Pernyataan Jokowi Terkait Tank Leopard Terbukti Salah

Posted on Oktober 9, 2014

0



Islamedia.co –  Pernyataan Joko Widodo terkait tank Leopard yang dapat merusak jalanan Indonesia terbukti Salah. Dalam debat calon presiden pada 22 Juni 2014, Jokowi tidak setuju dengan pengadaan tank Leopard. Menurut Jokowi, tank Leopard bisa merusak jalan lantaran beratnya mencapai 62 ton.

Pernyataan Jokowi tersebut akhirnya terbantahkan, faktanya ketika main battle tank (MBT) Leopard datang ke Indonesia jalanan yang dilewati tidak mengalami kerusakan. Hal ini semakin dikuatkan dari pernyataan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo.

“Buktinya, enggak rusak kan jalannya,” kata Gatot saat ditemui wartawan seusai syukuran dan pameran alat utama sistem persenjataan di Markas Komando Daerah Militer V/Brawijaya, Rabu, 8 Oktober 2014.

Agar semakin meyakinkan publik Indonesia, Gatot bersama Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menaiki tank Leopard. Ketiganya seolah ingin menunjukkan kenyamanan tank yang dibeli dari Jerman pada Desember 2012 itu.

Tank Leopard yang berjumlah delapan itu dibawa ke Makodam V/Brawijaya untuk dijajal masyarakat umum. Selain tank Leopard, ada pula 15 panser Anoa, 21 tank Scorpion, 10 tank Tarantula, 5 tank M113-A1, 4 tank BMP 3F TNI AL, dan 4 tank LV 7 TNI AL yang dipamerkan dan membawa warga Surabaya berkeliling.

Gatot pun berencana menggelar kegiatan serupa setiap tahun. Setelah melihat antusiasme warga, Gatot tidak keberatan untuk membawa tank-tank agar bisa dinikmati masyarakat. Apalagi peralatan perang itu dibeli TNI dari uang rakyat.

Sekitar 96 personel TNI dan 30 ribu warga dilibatkan dalam acara syukuran dan pameran alutsista di Makodam V/Brawijaya, Rabu, 8 Oktober 2014. Secara bergantian, warga berfoto dan menumpang tank tanpa rasa takut.[tempo/islamedia/mr]

Iklan
Posted in: Indonesia