Bendungan Renaissance Terus Dibangun, Mesir Siap-siap Kekurangan Air

Posted on September 9, 2014

0


Bendungan Renaissance yang sedang dibangun di Ethiopia (shourouknews.com)

dakwatuna.com – Kairo. Perdana menteri Ethiopia, Hailemariam Desalegn, mengatakan bahwa proses pembangunan bendungan Renaissance di Ethiopia sudah mencapai 40%. Keberhasilan dalam membangun bendungan raksasa di aliran sungai Nil ini akan menjadi murni prestasi rakyat Ethiopia.

Dalam keterangan persnya, Sabtu (6/9/2014) kemarin, Desalegn memuji-muji kerja sama seluruh rakyat dalam membangun bendungan ini. Jumlah partisipasi rakyat dalam membiayai proyek ini mencapai 9 miliar Birr Ethiopia (IDR 3.7 triliun).

Proyek pembangunan bendungan ini sempat menjadi polemik negara-negara aliran sungai Nil, terutama Mesir. Semasa memerintah, Presiden Muhammad Mursi mempunyai sikap yang tegas berkenaan dengan pembangunannya demi memelihara hak rakyat Mesir atas sungai Nil. Karena sungai terpanjang di dunia ini adalah urat nadi kehidupan jutaan rakyat Mesir.

Adapun pemerintah kudeta di bawah pimpinan As-Sisi, tidak mempunyai sikap tegas. Mereka membiarkan begitu saja pihak Ethiopia melanjutkan pembangunannya. Beberapa pengamat menilai, sikap lemah pemerintah kudeta ini adalah harga yang harus dibayar Mesir agar kembali mendapatkan pengakuan dari Uni Afrika yang sempat tidak mengakui pemerintahan hasil kudeta militer. (msa/dakwatuna/fj-p)

 

Iklan
Posted in: Ethiopia, Mesir