Dikhabarkan, Kiprah Jokowi Serba Klenik Perdukunan Kemusyrikan

Posted on Juni 9, 2014

0



timthumb2

Ilustrasi/ suaranews.

.

 

Ruwatan yang dalam foto ini jelas ritual kemusyrikan. Silakan baca, Ruwatan dan Kemusyrikan Dimuncul-munculkan Lagi di Indonesia http://www.nahimunkar.com/ruwatan-dan-kemusyrikan-dimuncul-munculkan-lagi-di-indonesia/

Ritual ruwatan atau membuat sesaji untuk dipersembahkan kepada roh-roh dan sebagainya itu termasuk kemusyrikan, karena sudah ditegaskan oleh Allah Ta’ala:

وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ(106)

”Dan janganlah kamu memohon kepada selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu,jika kamuberbuat (hal itu), maka sesungguhnya kamu, dengan demikian,termasukorang-orang yang dhalim (musyrik).” (Yunus/ 10:106).

{ إنك إذاً من الظالمين } : أي إنك إذا دعوتها من المشركين الظالمين لأنفسهم .

“…maka sesungguhnya kamu, dengan demikian,termasukorang-orang yang dhalim (musyrik).” Artinya sesungguhnya kamu apabila mendoa kepada selain-Nya adalah termasuk orang-orang musyrik yang mendhalimi kepada diri-diri mereka sendiri. (أيسر التفاسير للجزائري – (ج 2 / ص 153)

Dalam proses Pemilihan Presiden 2014, sebelumnya ada pengambilan nomor urut di KPU oleh para calon presiden.

Jokowi dikhabarkan, sudah menyembelih ayam hitam dan perkutut Majapahit (untuk sesajen, suatu ritual kemusyrikan yang bisa membatalkan keislaman) atas saran dukun, tahu-tahu dapatnya di KPU nomor 2 untuk Jokowi. Nomor 2 itu seperti nomor yang diperoleh Megawati waktu nyapres 2004 yang lalu dan ternyata Mega kalah. Maka Jokowi yang percaya klenik ini kecewa, dan dukunnya dipulangkan ke Sukoharjo Solo.

Bila kejadian itu benar, maka begitulah resikonya. Ketika orang percaya klenik perdukunan, sedang dukun itu adalah kekasih syetan, padahal syetan hanyalah menakut-nakuti dengan kefakiran dan menyuruh kekejian, maka akibatnya di dunia saja sudah kerepotan.  Benarlah firman Allah Ta’ala:

{ الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ} [البقرة: 268]

268. syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan; sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. (QS Al-Baqarah: 268).

Kalau keyakinannya saja seperti itu, kenapa ada yang tega berkata bahwa kalau dia menang maka akidah akan dijamin atau diperbaiki.

Inilah tulisan yang menyoroti tingkah Jokowi yang jauh dari Islam itu.

***

 

Saat Urus Jakarta, Ternyata Jokowi Putuskan Melalui Klenik & Dukun Ki Drajat

 

JAKARTA (voa-islam.com) – Selama ini Jokowi percaya pada unsur unsur Kejawen. Setiap mengambil keputusan penting, ia konsultasi dulu dengan penasihat spiritual.

Tugas para dukun ini selama jadi Gubenur DKI, Jokowi sering memanggil mereka untuk dimintai terawangan-terawangan mistis tentang keputusan yang akan diambil.

Di Jakarta, para penasihat spiritul Jokowi di tempatkan di Gang Arab. Mereka kebanyakan berasal dari Solo dan sekitarnya. Nah, kegemaran Jokowi tentang minta nasihat para dukun ini, klop dengan AM Hendropriyono.

Edo, panggilan akrab AM Hendropriyono dalam menjalankan operasi intelejen juga gemar minta petunjuk dukun. Tak hanya itu, Edo juga sering meminta jimat ke dukun. Salah satu jimat Edo adalah batu akik yang matanya berasal dari Bacan, Maluku. Ia meminta jimat itu karena SBY juga memakainya.

Walaupun pakai batu akik yg sama, tapi pamor Edo tetap kalah dengan pamor SBY karena akik Edo KW 1 alias aspal

Kegemaran Edo tersebut cocok dengan Jokowi, makanya mereka klop sejak Pilkada Solo. Mereka rukun sampai sekarang.

Ambil Nomor Urut Capres, Jokowi Jalani Ritual Klenik

Nah, seminggu sebelum pengambilan nomor urut capres di KPU, Jokowi bertemu dengan Ki Drajat, dukun kepercayaannya. Oleh Ki Drajat, Jokowi disuruh puasa mutih sehari, yaitu sehari sebelum mengambil nomor undian di KPU.

Sebagai titik berangkat, Jokowi juga diminta berangkat dari daerah yang dekat dengan Jalan Cendana. Mengapa? Di kalangan Kejawen, Suharto adalah tokoh Kejawen yg disegani. Energi spiritual Suharto besar. Makanya Jokowi perlu menyerapnya.

Makanya dipilihlah Taman Menteng sebagai titik berangkat Jokowi, yang dianggap paling dekat dg Jalan Cendana. Jokowi memilih dekat SuhartoDengan berangkat dari Taman Menteng, Jokowi berharap pamor Suharto bisa pindah pada dirinya.

Seminggu sebelum pengambilan nomor, Jokowi juga melakukan ritual. Yaitu memotong ayam hitam dan perkutut Majapahit. Perkutut Majapahit khusus di datangkan dari Pacitan, kampung SBY. Tujuannya,  menyerap pamor SBY.

