini selain militer tidak rela melepaskan kekuasaannya kepada pihak sipil yang terpilih secara demokratis. Inilah satu-satunya motiv kenapa mereka melakukan Kudeta terhadap Presiden Terpilih yang sudah menerapkan demokrasi sangat baik dimana militer tidak akan dapat menerapkannya saat ini.
dari hasil monotoring dilapangan ditemukan banyak sekali pelanggaran yang tidak terampuni, antara lain:

1. ditemukannya nama-nama yg sama terulang dibeberapa kotak suara tanpa ada usaha sema sekali untuk menghalangi hal tersebut.

2. Tinta jari dapat dicuci begitu saja tanpa bekas.

3. Warga yang ketahuan menconteng “no” diperlakukan tidak senonoh baik secara fisik maupun kata-kata dan ini terjadi di beberapa tempat pemungutan suara.

4.Tidak adanya petugas penjaga kotak suara-yang akan dibuka besoknya-dibanyak tempat pemungutan suara sehingga pintu pemalsuan terbuka selebar-lebarnya.

5. Banyak tempat pemungutan suara yang akhirnya ditutup tanpa pemungutan sama sekali karena sepanjang hari dikepung dan diboikot oleh rakyat anti referendum

6. Jatuhnya 12 korban nyawa ditembus peluru panas pada hari pertama referendum, padahal demo-demo anti referendum berjalan dengan damai.

Semua itu menjadikan referendum ini tidak punya legitimasi sama sekali dan akan sangat sulit bagi kudeta untuk memoles pemerintahan sementaranya untuk terlihat tampil sukses menaklukkan kelompok-kelompok yang mengakar di Bumi Mesir dan bahkan lebih kuat ketimbang Pemerintahan Kudeta Sendiri.

Meski Pihak keamanan terus melakukan penindasan namun rakyat Mesir terus menerus turun ke jalanan; adalah bukti bahwa rakyat akan terus maju dan terus memobilisasi masa dan akan tetap mendesign penjatuhan kekuasaan yg tidak sah yg dengan culas menjatuhkan Presiden Terpilih dan menjarakannya dibawah supervisi “Tuhan” militer yg juga sudah tidak lagi dipercaya rakyat dan juga sudah ditarget rakyat untuk dijatuhkan, sebagai bagian dari “penghasilan” tambahan dari Kudeta berdarah ini. (alfetn.alafdal/ikhwanalgehad/Syf)

Iklan
Posted in: Mesir