Ustadz Andi Susanto; Keteladanan Kader Senior PKS Menjaga Suara

Posted on April 17, 2014

0


Ustadz Andi Susanto (paling kanan)


Senin malam, (14/4). Jarum jam di dinding Kelurahan Batu Ampar menunjuk angka 22.00 WIB. Udara dingin di luar kantor Kelurahan Batu Ampar, Kramatjati Jakarta Timur, cukup kencang menusuk-nusuk kulit. Mengenakan jaket berlambang SBI berwarna biru dengan peci putih di kepala, Pak Andi Susanto, saksi utama PPS Batu Ampar serius duduk di depan laptop memelototi angka demi angka perhitungan suara PKS dan setiap partai bersama dengan anggota PPS Kelurahan. 

Senin malam itu adalah jadwal penandatangan Berita Acara (BA) perhitungan oleh para saksi partai peserta Pemilu 9 April 2014 lalu. Setelah mendapat kontak dari Pak Harun, Koordinator Saksi PKS Kelurahan untuk menandatangani BA perhitungan, sekelebat dengan mengendarai motor mio kesayangannya, Pak Andi langsung meluncur ke Kantor Kelurahan Batu Ampar untuk memenuhi undangan dari PPS Kelurahan. 

Tepat pukul 20.00 WIB, motor Mio Pak Andi surat masuk di depan kantor Kelurahan Batu Ampar. Tanpa pikir panjang dengan mengendong tas laptop berisi data hasil rekapitulasi internal DPRa Batu Ampar di 78 TPS di seluruh kelurahan Batu Ampar, Pak Andi mengayunkan langkah menuju ruangan tempat penandatanganan BA perhitungan malam itu. 

Salam dan tegur sapa bersahabat keluar dari bibir Pak Andi menyapa seluruh petugas PPS dan petugas keamanan keluarahan yang hadir malam itu. Suasana cukup cair, bersahabat  dan hangat. Boleh jadi hal ini disebabkan karena selama ini para kader PKS dikenal cukup akomodatif dan sering kali membantu para petugas kelurahan, khususnya PPS Kelurahan, terutama saat mereka menemukan jalan buntu. 

Menjadi Saksi PPS

Tak semua saksi partai peserta Pemilu hadir malam itu. Tanpa panjang kata, petugas PPS meminta para saksi, khususnya saksi utama PKS di PPS Kelurahan Pak Andi menandatangi BA perhitungan. Khawatir terjadi kesalahan perhitungan jumlah suara setiap partai, Pak Andi memohon izin kepada PPS Kelurahan untuk melakukan pengecekan penjumlahan hasil suara PKS dan semua partai peserta Pemilu. Petugas pun mempersilakan Pak Andi untuk melakukan pengecekan bersama-sama sebelum penandantanganan BA. 

Berbekal hasil rekapitulasi internal DPRa Batu Ampar dari 78 TPS se Kelurahan Batu Ampar, Pak Andi memelototi satu per satu jumlah perolehan suara partai, tak terkecuali suara Partai Keadilan Sejahtera. Dugaan awal Pak Andi terjadi kekeliruan dalam perhitungan suara, ternyata tidak meleset. Sampai di perhitungan jumlah akhir suara partai PDIP ternyata jumlah perolehan suara PDIP tidak klop dengan hasil perhitungan internal PKS. Pak Andi meminta petugas PPS menghitung ulang perolehan suara PDIP yang setelah dilakukan perhitungan ulang diakui oleh petugas PPS telah terjadi kekeliruan di mana terdapat selisih suara sebanyak 700 suara PDIP kekurangan.                   

Kesalahan perhitungan ternyata terjadi juga di partai Gerindra. Dari pergecekan dan perbandingan data rekapitulasi yang dipegang saksi utama PPS Batu Ampar Pak Andi dengan lembar plano yang dipegang PPS, terjadi kesalahan perhitungan suara partai Gerindra kurang 500 suara.  Petugas PPS Kelurahan pun kembali mengecek jumlah perolehan suara Gerindra dan membenarkan terjadi kekeliruan perhitungan suara. 

