Buku Berisi Tips Pacaran Sehat Dibakar

Posted on Oktober 16, 2014

0


Buku Berisi Tips Pacaran Sehat Dibakar di Kantor MUI (okezone)

dakwatuna.com – Bandung. Dinilai menyudutkan kaum perempuan dan umat muslim, sekelompok demonstran membakar buku Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjaskes) yang diterbitkan Kemendikbud untuk siswa tingkat SMA kelas XI di halaman Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (16/10).

Demonstran yang terdiri dari belasan guru dan orangtua siswa itu membawa sejumlah poster, di antaranya bertuliskan ‘Kurtilas, Kurikulum Tidak Jelas’, ‘Evaluasi Semua Buku Kurtilas’, dan ‘Tarik Buku Penjas Kls XI Kurtilas’.

Koordinator aksi, Iwan Hermawan mengatakan agar halaman 128 dan 129 pada buku tersebut dihilangkan. “Kami mengimbau agar semua guru SMA/SMK di Jawa Barat untuk segera memusnahkan halaman 128 dan 128 dalam buku tersebut,” katanya. Sebagai simbol protes, halaman 128 dan 129 pada buku tersebut digunting dan dibakar.

Maksud kedatangan para demonstran ke Kantor MUI adalah untuk meminta MUI mengeluarkan fatwa agar buku tersebut dilarang digunakan di seluruh Jawa Barat. Namun, hingga pukul 13.00 WIB belum ada perwakilan MUI yang bisa ditemui.

Lebih lanjut Iwan mengatakan dalam aksi itu, buku tersebut tidak edukatif. Dalam buku tersebut khususnya pada halaman 128 dan 129 dinilai merendahkan martabat wanita. Iwan berujar, seakan-akan buku itu hubungan seks kurang berisiko bagi pria dibanding wanita.

“Padahal menurut agama Islam tidak membedakan perbuatan zinah antara laki-laki dan perempuan, semuanya adalah dosa besar,” jelasnya.

Dengan adanya tips berpacaran, Iwan menilai seolah-olah Kemendikbud menghalalkan pacaran bagi siswa. “Ilustrasi gambar pelajar yang menggunakan pakaian muslim dan muslimah sedang berpacaran juga merendahkan agama seakan-akan Islam membolehkan pacaran,” imbuhnya. Iwan mengaku, pihaknya telah membuatkan surat sebagai tanda protes keberatan ke Kemendikbud atas terbitnya buku tersebut. (kem/okezone/abr/dakwatuna)

 

Posted in: Indonesia