Syarat Capres: Orang Baik dan Partai Baik?

Posted on Mei 25, 2014

0


Islamedia.co – Kemarin Kamis (22/5/2014), Anies Baswedan mengumumkan dukungannya kepada pasangan Jokowi-JK. Intelektual muda nan cerdas yang saya kagumi ini mengemukakan alasannya.

“Kita harus mendukung orang baik duduk di pemerintahan,” kata Anies yang juga rektor Universitas Paramadina itu.

Pagi ini, saya baru saja baca sebuah pesan di Facebook. Orang tersebut menulis bahwa ia akan mendukung Jokowi tapi tidak memilih PDI-P. Komentar sejenis ini cukup banyak dan kian banyak juga yang mengamininya sehingga muncul slogan: Jokowi Yes, PDI-P No.

Saya tak ingin menggurui tokoh cerdas seperti Anies Baswedan. Juga pihak lain yang siap mendukung Jokowi tapi tidak memilih PDI-P sebagai partai pengusungnya. Saya hanya ingin mengingatkan tentang apa yang dialami oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Walikota Surabaya Risma.

Keduanya orang baik. Bahkan mungkin sangat baik. Tapi apa yang dialami keduanya saat menjadi orang nomor satu di daerahnya? Tak mendapat dukungan dari partai pengusung dan parlemen. (Silakan googling dan baca tulisan saya: PKS Di Antara Risma dan Kang Emil). Program kerja keduanya ditolak mentah-mentah sehingga tak berjalan sesuai rencana. Yang mutakhir kita bisa lihat kasus Risma yang ngotot ingin menutup Lokalisasi Dolly tapi justru ditentang oleh PDI-P.

Cukupkah orang baik kita dukung untuk jadi presiden? Bagi saya jawabannya jelas “No”. Saya sepakat dengan Anies Baswedan bahwa Jokowi adalah orang baik. Tapi itu sama sekali belum cukup menjadi alasan kita mendukungnya. Mengapa? Karena ia didukung oleh partai yang memiliki rekam jejak tak baik atau buruk. Belum lagi jika kita mau sedikit jujur untuk melihat ada siapa di belakang Jokowi.

Jika kita mendukung Jokowi karena hanya beralasan dia orang baik tentu saja hal yang kurang tepat. Karena terbukti, orang baik tak berdaya saat ia berkuasa karena tak didukung oleh partai baik.

Orang baik dan partai atau pendukung yang baik ibarat satu paket. Bagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Dan mohon maaf, Jokowi belum memenuhi syarat untuk itu. Bukan karena ia orang jahat, tapi partai dan pendukungnya yang memiliki rekam jejak buruk.

Erwyn Kurniawan
twitter : @Erwyn2002

Iklan
Posted in: Indonesia