Jam di dinding menunjuk pukul 22.00 WIB. Dengan bijak Pak Andi memohon maaf kepada petugas PPS Kelurahan untuk tidak menandatangani BA dan meminta petugas PPS kelurahan untuk memperbaiki penjumlahan perolehan suara yang keliru terlebih dahulu dan beliau menyatakan siap untuk datang kembali memenuhi panggilan petugas PPS Kelurahan untuk menandatangani BA penghitungan suara di PPS Kelurahan. 

Malam itu juga para petugas PPS kelurahan terlihat sibuk memperbaiki penjumlahan perolehan suara masing-masing partai, khususnya penjumlahan suara PDIP dan Partai Gerindra. Merasa dirinya tak lagi dibutuhkan dan tak ingin mengganggu konsentrasi petugas PPS kelurahan memperbaiki penjumlahan suara partai, Pak Andi Susanto mohon pamit kepada petugas PPS dan menyatakan siap kembali kapan saja memenuhi panggilan PPS datang ke kelurahan untuk menandatangani BA perhitungan. 

Usai memasukkan laptop yang berisi hasil rekapitulasi internal kader Batu Ampar ke dalam tas dan menggemblokkan tas tersebut ke atas punggung, Pak Andi Susanto mengayunkan langkah menuju depan kantor kelurahan tempat motor mio berwarna biru kesayangannya di parkir. Dengan satu ayunan kaki mesin motor mio berwarna biru itu pun menyala. Dengan hati tenang, ia mengendarai mio kesayangannya menuju kembali ke rumah menjumpai istri dan anak-anak yang malam itu tengah terlelap tidur. Jarum jam di tangan sudah menunjuk angka 23.00 WIB

Mengawal Suara Partai 


Selasa (15/4). Mentari telah menyembulkan sinarnya. Usai menjalankan seluruh kewajiban kepada Allah dan kewajiban lainnya, Pak Andi telah bersiap-siap kalau-kalau petugas PPS kelurahan memanggil kembali untuk menandatangani BA perhitungan. Dugaan Pak Andi tidak meleset. Koordinator Saksi PKS DPC Pak Harun memberi kabar kepada Pak Andi untuk merapat ke kelurahan akan ada penandatanganan BA perhitungan.

Seperti hari sebelumnya, tanpa pikir panjang, usai menyalakan mesin motor mio kesayangannya, Pak Andi segera bergegas ke kelurahan memenuhi undangan PPS Kelurahan untuk sign BA perhitungan suara. Seperti hari sebelumnya, berbekal hasil rekapitulasi internal DPRa Batu Ampar, Pak Andi kembali meminta izin melakukan pengecekan pejumlahan suara masing-masing partai dan ternyata masih juga terjadi kekeliruan perhitungan suara, terutama penjumlahan perolehan suara partai. 

Pak Andi Susanto kembali meminta petugas PPS untuk memperbaiki sebelum ditandatangani. Kegigihan Pak Andi Susanto mempertahankan suara partai ini ternyata membuat petugas PPS geram. Bahkan dengan rawut muka yang memerah, petugas Panwaslu kelurahan kesal gara-gara “ulah” Pak Andi ini, penandatanganan BA, molor. Walhasil, Pak Andi pun dicecar banyak pertanyaan oleh petugas Panwaslu. 

Meski dianggap biang kerok kemoloran penandatanganan BA dan dipotreti oleh petugas, namun Ustadz Andi tidak bergeming. Meski dicecar sana-sini oleh petugas Panwaslu, Pak Andi tetap ngotot agar ada perbaikan perhitungan dan penjumlahan suara partai agar klop dengan perhitungan hasil rekapitulasi internal PKS Batu Ampar yang beliau pegang. 

