Praktisi TI Mengatakan Kerja Jokowi Hanya 3: Blusukan, Pembenahan, dan Menyalahkan Pihak Lain

Posted on Januari 22, 2014

0


dakwatuna.com – Praktisi Teknologi Informasi yang juga pengamat pendidikan, Muhammad Yusdi mengatakan, dari penelusurannya di internet, hanya ada tiga kerja Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) yang ramai dibicarakan baik di media online maupun sosial media.

Selebihnya menurut Muhammad Yusdi, tidak ada berita apapun terkait kerja pembangunan yang dilakukannya.

“Saya menelusuri berbagai berita yang terkait dengan Jokowi dan hanya menemukan tiga kerja Jokowi. Pertama blusukan yang semua media menayangkannya. Ini memang fenomenal karena di-blow up habis-habisan oleh media. Meski blusukan tidak ada hasil yang signifikan,” kata Muhammad Yusdi, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/1), sebagaimana dilansir situs JPNN.

Kerja kedua lanjutnya, yang juga diblow up habis media adalah pembenahan Pasar Tanah Abang dan Waduk Pluit.

Menurutnya, sebenarnya itu juga tidak istimewa. Pembenahan Tanah Abang misalnya, itu memang harus dilakukan. Tapi karena tidak pernah ada yang melakukan dan juga berkat bantuan media, semua menjadi seolah luar biasa. Begitu juga dengan Waduk Pluti. Jokowi tidak menciptakan hanya membenahi.

“Kalau mau diukur sebenarnya gubernur sebelumnya jauh lebih berhasil. Kita bisa lihat zaman Sutiyoso dan Fauzi Bowo (Foke) ada busway dan Banjir Kanal Timur yang memang berhasil mengatasi banjir di beberapa wilayah di Jakarta Timur. Tapi keberhasilan BKT di media sosial kalah oleh blusukan Jokowi. Padahal dampak pembangunan BKT itu wilayah Jakarta Timur berkurang banjirnya. Sementara Waduk Pluit hanya daerah rumah Ahok saja yang tidak banjir,” jelasnya.

Kerja ketiga yang bisa dicatat, menurutnya, adalah menyalahkan pihak lain baik orang, instansi lain, bahkan alam.

“Kalau kita membaca di media online dan melihat di televisi, kalau ada masalah Jokowi selalu menyalahkan pihak lain baik orang, instansi, maupun alam. Untuk masalah banjir dan macet saja dia menyalahkan presiden, gubernur dan bupati serta walikota daerah lain dan terakhir dia juga menyalahkan alam. Semuanya kini ramai diperbincangkan,” imbuhnya. (fas/jpnn/dakwatuna/hdn)

 

Iklan
Posted in: Indonesia, Islam