Ribuan Proyek Pembangunan Fisik dan Infrastruktur DKI Jakarta Gagal

Posted on Oktober 14, 2014

0


Islamedia.co –  Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) DKI Jakarta memastikan ribuan proyek pembangunan fisik atau infrakstruktur di DKI Jakarta akan gagal dilaksanakan karena mengalami gagal lelang. Hal itu disebabkan karena waktu tahun anggaran 2014 hanya tinggal 2,5 bulan lagi. Sehingga tidak memungkinkan ULP melakukan lelang terhadap proyek pengadaan fisik.

Ketua ULP DKI Jakarta I Gede Sony Aryawan membenarkan adanya ribuan pengerjaan fisik di tahun anggaran 2014 tidak dapat dilaksanakan tahun ini. Karena ribuan pengerjaan fisik tersebut mengalami gagal lelang.

“Sisa waktu tahun anggaran 2014 hampir berakhir. Jadi tidak untuk proyek pengerjaan fisik tidak mungkin rasanya dilelang. Hanya proyek pengadaan barang saja yang bisa dilanjutkan proses lelangnya,” kata Sony, Minggu (12/10).

Sayangnya, ketika ditanya proyek pengerjaan fisik apa saja yang mengalami gagal lelang, Sony enggan memberitahunya lebih lanjut. Dia hanya mau mengungkapkan kalau paket kegiatan yang telah memasuki proses lelang ada sebanyak 67,9% dari total 5.523 paket kegiatan yang sudah diajukan ke ULP.

Berdasarkan data ULP, lanjutnya, pihaknya sedang melakukan proses lelang sebanyak 3.752 dari 5.523 paket kegiatan. Dari 3.752 paket kegiatan tersebut, hanya 26 paket kegiatan yang sudah masuk E-purchasing dengan anggaran Rp 171 miliar.

Sementara yang sudah ditayangkan di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) DKI sebanyak 2.716 paket dengan nilai paket Rp 7,9 triliun.

“Nilai hasil lelang hanya mencapai Rp 6,3 triliun. Artinya ada penghematan sebesar Rp 1,5 Triliun melalui ULP DKI. Persentasenya baru mencapai 20%,” ungkapnya.

Artinya, lanjut Sony, penyerapan anggaran untuk pembangunan fisik dalam APBD DKI 2014 baru mencapai 20% saja.

Padahal, penambahan anggaran sewaktu penyusunan APBD Perubahan DKI 2014 sengaja tidak dinaikkan begitu besar, hanya Rp 905 miliar dari nilai APBD Penetapan 2014 sebesar Rp 72 triliun.

Beberapa kegiatan yang tak terserap kemudian anggarannya dialihkan ke kegiatan lain, yaitu pembelian bus Transjakarta sebesar Rp 3,2 triliun.

Kegiatan lain yang juga tidak bisa dilakukan tahun ini yakni pembelian lahan untuk Waduk Ciawi yakni sebesar Rp 195 miliar. Karena saat ini masih belum dilakukan sosialisasi dan musyawarah dengan warga. [beritasatu/islamedia/ibnu]

Iklan
Posted in: Indonesia