Inilah yang terjadi saat ini di negeri kita ini Indonesia. Di mana orang kritis, teliti dan jujur dianggap aneh dan biang kerok penyebab molornya sign BA perhitungan. Bahkan, para petugas yang notabene seharusnya merekalah yang berada di garda terdepan  mengawal suara yang benar, kejujuran dan keadilan, justru sebaliknya menjadi pihak yang mencederai kejujuran itu sendiri. Ironis, memang. 

Namun Alhamdulillah masa-masa kritis di keluarahan itu akhirnya selesai.  Dengan mengedepankan kekeluargaan, saling pengertian satu dengan lainnya dan komunikasi yang baik dilakukan Pak Andi dengan petugas PPS Kelurahan, Panwaslu dan petugas keamanan, akhirnya PPS kelurahan bersedia kembali mengoreksi kembali hasil perhitungan suara masing-masing partai. 

Perbaikan kesalahan perhitungan suara ini oleh PPS, tidak sebentar dan cukup menyita waktu. Namun dengan kerja sama yang baik antar PPS dan para saksi, tak terkecuali saksi utama PKS di kelurahan Pak Andi, alhamdulillah kekeliruan perhitungan suara dapat diperbaiki. Setelah semua angka perhitungan klop dan diperbaiki, dengan mengucapkan bismillah, disaksikan PPS kelurahan, para saksi, pejabat teras kelurahan, tepat pukul 14.35 WIB, Saksi Utama PKS di PPS Pak Andi Susanto menandatangi BA perhitungan suara.

Tugas ternyata tak berhenti sampai di situ. Usai menandatangi BA perhitungan, Pak Andi Susanto ditemani petugas PPS, Pak Lurah Batu Ampar, aparat kepolisian dan saksi partai lainnya, mengawal dan mengantarkan kotak yang berisi BA perhitungan ini ke PPK tingkat kecamatan Kramatjati. 

Tunai sudah amanah agama dan partai dakwah ini dijalankan. Kini, Pak Andi kembali lagi ke tugas utamanya berdakwah di masyarakat dan mengelola Usar Madya di Batu Ampar. Satu teladan telah ditunjukkan Ustadz Andi Susanto: Menjalani amanah agama, dakwah dan partai ini tanpa pamrih dan tanpa memandang posisi di jamaah ini. Bravo Ustadz Andi Susanto.

Tak Memandang Jenjang di Jamaah

Sebagai kader sekaligus Pembina salah satu liqo kader Madya di Batu Ampar, Pak Andi Susanto dikenal low profile. Dalam hal kerja-kerja dakwah di lapangan, seperti pelayanan kesehatan, baksos, senam, bantuan bencana, khususnya di Batu Ampar, ia tidak pernah absen untuk hadir dan terlibat langsung bersama para kader dakwah Batu Ampar. 

Meskipun posisinya sebagai Pembina (murobbi) liqo kader Madya, namun laki-laki yang lembut tutur katanya dan selalu berpikir runut ini, selalu berusaha untuk tidak pernah absen. Kalaulah absen, ia acap kali mengabari ke qiyadah DPRa batu Ampar bahwa ia berhalangan untuk hadir dan mohon maaf tidak dapat terlibat bersama para kader dalm kerja dakwah. Keterlibatan waktu, tenaga, maal, pikirannya dalam kerja-kerja dakwah Batu Ampar, tidak kalah dengan para kader yuniornya. Bahkan, dalam beberapa item kerja dakwah, Ustadz Andi terbilang lebih di atas kader lainnya. 

Yang juga menonjol dari sosok Pak Andi, demikian para kader dan mad’u nya biasa menyapa beliau, ia tak pernah merasa tinggi hati. Terlebih dalam hal kerja-kerja dakwah, ia merasa memiliki tanggung jawab dan beban yang sama dengan para kader lainnya yang notabene berada di bawahnya. Komitmen dalam kerja-kerja dakwah yang tinggi itu, bukan isapan jempol belaka dan ia buktikan secara nyata dalam kerja-kerja dakwah di hadonah Batu Ampar. 

