Bohong Lagi… Para Kiai NU Sesalkan Klaim Sepihak Jokowi-JK

Posted on Juni 9, 2014

0



timthumb3 

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur (Jatim), KH Shalahuddin Wahid, membantah telah memberikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang.

‎”Ah gak bener itu, siapa bilang? Kita gak mungkin mendukung yang kita sendiri gak tahu apa yang akan dia lakukan untuk pesantren ke depan,” kata kiai yang akrab disapa Gus Sholah itu, di Jakarta, Selasa (3/6).

Dia menegaskan, pihaknya tidak mempengaruhi para santri, alumni, dan masyarakat sekitar pesantren yang dipimpinnya untuk mendukung atau memilih salah satu pasangan capres-cawapres. “Sampai saat ini, saya tidak mendukung salah satu calon. Mereka bebas pilih siapa saja,” ujar adik kandung presiden RI keempat Gus Dur itu.

Kendati begitu, Gus Sholah masih memberi sinyal peluang untuk mendukung salah satu pasangan capres-cawapres pada beberapa hari ke depan. Pasalnya, dirinya bersama sejumlah kiai pesantren se-Indonesia berencana menggelar pertemuan dengan kedua pasangan, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Jokowi-JK.

“Kami ada Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MPPPI) akan mengundang kedua capres-cawapres untuk memaparkan visi-misinya, kita ingin mendengarkan bagian mana visi-misi keduanya yang bertujuan untuk memajukan dan mendayagunakan‎ pesantren selama kepemimpinan mereka ke depan,” ujar ketua dewan pembina MPPPI itu.

Sebelumnya diberitakan, Koordinator Wilayah Pemenangan Jokowi-JK Jatim dari Partai Nasdem, Effendy Choirie mengklaim, telah mendapat dukungan ratusan ulama NU serta pemilik pesantren besar di seluruh wilayah Jatim.

Pesantren itu antara lain, Tebuireng Jombang, Blok Agung Banyuwangi, Tambak Beras Jombang, Alhikam Malang, ‎Nurul Jadid Probolinggo, dan Zainul Hasan Genggong Probolinggo.

Pendapat Gus Sholah diamini Sekjen MPPPI, Kiai Syafiullah Muzammil. Dia mengaku, sejauh ini belum ada pimpinan pesantren yang dimaksud secara kelembagaan menyatakan dukungannya kepada salah satu pasangan.

“Sejauh ini, para kiai pesantren besar itu belum menentukan sikap akan mendukung siapa. Jadi tolong ini diluruskan ya,” kata pengasuh Ponpes al-Asfa Yogyakarta itu.

Dia juga menyayangkan pihak tertentu yang mengklaim bahwa sejumlah pesantren telah mendukung salah satu pasangan calon. “Kita sangat menyayangkan klaim seperti itu. Hal itu jelas tidak mendidik kepada masyarakat. Jangan hanya karena pernah sowan ke beberapa pesantren tersebut lantas menklaim telah mendapat dukungan,” tukasnya.

Sumber: rol/suaranews.com

***

Bohong, salah satu tanda munafik

Dalam hadits ditegaskan:

Hadis riwayat Abdullah bin Amru ra., ia berkata, Rasulullah saw. pernah bersabda:

أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

Ada empat sifat yang bila dimiliki maka pemiliknya adalah munafik murni. Dan barang siapa yang memiliki salah satu di antara empat tersebut, itu berarti ia telah menyimpan satu tabiat munafik sampai ia tinggalkan. Apabila berbicara ia berbohong, apabila bersepakat ia berkhianat, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila bertikai ia berbuat curang. [HR Muslim]

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Ada tiga tanda orang munafik; apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila dipercaya ia berkhianat. [HR Muslim]

(nahimunkar.com)

– See more at: http://www.nahimunkar.com/bohong-lagi-para-kiai-nu-sesalkan-klaim-sepihak-jokowi-jk/#sthash.kNxfPU8O.dpuf

Iklan
Posted in: Indonesia