Mesir, Saudi, dan Emirat Terlibat dalam Serangan ke Gaza?

Posted on Juli 10, 2014

0


dakwatuna.com – Gaza. Direktur badan intelijen negara Mesir, Muhammad Farid At-Tuhami, berkunjung ke Israel dua hari sebelum dimulainya serangan ke Gaza. Kunjungan ini menimbulkan dugaan keterlibatan pemerintahan kudeta Mesir terlibat dalam penyerangan ke Gaza akhir-akhir ini. Islamion, Rabu (9/7/2014), membahas tentang hal ini.

Radio Israel memberitakan bahwa At-Tuhami menemui beberapa pimpinan militer dan polisi Israel. Pembicaraan mereka berkitar pada masalah memanasnya hubungan antara Hamas dan Israel pasca hilangnya tiga remaja permukiman Israel. Dalam perbincangan itu, dinyatakan juga tentang hubungan strategis antara kedua belah pihak.

Sebelumnya Mesir melakukan mediasi antara Hamas dan Israel. Tapi hal itu berhenti setelah At-Tuhami menolak poin-poin permintaan Hamas yang menjadi syarat dihentikannya serangan roket ke Israel. Hal lain yang menyebabkan At-Tuhami menolakn permintaan itu adalah karena Mesir harus menghentikan beberapa langkah militer yang sudah dilakukan sejak lima bulan terakhir di Sinai. Langkah-langkah itu bertujuan melemahkan militer Hamas.

Pada tanggal 15 Juni yang lalu, As-Sisi, presiden kudeta di Mesir saat ini, juga telah merestui Israel untuk melakukan serangan ke Gaza dengan tujuan menghancurkan segala potensi militer, terutama yang dimiliki oleh Hamas. As-Sisi sangat bersemangat dalam hal ini karena Hamas tak lain adalah Ikhwanul Muslimin di Palestina, yang berada tak jauh dari mereka di dataran Sinai.

Jika As-Sisi dan jajaran pemerintahan kudetanya terlibat, maka tak mustahil Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab juga terlibat. Apalagi televisi channel 2 Israel memberitakan bahwa Emirat bersedia mendanai setiap serangan militer yang dilakukan Israel ke Hamas di Gaza. Salah seorang menteri Israel juga sudah berkunjung ke Dubai untuk membahas masalah ini. Oleh karena itu, tak mengherankan jika Simon Peres pernah mengatakan, “Dulu kita sendirian, saat ini kita tak lagi sendirian.” (msa/dakwatuna)

Iklan
Posted in: Palestina, Zionis