Inilah Kesan Setelah Menonton Film Hijabers in Love

Posted on September 9, 2014

0


Islamedia.coSalah satu hal yang menyerang remaja adalah virus merah jambu. Hal ini yang juga dialami oleh Annisa (Andania Suri) di film Hijabers in Love (HIL), gadis 15 tahun yang ceria, agak tomboy, terbuka dan tukang kepo (makanya dijuluki Miss Kepo). Memasuki masa awalnya bersekolah di SMA Tunas Bangsa, ia berkenalan dan akhirnya bersahabat dengan Jelita (Vebby Palwinta), gadis 15 tahun yang berjilbab, ayu namun pemalu, pendiam, juga gape main gitar.

Memasuki masa awal sekolah, ketika dilakukan presentasi sejumlah ekskul, perhatian Annisa tertumpah hatinya pada sosok Ananda (Shawn Adrian Khulafa), aktivis dakwah Rohis, yang tinggi, kurus, berkulit putih, tenang dan ganteng namun tak mengenal konsep pacaran, juga jago main biola. Sementara Jelita tertarik dengan aktifitas Rohis dan segera bergabung.

Annisa pun terserang VMJ. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama pada Ananda. Annisa pun memutuskan berjilbab hanya agar Ananda memperhatikan dirinya. Namun rupanya Ananda lebih memperhatikan Jelita yang berjilbab lebih dulu. Annisa kecewa. Ia pun diam-diaman dengan Jelita. Annisa berniat melepas jilbabnya.

“Kamu bertanya pada orang yang salah. Mama tidak berjilbab kok ditanya tentang jilbab.” kata Mama Annisa yang diperankan oleh Keke Harun.

Lalu Mama Annisa melanjutkan, “Kamu berjilbab karena orang dan kamu melepas karena orang. Kalau seperti itu Mama tidak setuju.”

Film bertema remaja yang Islami belakangan ini memang agak berkurang. Kehadiran film HIL mengisi kekosongan tersebut. Penonton remaja punya semacam ‘handbook’ bagaimana caranya mengatasi ketika diri terserang virus merah jambu dan HIL memberi sedikit solusi, salah satunya seperti yang dilakukan oleh Jelita: menulis puisi!

Film yang disutradarai Ario Rubbik ini cukup mengaduk-aduk emosi penonton dalam adegan konflik batin dari dalam diri Annisa dan konflik antara Annisa dan Jelita yang nyaris retak hanya gara-gara cowok. Penonton juga bakal dibuat geram di karakter Ananda yang kurang tegas bin lembek sebagai pengurus rohis. Di tengah ketegangan, penonton dibuat segar dengan kehadiran Tubagus Dedi Suwandi Gumelar atau Miing sebagai ayah Annisa, akting yang lumayan dari desainer hijab, Jenahara, juga kehadiran Ridwan Kamil sebagai sopir bus wisata meski hanya cameo.

Penonton dimanjakan oleh pemandangan Kota Bandung terkini yang bikin segar mata, seolah menyiratkan keberhasilan Ridwan Kamil sebagai Walikota Terbaik. Di luar menyampaikan pesan “begini cara mengatasi hubungan laki-laki dan perempuan dalam Islam”, film HIL seperti mencanangkan Bandung sebagai Kota Trendsetter Hijab Dunia, meski pada kenyataannya sudah didepani oleh Turki.

Dalam film ini sayangnya tak ada ditemukan suara Alqur’an, lagu-lagu nasyid atau yang sedang membaca Alquran, hal-hal yang melekat erat di tubuh rohis. Namun pada akhirnya, HIL memang layak ditonton, tak hanya remaja, namun juga orang tua yang punya anak remaja dan mantan remaja yang masih suka pacaran. 

Muhammad Sholich Mubarok

Iklan
Posted in: Indonesia