Mursi, Palestina, dan Kedengkian

Posted on Juli 15, 2014

0


Palestinian Hamas leader in the Gaza Strip Ismail Haniya receives Egyptian Prime Minister Hisham Qandil in Gaza City, on 16 November 2012. (al-akhbar.com)

Beginilah kehidupan…….!!!

Dulu ia ikut-ikutan panjang lidah terhadap seorang presiden yang dipilih secara sah oleh rakyatnya.

Padahal ia saksikan, ketika Gaza diserang Zionis, presiden itu bertindak tegas dengan membuka perlintasan dan mengutus perdana mentrinya ke sana (PM Hisham Qandil, gbr atas –ed). Melakukan tindakan nyata untuk menghentikan kekejaman Yahudi laknatullah dan memberikan bantuan ril terhadap saudara sesama muslim di Palestina.

Rekam jejak tindakannya masih bertebaran di internet sampai hari ini.

Ketika presiden itu dikudeta ia ikut bergembira. Cacian dan makian dengan bahasa penuh sindiran setiap saat keluar melalui status FBnya.

Rekam jejak sentilan-sentilannya pun masih ada di dinding FBnya sampai saat ini.

Lucunya, hari ini ketika Gaza diserang kembali ia ikut berkoar-koar, seolah-olah membela rakyat Gaza.

Katanya ia merindukan seorang pemimpin muslim sejati yang berani tegas terhadap Yahudi dan membela rakyat Palestina. Menyalahkan pemimpin-pemimpin Arab sekarang yang tidak mempunyai kepedulian terhadap saudaranya sesama muslim dan tidak punya keberanian menentang kekejaman Israel.

Tidak tahulah kita, apakah ungkapan itu hanya sebagai ungkapan munafik pemanis bibir? Atau memang ada file-file yang tidak beres di otaknya, sehingga ia lupa terhadap tindakan-tindakannya dulu. Atau karena kebenciannya kepada kelompok yang mengusung presiden itu membuat hatinya mengingkari prestasi apa pun yang muncul darinya.

Selalu saja kehidupan ini memperlihatkan keanehan-keanehan yang sulit diterima akal. Tapi itulah kenyataannya.

Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kedengkian yang menghitamkan jiwa. Yang membuat hati menolak kebenaran dan kebaikan.

Allahumma inni shaim.

(Zulfi Akmal)

Iklan
Posted in: Palestina, Zionis