Mantan Intelijen Mesir: Era Mursi Era Kejayaan Bagi Militer dan Polisi

Posted on Oktober 8, 2014

0


Muhammad Mursi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis (islammemo.cc)

dakwatuna.com – Kairo. Kesaksian dari seorang mantan intelijen Mesir, Mayjend Tarwat Jaudah, menceritakan bagaimana kondisi militer di saat ia bekerja di masa pemerintahan Presiden Muhammad Mursi.

Jaudah mengungkapkan, bahwa di masa Mursi institusi militer dan kepolisian mendapatkan hak istimewa, diantaranya dengan diberikan pelatihan-pelatihan sesuai bidangnya dan pengembangan kepribadian. “Sebuah gebrakan yang belum pernah dilakukan para pemimpin sebelumnya,” jelas Jaudah, seperti yang dilansir oleh situs Islammemo.cc.

Dalam acara “Shabah on TV”, Jaudah mengatakan, apabila negara dipegang oleh orang sipil, maka yang paling “santai” itu tentara, polisi dan intelijen. Namun dalam kesempatan itu, ia enggan menjelaskan maksud kata “santai”, karena menurutnya itu sudah cukup jelas.

Ia kemudian menambahkan, era yang paling mensejahterakan institusi militer, polisi dan intelijen adalah pada masa Raja Faruq, yang posisinya dilengserkan oleh Perwira Kebebasan pada revolusi 23 Juli 1952. Karena pada masanya banyak sekali keistimewaan yang didapat, terutama dalam mengembangkan kapasitas SDM di masing-masing institusi. Selain Raja Faruq, pemimpin yang sama perhatiannya terhadap institusi militer, polisi dan intelijen adalah presiden Muhammad Mursi , yang digulingkan oleh kudeta militer 3 Juli 2013. (msy/imo/dakwatuna)

 

Iklan
Posted in: Mesir