Sudah Sebulan Mesir Tutup Perbatasan, 36 Ribu Warga Palestina Terkatung di Perbatasan

Posted on November 21, 2014

1


Gerbang penyeberangan Rafah, penghubung Gaza-Mesir. (roitov.com)

dakwatuna.com – Rafah. Sumber dari Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Palestia di Gaza mengatakan, dari Gaza saat ini ada 30.000 warga Palestina yang mendesak untuk menyeberangi perbatasan menuju Mesir, sedangkan di Mesir sendiri ada 6.000 warga Palestina yang harus kembali ke Gaza. Penyeberangan ini sendiri sudah 4 pekan secara berturut-turut ditutup oleh pihak Mesir.

Jubir kementerian di Jalur Gaza, Iyyad Al-Bazm dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis (20/11/2014) mengatakan, mereka yang menjadi korban dari penutupan penyeberangan Rafah ini adalah para pasien, karena mereka harus segera mendapat pengobatan yang memadai di Kairo, lalu para mahasiswa dan pendatang yang sudah habis masa visa-nya.

Menurut Iyyad, kondisi ditutupnya Rafah hingga 4 pekan ini sama saja dengan menambahkan krisis kemanusiaan yang terjadi di Jalur Gaza. Karena penyeberangan darat Rafah bagi rakyat Gaza, ibarat jalan hidup satu-satunya dan jendela mereka untuk berhubungan dengan dunia luar.

Disamping ditutupnya perbatasan bagi warga Palestina, Iyyad juga menyayangkan pihak Mesir yang melarang masuknya barang-barang bantuan dan juga LSM kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Total hari penutupan sepanjang satu tahun 2014 ini, menurut Iyyad selama 208 hari. Alasan penutupan lebih kepada karena kondisi politik di internal Mesir, yang harus dibayar mahal oleh rakyat Gaza dan menambah kepedihan hidupa mereka selama 8 tahun bertahan dibawah blokade Zionis Israel.

Kebijakan Menutup Penyeberangan

Penutupan penyeberangan Rafah oleh Mesir dikarenakan keputuan rezim kudeta dalam menerapkan Status Darurat di bebearapa titik lokasi di Sinai utara. Kondisi ini akan diberlakukan selama 3 bulan, dan juga memberlakukan jam malam, termasuk juga didalamnya penutupan penyeberangan Rafah.

Mesir memberlakukan penutupan Rafah paska tewasnya 30 tentara Mesir di Sinai oleh sekolompok orang bersenjata, maka diberlakukan peningkatan status keamanan secara umum di Sinai dan sekitarnya.

Penyeberangan Rafah merupakan penyeberangan satu-satunya bagi hampir 2 juta penduduk Jalur Gaza yang bisa dilewati tanpa harus berurusan dengan Israel. Penutupan ini dipastikan akan memperburuk kondisi Jalur Gaza, sehingga Mesir tak ubahnya negara tetangga yang melakukan blokade layaknya Israel. (msy/alk/dakwatuna)

Posted in: Mesir, Palestina, Zionis