Dai Saudi Berfollower Belasan Juta Masih Ditahan, Kabar Pembebasannya Hoax

Posted on November 11, 2014

0


Syaikh Salman Audah dan Syaikh Muhammad Al-Arifi. (Al--Quds)

dakwatuna.com – Riyadh. Ulama dan dai asal Arab Saudi, Syaikh Salman Audah, membantah kabar yang menyebutkan bahwa Syaikh Muhammad Al-Arifi, yang saat ini ditahan pemerintah Saudi, telah dibebaskan. Seperti diberitakan Al-Quds, Selasa (11/10/2014).

Bantahan ini disampaikan Syaikh Audah setelah tersebarnya sebuah foto yang menunjukkan Syaikh Al-Arifi sedang memeluk hormat seorang polisi Saudi. Para netizen berkomentar bahwa foto itu diambil saat Syaikh Al-Arifi dibebaskan dari tahanan.

Lebih lanjut, Syaikh Audah mengatakan, “Jangan terburu-buru mempublikasikan isu tentang bebasnya Syaikh Al-Arifi. Semoga beliau nanti benar-benar dibebaskan. Kalau benar sudah dibebaskan, tentunya akun twitternyalah yang akan pertama mempublikasikannya.”

Sejak tanggal 8 Oktober yang lalu, tersebar kabar bahwa Syaikh Al-Arifi, yang akun twitternya difollow oleh belasan juta orang itu, ditahan oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi. Penahanan itu disebutkan terjadi sepulangnya beliau dari melaksanakan ibadah haji. Lalu pada pada tanggal 28 Oktober, ulama lainnya, Syaikh Salman Audah, memastikan kebenaran kabar penangkapan rekannya tersebut.

Banyak spekulasi muncul terkait sebab penangkapan dan penahanan ulama dan dai yang terkenal di seluruh negara Arab itu. Ada yang mengatakan bahwa sebabnya adalah kritikan beliau yang ditulis di akun twitter tentang beberapa kekurangan pemerintah dalam melayani jamaah haji.

Ada juga yang mengatakan karena perbedaan pendapat Al-Arifi, yang dikatakan masuk dalam komisi penanggulangan ekstremisme Islam, dalam cara menanggapi banyaknya anak muda Saudi yang bergabung dengan organisasi jihad di Irak dan Suriah. (msa/dakwatuna)

Posted in: Arab Saudi, Islam