Kejagung Belum Berani Periksa Jokowi, Kenapa?

Posted on Mei 17, 2014

0


Islamedia.co – Penyidik dari Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung masih belum berniat untuk memeriksa Gubernur DKI Jokowi dan Wakil Gubernur Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dalam kasus dugaan mark up bus TransJakarta. 
“Sampai dengan saat ini belum sampai kesitu ya, itu saya kira secara detail Jampidsus (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus) nanti yang jelaskan, tapi sejauh ini belum sampai kesana,” tegas Jaksa Agung  Basrief Arief, Jumat (16/5) di Jakarta. 
 


Namun, lanjut Basrief, penyidik pada gedung bundar akan terus membidik keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, dan tak berhenti hanya pada empat orang saja.
 


Menurut Basrief, penyidik kini terus melakukan evaluasi atas keterangan empat orang tersangka dalam kasus ini, maupun keterangan saksi-saksi untuk kemudian membidik keterlibatan pihak lain.
 
“Itu kan nanti penyidik yang melakukan evaluasi hasil pemeriksaan penyidik, setelah evaluasi nanti baru ketahuan arah kemana, ada enggak keterlibatan orang lain disitu,” cetus Basrief.
 


Diketahui dalam kasus ini penyidik pidana khusus telah menetapkan empat orang tersangka, yakni Drajat Adhyaksa selaku Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Bus Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Kegiatan Pengadaan Armada Bus TransJakarta dan Setyo Tuhu selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Keduanya sudah ditahan
 
Dua tersangka yang baru ditetapkan yakni Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta, Udar Pristono dan Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Prawoto.[sklnws/beningpost/IM]

Iklan
Posted in: Indonesia