Beginilah Pemikiran dan Doktrin Agama Sesat Syi’ah

Posted on November 21, 2015

0


Islamedia – Syi’ah adalah sebuah kelompok umat Islam yang berpegang teguh kepada keyakinan, bahwa Ali lah yang berhak mewarisi khalifah, bukan Abu Bakar, Umar dan Usman ra. Karena keyakinan mereka itulah yang akhirnya menjadikan mereka berani menghina 3 Khulafaur Rasyidin tersebut, dan juga ummul mukminin ‘Aisyah ra. maka itulah salah satu hal yang menjadikan Syi’ah itu bukan Islam karena sesat dan melenceng dari ajaran Islam yang sebenarnya. Mereka berambisi menyebarkan madzabnya ke segenap penjuru dunia Islam, bagaimanapun caranya akan mereka tempuh demi meluasnya ajaran sesat mereka itu.

Pemikiran dan Dontrin-Doktrinnya

~ Imamah
Harus tekstual. Imam terdahulu menentukan imam penggantinya secara tekstual dan langsung ditunjuk orangnya, bukan dengan bahasa isyarat. Imamah sesuatu yang sangat penting, yang tidak boleh terpisahkan antara Rasulullah saw. dengan umatnya. Mereka berdalil, bahwa imamah, Rasulullah saw telah menentukan Ali bin Abi Thalib ra. menjadi imam setelah beliau secara tekstual yang nyata pada hari “Ghadir Khum”. Ghadir Khum adalah sebuah hari besar bagi syi’ah yang dianggap lebih agung daripada hari Raya Idul Fitri dan Adha. Hari itu jatuh pada tanggal 18 Dzulhijjah, berpuasa pada hari itu menurut mereka adalah sunnah mu’akkad.

Diyakininya, bahwa Ali ra. juga telah menentukan kedua puteranya Hasan dan Husein secara tekstual, dan begitu seterusnya, bahwa setiap imam menentukan imam berikutnya dengan wasiat daripadanya. Mereka itu disebut “Aushia” (penerima wasiat).

~’Ishmah
Setiap imam terpelihara (Ma’shum) dari segala kesalahan, kelalaian, dan dosa, baik dosa besar ataupun dosa kecil.

~Ilmu
Setiap imam dititipi ilmu dari Rasulullah saw. untuk menyempurnakan syariat Islam. Imam memiliki ilmu ladunni. Tak ada perbedaan antara imam dengan Rasulullah saw. yang membedakan, bahwa Rasulullah dapat wahyu. Rasulullah saw. telah menitipkan wasiat kepada mereka rahasia-rahasia syariat Islam, agar mereka mampu memberikan penjelasan kepada manusia sesuai dengan kebutuhan zamannya.

~Sesuatu yang Luar Biasa
Peristiwa yang luar biasa boleh terjadi pada diri imam, itu disebut mukjizat. Jika tidak ada satu teks tertulis dari diri imam sebelumnya, maka dalam kondisi seperti itu penentuan imam harus berlangsung berdasarkan sesuatu yang luar biasa itu.

~Al Ghaibah
Diyakininya, bahwa zaman tidak pernah kosong dari sebuah argumentasi yang membuktikan Allah, baik secara logika maupun secara hukum. Sebagai konsekuensi logisnya, bahwa imam ke 12 telah menghilang di sebuah goa (dalam rumahnya). Diyakininya pula, bahwa imam tersebut memiliki “ghaibah sughra” (menghilang sementara) dan “ghaibah kubra” (menghilang selamanya).

~Roj’ah
Diyakininya, bahwa imam Hasan al Kasri akan datang kembali pada akhir zaman, ketika Allah mengutusnya untuk tampil. Oleh sebab itu, setiap malam setelah sholat maghrib mereka berdiri di depan pintu goa itu, dan mereka telah menyediakan sebuah kendaraan, kemudian mereka pergi, dan mengulangi perbuatannya itu pada malam berikutnya, begitu seterusnya.

~Taqiyah
Dianggapnya sebagai salah satu pokok ajaran agama. Barang siapa yang meninggalkan taqiyah, sama hukumnya dengan meninggalkan sholat. Taqiyah adalah suatu kewajiban yang tidak boleh dihapuskan, sampai yang berwenang tampil. Barang siapa yang meninggalkannya sebelum ia tampil, maka ia telah keluar dari agamanya. Dalam pemahaman secara luas taqiyah itu sampai pada batas dusta dan haram.

~Mut’ah
Menurut mereka, memut’ah wanita adalah adat yang terbaik dan pengorbanan yang paling afdhal. Padahal Islam telah mengharamkan sistem perkawinan tersebut. Suatu perkawinan yang persyaratannya dibatasi dengan waktu tertentu. Mut’ah adalah sistem kawin kontrak dengan batas waktu tertentu dan mahar tertentu pula.

~Mushaf Fatimah ra.
Kulaini meriwayatkan dari Abi Basyir, yakni “Ja’far Shadiq”: “Bahwasannya kami mempunyai mushaf Fatimah ra., seraya berkata, kataku, Apa itu mushaf Fatimah? Ia berkata “Sebuah mushaf yang isinya seperti al-Quran kalian 3 kali, Demi Allah tidak ada satu hurufpun isinya dari al-Quran kalian”.

~Tuhan Ali
Sebagian sekte mereka ada yang beranggapan bahwa derajat Ali ra. itu sama dengan derajat Tuhan. Sebagian yang lain ada yang berpendapat bahwa Jibril as. salah menurunkan wahyu, seharusnya wahyu yang diturunkan itu untuk Ali ra. bukan untuk Muhammad saw.

~Hari Agung
Hari Nairuz Adalah hari tahu barunya bangsa Persia, sebagian mereka berpendapat bahwa berpuasa di hari itu hukumnya sunnah. Hari raya Bapak, yaitu tanggal 9 Rabiul Awwal yaitu hari untuk “Baba Syuja’Uddin”. Gelar untuk Abu Lu’lu’ah al Majusi yang telah membunuh Umar bin Khattab ra.

Itulah beberapa doktrin dan pemikiran Syi’ah yang menjadikan mereka sesat dan bukan bagian dari Islam. di Indonesia saat ini ajaran Syi’ah semakin berani menampakkan diri dan hal ini yang harus kita waspadai bersama.

Ditulis ulang berdasarkan buku “Gerakan Keagamaan dan Pemikiran” yang disusun oleh WAMY.(islamedia/js)

Posted in: Indonesia, Islam