Warga Amerika yang Disandera ISIS Beragama Islam

Posted on Oktober 7, 2014

0


Peter Kassig dan personil ISIS (aljazeera)

dakwatuna.com – Damaskus. Kedua orang tua warga negara Amerika Serikat yang saat ini disandera organisasi Negara Islam di Irak dan Syam (ISIS), Peter Kassig, mempublikasikan foto-foto anaknya dan potongan surat yang ditulis saat berada di tangan ISIS. Hal itu setelah ISIS mengancam akan membunuh anak mereka.

Seperti dilansir Aljazeera, Senin (6/10/2014), saat meminta ISIS melepaskan anaknya, Ed dan Paula, orang tua Peter, mengatakan bahwa anak mereka telah memeluk agama Islam. Bahkan Peter, yang kini berusia 26 tahun, juga telah mengganti namanya menjadi Abdurrahman Kassig. Ed dan Paula meminta publik untuk menyebut anak mereka dengan nama barunya itu, Abdurrahman.

Ed dan Paula juga menyebutkan bahwa menurut rekan-rekannya, Peter telah menjalani perjalanan ruhani yang panjang hingga akhirnya memeluk agama Islam. Peter memeluk agama Islam secara suka rela sebelum ditangkap ISIS saat melakukan aksi kemanusiaan di Suriah.

Peter, menurut Ed dan Paula, juga melaksanakan ibadah shalat tepat waktu dan melaksanakan kewajiban-kewajiban agama yang lainnya. Peter pernah mengatakan dalam satu suratnya, “Wajar saja kalau saat ini aku merasa takut mati. Tapi kalau pun harus mati, aku harap akan mendapatkan ketenangan karena aku sedang dalam pekerjaan untuk meringankan penderitaan orang-orang yang membutuhkan.”

Peter juga mengatakan, “Saat ini kondisiku sangat pelik. Tapi aku sangat tenang dengan keyakinanku yang baru ini.” (msa/dakwatuna)

 

Iklan
Posted in: Amerika, Irak, Suriah