Tanggung jawab besar tanpa pamrih itu Pak Andi buktikan di Pemilu Lesgislatif 2014 baru-baru ini. Saat syuro BPH Batu Ampar membahas “pertarungan” mengawal dan mempertahankan suara PKS saat perhitungan suara di Kelurahan yang terkenal alot, memakan waktu lama dan rawan manipulasi suara partai, sebelum para kader lainnya mengacungkan tangan, ia langsung mengajukan diri menjadi saksi utama PKS di PPS Kelurahan. 

Tak hanya itu, di depan para kader yang hadir dalam syuro DPRa Batu Ampar itu pula Pak Andi menyatakan akan menginfakkan seluruh waktunya, mulai pagi hingga malam selama masa perhitungan bertarung di kelurahan mengawal suara PKS hingga penandatanganan Berita Acara (BA) perhitungan dan hingga pengantaran kotak suara BA ke PPK tingkat kecamatan. Dan janji itu Pak Andi buktikan dan tunaikan dengan komitmen tinggi di lapangan. Selama dua hari berturut-turut hari Senin (14/4) hingga Selasa (15/4), seluruh waktu, pikiran dan tenaganya ia berikan untuk bertarung mengawal suara PKS di kelurahan. 

Komitmen, pengorbanan dan kerja dakwah yang tinggi dari Pak Andi selama ini, ternyata tak bertepuk sebelah tangan. Di mata para kader, khususnya Kecamatan Kramatjati dan Kelurahan Batu Ampar, kiprah dan komitmen Ustadz Andi benar-benar menginspirasi para kader dakwah. Pak Harun al-Rasyid, Koordinator Saksi PKS DPC Kramatjati Pileg 2014, mengaku benar-benar terharu dan menaruh hormat kepada Pak Andi, terlebih melihat komitmen, pengorbanan  dan tanggung jawab beliau yang besar kepada dakwah dan partai ini.

Pasalnya, meskipun dilihat dari jenjang keanggotaan jamaah Ustadz Andi sebagai ustadz senior, namun Ustadz Andi tak malu untuk berkonsultasi dan bertanya terkait tanggung jawab yang diamanahkan kepadanya. Saat menjalani tugas sebagai saksi PKS di kelurahan misalnya, Pak Andi selalu berkonsultasi dengan Pak Harun, koordinasi saksi DPC yang tak lain adalah mad’unya sendiri. Bahkan, selasa sore tadi (15/4) saat meninggalkan kantor PPK, ia tetap lapor ke Pak Harun, sampai minta izin segala. “Ana terharu, merasa terhormat dan tak kuasa meneteskan air mata mengalami hal ini. Meskipun posisi beliau sebagai murobbi ana, namun beliau tidak malu untuk bertanya dan berkonsultasi kepada ana yang tak lain adalah mad’u beliau sendiri,” ujar Pak Harun, dengan suara tersendat dan air mata yang meleleh, tak kuasa menahan haru.   

Hal serupa juga dirasakan sejumlah kader dan mad’u beliau lainnya di DPRa Batu Ampar. Beliau selalu hadir dalam rapat BPH yang digelar struktur. Meski DPRa Batu Ampar telah memiliki Markaz dakwah sendiri, beliau selalu saja menawarkan rumahnya sebagai tempat pertemuan dan syura DPRa Batu Ampar dan saat struktur membuat program kerja dakwah beliau selalu berusaha berada di depan mengambil tanggung jawab tersebut. 

Demikian sekelebat pengorbanan, komitmen kerja dan tanggung jawab besar yang telah diambil Ustadz Andi Susanto untuk kemajuan dakwah dan partai ini. Bukan tipe beliau ingin disanjung dan dipuji lantaran pengorbanan dan kerja dakwahnya. Namun, satu hal para kader partai dakwah ini belajar dari beliau: komitmen, kerja dan pergorbanan untuk dakwah adalah yang utama, tanpa harus menonjol-nonjolkankan posisi dan jenjang ketarbiyahan. Suatu sikap yang patut diteladani dari Ustadz Andi Susanto.


*Oleh Rivai Hutapea

Iklan
Posted in: Indonesia