Tujuh mahasiswa UIN Jakarta Menghadiri Pembukaan Sekolah Pemikiran Islam

Posted on September 9, 2014

0


Islamedia.co – Tujuh mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, menghadiri acara pembukaan Sekolah Pemikiran Islam (SPI) #IndonesiaTanpaJIL di Aula Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) di Jl. Kalibata Utara no.84, Jakarta Selatan, Ahad (7/9/2014). Ketujuh mahasiswa ini terdiri dari empat mahasiswa FISIP serta masing-masing satu dari Fakutas Ushuluddin, Adab dan Humaniora, dan Psikologi.

Acara yang juga dihadiri oleh aktivis dari berbagai lembaga dan organisasi kampus seperti LDK, KAMMI, dan Chapter ITJ se-Jadetabek ini merupakan rangkaian awal dari program Sekolah Pemikiran Islam yang sedianya akan berlangsung hingga akhir November 2014. Pembukaan SPI ini didahului dengan Studium Generale yang membahas seputar Sirah Nabawiyah.

Dalam agenda perdananya ini, SPI mendatangkan dua narasumber. Ust. Asep Sobari, Lc. mempresentasikan materi tentang as-sabiquun al-awwaluun, sedangkan Ust. Hilman Rosyad, Lc. memberikan materi tentang ahlu ash-shuffah. Peserta tampak antusias mendengarkan kedua materi yang diberikan oleh kedua narasumber.

“Sebagai anak muda dan aktivis dakwah, kita tentunya harus turut serta dalam mendukung perkembangan Islam. Kita juga harus aktif dalam menangkal pemikiran-pemikiran Islam yang menyimpang yang sedang marak-maraknya merasuki dunia kampus. Untuk itu, saya mendukung agenda-agenda yang diselenggarakan oleh Sekolah Pemikiran Islam ini,” ungkap Hanif, mahasiswa FISIP UIN Jakarta.

Di akhir acara, Ust. Akmal Sjafril menyampaikan silabus, informasi, dan pengarahan kepada seluruh peserta perihal peraturan dan penugasan selama belajar di Sekolah Pemikiran Islam. Tak lupa beliau memaparkan sejumlah strategi untuk meng-counter pemikiran islam yang menyimpang, khususnya di lingkungan kampus. [Zalqornaen/islamedia]

Iklan
Posted in: Indonesia