Elektabilitas Prabowo-Hatta Melesat, Para Dubes Merapat

Posted on Juni 13, 2014

0


JAKARTA – Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD menilai pendekatan yang dilakukan oleh sejumlah kedutaan besar terhadap pasangan nomor urut satu adalah hal yang positif. Ia menganggap pendekatan itu adalah hal yang wajar.

“Ya enggak apa-apa, saya pikir itu wajar saja,” katanya di rumah tim pemenangan Prabowo-Hatta di Rumah Polonia Cipinang Cempedak Jakakarta Timur, Rabu (11/6).

Menurutnya, dalam momentum kampanye pemilihan presiden semua bebas untuk menjalin komunikasi dengan siapapun. Termasuk dengan pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta.

Sebelumnya, Wakil Ketua Bidang Strategi Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Hatta, M Romahurmuziy mengatakan, beberapa kedutaan besar memberi sinyal dan mengaku ingin bertemu dengan Prabowo.

“Kedutaan-kedutaan hari ini sudah memberikan sinyal-sinyal yang memang tidak disampaikan sebelumnya. Saya tidak menyebutkan nama kedutaannya yah. Kedutaan-kedutaan yang mungkin cukup sensitif yang semula tidak ingin menggelar pertemuan khusus dengan Pak Prabowo,” katanya, Selasa (10/6).

Romy mengatakan, kedutaan-kedutaan besar itu melihat elektabilitas capres nomor urut 2 Joko Widodo (Jokowi) yang hampir tidak terkalahkan pada akhir tahun lalu dan awal tahun ini. Sehingga tidak terlalu terbuka dengan Prabowo. Tetapi, kata dia, sekarang para duta besar mulai meminta waktu untuk bertemu dengan Prabowo.

Bahkan dalam waktu dekat ini, menurut dia, para duta besar akan menggelar pertemuan resmi untuk mendengar pandangan capres dari koalisi Merah Putih itu.

Politikus PPP ini memaknai hal tersebut sebagai bahasa halus dari pengakuan mereka bahwa elektabilitas capres yang diusung Koalisi Merah Putih itu meningkat dan sangat mungkin menjadi pemenang dalam pilpres Juli mendatang. (rol)

Iklan
Posted in: Indonesia