Patut diketahui, Jokowi merupakan trah Mataram, padahal presiden selama ini, selain Habibie, adalah trah Majapahit. Semua ritual tersebut bertujuan agar Jokowi mendapatkan nomor urut 1.

Sebelum mengambil nomor, Jokowi baca mantra dulu. Setelah baca mantra dia mengatupkan kedua tangan di bibir, baru mengambil. Ternyata dapat nomor 2. Makanya Jokowi jadi agak pucat karena tidak sesuai harapan, yaitu mendapatkan nomor 1.

Mengapa Jokowi menghindari nomor 2? Ini tidak hanya berdasarkan menurut pertimbangan mudah untuk kampanye, tapi lebih karena pertimbangan klenik.

Waktu Pemilu 2004, ketika mega berpasangan dengan Hasyim, juga mendapatkan nomor 2 dan kalah. Waktu itu SBY nomor 4. Nah, angka yang dekat dengan nomor 4 dalam pandangan klenik, yaitu nomor 1, karena batangnya sama-sama 1. Makanya Jokowi memburu nomor 1. Dan dia gagal mendapatkan. Begitu dapat nomor 2, dia langsung teringat kekalahan Mega di 2004.

Ternyata, Calon presiden Jokowi sangat percaya kepada klenik.

Jokowi kerap meminta pertimbangan kepada dukunnya untuk memutuskan perkara. Bahkan setelah Jokowi mendapatkan nomor urut 2 di Pilpres 2014, mantan Wali Kota Solo itu memecat dukunnya. “Setelah pengambilan nomer di KPU, dukun Jokowi dipecat. Malam-malam dia dipulangkan ke Sukaharjo via travel,” kata Ragil Nugroho melalui akun Twitter, @ragilnugroho1 seorang mantan aktivis PRD.

Ragil, mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini menyatakan bahwa seminggu sebelum pengambilan nomor urut capres di KPU, Jokowi bertemu dengan Ki Drajat, dukun kepercayaannya.

“Oleh Ki Drajat, Jokowi disuruh puasa mutih sehari, yaitu sehari sebelum mengambil nomor undian di KPU,” papar Ragil.

Ragil mengatakan, seminggu sebelum pengambilan nomor, Jokowi juga melakukan ritual. Yaitu memotong ayam hitam dan perkutut Majapahit. “Perkutut Majapahit khusus di datangkan dari Pacitan, kampung SBY. Tujuannya untuk menyerap pamor SBY,” ungkap Ragil.

Ragil mengungkapkan, waktu pengambilan nomor urut di KPU, tim spiritual Jokowi juga menyebar bunga tiga warna di halaman KPU. “Semua ritual tersebut bertujuan agar Jokowi mendapatkan nomor urut 1. Sebelum mengambil nomor, Jokowi baca mantra dulu,” jelas Ragil.

Lanjut Ragil, setelah baca mantra dia mengatupkan kedua tangan di bibir, baru mengambil. Ternyata dapat nomor 2. “Makanya Jokowi jadi agak pucat karena tidak sesuai harapan, yaitu (ingin) mendapatkan nomor 1,” paparnya.

Mengapa Jokowi menghindari nomor 2? Ini tidak hanya berdasarkan pertimbangan mudah untuk kampanye, tapi lebih karena pertimbangan klenik.

Ragil mengutarakan, malam harinya Ki Drajat dievaluasi karena Jokowi dapat nomor urut 2. Dengan enteng Ki Drajat mengatakan, kalau aura Jokowi kalah sama Prabowo.

“Jokowi melupakan pesan Ki Drajat agar menyalami lebih dulu Prabowo, ternyata justru Prabowo yang lebih dulu menyalami Jokowi,” pungkas Ragil.
Bagi umat Islam percaya pada dukun adalah syirik (kemusyrikan, dosa paling berar, dan pelakunya tidak diampuni, bila sampai mati belum bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat, red NM). Naudzubillah.

Itulah #kabaranginpagi, bagi umat Islam tak usah terlalu dipercaya, karena fakta ini hanya sebatas ungkap fakta. Kita lebih percaya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Barang siapa yang mendatangi seorang dukun dan bertanya sesuatu maka dia tidak akan diterima sholatnya selam empat puluh hari.”

Rasulullah SAW.   bersabda yang artinya : “Barang siapa yang mendatangi seorang dukun dan bertanya sesuatu maka dia tidak akan diterima sholatnya selam empat puluh hari.”

Dan dari Abu Hurairah juga : “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun dan dia percaya dengan apa yang dikatakannya meka dia telah kufur dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW.”

Hadist itu meyakinkan muslim beriman, bahwa “dukun” adalah media setan yang sok tau ilmu ghaib, padahal hanya mereka-reka dengan berita palsu yang didengarnya. Sedangkan rahasia alam ghaib , itu hanya Allah yang tahu, tak ada seorangpun manusia yang tahu sebagaimana firmannya:

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-An’am (6) : 59 yang artinya : “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidaklah jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh ).” [petikan/dedi] voa-islam.com, Rabu, 5 Sya’ban 1435 H / 4 Juni 2014 00:10 wib

 

(nahimunkar.com)

– See more at: http://www.nahimunkar.com/dikhabarkan-kiprah-jokowi-serba-klenik-perdukunan-kemusyrikan/#sthash.vF30yJQH.dpuf

Iklan
Posted in: Indonesia