Izin Majelis Rosulullah Gelar Acara Dzikir di Monas Dipersulit Pemprov DKI Jakarta

Posted on Oktober 23, 2014

0


Islamedia.co –  Habib Nabiel Al-Musawwa akhirnya mengeluarkan curahan hatinya (curhat) ke media sosial perihal perizinan acara Majelis Rosulullah. Melalui Account Facebook pribadinya pada Rabu 22 Oktober 2014 Habib Nabiel memaparkan bahwa betapa sulitnya keluar izin mengadakan acara Dzikir di Monumen Nasional (Monas).

Yang sangat aneh menurut Kakak kandung Alhmarhum Habib Munzhir Al Musawwa ini bahwa pihak Pemprov DKI Jakarta mengatakan jika seandainya izin keluarpun acara Majelis Rosulullah ini tidak boleh berlangsung sampai malam. Berbeda dengan izin yang dikeluarkan pemprov DKI Jakarta saat Pesta Kemenangan Jokowi JK 20 Oktober 2014 yang lalu, acara yang lebih cocok disebut Pesta Maksiyat tersebut berlangsung sampai malam bahkan sampai pagi hari.

Pihak pemprov DKI Jakarta berdalih bahwa kegiatan Pesta Kemenangan Jokowi JK itu hal berbeda dikarenakan itu acara Presiden. Sikap dikriminasi Pemprov DKI Jakarta sontak saja menuai kecaman pengguna social media, nampak terlihat dari “commentar box” dari Facebook Habib Nabiel.

Berikut isi lengkap curhatan Habib Nabiel Al-Musawwa dengan alamat url:https://www.facebook.com/nabiel.almusawaII/posts/711933818859800?fref=nf,

Anak2 ku anggota Majlis RasuluLLAAH SAW dan para simpatisan MR yg Insya ALLAAH disayangi ALLAAH SWT aamiin..

Mau curhat sedikit ttt acara besar kita di Monas menyambut kedatangan Guru Mulia Habibana Umar bin Hafizh hafizhahuLLAAHu Ta’ala ‘anhu..

Dengan sedih harus saya katakan memang sekarang ini izin untuk acara kita makin dipersulit, sejak sebulan yg lalu kita sudah ajukan permohonan izin tapi berbagai alasan terus kita terima..

Pertama, izin harus langsung ke Gubernur, maka crew MR pun berjuang bolak-balik menjumpai para pembantu gubernur, akhirnya dapat rekomendasi tsb..

Tapi tadi ada masalah baru, konon surat gubernur bukan rekomendasi tapi hanya disposisi dan acara di Monas tdk boleh sampai malam, kita katakan lha acaranya Jokowi kemarin sampe malam..? Kata mereka itu lain, sb dia kan Presiden..

Lalu kita juga harus memilih, klo MR ngadakan acara Muharram ini berarti Maulid nanti tdk boleh lagi, klo mau Maulid ya Muharram tidak boleh, masya ALLAAH padahal kita cuma mau berdzikir pd ALLAAH SWT buat Indonesia dan juga buat Jakarta..

Kami (Dewan Syuro MR) akan menempuh usaha terakhir yaitu langsung ketemu Gubernur PLT, mhn doanya dari antum semua semoga akhirnya izin bs dikeluarkan..

Klo nanti masih dipersulit juga maka kita akan mencari alternatif lain, di mesjid Istiqlal atau lainnya, sambil mendoakan semoga semua pemimpin kita diberi Hidayah oleh ALLAAH SWT, agar bangsa ini tdk diturunkan bencana dari langit karena menghalang2-i orang dari jalan ALLAAH SWT dan Rasul-NYA, Aamiin ya RABB..

 

Selain melalui Facebook, Habib Nabiel Al-Musawwa juga menuliskan curhatnya melalui account twitter pribadinya @nabiel_almusawa pada Rabu 22 Oktober 2014: Salaam, sahabat Majlis RasuluLLAAH SAW, sampai hari ini izin untuk acara Guru Mulia Habibana Umar di Monas msh dipersulit, mhn doanya yaa.

Pantauan Islamedia, hingga Kamis pagi 23 Oktober 2014 belum ada perkembangan informasi terbaru baik dari Account Facebook maupun Twitternya[islamedia/fatih]

Posted in: Indonesia