Nur Mahmudi Terbiasa Tanpa Mobil Dinas

Posted on September 23, 2014

0


dakwatuna.com – Depok. Wali Kota Depok Nur Mahmudi Isma’il semakin terbiasa tanpa menggunakan mobil dinas. Setiap hari Selasa, Nur Mahmudi menggunakan angkutan publik, sepeda angin, atau sepeda motor, bahkan pernah berjalan kaki dari rumah ke kantor ataupun sebaliknya.

Pada setiap hari Selasa, Nur melaksanakan program sehari tanpa mobil dinas. Tujuannya untuk penghematan bahan bakar dan mengurangi kemacetan di wilayah Kota Depok, Jawa Barat. Sudah tiga bulan program sehari tanpa mobil dinas ini berjalan di Depok.

“Macam-macam yang pernah saya alami selama tidak menggunakan mobil dinas. Saya menjadi tahu masalah yang terjadi di jalan. Warga langsung menyampaikan informasi tanpa ada perantara ke saya,” tutur Nur, Selasa (28/8/2012) kepada Kompas.

Peristiwa di tengah jalan itu, kata Nur, menjadi inspirasi dan masukan baginya membuat perencanaan pembangunan. Persoalan di jalan jumlahnya tak terhitung, hal itu malah mendorongnya ingin tahu lebih dalam mengenai masalah di lapangan.

Tidak hanya bagi wali kota, program sehari tanpa mobil dinas berlaku bagi semua pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Depok. PNS disarankan menggunakan angkutan selain mobil dinas. Namun, mereka tidak diwajibkan menggunakan satu moda yang sama karena jarak tempuh masing-masing pegawai dari rumah ke kantor berbeda-beda.

“Setelah program ini berjalan, timbul kekompakan di antara aparatur pemerintah. Kami menghadapi persoalan bersama untuk membuat semuanya efisien,” kata Nur, yang pulang kerja mengendarai sepeda motor dengan mengenakan jaket parasut dan helm standar, Selasa (28/8/2012).

Bersamaan dengan program ini, pada hari yang sama Pemkot Depok melaksanakan program sehari tanpa nasi. Program ini digagas pada September 2011 dan dilaksanakan mulai Februari 2012. (Nasru Alam Aziz/KCM)

 

Iklan
Posted in: Indonesia