Perdamaian Hamas dan Fatah di Rumah Ismail Haniyah

Posted on April 24, 2014

0


dakwatuna.com – Palestina. PM Palestina, Ismail Haniyah, menyatakan bahwa masa-masa konflik dan pertikaian di internal rakyat Palestina (khususnya antara Hamas dan Fatah) telah berakhir.

Hal tersebut disampaikan PM Haniyah dalam jumpa pers (23/4) setelah tercapainya kesepakatan damai (al-mushalahah) antarfaksi Palestina dalam pertemuan tertutup PLO dan Hamas di kediamannya di Jalur Gaza.

Beberapa poin penting kesepakatan damai yang tercapai dalam pertemuan tersebut sebagaimana yang dibacakan PM Haniyah adalah sebagai berikut:

Pertama, kesepakatan untuk melaksanakan berbagai kesepakatan dan kesepahaman antarfaksi Palestina yang tercapai sebelumnya, baik di Cairo (Mesir) maupun Doha (Qatar), yang dianggap sebagai rujukan utama langkah-langkah ishlah berikutnya.

Kedua, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, akan memulai perundingan pembentukan pemeritahan koalisi Palestina sebagaimana yang disepakati dalam perundingan rekonsiliasi di Cairo, yang akan diumumkan dalam lima pekan setelah ishlah (rekonsiliasi) ini tercapai.

Ketiga, Pemilu Presiden dan Parlemen Palestina akan diselenggarakan enam bulan setelah rekonsiliasi tercapai dengan penanggung jawab pelaksanaan Presiden Mahmoud Abbas setelah berkonsultasi dengan seluruh kekuatan (kelompok) politik rakyat Palestina. Pembicaraan lebih lanjut tentang hal ini akan dibahas dalam pertemuan PLO mendatang.

Keempat, kesepakatan untuk memperbaiki dan mereformasi struktur PLO yang akan diupayakan dalam tenggat waktu lima pekan setelah rekonsiliasi ini tercapai.

Kelima, kesepakatan untuk mengaktifkan dan mengefektifkan kembali Parlemen Palestina.

Perundingan damai internal Palestina ini berlangsung dua hari, 22-23 April 2014, dengan Hamas sebagai tuan rumah, setelah Delegasi PLO yang dipimpin oleh Azzam Al-Ahmad dari Fatah berkunjung langsung ke Jalur Gaza. (paltimes/rem/dakwatuna)

 

Iklan
Posted in: Palestina