Ahlus Sunnah Harus Waspada, Pemberontakan Syiah Bisa Terjadi di Indonesia

Posted on September 24, 2014

0


Pemberontak Syiah di Yaman (Foto:rimanews)

Islamedia.co – Kasus pemberontakan kelompok Syi’ah Hautsiyin terhadap pemerintahan Yaman hingga menguasai ibukota Shana’a dengan senjata dan menduduki Universitas Al Iman yang berafiliasi pada Ikhwanul Muslimin mengagetkan banyak pihak. Sebelumnya kalangan Syiah ini berhasil mengusir Ma’had Darul Hadits Dammaj yang berafiliasi pada Salafi.

Hal ini harus menjadi perhatian umat Islam di Indonesia, khususnya Ahlus Sunnah wal Jamaah atau Sunni. Syi’ah bukanlah semata-mata sebuah kelompok agama melainkan kelompok politik yang orientasinya ingin menguasai seluruh kekuasaan dimana pun Syi’ah berada, termasuk di Indonesia.

Dr. M. Kholid Muslih, M.A salah satu pakar Syi’ah dari Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, sebagaimana dikutip Hidayatullah, menyatakan Syi’ah di berbagai negara selalu ingin memberontak karena dalam rangka urusan politik mereka.

“Orientasi utama Syi’ah adalah politik dan mereka menjadikan imamah sebagai salah satu rukun iman. Bahkan ulama-ulama di Mesir mengklarifikasikan Syi’ah sebagai sebuah kelompok politik bukan kelompok agama,” tegas alumni Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir itu.

Menurutnnya, Syi’ah yang saat ini ada di Indonesia dinilai memiliki potensi yang sama dengan Syi’ah Hautsi yang kini telah menduduki Istana Kepresidenan Yaman.

Bukan hanya Syi’ah Hautsi saja, tetapi juga beberapa kelompok Syi’ah yang berhasil menguasai Iraq dan sebagian wilayah di Libanon. Karena akhir dari gol pergerakan semua kelompok Syi’ah adalah ingin mendapatkan sebuah kekuasaan. Hal itu merupakan proses panjang menurut mereka.

“Pergerakan kelompok Syi’ah akan terus merambah kemana-mana. Sebab kelompok Syi’ah selalu berupaya untuk saling menguatkan dan terus bekerja sama guna mencapai orientasi politik mereka dan demi kepentingan kelompok masing-masing,” tegasnya penulis tesis “Al-Ittijâh al-Syi’I al-Itsnâ Asyari (al-Qodim wa al-muâ’shir) wa al-In’ikâsâtuhu ‘alâ al-Mujtama’ al-Sunni bi Indûnisia”tersebut.[Fimadani/IM/YL]

Iklan
Posted in: Indonesia, Iran, Yaman