Haniya : Hamas Membela Al-Quds dan Kekayaan Rakyat dan Umat Islam

Posted on Juli 16, 2014

0


http://indonesiakatakami.files.wordpress.com/2012/11/haniyeh-2.jpg
Islamedia.co – Wakil Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Ismail Haniyah menegaskan rakyat Palestina hari ini sedang menghadapi babak penting dari babak-babak konflik dengan penjajah Zionis dan membuka cakrawala hakiki dan sungguh-sungguh untuk generasi Palestina agar mereka memiliki entitasnya di tanah Palestina.
“Di hadapan kita hari ini ada kewajiban membela tanah, rakyat, tanah air dan kehormatan kita, kewajiban membela kemuliaan dan masa depan generasi kita dalam menghadapi perang yang dilakukan penjajah Zionis pada kita,” ujarnya berpesan hari Senin (14/07/2014) pada seluruh rakyat Palestina, sebagaimana dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC).
Mantan perdana menteri yang menyerahkan kursi pemerintahan nya secara sukarela, setelah memimpin selama 8 tahun berturut-turut dan menyerahkan kekuasaan pada pemerintah persatuan ini mengatakan telah banyak melihat inovasi dan kejutan dari faksi pejuang dan Al Qassam.
“Kita hari ini melihat inovasi-inovasi perlawanan dan kita melihat kejutan-kejutan Brigade al Qassam serta faksi-faksi perlawanan Palestina untuk disampaikan kepada kita, kepada bangsa dan umat ini sejumlah pesan dan tanda-tanda.”
Tak hanya gencatan, tapi blokade
Dia menegaskan sedang membuat langkah-langkah komunikasi dan diplomasi dari sejumlah negara untuk turun tangan menghentikan agresi Zionis, termasuk faksi-faksi perlawanan dan semua pimpinan Arab dan Islam.
Ia menegaskan, masalahnya bukan pada gencatan senjata dan kembali kepada gencatan. Namun komitmen penjajah Zionis pada gencatan dan penghentian agresi terhadap rakyat Palestina. Sebab masalahnya adalah realita yang dialami rakyat Palestina berupa blokade yang diberlakukan yang menyebabkan penderitaan dan kepedihan selama blokade.
Karena itu blokade harus diakhiri, rakyat Palestina harus hidup bebas bermartabat, rakyat di Tepi Barat harus hidup aman dan pembantaian.
Dia juga menegaskan rakyat Palestina tidak pernah patah kemauannya menghadapi blokade, kekerasan blokade selama bertahun-tahun tidak bisa mencegah perlawanan memiliki segala sarana untuk membela rakyat, tanah air dan kehormatannya.
Perlawanan di Gaza ini membuktikan bahwa mereka menyatu dengan warga Palestina di Tepi Barat, al Quds dan di semua tempat.
Membela Umat Islam
Dia mengatakan bahwa para pejuang perlawanan, al Qassam, Jihad Islam dan semua faksi hari ini membuktikan bahwa mereka tidak pernah lalain dari urusannya, tidak pernah menyia-nyiakan waktunya, tidak pernah meletakkan senjatanya, tidak pernah sibuk dengan urusan yang menjauhkan mereka dari kewajibannya agar menjadi perlawanan yang kuat, aktif dan mampu menghadang perang dan agresi seperti ini.
Dia juga menegaskan bahwa Hamas tidak sedang membela kekuasaan dan tidak membela sebuah negara di Jalur Gaza.
“Hamas tidak sedang membela entitasnya sendiri, namun hari ini Hamas membela rakyatnya, tanah kelahirannya, tanah airnya, membela al Quds dan kekayaan rakyat dan umat (umat Islam secara keseluruhan, red) ini. Ini adalah bukti-bukti yang harus disadari semua pihak bahwa kekuatan dari pihak manapun di Palestina adalah kekuatan bagi semua bila diarahkan pada arah yang benar dan merealisasikan obsesi rakyat Palestina untuk mendapatkan hak kemmbali, kemerdekaan, kebebasan, negara dan pembebasan para tawanan dari penjara-penjara penjajah Zionis,” ujarnya. [hidcom/im]
Iklan
Posted in: Palestina, Zionis